3 Comments

Ramuan Alami Patah Tulang

Patah Tulang

 

Definsi Patah Tulang (Fraktur)

Patah tulang (fraktur) adalah retaknya tulang, biasanya disertai dengan cedera di jaringan sekitarnya.

 

Jenis patah tulang:

 

1. Patah Tulang Tertutup (Patah Tulang Simple)

Tulang yang patah tidak tampak dari luar

 

2. Patah tulang terbuka (patah tulang majemuk)

Tulang yang patah tampak dari luar karena tulang telah menembus kulit atau kulit mengalami robekan. Patah tulang terbuka lebih mudah terinfeksi.

 

3. Patah tulang kompresi (patah tulang karena penekanan)

Merupakan akibat dari tenaga yang menggerakan sebuah tulang melawan tulang lainnya atau tenaga yang menekan melawan panjangnya tulang. Sering terjadi pada wanita lanjut usia yang tulang belakangnya menjadi rapuh karena osteoporosis.

 

4. Patah tulang karena tergilas

Tenaga yang sangat hebat menyebabkan beberapa retakan sehingga terjadi beberapa pecahan tulang. Jika aliran darah ke bagian tulang yang terkena mengalami gangguan, maka penyembuhannya akan berjalan sangat lambat.

 

5. Patah tulang avulsi

Disebabkan oleh kontraksi otot yang kuat, sehingga menarik bagian tulang tempat tendon otot tersebut melekat. Paling sering terjadi pada bahu dan lutut, tetapi bisa juga terjadi pada tungkai dan tumit.

 

6. Patah tulang patologis

Terjadi jika sebuah tumor (biasanya kanker) telah tumbuh kedalam tulang dan menyebabkan tulang menjadi rapuh. Tulang yang rapuh bisa mengalami patah tulang meskipun dengan cedera ringan atau bahkan tanpa cedera sama sekali.

 

Penyebab Patah Tulang

Sebagian besar patah tulang merupakan akibat dari cedera, seperti kecelakaan mobil, olah raga atau karena jatuh.

Patah tulang terjadi jika tenaga yang melawan tulang lebih besar daripada kekuatan tulang. Jenis dan beratnya tulang dipengaruhi oleh:

1. Arah, kecepatan dan kekuatan dari tenaga yang melawan tulang

2. Usia penderita

3. Kelenturan tulang

4. Jenis tulang

Dengan tenaga yang sangat ringan, tulang yang rapuh karena osteoporosis atau tumor bisa mengalami patah tulang.

 

Gejala Patah Tulang

Nyeri biasanya merupakan gejala yang sangat nyata. Nyeri bisa sangat hebat dan biasanya makin lama makin memburuk, apalagi jika tulang yang terkena digerakkan.

Menyentuh daerah di sekitar patah tulang juga bisa menimbulkan nyeri.

Alat gerak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga penderita tidak dapat mengerakkan lengannya, berdiri diatas satu tungkai atau menggenggam dengan tangannya.

Darah bisa merembes dari tulang yang patah (kadang dalam jumlah yang cukup banyak) dan masuk kedalam jaringan di sekitarnya atau keluar dari luka akibat cedera.

 

Pengobatan Patah Tulang

Tujuan dari pengobatan adalah untuk menempatkan ujung-ujung dari patah tulang supaya sati sama lain saling berdekatan dan untuk menjaga agar mereka tetap menempel sebagaimana mestinya. Process penyembuhan memerlukan waktu minimal 4 minggu, tetapi pada usia lanjut biasanya memerlukan waktu yang lebih lama. Setelah sembuh, tulang biasanya kuat dan kembali berfungsi.

Imobilisasi dapat dilakukan melalui:

1. Pembidaian: benda keras yang ditempatkan di daerah sekeliling tulang

2. Pemasangan gips: merupakan bahan kuat yang dibungkuskan di sekitar tulang yang patah.

3. Penarikan (traksi): menggunakan beban untuk menahan sebuah anggota gerak pada tempatnya.

4. Fiksasi internal: dilakukan pembedahan untuk menempatkan piringan atau batang logam pada pecahan-pecahan tulang.

 

Ramuan Alami Patah Tulang

Sebelum menggunakan ramuan untuk merekatkan kembali tulang yang patah, disarankan agar posisi tulang sudah dikembalikan seperti semula, agar saat tulang meregenerasi sel, tidak akan ada masalah.

 

1.      Ramuan 6 Bahan

Bahan2:
Kunyit,
Jahe,
Bawang Merah,
Bawang Putih,
Daun Katuk,
Daun Petai Cina = Lamtorogung.

*) Perbandingan semua bahan 1:1

Cara Mengolah:
Semua bahan dihancurkan.
Rebus dengan air, sampai airnya tinggal sedikit, Jαπģαπ sampai kering.

Cara Pakai:
Digunakan seperti param.
Ramuan (bahan2 + sedikit cairannya) dioleskan ditempat patah tulang, lalu diikat dengan perban.
Ramuan diganti 3 hari sekali.

 

2.      Umbi Gadung

Umbi gadung 1 kepalan tangan, dikupas dan diparut. Remas dengan air garam seperlunya. Gunakanlah mengurap bagian yang cidera dan dibalut dengan daun bakung 2 x sehari.

 

3.      Jahe

Jahe 3 jari, dicuci dan diparut. Remas dengan minyak serai 2 sendok makan dan minyak nyamplung 2 sendok makan. Usapkanlah ramuan ini pada bagian yang cidera lalu dibalut dengan daun bakung 2 x sehari.

 

4.      Daun Kangkung

Daun jangkung 1 genggam, dicuci lalu ditumbuk halus. Remas dengan air garam seperlunya. Urapkanlah ramuan ini pada bagian yang cidera lalu dibalut dengan daun bakung 2 x sehari.

 

5. Tanaman Patah Tulang

a. Kulit diatas tulang yang patah digosok dengan getah tanaman.
b. Kulit luar dahan patah tulang digiling halus, tempelkan diatas tulang yang patah, lalu dibalut.
c. 3/4 genggam tangkai dan daun tanaman, 1 genggam daun srigi, dicuci lalu digiling halus, Ramas dengan 4 sendok makan air garam, dihangatkan sebentar. Dipakai untuk menurap bagian tubuh yang patah, lalu dibalut dengan daun bakung/ kulit randu. Diganti 2 kali sehari.

 

 

[Dari berbagai sumber]

 

 

 

Advertisements
Leave a comment

Ramuan Alami Peredam Rasa Sakit dan Kram Saat Haid atau Menstruasi

nyeri haid

Setiap bulan perempuan usia subur kedatangan ‘tamu’ yakni menstruasi. Berbagai keluhan menyertai datangan tamu ini. Salah satunya adalah keluhan kram. Tapi jangan khawatir, ada cara alami untuk mengatasi kram saat menstruasi menjelang.

Kram digambarkan sebagai nyeri di perut bagian bawah. Kram yang dialami sebelum atau di hari-hari awal menstruasi disebut dismenorea. Menurut pakar gizi Dr Daemon Jones, salah satu penyebab sakit yang dialami perempuan saat menstruasi adalah ketidakseimbangan hormonal.

“Ketika perempuan merasa nyeri, saya selalu membuat pendekatan jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi masalahnya,” ujar dokter yang akrab disapa Dr Dae itu, seperti dikutip dari Empowher, Kamis (21/3/2013).

Pendekatan jangka pendek maksudnya Dr Dae membantu mereka untuk menghilangkan nyeri menstruasi secepat mungkin. Sedangkan dalam pendekatan jangka panjang, Dr Dae ingin memperbaiki masalah hormonal secara permanen.

“Dalam strategi jangka pendek untuk mengatasi kram adalah dengan menghilangkan nyerinya. Nyeri itu disebabkan karena kram pada otot rahim seperti menumpahkan lapisan dalam yang disebut endometrium,” terang Dr Dae.

Pendarahan yang terjadi setiap bulan atau menstruasi terjadi karena pembuluh darah yang berguna untuk menyalurkan zat makanan di endometrium luruh akibat tidak terjadi pembuahan ovum oleh sel sperma. Saat peristiwa itu terjadi, otot-otot rahim berkontraksi berulang kali selama beberapa hari.

“Inilah sebabnya mengapa wanita mengalami nyeri sebelum menstruasi mereka dimulai. Selama proses ini tubuh kita memproduksi hormon seperti zat yang disebut prostaglandin yang dapat meningkatkan rasa sakit dan peradangan di dalam rahim. Semakin tinggi tingkatannya dalam tubuh kita, rasa sakit akan lebih banyak dihasilkan selama PMS,” papar Dr Dae.

Dia menyarankan untuk mengurangi rasa sakit akibat kram, maka ada baiknya para perempuan mengonsumsi suplemen dan makanan yang bisa mengurangi rasa sakit. Karena terkadang obat terbaik adalah makanan.

Makanan apa yang harus dimakan? “Buah aneka warna dan sayuran, protein tanpa lemak, ikan perairan dalam dan protein nabati adalah pilihan yang baik,” ucap Dr Dae.

Selain itu makanan yang kaya akan kalsium dan magnesium juga bisa membantu meringankan kontraksi otot. Contoh makanan yang tinggi magnesium adalah bayam, labu, biji labu, brokoli dan sayuran berdaun hijau. Sedangkan makanan yang kaya kalsium adalah kacang-kacangan, almond dan sayuran berdaun hijau tua seperti bayam.

Sementara suplemen yang bisa dikonsumsi adalah yang mengandung vitamin D, kalsium, magnesium, omega-3, dan vitamin E. “Saya sarankan sebelum Anda mengonsumsi suplemen, konsultasikan dulu dengan dokter untuk memastikan bahwa suplemen tersebut tidak mengganggu pengobatan yang sedang Anda jalani,” saran Dr Dae.

Tips Mengantisipasi Rasa Sakit dan Kram Saat Haid

1.      Hindari Diet Berat

Saat menstruasi berlangsung dianjurkan pada wanita untuk menghindari diet berat. Bukan hanya saat menstruasi saja, tapi sebelum dan sesudah menstruasi wanita tidak dianjurkan untuk melakukan diet berat. Pasalnya saat menstruasi wanita sangat membutuhkan banyak asupan gizi sehingga diperlukan untuk mengkonsumsi banyak makanan seperti buah-buahan dan sayuran hijau yang bermanfaat untuk meningkatkan energi. Saat menstruasi, darah yang keluar sangat banyak, sehingga energi yang diperlukan pun cukup banyak untuk menggantikan energi yang terkuras akibat menstruasi. Selain itu, kunyit bisa dijadikan obat herbal yang bisa meredakan rasa nyeri saat menstruasi.

2.      Hindari Minuman Dingin

Semua yang berbau dingin seperti es ataupun air dingin dianjurkan untuk dihindari saat menstruasi. Mengkonsumsi air es maupun berendam di air dingin membuat rasa kram saat menstruasi menjadi lebih parah.  Suhu dingin menyebabkan stagnasi darah dalam tubuh atau berhentinya aliran darah dalam tubuh untuk waktu sesaat. Hal tersebut akan memperburuk kelancaran keluarnya darah kotor ketika menstruasi.

3.      Konsumsi makanan berkarbohidrat dan hindari junk food

Wanita yang sedang menstruasi sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mempunyai karbohidrat tinggi. Pasalnya karbohidrat sangat bermanfaat untuk meringankan rasa kram saat menstruasi. Karbohidrat memberikan keseimbangan pada tubuh. Selain itu, karbohidrat mempunyai serat yang tinggi dan mampu untuk membersihkan hormone estrogen dalam tubuh. Mengkonsumsi karbohidrat dalam jumlah tertentu bisa memberikan ketenangan dan rileks pada wanita yang mengalami rasa kram saat menstruasi. Hindari makanan junk food, karena kandungan yang terdapat pada makanan junk food tidak baik untuk wanita yang sedang menstruasi.

4.  Masukkan jadwal latihan olah raga ke dalam aktivitas harian

Berolahraga pada saat menstruasi akan membuat stres dan kram berkurang. Latihan kardiovaskular sangat ideal untuk meningkatkan denyut jantung.

5. Pertahankan berat badan ideal dan makan makanan yang bergizi

Sertakan makanan kaya serat, gandum, sayuran, buah-buahan, serta makanan rendah lemak dan garam.

Hindari makanan berlemak karena dapat menghasilkan estrogen. Kadar estrogen dalam tubuh yang tidak seimbang  akan menyebabkan kram rahim.

6. Gunakan pemanas untuk mengurangi kram

Panas dapat memberi rasa nyaman dan melemaskan otot-otot. Anda dapat menempatkan bantal pemanas pada perut  bagian bawah atau bisa pula dengan berendam di air hangat.

7. Hindari alkohol dan kafein

Alkohol dan kafein dapat membuat kram semakin memburuk.  Minumlah air putih untuk membantu menjaga  hormon agar tetap seimbang.

8.      Yoga

Gaya dalam beryoga dapat menjadikan tubuh santai dan rileks, dengan melenturkan otot-otot di bagian perut. Bernapas yang dalam saat melakukan gaya yoga ternyata dapat membuat otot untuk rileks, termasuk otot uterus.

9.      Kurangi Produk susu

Dengan mengurangi memakan produk dari bahan susu seperti keju, yogurt, dan es krim saat anda sedang menstruasi dapat meredakan kram dan nyeri menstruasi. Dan hal tersebut dapat menjadi salah satu cara mengatasi nyeri perut saat menstruasi.

Ramuan Alami Pereda Nyeri/Sakit Haid

 

1.      Daun Beluntas

Campurkan daun beluntas, asam jawa dan garam, lumatkan lalu rebus sampai mendidih. Saat sudah mendingin, saring dan minum sehari 2 gelas (pagi dan sore) sampai sakitnya mereda.

2. Jus Nanas

Buah nanas mengandung sangat banyak kandungan bromelain yang dapat berguna untuk membantu untuk meredakan nyeri dan kram otot ketila sedang menstruasi.

3. Jus Lidah Buaya

Sifat Alami pada lidah buaya adalah sebagai penghilang dan pereda rasa sakit. Untuk dapat mengatasi nyeri haid yang luar biasa , anda cukup mengkonsumsi jus lidah buaya ini 3 kali sehari. Cara membuat Jus lidah buaya cukup mudah, anda cukup mengambil bagian dalam dari lidah buaya ini lalu campurkan dengan madu sebanyak satu sendok teh, aduk-aduk hingga campuran rata kemudian diminum.Selain dapat untuk mengatasi nyeri haid, jus lidah buaya ini juga sangat baik digunakan untuk membantu anda melancarkan peredaran darah ketika periode menstruasi.

4.      Air Jahe

Jahe juga memiliki cukup banyak memiliki khasiat yang baik, salah satunya khasiat dari jahe adalah dapat digunakan untuk meringankan sakit ketika datang bulan. Cara membuatnya sama saja jika kita akan membuat cairan jahe biasa. Minum 3 kali dalam sehari sampai rasa sakit yang dialami anda berangsur hilang.

[Dari berbagai sumber]

Leave a comment

Tips Berbuka Puasa Di Perjalanan

buka puasa di jalan

 

Berbuka puasa di rumah sendiri merupakan hal yang paling nikmat yang bisa dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa. Namun, bila ada hajat dan pekerjaan sehingga terpaksa berbuka di jalan.

 

Agar buka puasa di jalan tetap sehat dan terasa nikmat, berikut ini tipsnya:

1. Siapkan makanan sebelum waktu berbuka tiba
Pilihlah makanan yang praktis seperti biskuit, roti gandum, dan kalaupun terpaksa membeli makanan cepat saji, pilihlah makanan yang rendah lemak. Hindari juga gorengan atau makanan bersantan karena rentan membuat Anda batuk dan memperlambat pengosongan lambung.

2. Pilih yang manis
Makanan dan minuman yang manis bisa mengembalikan energi dalam waktu yang cepat. Hindari minuman yang terlalu dingin karena tidak aman dikonsumsi pada saat kondisi lambung kosong.

3. Pastikan situasi aman
Pada saat Anda terjebak kemacetan, pastikan bahwa situasi sekitar aman dan memungkinkan Anda untuk berbuka puasa sejenak.

4. Menepi dari jalan
Jika Anda mengendarai motor, menepilah terlebih dulu dan carilah tempat yang aman untuk berbuka. Begitu pula jika Anda mengendarai mobil, menepilah di tempat yang aman jika tidak memungkinkan berbuka sejenak di jalan.

5. Jangan sembarangan parkir
Sebaiknya cari tempat berhenti yang tidak berpotensi menimbulkan kemacetan. Jangan sampai jalanan menjadi macet hanya karena Anda yang memarkir kendaraan sembarangan.

 

Apabila terjebak di tengah kemacetan yang berkepanjangan, antisipasi dengan cara:

  • Bawalah makanan pembuka dari rumah atau belilah sebelum berbuka. Misalnya, teh manis, air putih, jus, atau susu dalam kemasan.
  • Siapkan makanan ringan yang praktis, seperti krakers yang tinggi serat, biskuit, dan kurma

 

[Dari berbagai sumber]

 

4 Comments

Mengontrol Berat Badan di Bulan Ramadhan

berat badan

 

Pada saat berpuasa, tidak heran jika sebagian orang justru mengalami kenaikan berat badan. Kondisi ini bisa saja menjadi ancaman bagi siapapun yang melakukan pola makan yang salah pada saat berbuka, seperti terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis. Tetapi jangan khawatir, ada strategi jitu untuk mencegah agar berat badan Anda tidak menjadi gemuk saat berpuasa.

Puasa dapat menurunkan kecepatan metabolisme tubuh, sehingga sering terjadi penambahan berat badan pada saat berpuasa.

“Dengan metabolisme yang lambat, berat badan akan bertambah dengan mudah,” ujar Ketua Yayasan Gema Sadar Gizi, dr Tirta Prawita Sari di Jakarta, Selasa (2/7).

Pengurus Persatuan Dokter Gizi Klinik Indonesia itu mengatakan, salah satu cara untuk  mencegah penambahan berat badan saat adalah tetap beraktivitas dan tidak memanjakan tubuh sendiri. Sebab, pada dasarnya tubuh memiliki asupan makanan yang cukup saat sahur untuk menghasilkan energi di siang hari.

“Kita perlu menjamin agar metabolisme itu tetap cepat. Sehingga, harus tetap beraktivitas. Bayangkan, apabila setelah makan sahur kemudian tidur, makanan yang dimakan akan tersimpan dalam tubuh menjadi lemak karena tidak dibakar menjadi energi,” ujar Tirta.

Menurut Tirta, puasa berdampak berbeda pada status gizi orang setiap orang, namun keberhasilan menjaga berat bedan saat berpuasa dapat diukur dari berat badan dan lingkar perut seseorang. “Ada yang badannya kelihatan gemuk, namun lingkar perutnya kecil, itu bisa dikatakan berhasil dan lebih sehat dibandingkan yang kelihatannya kurus namun lingkar perutnya lebar dan cenderung membuncit,” ujarnya.

Menyeimbangkan asupan makanan yang kita makan selama berpuasa bisa menjadi kunci utama untuk mengontrol berat badan. Nah, sebenarnya bagaimana sih menjaga tubuh agar tetap ideal selama berpuasa?

 

Tips Mengontrol Berat Badan di Bulan Ramadhan

 

1.      Jangan Makan berlebihan

Makan berlebihan akan memberikan dampak yang kurang bagus bagi tubuh kita, salah satunya memicu bertambahnya berat badan. Agar porsi makan tidak berlebihan, Anda bisa mencoba untuk menyantap roti, sereal, produk susu, ikan, daging, sayuran, dan buah-buahan secara bertahap dan seimbang. Dengan begitu asupan nutrisi Anda tetap terjaga tanpa mempengaruhi berat badan.

 

2.      Hindari Terlalu Banyak Karbohidrat

Karbohidrat memang diperlukan bagi tubuh untuk menghasilkan energi. Namun jangan terlalu banyak mengkonsumsinya ketika berpuasa, karena kebanyakan karbohidrat akan membuat berat badan mudah bertambah.

 

3.      Konsumsi Karbohidrat Kompleks

Mengkonsumsi karbohidrat kompleks adalah saran terbaik untuk hidangan sahur. Sebab nutrisi tersebut ampuh membuat perut tahan kenyang lebih lama. Makanan dengan karbohidrat kompleks bisa Anda temukan dalam gandum, sereal, oat, dan berbagai biji-bijian.

 

4.      Konsumsi Makanan Berserat

Makanan berserat juga penting dikonsumsi saat sahur. Sama halnya seperti mengkonsumsi karbohidrat kompleks, serat juga akan membuat Anda tahan lapar lebih lama. Unsur serat sendiri terdapat pada sayuran dan buah-buahan segar. Jadi, jangan lupa selalu menyertakan komponen tersebut ke dalam menu berbuka dan sahur Anda.

 

5.      Konsumsi Makanan Berprotein

Makanan berprotein akan mencegah Anda untuk menyantap hidangan manis secara berlebihan. Maka dari itu jangan malas mengkonsumsi ikan, telur, atau daging selama puasa. Selain membantu mengontrol berat badan, protein juga membuat perut Anda kenyang lebih lama.

 

6.      Minum Banyak Air

Untuk menghindari dehidrasi, tentu saja Anda harus banyak minum air putih. Manfaat lain dari air putih adalah detoksifikasi atau membuang racun dalam tubuh selama bulan puasa.

 

7.      Tetap Rutin Berolahraga

Berpuasa bukan berarti meninggalkan aktivitas olahraga. Anda bisa melakukannya sebelum atau sesudah berbuka untuk menghindari dehidrasi. Tidak perlu melakukan olahraga berat, jalan santai di sekitar rumah setelah sahur atau sebelum berbuka selama 20 menit, bisa menjadi pilihan untuk membuat tubuh menjadi bugar dan berat badan terjaga.

Makanan manis memang selalu tampak menggoda, tetapi hati-hati jangan terjebak. Lakukan strategi dengan kombinasi makanan yang tepat, membuat Anda tetap bisa menikmati makanan manis favorit Anda pada saat berbuka dan sahur. Puasa lancar, tubuh sehat, berat badanpun tetap terjaga.

 

8.      Hindari Santan, Lemak dan Gula Sederhana

Memilih menu saat berbuka puasa dan sahur prinsipnya sama, hindari makanan bersantan, berlemak, dan gula sederhana. Meski banyak pilihan makanan khas Ramadhan, seperti kolak, es buah, es sirup, dan berbagai minuman manis lainnya, sebaiknya konsumsi dalam porsi sedikit saja. Kolak misalnya, cukup makan buah pisangnya saja tanpa air gulanya. Makanan yang populer di bulan puasa mengandung gula sederhana dengan indeks glikemik (GI) tinggi.

Makanan dengan indeks glikemik (GI) tinggi mempercepat rangsangan terhadap pengeluaran hormon insulin. Insulin berfungsi mengalirkan gula dalam tubuh. Makanan yang merangsang insulin akan cepat menaikkan gula darah dan membuat tubuh mudah kembali lemas, lapar, dan cenderung makan lebih banyak. Penumpukan lemak dalam tubuh terbantukan dengan pengeluaran insulin yang cepat.

9. Konsumsi Makanan Manis Dari Sumber Alami

Kurma, pisang, dan apel, merupakan sumber makanan kaya serat dan memberikan rasa manis yang bisa menggantikan gula. Makanan manis dari buah bisa membantu tubuh untuk mencerna sekaligus memberikan asupan energi secara perlahan. Berbeda dengan makanan manis yang bersumber dari gula buatan, yang cepat memberikan efek lebih berenergi, namun secara drastis.

Kalaupun tetap merasa perlu mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung GI tinggi, batasi porsinya. Sebaliknya, seimbangkan dengan makanan mengandung GI rendah dalam porsi lebih besar. Terapkan pola makan sehat seperti ini saat sahur dan berbuka puasa.

 

[Dari berbagai sumber]

Leave a comment

Nutrisi Penting Bagi Wanita Haid atau Menstruasi

woman moon

Setiap wanita yang telah memasuki masa pubertas mengalami menstruasi. Walaupun menstruasi terjadi secara rutin, namun tidak boleh disepelekan. Hal ini karena saat menstruasi wanita sering mengalami pusing, mulas, lemah, dan tidak stabil secara psikis. Kondisi ini diperburuk dengan ketidaktahuan tentang penyebab dan bagaimana mengatasinya. Akibatnya, wanita sering menjadi tidak produktif, bahkan sakit diakibatkan oleh proses menstruasi yang dialaminya.

Perlu diketahui bahwa salah satu penyakit yang sering dialami wanita yang berkaitan dengan menstruasi adalah anemia atau kurang darah. Banyak obat atau suplemen ditawarkan untuk mengatasi anemia, namun hanya berfungsi mengatasi gejala yang muncul seperti pusing dan lemas. Penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dengan melengkapi nutrisi. Nutrisi yang dapat dibuat khusus untuk mencegah anemia pada wanita menstruasi.

Nutrisi Penting Bagi Wanita Haid atau Menstruasi

1.      Kalsium

Kalsium dibutuhkan oleh tubuh wanita untuk mempertahankan kepadatan tulang yang sangat penting untuk melindungi/melawan osteoporosis. Osteoporosis merupakan kondisi terjadinya pengurangan kepadatan tulang disertai dengan melemahnya kekuatan tulang atau semakin rapuhnya tulang sehingga bisa menimbulkan patah tulang. Osteoporosis bisa dialami oleh pria maupun wanita, namun wanita berpeluang lebih besar mengalaminya, yaitu sekitar 80%.

Selain berperan dalam mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang), kalsium juga dikenal bermanfaat untuk mengontrol tekanan darah dan juga berperan dalam produksi hormone. Wanita hamil, menyusui dan premenopause membutuhkan lebih banyak kalsium.

Sumber makanan yang kaya kalsium: susu, ikan, yogurt, keju, brokoli, bayam, susu kedelai, tahu.

Rekomendasi perhari: 1000 mg perhari untuk wanita usia 50 tahun kebawah dan 1200 mg untuk wanita usia 50 tahun ke atas.

Untuk wanita hamil, menyusui, membutuhkan sekitar 1200-1500 mg per hari.

2.      Magnesium

Kekurangan(defisiensi) magnesium rupanya sering terjadi di kalangan wanita. Penyebabnya karena magnesium banyak hilang selama masa menstruasi (datang bulan). Magnesium diperlukan untuk membantu fungsi otot dan system saraf agar bisa bekerja dengan baik. Magnesium juga berperan penting untuk memaksimalkan penyerapan kalsium oleh tubuh dan juga membantu menguatkan tulang.

Magnesium diperlukan pada sekitar 300 reaksi biokimia di dalam tubuh. Selain menjaga kesehatan otot dan saraf, magnesium juga berguna untuk mempertahankan irama jantung normal, membantu kesehatan system imun tubuh, berperan dalam mengatur kadar gula darah, membantu menjaga tekanan darah normal, dan terlibat dalam sintesis protein dan metabolism energy dalam tubuh. Magnesium juga diyakini berperan penting dalam mencegah dan mengatasi gangguan hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.

Kondisi yang menandakan bahwa tubuh membutuhkan cukup banyak magnesium adalah:

Kelemahan otot, tremor, atau kejang, aritmia jantung (irama jantung tidak teratur), kontraksi jantung tidak teratur, atau detak jantung meningkat, peningkatan tekanan darah, gejala melemahnya tulang, kadar gula darah tidak seimbang, dan sakit kepala.

Magnesium yang diperoleh dari makanan akan diserap di usus kecil dan selanjutnya disekresikan melalui ginjal. Beberapa sumber makanan yang kaya akan magnesium misalnya: buncis, brokoli, pisang, bayam, sereal, kacang-kacangan.

Rekomendasi perhari : 300 mg perhari.

3.      Zat besi

Zat besi memiliki peranan yang penting dalam produksi hemoglobin. Wanita memerlukan banyak zat besi karena banyak zat besi yang hilang selama terjadinya menstruasi (haid), selama kehamilan, dan menyusui. Tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin, zat yang ada dalam sel darah merah yang berperan membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh, termasuk ke otak. Zat besi juga penting dan berperan dalam system imun dan metabolism vitamin B. Aktivitas otak, bernafas, dan respirasi sel dan setiap proses dalam tubuh kita amat bergantung pada keberadaan zat besi dalam darah.

Faktanya, sekitar 12% wanita usia 12-49 tahun mengalami defisiensi (kekurangan) zat besi. Dan sekitar 50% wanita hamil ternyata mengalami defisiensi (kekurangan) zat besi, yang bisa berdampak cukup fatal bagi kehamilannya. Defisiensi (kekurangan) zat besi dapat mengakibatkan timbulnya kelelahan, masalah konsentrasi, hilangnya memori, kuku mudah retak. Apakah hanya itu pentingnya zat besi bagi wanita? Ternyata tak hanya itu loh, masalah kerontokan rambut rupanya terkait erat dengan masalah kekurangan zat besi. Melihat fakta ini, tentunya sangat penting bagi wanita untuk memerhatikan kecukupan nutrisi penting ini bagi tubuhnya.

Untuk wanita usia 50 tahun ke bawah direkomendasikan untuk mengkonsumsi zat besi sebanyak 18 mg per hari. Sementara untuk wanita yang telah menopause hanya butuh sekitar 8 mg per hari.

Beberapa sumber makanan yang kaya akan zat besi misalnya, daging, salmon, sayuran hijau seperti brokoli, bayam, dan lain lain.

Lalu, bila zat besi diperlukan tubuh, perlukan saya mengkonsumsi suplemen zat besi?

Sebaiknya Anda perlu berhati-hati sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen zat besi. Karena terlalu banyak zat besi pun bisa berdampak tidak baik bagi tubuh. Untuk itu, sebaiknya Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi suplemen zat besi.

Tips: untuk memaksimalkan penyerapan zat besi oleh tubuh, sebaiknya disertai dengan konsumsi makanan yang mengandung vitamin C, misalnya jeruk. Hindari minum teh (kurang lebih 1 jam setelah mengkonsumsi zat besi) karena di dalam teh terkandung tannin yang bisa mempengaruhi penyerapan zat besi oleh tubuh. Teh bisa mengurangi penyerapan zat besi ke dalam tubuh sebesat 60%. Hindari pula kopi karena juga dapat mengganggu penyerapan zat besi ke dalam tubuh (kopi mengurangi sekitar 35% penyerapan zat besi).

4.      Vitamin K

Vitamin K berperan dalam produksi bakteri usus yang sehat, yang membantu penyerapan vitamin dan mineral dalam tubuh. Wanita yang sering mengalami pendarahan berat (berlebihan) ketika menstruasi membutuhkan lebih banyak vitamin K. Vitamin ini juga berperan penting dalam mencegah osteoporosis karena membantu kerja kalsium dalam menguatkan tulang, dan berguna dalam pembekuan darah.

Sumber makanan yang mengandung vitamin K : sayuran hijau, hati sapi, kubis, alpukat.

Perlukah wanita mengkonsumsi suplemen vitamin K untuk menjamin kebutuhannya terpenuhi?

Jawabannya mungkin saja perlu khususnya bagi wanita yang mengalami kondisi berikut, seperti osteoporosis, wanita hamil yang sering pusing dan muntah, wanita menopause, wanita yang mengalami pendarahan berat ketika haid.

Rekomendasi per hari: 65 mikrogram perhari.

5.      Asam Folat

Asam folat adalah nutrisi yang sangat penting untuk menjaga kesehatan system saraf. Asam folat juga berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Wanita yang ingin atau yang sedang hamil butuh asupan asam folat yang lebih banyak. Hal ini disebabkan karena asam folat berguna dalam perkembangan system saraf bayi yang dikandung dan melindungi bayi (janin) dari spina bifida (cacat tabung saraf pada janin).

Lebih jauh mengenai asam folat dapat di baca di artikel ini.

Sumber makanan yang kaya asam folat: sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan seperti alpukat, jeruk, unggas.

Rekomendasi perhari: 400 mikrogram perhari

6.      Vitamin B 12

Vitamin B12 merupakan vitamin penting dan berguna untuk menjaga sel saraf serta berperan dalam membentuk material genetik yang sehat, dan juga memiliki peranan yang cukup vital dalam perkembangan sel darah merah normal.

Wanita hamil dan wanita yang berniat ingin hamil butuh asupan vitamin B12 lebih banyak. Wanita yang kekurangan vitamin B12 bisa mengalami “anemia defisiensi vitamin B12” atau disebut anemia pernisiosa, yaitu salah satu bentuk anemia yang terjadi akibat kurangnya jumlah sel darah merah dalam darah karena kurangnya asupan vitamin B12. Tepatnya, Anemia pernisiosa ini adalah anemia yang terjadi akibat defisiensi vitamin B12. Gejalanya adalah kelelahan, sakit pada lidah, nafas pendek dan tersengal-sengal, hilangnya nafsu makan, berat badan menurun drastis, sakit perut, konstipasi, diare, sakit pada dada, gangguan system saraf, bibir kering dan pucat, kuku mudah retak, dan lain-lain.

Selain itu, dampak lainnya bila terjadi kekurangan vitamin B12 adalah gangguan pada saraf, kulit, rambut, dan metabolism tubuh.

Defisiensi vitamin B12 yang terjadi selama kehamilan bisa meningkatkan resiko keguguran dan kelahiran premature.

Beberapa sumber makanan yang kaya vitamin B12 adalah : sapi, ikan, unggas, telur, produk olahan susu, dan lain-lain.

Rekomendasi perhari: 2.4 – 2.8 mg perhari.

7.      Vitamin D

Vitamin D merupakan salah satu vitamin yang juga penting dalam melindungi tulang dan mencegah osteoporosis. Vitamin D amat bermanfaat dalam metabolism kalsium yang membantu penyerapan kalsium agar lebih optimal. Vitamin D juga diyakini berperan dalam menurunkan berbagai resiko penyakit kanker seperti kanker pay*d*ra, kanker indung telur, kanker kolon, jantung.

Sumber makanan yang kaya vitamin D misalnya kuning telur, susu, minyak ikan, dan juga diproduksi di kulit selama terpapar sinar matahari.

Rekomendasi perhari: 5 mikrogram per hari untuk wanita usia 50 tahun kebawah dan 10 mikrogram untuk wanita usia 50 tahun ke atas.

8.      Seng

Seng (zinc) merupakan mineral esensial yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi system imun, pertumbuhan fetus, dan berperan dalam kesehatan reproduksi. Wanita yang sedang atau yang ingin hamil dan yang sedang menyusui butuh lebih banyak asupan zinc. Zinc juga dapat meringankan gejala-gejalan dan keluhan pada kasus premenstruasi.

Kekurangan zinc pada wanita bisa menimbulkan gangguan pada rambut dan kulit, serta menyebabkan depresi.

9.  Makanan Tinggi Karbohidrat
Saat menstruasi hindari makanan yang manis. Jika Anda penyuka manis ganti dengan makan buah-buahan.

“Sebaiknya saat menstruasi, hindari konsumsi gula yang berlebihan. Kandungan gula pada buah adalah makanan yang baik untuk si penyuka makanan manis, “ujar Tari Rose, konsultan fitnes dan kesehatan.

Bagi Anda yang sedang berdiet, cobalah mengonsumsi buah-buahan seperti aprikot, jeruk, plum, pir, ketimun, jagung dan wortel.

10.  Hindari Kafein

Mengurangi asupan kafein dapat membantu mengurangi kembung dan sakit pada perut. “Kafein dapat meningkatkan asam lambung dan usus akan sangat sensitif,” ujar chef profesional dan pakar hidup sehat, Jennifer Iserloh.


11. Hindari Garam

Cara terbaik untuk mengontrol asupan garam adalah dengan menghindari makanan siap saji, yang biasanya mengandung banyak garam.

12. Konsumsi Dark Chocolate

Di waktu senggang, ada baiknya Anda menikmati sepotong dark chocolate dengan kandungan cacao 60 persen setiap hari selama periode menstruasi. Dark chocolate memiliki antioksidan yang dapat membantu meningkatkan serotonin untuk memperbaiki mood Anda.

13. Minum Air Putih

Banyak minum air putih dari biasanya dapat membantu meringankan kembung di perut Anda. Selain itu air putih dapat mencegah sembelit yang seringkali dirasakan di saat menstruasi.


14. Konsumsi Vitamin E, B6 dan C

Vitamin E dapat menghilangkan beberapa gejala PMS. Sumber Vitamin E  terdapat pada alpukat dan kuning telur. Vitamin B6 juga dapat membantu untuk meringankan kembung dan mengurangi gejala depresi akibat menstruasi. Anda dapat menemukannya dalam kentang, pisang dan oatmeal. Vitamin lainnya yang baik dikonsumsi adalah vitamin C. Temukan vitamin C dalam anggur dan lemon.

[Dari berbagai sumber]

1 Comment

Tips Aman Berpuasa Bagi Penderita Maag / Dispepsia / Gangguan Lambung

maagh puasa

Banyak penderita penyakit maag yang ragu untuk berpuasa. Padahal, seperti halnya pada penderita diabetes, puasa justru dapat mengobati penyakit maag.

Apakah Penyakit Maag itu?

Penyakit maag atau dalam bahasa medisnya disebut dispepsia adalah salah satu penyakit usus yang paling umum. Dispepsia bisa bersifat fungsional atau organik. Dispepsia fungsional disebabkan oleh tidak normalnya kerja otot atau saraf yang mengendalikan organ-organ pencernaan. Saraf yang mengendalikan organ pencernaan meliputi tidak hanya saraf yang terletak di usus tetapi juga jaringan saraf tulang belakang dan otak. Dispepsia organik, yang lebih jarang, disebabkan oleh kelainan di kerongkongan, lambung, atau usus dua belas jari.

Gejala penyakit maag adalah nyeri ulu hati, mual, muntah, kembung, cepat kenyang, sendawa, dan mulut terasa pahit. Serangan maag biasanya terjadi tiba-tiba namun tidak berlangsung lama.

Ada 2 jenis sakit maag, yaitu maag organik dan maag fungsional. Maag organik biasanya yang sudah ekstrim, bila penderita muntah darah, akibat kerusakan parah pada lambung.

“Jika dalam keadaan seperti itu, sebaiknya penderita membatalkan puasanya dan segera mendatangi dokter,” kata Ari Fahrial Syam, Konsultan Gastroenterologi Hepatologi dari Kolegium Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB Papdi) di Jakarta, Rabu (10/7).

Dijelaskan, penyebab terjadinya maag organik adalah karena seseorang sering makan makanan pedas, yang membuat lambung terluka.

“Selain itu juga karena minum obat atau jamu-jamuan rematik. Maag organik ini bisa berdampak pada kematian jika sudah fatal,” ungkapnya.

Ari menuturkan penyakit lambung merupakan hal yang tidak dapat dianggap remeh. Masyarakat perlu tahu lebih jauh tentang cara mengatasinya.

Manfaat Puasa Bagi Penderita Sakit Maag

Dispepsia fungsional biasanya terjadi karena pola makan yang tidak teratur, kebiasaan makan kudapan berlemak/berminyak, terlalu banyak minum minuman bersoda/berkafein, atau stres.

Ketika berpuasa, pola makan seseorang menjadi teratur (setidaknya di siang hari), mengurangi mengudap makanan berlemak dan minuman bersoda/ berkafein, serta cenderung bersabar dan mengurangi stres. Kesemuanya berdampak positif terhadap penyakit maagnya.

Pada minggu pertama puasa biasanya penderita maag merasa tidak nyaman, tetapi setelah terbiasa dengan pola makan baru yang lebih teratur dan sehat, gejala maag akan menghilang.

 

Tips Berpuasa Bagi penderita Maag

Hal Yang Harus Dihindari

  • Segala bentuk makanan yang digoreng, berlemak, dan rasanya asam (termasuk buah) sebaiknya tidak dikonsumsi selama puasa.
  • Makanan ekstra pedas dan makanan olahan juga harus dijauhi jika Anda adalah penderita maag yang berpuasa.
  • Makanan yang terlalu manis dan karbohidrat olahan, misalnya roti.
  • Segala jenis minuman berkafein, seperti teh, kopi, dan soda. Bahkan meskipun tidak menderita maag, minuman tersebut juga perlu dihindari demi mencegah dehidrasi.
  • Rokok, karena bisa memperparah maag.
  • Obat-obatan yang memperburuk kondisi peradangan dalam lambung.
  • Hindari makanan atau minuman:
  1. Yang banyak mengandung gas, seperti sawi, nangka, dan durian.
  2. Yang merangsang sekresi asam lambung seperti kopi dan susu.
  3. Yang lambat dicerna/berlemak seperti keju, goreng-gorengan, kue tar, dan cokelat.
  4. Yang dapat mengiritasi dinding lambung seperti soda, cuka, cabe, merica, dan bumbu yang merangsang.
  5. Yang mengandung pati lengket seperti beras ketan, dodol, mie, maizena, singkong, dan talas.


Hal Yang Dianjurkan

  • Konsultasikan dengan dokter bila Anda menderita dispepsia organik. Dokter akan menyarankan boleh tidaknya berpuasa tergantung sebab dan keparahan penyakit. Penderita dispepsia yang disebabkan oleh polip, tumor, atau ulkus mungkin disarankan tidak berpuasa. Dokter juga mungkin memberikan obat-obatan tertentu selama berpuasa.
  • Konsumsi makanan yang bisa dicerna secara lambat oleh tubuh ketika sahur demi menahan agar perut kenyang lebih lama.
  • Makanlah kurma yang kaya akan serat, karbohidrat, kalium, dan magnesium.
  • Nikmati kacang almond yang mengandung protein dan serat.
  • Pisang juga termasuk sumber karbohidrat, kalium, dan magnesium yang baik.
  • Pilih makanan yang dipanggang daripada yang digoreng.
  • Saat berbuka, makan pelan-pelan dalam porsi kecil. Jika masih lapar, lanjutkan makan setelah Tarawih, agar perut tidak “kaget’.
  • Jangan melewatkan sahur demi mencegah maag kambuh di siang hari.
  • Jika perlu, konsumsi obat maag yang sudah disetujui oleh dokter.
  • Minumlah air sebanyak mungkin saat sahur dan berbuka.
  • Minum susu ketika sahur juga dianjurkan demi meredakan kondisi peradangan di dalam lambung.
  • Makanlahpepaya matang dan wortel. Enzim dalam pepaya dan wortel membantu mencerna makanan berlemak dan berminyak.
  • Berolahraga juga baik untuk dilakukan. Jangan takut merasa lelah dan haus saat berolahraga. Karena berolahraga dapat merangsang otak untuk memproduksi hormon katekolamin yang dapat mengurangi asam lambung. Dengan kata lain olahraga disaat berpuasa mencegah kambuhnya penyakit maag.

[Dari berbagai sumber]

4 Comments

Berbagai Tips Menyimpan Telur Agar Bertahan Lama

telur asin

Seiring dengan membaiknya kesadaran masyarakat akan nilai gizi protein khususnya dan semakin membaiknya daya beli, maka konsumsi protein khususnya protein hewani (telur) semakin meningkat pula.  Apalagi harga telur sangat terjangkau oleh masyarakat, mudah membawanya dan mudah mengolahnya, maka tidak heran jika pada saat ini telur banyak dikonsumsi baik oleh masyarakat perdesaan maupun perkotaan.

Seperti pada umumnya produk pertanian, telur mempunyai sifat mudah rusak, namun bila dibandingkan dengan daging dan ikan, daya tahan telur masih lebih baik dari keduanya. Rusaknya telur dapat diakibatkan menguapnya air dan zat-zat makan dalam telur yang terurai menjadi gas dan terkontaminasinya telur oleh mikroba dari luar yang masuk melalui pori-pori kulit.
Dari hasil penelitian kerusakan telur setelah masa panen menunjukkan angka yang cukup tinggi yaitu sekitar 15 –21 %.  Hal ini disebabkan masih terbatasnya perlakuan teknologi, rantai pemasaran yang panjang serta keadaan lingkungan yang kurang menguntungjan seperti suhu udara yang panas, kelenbaban yang cukup tinggi dan lain sebagainya.
Agar  dihasilkan telur konsumsi yang berkualitas tinggi diupayakan telur tidak segera disimpan di tempat yang relatif dingin, karena akan membentuk cincin darah dari bibit yang mati dan jangan dibiarkan babon mengerami telurnya bila tidak dikehendaki.  Dengan menghasilkan telur yang bersih, maka kerusakan telur dapat ditekan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengumpulan telur:

  1. Usahakan kandang selalu bersih dan tidak lembab,
  2. Pengumpulan telur dilakukan secara teratur 2-3 kali sehari,
  3.  Gunakan keranjang kawat berlapis karet dengan lobang-lobang pada dasar dindingnya
  4. Letakkan telur dalam keranjang dengan hati-hati,
  5. Jangan mengumpulkan telur dalam keranjang lebih dari tiga perempatnya
  6. Simpan telur dalam ruangan yang sejuk dengan kelembaban tertentu.

Sedangkan dalam penyimpanan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1.  Letakkan telur pada tempat telur dengan posisi yang runcing pada bagian bawah dan bagian yang tumpul di atas Hal ini dimaksudkan agar kantong udara yang terdapat di bagian yang tumpul tetap berada diatas.  Bila di bawah isi telur akan mensedak kantong udara dan akan merusak mutu telur,
  2. Telur jangan disimpan di tempat yang berbau keras seperti bawang, terasi, ikan asin, sabun dan minyak tanah karena bau tersebut mudah diserap oleh pori-pori kulit,
  3.  Simpanlah telur pada susu 0 – 15 ºC dengan kelembaban 85 – 90 %.  Dengan cara seperti ini telur dapat disimpan sampai 6 bulan.

Tips Memilih Telur Yang Segar

Bila kita membeli telur di pedagang yang ramai jarang sekali mendapatkan telur lama ataupun rusak, karena stoknya cepat habis dan diganti yang baru. Berbeda bila kita membeli dari pedagang yang relatif sepi, kita harus hati-hati memilih telur. Berikut ini beberapa cara memilih dan menyimpan telur yang bisa kita jadikan pedoman.

Telur segar mempunyai kekentalan yang baik, sehingga kuning telur terletak di tengah. Makin lama larutan didalamnya makin encer sehingga kuning telur berkeser ke tepi. Selain itu, kantung udara di bagian ujung membulat telur relatif kecil daripada telur segar, diameternya sekitar 1,5 cm. Kantong udara itu makin lama juga akan membesar.

Berdasarkan sifat itu, saat memilih telur segar kita bisa menggunakan cara:

* Telur diletakkan di depan cahaya dan diteropong isinya sambil diputar-putar,

* bila kuning telur bergeser, telur sudah kurang segar.
* bila kuning telur sudah pecah dan bercampur berarti telur sudah rusak.

* Telur direndam dalam air tawar atau larutan garam 10% ( 1 sendok teh garam dalam 2 gelas air),

* bila telur tenggelam, menandakan masih segar
* bila sedikit terapung, berarti kantong udara di ujung telur membesar dan menandakan telur sudah lama
* bila telur melayang dalam larutan, berarti telur sudah rusak

* Pengamatan kulit luar:

* telur yang masih segar berwarna kulit cerah
* telur yang sudah lama biasanya mempunyai warna kulit kusam/keruh, juga mulai timbul bintik-bintik hitam yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur.

Ada beberapa cara pengawetan telur, antara lain :

1. Melapisi dengan minyak

Maksud dari cara ini agar pori-pori kulit telur tertutup dan tidak terjadi pertukaran udara.  Caranya adalah olesi telur dengan minyak yang  tidak mempunyai rasa, tidak berbau dan tidak tengik.  Telur yang akan diolesi dengan minyak tidak boleh lebih dari 24 jam umur telur.  Sedangkan minyak yang dimaksud adalah minyak mineral, parafin dengan temperatur 15,5 sd 29,4  ºC. Penelitian dari Usavela State University menunjukkan bahwa memulas bagian luar telur dengan minyak menyebabkan telur tetap segar selama 4 minggu. Bahkan tidak busuk selama 8 minggu.

2. Perendaman dengan Kapur Tohor

Kapur tohor, atau dikenal pula dengan nama kimia CaO atau Kalsium Oksida, adalah hasil pembakaran kapur mentah (Calsium carbonate atau CaCO3) pada suhu kurang lebih 90 derajat Celcius. Jika disiram dengan air, maka kapur tohor akan menghasilkan panas dan berubah menjadi kapur padam (slaked quicklime atau kalsium hidroksida).

Caranya: 1 kg kapur tohor dicampur dengan 25 liter air bersih dan dimasukkan ke dalam ember.  Masukan telur sebanyak 150 butir ke dalam ember tersebut sampai tenggelam seluruhnya.  Untuk menghilangkan rasa kapur dapat ditambah 100 gram garam dapur.

3.  Perendaman dengan Air Hangat

Telur ayam umur 1 hari dicuci bersih kemudian dikeringkan dengan lap kering.  Panaskan air sampai mendidih kemudian dinginkan sampai temperatur menjadi 65 ºC celupkan telur selama 10 menit angkat dan letakan pada tempat telur yang kering.  Simpan pada suhu kamar.

4.  Perendaman dengan Daun Jambu Biji

Cara ini dapat mempertahankan telur selama kurang lebih satu bulan.  Telur-telur hasil perendaman berubah warnanya menjadi kecoklatan seperti telur pindang, sedangkan rasanya tidak mengalami perubahan.

5.  Perendaman dengan Kulit Akasia

Pengawetan dengan ekstrak kulit akasia sebanyak 0.5 % dalam air dapat amemperpanjang daya simpan telur sampai 2 bulan.  Caranya 240 gram kulit akasiaa kering ditumbuk, digodok dalam 30 liter air selama 60 menit, kemudian dinginkan.  Celupkan telur-telur tersebut dalam larutan sampai seluruh permukaan terendam.

6. Perendaman dengan Larutan Teh

Dengan cara ini telur dapat dipertahankan mutunya hingga 1.5 bulan dan akan bisa diawetkan lebih lama jika jika telur yang sudah direndam dengan larutan teh ditempatkan di tempat yang bersuhu dingin seperti kulkas.

7.      Lemari Es 1

  • Bersihkan cangkang telur sebelum disimpan ke dalam kulkas, sebab tak jarang kotoran ayam masih menempel pada cangkang telur. Padahal, kotoran ayam mengandung bakteri Salmonella. Keracunan pengkonsumsian telur biasanya disebabkan kelalaian seperti ini. Itulah sebabnya, Anda harus membersihkan cangkang telur dengan kain basah hangat, lalu keringkan.
  • Tempatkan telur dalam wadah (tray) secara vertikal dengan bagian kantung udara (bagian yang lebih lonjong) menghadap ke atas. Atau, bisa juga Anda tempatkan telur langsung pada tempat penyimpanan telur yang tersedia pada bagian dalam pintu kulkas.
  • Simpan telur pada suhu normal kulkas, bukan dalam lemari suhu beku (freezer).
  • Jangan simpan telur di pintu kulkas, karena biasanya temperaturnya lebih hangat.

8.      Lemari Es 2

Jika Anda membeli telur dalam Box khususnya, jangan buang kardusnya. Gunakan kardus tersebut, dan simpan telur dalam lemari es. Ini akan menjaga telur tetap segar hingga 3-4 minggu setelah tanggal penjualan yang tertera. Biasanya lemari es memiliki tempat telur yang biasa terletak di bagian dalam pintunya. Usahakan jangan menyimpan telur di tempat tersebut. Karena telur sangat rentan terhadap fluktuasi temperature. Simpan di bagian dalam lemari pendingin bersama boks pembungkusnya.

9.      Dibuat Menjadi Telur Asin

  • Ambillah telur dengan kualitas nomor wahid yang sebelumnya sudah Anda persiapkan (kualitas nomor wahid disini diartikan telur tersebut tidak retak atau busuk)
  • Bersihkan telur terlebih dahulu dengan air. Jika ada kotoran yang membandel Anda bisa menggunakan air hangat.
  • Setelah bersih dari kotoran, keringkan telur tersebut dengan menggunakan kain lap
  • Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka
  • Buatlah adonan yang berfungsi untuk mengasinkan telur yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam. Gunakan perbandingan yang sama (1:1), misal abu gosok 1 kg dan garam 1 kg. Jika tidak ada abu gosok, anda dapat menggunakan adonan yang terbuat dari campuran  bubuk bata merah dan garam
  • Tuangkan sedikit air ke dalam adonan pengasin tersebut, aduk sampai adonan tersebut berbentuk pasta
  • Kemudian bungkus telur dengan adonan pengasin satu persatu secara merata. Usahakan seluruh permukaan telur terbungkus dengan adonan kira-kira setebal 1-2 mm atau secukupnya
  • Setelah semua telur terbungkus adonan secara rata, simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik kurang lebih selama 15 – 20 hari. Usahakan  agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka;
  • Setelah proses penyimpanan telur seperti langkah no 7 selesai, bersihkan telur dari adonan pengasin kemudian rendam telur dalam larutan teh selama kurang lebih 8 hari.
  • Setelah 8 hari, telur sudah bisa direbus dan siap untuk disantap.

[Dari berbagai sumber]

Leave a comment

Tips Puasa Bagi Penderita Diabetes

tips puasa diabetes

Puasa bukanlah halangan bagi penyandang Diabetes Mellitus (DM) atau biasa disebut diabetesi. Hanya saja, persiapan dan kedisplinan dalam memonitoring kadar gula darah secara berkala harus menjadi kewajiban utama yang perlu dipahami penderita diabetes berpuasa.

 
Penderita diabetes yang ingin puasa terbagi dalam empat golongan risiko, yaitu :

 

1. Resiko Paling Tinggi

  • Menderita DM tipe 1
  • Sedang hamil
  • Menjalani cuci darah
  • Gula darah sering turun mendadak (drop),dan mengalami ketoasidosis berulang. Ketoasidosis adalah salah satu komplikasi akut pasien DM yang terjadi karena kadar glukosa dalam darah sangat tinggi.

2. Resiko Tinggi

  • Mengalami gangguan ginjal
  • Tinggal sendiri
  • Sementara pemakai insulin atau sulfonilurea
  • Orangtua yang sakit-sakitan.

3. Resiko Sedang

  • Pasien DM terkontrol pemakai sulfonilurea atau glinid.

4. Resiko Ringan

  • Diabetesi yang terkontrol dengan diet saja atau mengonsumsi metformin atau TZD.

Perubahan dalam tubuh selama berpuasa
Dalam kondisi puasa, tubuh manusia dapat berfungsi dengan baik karena terdapat berbagai macam hormon dalam tubuh yang mengatur keseimbangan kerja organ-organ tubuh. Diabetes Mellitus  merupakan salah satu contoh dari kondisi dimana tubuh kekurangan salah satu hormon  yang dinamakan insulin. Hormon ini berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Diabetes Mellitus merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh kurangnya jumlah dan kerja insulin  dalam tubuh.

Insulin di dalam tubuh diproduksi oleh suatu kelenjar yang disebut pankreas.  Pada orang yang tidak mengalami diabetes, pengeluaran insulin dari pankreas diantaranya dipicu oleh adanya glukosa yang masuk ke dalam darah. Glukosa tersebut dapat berasal dari asupan makanan yang mengandung karbohidrat. Kadar glukosa yang normal di dalam darah (60mg/dL-150mgdL) sangat diperlukan untuk memberikan asupan energi bagi kerja sel-sel penting dalam tubuh, seperti sel otak, sel saraf, sel darah, sel otot dan lain-lain.

Dengan bantuan insulin inilah melalui suatu proses yang rumit, makanan yang masuk ke dalam tubuh akan digunakan untuk pembentukan energi dan sisanya akan disimpan sebagai cadangan makanan atau energi yang disimpan dalam hati (liver) dan otot sebagai zat yang dikenal dengan nama glikogen.

Sebaliknya, dalam keadaan puasa dimana asupan makanan menurun maka produksi dan penggunaaan insulin juga akan menurun. Dalam kondisi ini, aktifitas hormon tubuh lain seperti  glukagon (hormon yang berfungsi untuk menaikan kadar gula dalam darah) dan katekolamin (zat yang dapat meningkatkan kerja organ-organ  dalam tubuh) sebaliknya akan meningkat untuk membantu pemecahan cadangan makanan atau energi yang ada dalam tubuh  atau yang telah disebutkan diatas sebagai glikogen.

Karena puasa berlangsung selama 14 jam, maka cadangan glikogen dalam tubuh jumlahnya akan menurun. Rendahnya kadar glikogen dalam tubuh akan merangsang tubuh untuk memecah atau membakar lemak sebagai bahan makanan dan sumber energi lain bagi tubuh.

Pembakaran asam lemak  ini akan menghasilkan zat  yang disebut keton. Seperti halnya glikogen, zat keton ini juga dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk kerja otot jantung dan otot tubuh lainnya, semisal kerja hati dan organ tubuh lainnya. Pada orang tanpa diabetes, semua proses ini berlangsung secara seimbang karena insulin yang digunakan untuk proses di atas cukup tersedia di dalam tubuh untuk menyeimbangkan proses-proses tersebut.
 
Bahaya yang dapat timbul selama berpuasa

Kurangnya jumlah dan kerja insulin dalam tubuh seperti yang telah dijelaskan di atas, mengakibatkan orang yang mengalami diabetes berpotensi untuk mengalami berbagai macam gangguan yang dapat membahayakan kondisi fisik sebagai akibat dari tidak seimbangnya proses-proses yang disebutkan di atas. Bahaya yang mungkin timbul akibat berpuasa bagi orang dengan diabetes tanpa perencanaan yang tepat diantaranya adalah hipoglikemi, hiperglikemi, ketoasidosis, dehidrasi dan trombosis.
 
1. Hipoglikemi

Hipoglikemi berarti menurunnya kadar gula dalam darah.  Tanda dan gejala yang umum terjadi selama hipoglikemia adalah: rasa lapar, lemas, gemetaran, keluar keringat dingin, penglihatan menjadi kabur, pusing, mengantuk dan sulit berkonsentrasi. Kadar gula darah pada orang yang mengalami hipoglikemi kurang dari 60 mg/dL. Dalam keadaan puasa, hipoglikemi dapat terjadi akibat dari kurangnya makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Hipoglikemi selain menimbulkan tanda dan gejala seperti yang disebutkan tadi, jika terlambat mendapatkan pertolongan dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen. Hipoglikemi lebih mudah terjadi pada orang diabetes yang mendapatkan terapi obat-obatan golongan Sulfonilurea dibandingkan dengan yang mendapatkan terapi obat-obatan seperti Metformin & Glitazon. Selain itu menurut penelitian, hipoglikemi lebih mudah terjadi pada pasien diabetes tipe 1 dibandingkan dengan pasien diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin untuk mengontrol kadar gula darahnya.

2. Hiperglikemi

Sebaliknya, orang diabetes yang berpuasa dapat mengalami hiperglikemi (peningkatan kadar gula darah lebih dari 200 mg/dL). Hiperglikemi dapat terjadi sebagai akibat dari pengurangan dosis insulin yang dilakukan dengan asumsi bahwa dosis insulin yang disuntikan jumlahnya disesuaikan dengan jumlah makanan yang dikonsumsi.

Asumsi tersebut tentu saja tidak tepat, karena seperti telah dijelaskan sebelumnya walaupun dalam keadaan puasa  proses pemecahan glikogen dan lemak yang akan meningkatkan kadar gula darah tetap terjadi. Hiperglikemi ini jika tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan timbulnya ketoasidosis (DKA) yang ditandai dengan adanya mual, muntah, pengeluaran urin yang berlebihan, tidak mau makan, sampai terjadi penurunan kesadaran.

Dehidrasi dan trombosis. Dalam keadaan berpuasa, dehidrasi (kurang cairan  tubuh) dapat terjadi karena kurangnya asupan air. Di negara yang beriklim tropis seperti Indonesia, dimana kelembaban udara sangat tinggi, maka pengeluaran keringat akan meningkat, sehingga memungkinkan terjadinya dehidrasi selama berpuasa. Pada orang diabetes dengan kadar gula darah yang  masih tinggi akan mengeluarkan urin dalam jumlah yang berlebihan sehingga menyebabkan dehidrasi.

Dehidrasi dapat menjadi ancaman jiwa karena dehidrasi menyebabkan  berkurangnya cairan yang beredar dalam tubuh. Kurangnya cairan  dalam tubuh akan menyebabkan penurunan tekanan darah. Selain itu, dehidrasi akan meningkatkan kekentalan darah yang selanjutnya menyebabkan menurunnya kecepatan aliran darah dan menyebabkan peningkatan proses penggumpalan darah dalam tubuh yang akan meningkatkan resiko timbulnya sumbatan dalam pembuluh darah (trombosis) seperti pada pembuluh darah mata, ginjal, atau pembuluh darah pada otak sekalipun.

Perencanaan untuk berpuasa

Seringkali seseorang dengan diabetes sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengalaman orang lain yang juga mengalami diabetes bahwa dengan menjalani puasa Ramadhan orang tersebut akan merasa lebih sehat dari sebelumnya. Pengalaman orang lain tersebut, selayaknya harus disikapi secara bijaksana oleh orang yang mengalami diabetes. Keputusan untuk tetap menjalankan ibadah puasa pada akhirnya memang merupakan keputusan pribadi.

Namun seringkali disayangkan  karena pada umumnya keputusan tesebut semata-mata diambil atas dasar keinginan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan tanpa dilengkapi dengan pemahaman mengenai bahaya yang mungkin timbul selama berpuasa. Kemungkinan  timbulnya resiko tersebut memang sangat tergantung dari kondisi kesehatan setiap orang, seperti tinggi rendahnya kadar gula darah, pengobatan diabetes yang digunakan ataupun adanya penyakit lain yang mungkin menyertai. Oleh karena itu pemeriksaan secara medis sangat diperlukan bagi setiap orang yang mengalami diabetes sebelum memutuskan untuk berpuasa.

Perencanaan berpuasa bagi orang yang mengalami diabetes:

1. Personal

Perencanaan puasa merupakan hal yang harus dirancang berdasarkan kondisi setiap individu. Setiap orang yang mengalami diabetes memiliki kondisi diabetes yang unik sehingga sangat berbahaya untuk menerapkan pengalaman berpuasa orang lain kepada diri sendiri. Perbedaan pengobatan yang dijalani oleh seseorang dengan diabetes merupakan salah satu contoh dari keunikan tersebut. Oleh karena itu penting bagi orang diabetes untuk memahami obat-obatan apa yang digunakan selama ini, bagaimana cara kerjanya dan efeknya termasuk pengaruh obat tersebut selama berpuasa.

2. Memeriksa gula darah lebih sering

Untuk tujuan pemantauan resiko adanya hipoglikemi dan hiperglikemi selama puasa,  seseorang dengan diabetes harus lebih sering memeriksakan gula darahnya.

3. Diet

Pada prinsipnya diet selama bulan puasa harus sama dengan diet sehari-hari, yaitu diet dengan menu seimbang dengan perhitungan kalori yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Juga disarankan untuk banyak minum pada malam hari dan memastikan bahwa makan sahur dilakukan seakhir atau selambat mungkin sebelum Imsyak tiba.

4. Aktifitas

Aktifitas normal sehari-hari perlu diperhatikan.  Bagi orang dengan diabetes, kegiatan fisik yang berlebihan selama berpuasa dapat menyebabkan hipoglikemi sehingga harus dihindari. Shalat Taraweh merupakan salah satu contoh tambahan kegiatan fisik yang dilakukan selama bulan puasa dan perlu diwaspadai dapat menyebabkan timbulnya hipoglikemi. Oleh karena itu disarankan untuk makan seimbang sebelum Shalat Taraweh.

5. Berbuka puasa

Orang dengan diabetes yang berpuasa harus segera membatalkan puasanya jika merasakan adanya gejala hipoglikemi. Disarankan agar orang diabetes selalu menyediakan bekal makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat sederhana (karbohidrat yang dapat diolah secara cepat menjadi gula di dalam tubuh, misalnya air yang mengandung gula, jus, atau roti putih) untuk segera dikonsumsi saat merasakan gejala hipoglikemi atau segera membatalkan puasa pada saat Magrib tiba. Hal ini sesuai dengan seruan Nabi yang berbunyi:
“Senantiasa manusia itu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”  (H.R. Bukhori dan Muslim).
 
6. Medical check up Pra-Ramadan

Semua orang dengan diabetes yang berkeinginan untuk tetap berpuasa selama bulan Ramadhan sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan dan berkonsultasi kepada dokter ahli diabetes. Dokter terutama akan memeriksa pola kadar gula darah, tekanan darah, kadar kolesterol, fungsi ginjal dan fungsi hati. Melalui pemeriksaan ini akan diketahui apakah seorang dengan diabetes dapat berpuasa secara aman,  seberapa besar resiko yang mungkin terjadi jika berpuasa, dan dokter akan melakukan penyesuaian dosis dan waktu penggunaan obat-obatan dan insulin untuk mengurangi resiko akibat berpuasa.

7. Edukasi dan Konseling

Selain melakukan pemeriksaan medis dengan dokter ahli diabetes, orang dengan diabetes perlu  berkonsultasi kepada edukator diabetes seperti ahli gizi dan perawat edukator diabetes mengenai perawatan mandiri selama berpuasa, diantaranya adalah mengenai tanda dan gejala hipo/hiperglikemi, pemantauan gula darah, perencanaan  makanan dan kegiatan sehari-hari selama berpuasa. Walaupun di Indonesia belum menjadi kebiasaan umum, orang dengan diabetes sangat disarankan untuk menggunakan gelang pengenal sebagai orang diabetes, sehingga jika terjadi sesuatu akan segera mendapatkan pertolongan yang tepat.

Saat menjalankan puasa, pasien DM mesti mewaspadai adanya hipoglikemia atau gula darah terlalu rendah, juga hiperglikemia atau gula darah terlalu tinggi. Selain itu, mereka juga hati-hati jika terjadi ketoasidosis,di mana darah menjadi asam.Yang perlu diperhatikan adalah : ”Jangan sampai juga terjadi dehidrasi dan timbulnya bekuan di pembuluh darah”.

Diabetesi mesti membatalkan puasa saat gula darah turun menjadi 60 mg/dl atau kurang. Juga, gula darah turun di sekitar 70 mg/dl pada jam-jam awal,terutama pemakai insulin, sulfonilurea atau glinid yang dipakai saat sahur. Waspada jika gula darah naik lebih dari 300 mg/dl.
Persyaratan Penderita Diabetes Berpuasa

Penyandang diabetes tidak boleh menganggap dirinya berbeda dengan orang yang non-diabetes. Sama saja, tetapi harus memerhatikan beberapa hal untuk menstabilkan kadar gula darah. Beberapa hal yang harus diwaspadai bagi penderita diabetes yang melakukan puasa di antaranya risiko gula darah terlalu rendah (hipoglikemia), gula darah terlalu tinggi (hiperglikemia), darah menjadi asam, dan kekurangan cairan sehingga timbul bekuan di pembuluh darah.

Ini adalah hal-hal yang harus diwaspadai bagi mereka penderita diabetes yang ingin melakukan puasa. Masih ada waktu sebulan untuk mengontrol dan mengatur kestabilan kadar gula darah agar dapat berpuasa dengan fit. Pengaturan makan selama puasa pada penderita diabetes, perlu mendapat perhatian.
Selama puasa, penting untuk penderita diabetes melakukan monitor gula darah. Selama ini, banyak pasien tidak mengecek gula darah karena ada anggapan akan membatalkan puasa. Padahal, periksa gula darah sama sekali tidak membatalkan puasa. Periksa gula darah perlu lebih ketat terutama saat ada gejala hipoglikemia dan hiperglikemia.

 

Berpuasa Penderita Diabetes

Sebelum menjalankan puasa, sebaiknya Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli. Pasalnya, makanan dan minuman saat sahur dan berbuka biasanya mengandung kadar gula dan kar- bohidrat yang tinggi. Diabetes bisa menjadi hambatan dalam menjalankan ibadah puasa apabila tidak berhati-hati. Disarankan penderita diabetes yang sudah menggunakan insulin tidak diwajibkan untuk berpuasa,karena ini bisa terjadi hipoglikemia, dan ini bahaya.

Penderita diabetes yang belum memiliki ketergantungan pada insulin, bisa berpuasa sebagaimana orang kebanyakan. Hal yang terpenting, jangan meminum obat peningkat insulin pada saat sahur, karena insulin yang meningkat tidak disertai asupan makan sesudahnya, dapat menyebabkan hipoglikemia. Obat insulin yang biasanya diminum pada pagi hari, pada saat puasa sangat dianjurkan untuk diminum pada saat berbuka saja.

Dihimbau agar makanan yang manis dan mengandung karbohidrat tinggi dijadikan menu berbuka puasa karena dapat mengembalikan energi yang hilang pada saat berpuasa. Buah kurma adalah contoh makanan berbuka yang baik, karena mengandung karbohidrat tinggi, namun sebaiknya tidak dimakan secara berlebihan juga.

Cadangan Energi

Pada saat sahur, penderita diabetes juga diimbau untuk banyak mengonsumsi makanan manis, untuk cadangan energi selama berpuasa, asal jangan berlebihan. Tetapi, sangat dianjurkan makanan manis diperoleh dari bahan makanan alami seperti buah-buahan. Banyak hal yang harus diperhatikan, seperti memprioritaskan pola makan sehat dengan mengonsumsi buah dan sayur mayur, mengukur kadar gula darah secara berkala, menyesuaikan jadwal pemberian obat, serta mengenali gejala penurunan dan peningkatan gula darah.

Bagi penderita diabetes, sebaiknya segera membatalkan puasa apabila gula darah turun menjadi 60 mg/dl. Sementara bagi pemakai insulin sulfonilurea atau glind bisa berbuka bila gula darah turun di sekitar 70 mg/dl di jam-jam awal atau gula darah naik lebih dari 300 mg/dl.

 

Berikut adalah beberapa pedoman bagi seorang diabetesi, apakah sebaiknya berpuasa:

 

Anda dapat berpuasa dengan aman bila:

  • Anda telah meminta saran dokter mengenai kondisi kesehatan Anda dan mendapatkan obat-obatan yang sesuai selama berpuasa.
  • Anda dapat mengendalikan diri tidak mengkonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan pada saat berbuka dan sahur.

Anda sebaiknya tidak berpuasa bila:

  • Diabetes Anda tidak terkelola dengan baik.
  • Anda memiliki komplikasi diabetes serius seperti penyakit jantung atau hipertensi.
  • Anda sedang hamil atau menyusui.
  • Anda memerlukan pengawasan atau perawatan harian (seperti pada lansia atau mereka yang memiliki masalah kesadaran atau pemahaman).
  • Anda sedang sakit dengan kondisi temporer seperti flu dan lainnya yang cukup berat.
  • Anda memiliki riwayat diabetik ketoasidosis (kedaruratan yang terjadi saat gula darah tidak tersedia sebagai sumber tenaga sehingga tubuh menggunakan lemak sebagai penggantinya) atau Anda rentan pingsan karena hipoglikemi.

Beberapa tips berpuasa bagi penderita diabetes:

  • Mintalah saran dokter sebelum dan selama berpuasa, karena mereka mungkin akan mengubah atau mengganti obat yang harus Anda konsumsi.
  • Jangan menghentikan pengobatan, tetapi dosis dan waktunya harus disesuaikan dengan waktu berpuasa.
  • Usahakan untuk menambah porsi makanan yang lambat dicerna seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan biji-bijian sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah segera setelah berbuka.
  • Usahakan untuk makan sahur sedekat mungkin dengan waktu imsak/subuh, bukannya di tengah malam. Hal ini akan membuat gula darah lebih terjaga selama masa berpuasa.
  • Pantaulah kadar gula darah Anda secara ketat, misalnya tiga jam setelah berbuka atau sebelum makan sahur dan di siang hari. Hasil pengukuran dapat menunjukkan bagaimana tubuh Anda beradaptasi terhadap rutinitas baru.
  • Minumlah banyak air tawar di malam hari. Kurangi konsumsi teh dan kopi karena cenderung merangsang keluarnya air seni sehingga memicu dehidrasi di siang hari.
  • Bila Anda mengalami gejala kadar gula rendah (hipoglikemi) seperti berkeringat, gelisah, gemetar, lemah atau bingung, sebaiknya segera berbuka dengan minuman bergula yang diikuti makanan kaya karbohidrat.
  • Setelah Ramadhan, kunjungi dokter untuk memastikan kadar gula darah Anda terkelola dengan baik dan apakah obat-obatan yang diberikan perlu disesuaikan kembali.

Menu, pola makan dan aktivitas bagi penderita diabetes saat berpuasa:

  1. Makan sahur diakhirkan.
  2. Konsumsi total serat 50 gram sehari.
  3. Konsumsi wortel mentah setiap harinya (1-3 umbi wortel).
  4. Melakukan aktivitas fisik sehari-hari wajar seperti biasanya.
  5. Beristirahat sejenak (untuk sholat, tiduran, mengaji) setelah sholat Dhuhur.
  6. Jumlah asupan kalori sehari selama bulan puasa sama dengan jumlah asupan kalori sehari-hari yang disarankan oleh dokter/ahli gizi sebelum puasa.
  7. Tambahkan bawang merah ke setiap hidangan makanan, karena bawang merah memiliki khasiat menurunkan gula dan lemak darah.
  8. Perlu mengatur pembagian porsi makan: 40% dikonsumsi saat sahur, 50% saat berbuka puasa, dan 10% malam hari sesudah sholat tarawih dan sebelum tidur.
  9. Penderita DM selain minum obat dokter, sebaiknya juga minum sari kacang panjang sebanyak setengah hingga satu gelas setiap hari. Pagi hari saat sahur, dibiasakan minum jus wortel 1 gelas dan jus bayam setengah gelas. Sore saat berbuka puasa, minum jus wortel 1 gelas, lettuce setengah gelas, kacang panjang sepertiga gelas, dan toge sepertiga gelas. Saat sebelum makan (besar di) malam hari, minum jus wortel 1 gelas, celery setengah gelas, petercelli seperempat gelas.
  10. Jika Anda mengambil insulin, Anda akan membutuhkan lebih sedikit insulin sebelum mengawali puasa.
  11. Jenis insulin yang Anda gunakan mungkin harus diubah dari yang biasanya Anda gunakan.
  12. Insulin pra-campuran tidak dianjurkan selama puasa.
  13. Sebelum memulai puasa, Anda juga harus mengonsumsi makanan rendah glikemiks.
  14. Periksa kadar glukosa darah Anda lebih sering dari biasanya.
  15. Ketika berbuka, makanlah dalam jumlah kecil, dan hindari makan makanan manis.
  16. Saat buka puasa, Anda harus memperbanyak minum air dan menghindari minuman manis atau berkafein
  17. Perbanyak serat dan kurangi makanan berlemak.

[Dari berbagai sumber]

3 Comments

Mengatasi Sembelit atau Konstipasi Saat Puasa

sembelit perut

SEMBELIT atau konstipasi sering dirasakan oleh mereka yang berpuasa. Gejala ini akan lebih meningkat di awal Ramadhan. Bukan tanpa sebab, jeda waktu antara makan sahur dan berbuka memicu organ dalam saluran pencernaan memiliki waktu istirahat yang sangat lama. Kondisi tersebut akan menyebabkan daerah usus tidak berkontraksi, sehingga menimbulkan sembelit atau gejala susah buang air besar.
Sembelit selama puasa adalah kondisi  normal, namun jika berkepanjangan bisa memicu timbulnya komplikasi. Untuk mencegahnya, tambahkan lebih banyak serat pada makanan sahur ataupun berbuka yang Anda santap. Selain itu, minum cairan sebanyak mungkin di luar waktu berpuasa sehingga tubuh Anda tidak merasa perlu menghemat air lebih banyak untuk proses pencernaan. Ada baiknya, hindari teh dan kopi karena minuman berkafein ini bersifat diuretik ringan yang menyerap cairan tubuh, begitu juga tanin sehingga berpotensi memperburuk sembelit.

Makanan yang dapat membantu meringankan sembelit

Makanan berserat tinggi dan mengandung banyak air. Konsumsi makanan mengandung serat larut sehingga waktu transit di tubuh Anda lebih cepat, seperti sereal bekatul, roti gandum, kacang-kacangan dan biji-bijian, apel, dan kulit kentang.

Melissa Nodvin MS, RD/LD dari Health Ally merekomendasikan membuat perubahan kecil, tapi berarti bagi tubuh, seperti minum sedikitnya 8-9 gelas air sehari. Membuat jurnal makanan sehari-hari juga direkomendasikan Nodvin untuk mengidentifikasi penyebab sembelit.

Sudah konsumsi makanan sehat dan olahraga teratur, tapi kenapa kadang masih sembelit?

Karena sembelit dapat disebabkan oleh berbagai faktor, penting untuk melihat gaya hidup Anda secara keseluruhan, termasuk aturan obat yang Anda konsumsi. Bicarakan dengan dokter dan apoteker untuk melihat apakah obat tersebut penyebab sembelit. Jadi, mereka bisa merekomendasikan obat baru, pencahar, atau pelunak feses.

Perubahan gaya hidup, jadwal yang tidak menentu, dan stres merupakan faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan sembelit.

Stres merupakan salah satu faktor terbesar yang berkaitan dengan sembelit, jadi cobalah untuk mempelajari cara-cara untuk membatasi stres.

 

Beberapa cara alami mengatasi sembelit saat berpuasa:

1. Tetap perhatikan asupan air dalam tubuh Anda. Cukupnya konsumsi air, terlebih air putih akan membuat usus tetap berkontraksi dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.

2. Mengonsumsi serat yang berasal dari sayur dan buah adalah hal yang mutlak. Variasikan asupan keduanya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Untuk sayur, Anda bisa mengonsumsi beragam jenis sayuran hijau. Jenis sayuran tersebut terbukti memiliki serat dengan kandungan yang melimpah. Sedangkan untuk buah, konsumsi pepaya, pisang, semangka, apel, belimbing, pir, jambu biji dan lainnya.

3. Memakan puding juga bisa menjadi solusi yang menyenangkan. Saat berbuka, konsumsi agar-agar akan membuat pencernaan Anda kembali normal. Puding merupakan gel yang diolah dari tumput laut. Agar-agar sebenarnya adalah karbohidrat dengan berat molekul tinggi yang mengisi dinding sel rumput laut. Ia tergolong kelompok pektin dan merupakan suatu polimer yang tersusun dari monomer galaktosa. Banyak penelitian yang menyebutkan puding atau agar-agar menjadi sumber serat yang baik bagi pencernaan.

 
Buah-buahan penetralisir sembelit:

1. Pisang

Untuk tambahan energi sekaligus mengatasi masalah BAB, konsumsi pisang yang sudah matang. Pisang kaya protein dan serat. Namun, jangan memakan pisang mentah, karena bisa menyebabkan kesulitan BAB.

2. Pir

Pir yang disantap bersama kulitnya menjadi sumber terbaik serat dan vitamin C. Serat yang ada dalam pir kebanyakan adalah serat tidak larut yang secara efektif dapat mengatasi sembelit.

3. Apel

Selain bisa dikonsumsi langsung, jus apel juga dikenal mempunyai manfaat meredakan sembelit. Sama seperti pisang, kehadiran senyawa pectin dalam jumlah tinggi membantu pergerakan usus.

4. Nanas

Kandungan bromelain dalam nanas bekerja untuk menetralisir cairan dalam tubuh supaya tidak terlalu asam. Selain itu, juga mampu mengatur sekresi dalam pankreas untuk menjaga kesehatan pencernaan.

5. Pepaya

Pepaya membantu mengatasi susah buang air besar dan sembelit, memperlancar feses/tinja, karena enzim pepaya yang dikandungnya dapat membantu pemecahan serat makanan yang tersisa sehingga menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Selain itu enzim pepaya juga bila digunakan untuk mengobati luka lambung konstipasi diare kronis, sembelit membunuh parasit dalam tubuh dan mengurangi panas tubuh.

6. Kurma

Kandungan fruktosa, selulosa, dan serat pada buah kurma baik untuk pencernaan, mengatasi konstipasi (sembelit). Kurma juga merupakan makanan yang kaya serat, yang mencegah penyerapan kolesterol LDL dalam usus. Selain itu, serat bekerja sebagai pencahar massal sehingga membantu untuk melindungi membran mukosa usus dengan mengurangi waktu paparan serta mengikat bahan kimia penyebab kanker di usus besar.

7. Prune (buah plum yang dikeringkan)

Buah prune utuh dan jus prune tidak hanya sumber serat, kalium, dan vitamin A yang baik, tapi juga sumber signifikan dari sorbitol dan pabrik senyawa yang dipercaya memberi efek pencahar. Anda dapat mengonsumsi prune dan kurma dengan cara mencampurkan potongan prune ke sereal dan oatmeal, mengaduknya ke dalam adonan pancake atau muffin, atau dimakan langsung sebagai snack. Coba tambahkan jus prune ke smoothie pisang untuk makan sahur bergizi.

 

 

9 Mitos Seputar Sembelit

 

Mitos 1: Sembelit hanya diderita orangtua

Faktanya, orang tua menghadapi masalah sembelit biasanya karena faktor-faktor seperti kondisi medis, penggunaan obat, rendahnya tingkat aktivitas fisik dan gizi buruk. Tapi masalah pencernaan adalah kondisi umum yang bisa terjadi di semua kelompok usia. Sembelit bahkan bisa terjadi selama kehamilan, setelah melahirkan atau pada periode pascaoperasi.

Mitos 2: Sembelit menandakan tubuh butuh asupan serat lebih banyak

Faktanya, memang benar bahwa serat makanan adalah obat untuk sembelit. Tetapi itu tidak berarti tubuh Anda membutuhkan lebih banyak serat. Sembelit terkadang bisa disebabkan oleh masalah kesehatan seperti tiroid, stroke, penyakit parkinson, dan diabetes. Perlu perhatian dan intervensi dokter jika sembelit berlangsung lebih dari dua minggu atau jika Anda mengalami buang air besar dengan tinja berdarah menyakitkan.

Mitos 3: Semua jenis serat bisa mengurangi sembelit

Faktanya, ada dua jenis kandungan serat dalam makanan yakni serat larut dan serat tidak larut. Pilihlah makanan yang mengandung serat tidak larut untuk meringankan sembelit. Serat tidak larut hadir dalam jumlah berlimpah dalam makanan seperti roti gandum, sereal dan pasta. Sedangkan serat larut yang banyak terdapat di buah-buahan dan sayuran segar mungkinkurang efektif terhadap sembelit, tetapi dapat membantu dalam menurunkan kolesterol.

Mitos 4: Kopi dapat mengatasi sembelit

Faktanya, kafein di kopi dapat menyebabkan kontraksi otot-otot saluran pencernaan dan karenanya dapat merangsang buang air besar. Lantas mengapa kopi tidak termasuk dalam daftar solusi untuk mengatasi sembelit? Alasannya karena kopi memiliki sifat diuretik, yang menarik keluar cairan dari kotoran sehingga membuat tinja Anda menjadi lebih keras. Dengan demikian, memperburuk kondisi sembelit. Teh berkafein, cola, dan alkohol menghasilkan efek yang sama.

Mitos 5: Sembelit menghasilkan pembentukan racun dalam tubuh

Faktanya, banyak orang berpikir bahwa sembelit dapat mengarah ke penyerapan zat beracun di tubuh yang diakibatkan oleh tinja. Bahkan sebagian percaya bahwa kondisi seperti ini dapat memicu perkembangan penyakit seperti arthritis, asma dan kanker usus besar. Tapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tinja menghasilkan racun atau kanker usus besar. Masalah sembelit bisa dicegah dengan penggunaan obat pencahar atau pembersih usus.

Mitos 6: Menelan permen karet dapat menyebabkan sembelit

Faktanya, permen karet tidak dapat menempel pada saluran pencernaan, seperti yang selama ini dibayangkan banyak orang. Tertelannya permen karet tidak akan menyebabkan sembelit.

Mitos 7: Usus harus bergerak setiap hari

Faktanya, sembelit adalah istilah relatif. Frekuensi buang air besar pada setiap orang sangat bervariasi. Ada yang tiga kali sehari atau bahkan sampai tiga kali seminggu. Gerakan usus dikatakan jarang apabila seseorang tidak buang air besar setelah lebih dari 3 hari. Sementara seseorang dianggap sembelit jika memiliki gerakan kurang dari seminggu.

Mitos 8: Sembelit karena sering menahan BAB

Faktanya, beberapa orang tidak menemukan cukup waktu untuk buang air besar. Beberapa bahkan mengabaikan ‘panggilan alam’ di tempat kerja atau di tempat lain dan menunggu sampai mereka mencapai rumah. Dalam kenyataannya, mengabaikan untuk BAB tidak hanya akan membuat Anda merasa tidak nyaman, tetapi juga dapat menyebabkan atau memperburuk sembelit.

Mitos 9: Kotoran berdarah adalah normal

Faktanya, Jika darah muncul dalam tinja Anda, Anda perlu memeriksa dengan dokter Anda. Warna merah darah menunjukkan bahwa Anda mungkin menderita wasir atau robekan di lapisan dubur yang menyebabkan terjadinya perdarahan. Namun, bila tinja berwarna marun atau bekuan dalam darah tinja berwarna hitam, Anda harus waspada. Darah ini mungkin berasal dari bagian lebih dalam dari saluran pencernaan.

[Dari berbagai sumber]

2 Comments

Puasa Meningkatkan Kecerdasan

kecerdasan spiritual

Satu diantara ciri orang yang melaksanakan puasa dengan benar adalah memiliki pikiran atau kemampuan mengelola dirinya menjadi lebih jernih dan terarah. Puasa bagaikan kemudi sebuah kapal yang memiliki jangkar positif di sebelah kanan dan jangkar negatif di sebelah kiri.

Ibadah yang sifatnya regular dan frekuensinya dipertahankan akan menimbulkan keseimbangan baru dalam hormon yang pada gilirannya nanti akan melahirkan cinta.

Nah, kalau kita sudah dapat melakukan ibadah dengan niat lillahi ta’ala, maka rasa cinta kepada Allah SWT pun akan tumbuh. Saat puasa, terbentuklah perilaku baru dan anggapan bahwa ini merupakan proses yang menyenangkan.

Tubuh pun kemudian akan mengeluarkan Hormon Oksitosin yang disebut juga sebagai hormon cinta yang paling tinggi. Kalau puasa dilaksanakan dengan benar, maka kita akan berada pada kondisi gembira, tiada beban, tenang dan ikhlas karena tubuh dipenuhi zat kimia cinta.

Apakah berhenti sampai di situ saja? Tentu tidak. Ketika puasa sudah dapat melahirkan cinta, Allah SWT melalui Rasulnya menguji kita dengan perintah sedekah.

Dari Ibnu Abbas r.a, ia berkata : “Rasulullah saw adalah orang yang paling PEMURAH, dan lebih pemurah lagi dalam bulan Ramadhan…. Sungguh Rasulullah saw sangat lebih pemurah dibandingkan ANGIN yang bertiup.”

[HR Bukhari, Muslim, an-Nasa’i, Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Hibban]

 
Di sini akan terlihat apakah cinta yang kita dapatkan selama menjalankan puasa dapat benar-benar teraplikasikan untuk menolong sesama atau tidak. Kalau kita masih pelit untuk bersedekah, maka hal tersebut menjadi kontradiksi dengan cinta yang didapatkan selama puasa karena ciri cinta yang hakiki adalah keinginan yang sangat kuat untuk berbagi.

Berdasarkan berbagai penelitian ilmiah dan terperinci terhadap organ tubuh manusia dan aktivitas fisiologisnya ditemukan bahwa puasa secara jelas adalah sesuatu yang sebaiknya dilakukan oleh tubuh manusia sehingga ia bisa terus melakukan aktivitasnya secara baik. Dan puasa benar-benar sangat penting dan dibutuhkan bagi kesehatan manusia sebagaimana manusia membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur.

Pentingnya puasa bagi tubuh adalah karena puasa bisa membantu badan dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus sel-sel atau hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh.

Puasa secara kimia, tidak diakhiri ketika simpanan karbohidrat ditubuh mulai digunakan sebagai sumber energi. Ia akan terus berlanjut selama simpanan lemak dan karbohidrat digunakan untuk energi. Beda dengan pemakaian simpanan protein. Ketika simpanan protein dihabiskan untuk energi, yang mengakibatkan hilangnya masa otot, secara teknis orang bersangkutan akan merasa kelaparan.

Kurangnya masukkan energi pada orang-orang yang berpuasa, membuat tubuh harus mencari sumber energi yang tersimpan didalamnya, dan fungsi ini disebut autolisis. Autolisis adalah terpakainya simpanan lemak dalam tubuh untuk dijadikan sumber energi tubuh.

Puasa dituntunkan oleh agama Islam adalah rata-rata 13-14 jam, kemudian baru makan untuk durasi waktu beberapa jam. Ini adalah metode yang bagus untuk sistem pembuangan sel-sel atau hormon yang rusak dan membangun kembali badan dengan sel-sel baru. Puasa yang bagus bagi badan itu adalah dilakukan selama satu bulan berturut-turut dalam setahun, dan bisa ditambahkan 3 hari setiap bulan.

 

Puasa dan Kecerdasan

Puasa sangat membantu pandangan mata sehingga pandangan menjadi jelas sekali. Demikian juga sangat membantu dalam menganalisis ide-ide baru atau pun persepsi. Itu disebabkan oleh kurangnya zat-zat beracun yang terdapat pada oksigen bebas yang masuk ke dalam tubuh kita sehingga sel-sel dalam tubuh kita akan bekerja dengan lebih baik, termasuk sel-sel otak kita. Sehingga kecerdasan kita akan lebih meningkat. Disamping itu pula, energi yang kita gunakan untuk berfikir lebih banyak, karena saat berpuasa energi akan dialihkan sementara dari sistem pencernaan dan lebih banyak digunakan untuk aktivitas lainnya.

Puasa terbukti berupaya merangsang berbagai kecerdasan, sekurang-kurangnya tiga kecerdasan utama yaitu:

1.      Kecerdasan Intelektual (IQ)

Ketika tidak puasa, perut dan usus melakukan pencernaan makanan, tenaga dan pengaliran darah tertumpu kepada proses pengolahan makanan. Sebaliknya ketika berpuasa, tenaga dan pengaliran darah berpeluang memberi tumpuan kepada otak untuk meningkatkan daya berfikir dan ketajaman pikiran.

2.      Kecerdasan Emosi (EQ)

Dengan berpuasa, emosi kita akan terdidik dan berubah kepada yang lebih stabil dan rasional. Orang yang berpuasa perlu bersabar menunggu waktu berbuka dan menjauhi perkara-perkara yang membatalkan puasa. Sifat pemarah akan berkurang, lebih bersimpati dan memahami perasaan orang lain, hati jadi lembut dan banyak hal  positif  berkaitan emosi.

3.      Kecerdasan Spiritual (SQ)

Berpuasa juga menguatkan spiritual/rohani. Lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta dan membangkitkan rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta. Dengan berpuasa, kecenderungan melakukan ibadah-ibadah lain juga turut meningkat. Malah tidak jarang puasa dijadikan momentum untuk mulai  berubah secara spiritual, misal membiasakan  diri untuk mulai sholat, berjilbab, dst.

Konsep kecerdasan yang lahir dari puasa yang benar adalah perubahan hormonal dan perilaku (lebih rasional). Ya, puasa mengajak kita untuk berpikir rasional. Ketika rasa lapar datang, otak kita akan diajak berpikir bahwa meski rasa lapar tubuh akan baik-baik saja.

Rasa lapar tidak akan membunuh. Banyak orang miskin di luar sana yang tidak makan semala berhari-hari dan mereka masih bisa hidup. Dengan puasa kita melakukan revitalisasi otak. Otak menjadi lebih aktif berpikir.

Jadi, puasa dapat meningkatkan kecerdasan integratif. Takwa adalah nama lain kecerdasan integratif karena ia tidak hanya berupa taklid tapi juga beriman secara sistematis mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Selain itu, orang yang bertakwa akan cukup cerdas dalam memaknai yang dijalaninya dalam kehidupan ini.

[Dari berbagai sumber]

Leave a comment

Tetap Konsentrasi Saat Berpuasa

fokus

 

Melaksanakan ibadah puasa bukan merupakan halangan bagi yang tetap melakukan aktivitas kerja. Baik bagi pekerja yang beraktivitas di lapangan ataupun di dalam ruangan. Hanya saja, tantangan berpuasa pada musim seperti ini, lebih berat dilakukan karena suasana perubahan cuaca yang cukup drastis. Terkadang panas seharian, terkadang juga hujan dari mulai subuh yang sedikit banyak akan memengaruhi kondisi badan saat puasa.

Untuk mempertahankan kondisi tubuh yang sehat dibutuhkan beberapa syarat kesehatan yang harus dipenuhi, sehingga di tempat kerja Anda tetap mempunyai gairah untuk bekerja. Ketika berpuasa, asupan bahan makanan yang masuk berkurang dibanding saat tidak puasa. Sedangkan energi yang dikeluarkan selama beraktivitas masih sama. Itu sebabnya, selama menjalankan ibadah puasa, kesehatan pun harus dijaga. Kalau sampai keadaan masuk dan keluarnya makanan tidak seimbang, maka akan menyebabkan badan lemas yang ujung-ujungnya jatuh sakit.

Pengaturan Waktu Kerja

Mentang-mentang puasa, jangan beralasan untuk jadi lemas dan tidak efektif bekerja. Puasa merupakan aktivitas yang biasa dilakukan manusia setiap tahunnya. Namun tetap saja, di bulan-bulan tersebut, alasan klasik seperti itu juga yang selalu ada. Padahal perusahaan rata-rata memberikan keringanan dengan memberlakukan jam kerja lebih pendek daripada hari biasanya.

Biasanya, faktor yang mempengaruhi efektifitas kerja seseorang menjadi turun adalah tidak ada asupan makanan atau minuman seperti yang biasa dilakukan. Jika biasanya pukul 12 siang makan siang, di waktu puasa hal itu tidak dilakukan lagi. Hingga tidak sedikit akhirnya orang beralasan perut kosong, sehingga gairah dan konsestrasi kerja jadi menurun.

Selain itu, penyebab lain orang tidak efektif bekerja di bulan puasa adalah karena mungkin sahur yang berlebihan dan kurangnya waktu tidur, sehingga menimbulkan rasa ngantuk pada saat bekerja keesokan harinya. Wajar saja terkadang orang jadi merasa berat atau malas untuk melakukan aktivitas kerjanya.

Padahal kinerja yang menurun saat puasa tidak selalu karena perut yang kosong. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh penerapan pola kerja yang kurang tepat. Jadi jika Anda merasa beberapa hari dalam berpuasa ini justru membuat lemas dan kurang efektif dalam bekerja, Anda perlu mengkoreksi pola kerja Anda sendiri juga.
Hal lain yang patut diwaspadai orang yang berpuasa adalah menjaga konsenstrasi saat di jalan raya. Beberapa penelitian di negara-negara Arab menyebutkan bahwa kecelakan di jalan raya meningkat selama bulan Ramadhan dibandingkan bulan lainnya. Perubahan pola tidur saat puasa sangat berpengaruh terhadap konsentrasi pengendara kendaraan bermotor.

Sebaiknya jangan memaksakan diri membawa kendaraan kalau memang sangat mengantuk. Berhati-hati juga di pagi hari saat berangkat kerja atau saat di sore hari saat mengejar waktu buka puasa. Kadang orang relatif mempercepat kendaraan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Singkirkan Gangguan Konsentrasi

Berada seharian di kantor, apalagi di bulan puasa, sudah pasti memerlukan konsentrasi lebih untuk bisa tetap berkonsentrasi menyelesaikan tumpukan tugas. Namun, ada saja gangguan datang, mulai dari jenuh melihat tumpukan kerja, mengantuk (karena bangun lebih pagi untuk sahur), ajakan ngobrol dari teman, atau bahkan ajakan berjalan-jalan mencari keperluan lebaran, hingga pulang lebih cepat untuk berbuka puasa di rumah. Kalau sudah begini, bekerja efektif pun jadi kontradiktif.

Untuk mengalihkan malas dan membangkitkan mood, kita biasanya mencari hiburan. Misalnya baca majalah, main game di komputer, atau jalan-jalan mencari keperluan berbuka puasa dan Lebaran. Kalau hanya sebentar (5-10 menit), bolehlah. Namun kalau keterusan atau malah keseringan, hal ini berpotensi mengurangi efektivitas kerja. Saat bekerja, jauhkan godaan seperti novel, majalah, atau katalog belanja dari meja kerja agar perhatian Anda tak banyak teralihkan.

Selain itu, untuk memacu Anda menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, mengapa tidak membuat deadline pribadi? Misalnya, memajukan satu hari dari deadline yang seharusnya agar tugas tak menumpuk. Pasang timer di komputer atau di ponsel untuk mengingatkan bahwa sudah waktunya Anda menyelesaikan tugas tersebut dan segera beralih ke tugas berikutnya.

Jangan lupa untuk selalu tersenyum meski hanya dalam hati. Selain merupakan ibadah, senyum juga membuat hari Anda di kantor terasa lebih menyenangkan. Saat tersenyum, zat endorfin terlepas ke dalam otak sehingga membuat kita merasa nyaman. Dengan tersenyum, kedua sisi otak akan terangsang, daya konsentrasi meningkat, serta ketegangan otot dan tekanan psikologis berkurang. Ini akan membuat otak Anda menjadi lebih peka dan lebih mudah menerima dan mengolah informasi.

Bekerja Efektif Saat Puasa

Untuk mereka yang merasa kurang efektif dalam bekerja, berikut ini ada beberapa hal yang mungkin perlu Anda perhatikan dan Anda ubah dalam pola kerja sehari-hari:

  1. Selesaikan tugas-tugas berat sebelum jam 12.00. Karena biasanya, pada pagi hari Anda masih dalam keadaan semangat dan fresh. Saat tersebut harus digunakan dengan efektif, yaitu melakukan pekerjaan yang menyita energi dan pikiran.
  2. atur waktu presentasi dengan klien di pagi hari karena tubuh masih dalam kondisi segar, fit, dan bertenaga. Tapi jika klien menjadwalkan siang hari, simpanlah tenaga untuk siang hari dengan mengerjakan tugas-tugas yang lebih ringan di pagi hari.
  3. Jangan mendramatisir puasa Anda. Anggap saja Anda sedang berdiet sambil mengumpulkan ‘pahala’. Dengan tidak mengingat-ingat kondisi puasa dan perut Anda yang kosong, waktu akan cepat berlalu, dan Anda pun dapat menyelesaikan pekerjaan seperti biasa.
  4. Jangan terus-menerus berada di depan layar komputer. Dalam keadaan tidak puasa pun kepala Anda akan terasa pening jika terlalu lama berfokus ke layar komputer. Masalahnya, jika Anda pening, Anda tak bisa minum obat penghilang rasa sakit saat puasa. Saat bekerja di depan komputer, sesekali alihkan pandangan Anda ke hal lainnya, selama paling tidak lima menit setiap satu jam sekali. Anda bisa melihat ke luar jendela, mengecek ponsel Anda, dan sebagainya. Jika sudah merasa lebih fresh, baru Anda dapat kembali ke pekerjaan.
  5. Dengarkan musik agar otak tidak jenuh. Putar musik kesukaan Anda atau musik-musik religius yang dapat menyegarkan sanubari Anda. Mendengerkan musik sambil bekerja diyakini dapat menambah semangat dan gairah, serta mengenyahkan rasa kantuk dan bosan.
  6. Jangan lupa untuk istirahat meskipun tidak ada acara makan siang. Gunakan jam istirahat ini untuk berhenti dari aktivitas kerja. Ganti kegiatan makan siang dengan memperbanyak ibadah, mengobrol dengan rekan kerja, jalan-jalan ke luar kantor, atau tidur siang sejenak.

 

Agar puasa tak mengganggu konsentrasi kerja, bisa juga mencoba mempraktekkan 3 strategi berikut:

  1. Saat sahur, ketimbang mengonsumsi gula pasir, madu, dan sirup (sumber karbohidrat mono), lebih baik pilih nasi, kentang, singkong, dan ubi (sumber karbohidrat kompleks).
  2. Majukan waktu tidur malam sedikit demi sedikit, misalnya lima belas menit setiap hari.
  3. Gunakan istirahat kantor untuk tidur. Usahakan tidur, setidaknya 15 menit hingga 30 menit, agar siklus lengkap tidur Anda tercapai.

 

[Dari berbagai sumber]

 

 

Leave a comment

Mengatasi Bibir Kering Saat Berpuasa

bibir

 

Saat menjalani ibadah puasa, kurangnya air yang masuk ke dalam tubuh menyebabkan kulit cenderung lebih kering. Hal ini juga berdampak pada penampilan kulit yang kurang menarik termasuk bagian bibir. Dibandingkan kulit pada bagian tubuh lainnya, kulit pada bagian bibir akan mudah kering dan pecah-pecah.

Ada banyak alergi yang bisa menyebabkan bibir pecah-pecah. Termasuk, alergi terhadap kobalt dan nikel. Jika anda terlalu banyak mengonsumsi suplemen vitamin B12, maka anda akan memiliki kelebihan kobalt dan mengakibatkan bibir kering dan tampak berkerak.

Jika anda alergi terhadap nikel, pastikan anda tidak menempatkan logam di dekat mulut anda, termasuk klip kertas. Jika anda berencana untuk memasang cincin bibir, pastikan itu tidak mengandung nikel.

Bahan-bahan dalam lipstik dan pasta gigi juga bisa menyebabkan bibir pecah-pecah. Jika pasta gigi anda mengandung guaiazulane, atau jika lipstik anda mengandung gallate propil atau salisilat fenil (salol), maka bibir pecah-pecah anda mungkin akibat dari alergi terhadap zat-zat itu.

Alangkah baiknya jika anda berhenti menggunakan produk-produk tersebut. Alergi terhadap makanan atau bahan makanan, seperti buah ara atau pewarna merah makanan, juga bisa menyebabkan bibir pecah-pecah.

Penyebab lain bibir kering dan pecah-pecah adalah karena dehidrasi. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa mengatasi masalah ini. Selain harus banyak minum air putih saat sahur dan berbuka, untuk mengembalikan cairan tubuh.

 

Tips Mengatasi Bibir Kering Saat Berpuasa:

1. Pengelupasan Kulit Bibir
Minimal seminggu sekali anda harus mengelupaskan kulit mati dibibir. Caranya, basahi bibir dengan air hangat lalu gosok bibir dengan sikat gigi berbulu lembut. Lakukan perlahan agar tidak melukai bibir. Lebih baik lagi menggunakan produk pengelupas untuk bibir. Biasanya berbentuk seperti lip balm. Kulit mati dan kulit kering akan lebih mudah terekelupas.

2. Menggunakan Lip Balm (Pelembab Bibir)
Cara lain mencegah bibir kering adalah rajin mengaplikasikan lip balm. Carilah lip balm yang kaya moisturizer, mengandung minyak alami dan terdapat label SPF (sun protecting factor). Kandungan tersebut dapat menjaga bibir dari sinar matahari yang merupakan salah satu pemicu bibir kering.

3. Hindari Makan Pedas dan Asin
Saat berbuka puasa dan sahur hindari makanan pedas dan terlalu asin. Kedua jenis makanan ini dapat menyebabkan bibir dan mulut kering. Selain itu mengonsumsi makanan asin dan pedas membuat Anda cepat haus.

4. Hindari Menjilat Bibir
Menjilat bibir sama sekali tidak membantu. Malahan dapat memperburuk kondisi kulit bibir. Air liur yang menempel, membuat bibir semakin kering. Oleh karenanya, hindari menjilat bibir.

5. Madu
Madu merupakan cara alami untuk mengatasi bibir kering dan pecah-pecah. Selain dikonsumsi, Anda dapat mengoleskannya pada bibir. Masalahnya Anda tidak bisa mengoleskan bibir di tengah hari. Oleskan madu menjelang tidur. Saat sahur, minumlah madu sebanyak tiga sendok makan. Selain dapat mencegah bibir kering, madu juga memberikan Anda kekuatan selama berpuasa.

6. Konsumsi Vitamin C
Cara lain untuk melebabkan bibir kamu bisa mengosumsi Vit C ,Vit C bisa anda dapat kan dari memakan sayur, buah atau suplement tambahan saat buka dan sahur.

7. Hindari Rokok Dan Minuman Asam
Hindari merokok saat sahur, karna akan membuat bibir kamu kelihatan hitam saat menjalankan ibadah puasa dan hindari minuman – minuman asam seperti orange juice karna akan membuat bibir kamu iritasi dan pedis ketika bibir sedang pecah-pecah. Air putih lebih baik untuk mengatasi bibir yang sedangtidak prima.

8. Gunakan Timun
Timun juga dapat menjadi pelebab bibir paling alami karna timun mengandung banyak air yang dapat memberikan pelembab ekstra pada bibir, cara mengunakan nya potong timun lalu taruh di bibir dengan sedikit di tekan agar sari timun nya keluar. Timun juga dapat membuat bibir terlihat lebih halus.

 

9. Perbanyak Konsumsi Sayuran dan Buah

Saat makan malam dan sahur, konsumsi sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin E, C, A, antioksidan dan asam lemak esensial. Selain bisa menyembuhkan bibir kering, juga bisa melembabkan kulit.

10. Hindari Bernafas Dengan Mulut

Aliran udara panas yang keluar dari mulut bisa menjadikan bibir kering, untuk itu biasakan bernafas melalui hidung. Jika Anda sedang sakit hidung tersumbat atau flu, segera berobat.

11. Hindari minuman berkafein

Jauhi minuman berkafein sebisa mungkin. Kafein cenderung menghalangi manfaat air bagi tubuh Hal ini terjadi karena kafein justru menghilangkan kelembaban. Jika Anda membutuhkan minuman hangat, lebih baik memilih teh herbal seperti teh hijau atau chamomile. Teh hijau mengandung antioksidan yang bagus dan mampu membersihkan tubuh. Teh chamomile memberikan efek menenangkan. Jika Anda tak suka minum teh herbal panas, masukkan teh tersebut ke dalam kulkas dan minum setelah dingin.

 

[Dari berbagai sumber]

 

Leave a comment

4 Cara Mencegah Anak Dehidrasi Saat Berpuasa

anak puasa

 

Dalam masa pertumbuhan, anak-anak membutuhkan asupan makanan dan cairan yang cukup sehingga kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Namun asupan makanan dan cairan ini otomatis akan berkurang saat mereka berpuasa.

“Salah satu masalah yang sering dialami anak saat berpuasa adalah dehidrasi. Ini harus diatasi agar tidak mengganggu aktivitas, konsentrasi, dan kesehatan anak,” tukas pakar nutrisi Emilia Achmadi, MS, RD, dalam media gathering bersama Mead Johnson, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dehidrasi sebenarnya bisa dicegah dengan mengonsumsi banyak cairan setelah seharian berpuasa. Idealnya dalam satu hari, cairan yang masuk ke dalam tubuh adalah delapan gelas. Namun, seringkali orang tua mengalami kesulitan untuk memberi asupan cairan tambahan pada anak.

“Setelah berbuka, biasanya anak hanya akan minum sedikit air yang belum bisa mencukupi kebutuhan cairan hariannya. Selain itu, memberi minum berlebihan pada anak akan membuat perut kembung,” tukasnya.

Untuk mengatasi dehidrasi pada anak, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang bisa diberikan:

1. Es loli
Anak-anak sangat suka menikmati es loli. Sayangnya, es loli yang banyak dijual di pasaran memiliki kandungan yang tidak cukup sehat bagi anak. Agar menarik anak untuk minum lebih banyak, buat saja es loli sendiri di rumah. Kreasikan es loli buatan Anda dengan tambahan buah-buahan yang manis. Atau agar tampilannya lebih cantik dan berwarna, gunakan jus buah yang dibekukan dengan tambahan buah segar. “Warna yang menarik, dan rasanya yang manis, akan membantu menarik perhatian anak-anak,” bebernya.

2. Jeli
Agar-agar atau jeli yang kenyal akan membantu anak menambah asupan cairan di tubuhnya. Selain mengandung air yang tinggi, kandungan serat dari rumput laut (bahan baku agar-agar) juga bisa membantu melancarkan pencernaan anak-anak.

3. Sup
Agar terhindar dari dehidrasi makanan, yang paling baik disajikan saat berbuka adalah makanan yang mengandung banyak air, seperti sup. “Konsumsi sup akan membantu meningkatkan cairan tubuh anak, bersamaan dengan waktu makan, sehingga mereka tidak akan merasa seperti terpaksa untuk minum banyak air,” jelasnya.

4. Hindari produk botolan
Konsumsi garam atau makanan yang gurih akan membuat anak mudah merasa haus. Sebaiknya saat berpuasa, kurangi mengonsumsi berbagai produk botolan seperti kecap, saus, dan lain-lain. Produk botolan ini mengandung banyak garam, sehingga akan berpotensi membuat anak dehidrasi. Perbanyak penggunaan aneka bahan alami yang tidak mengandung kadar garam yang tinggi, sehingga jadi lebih sehat.

Sumber: http://female.kompas.com/read/2012/08/14/16271956/4.Cara.Mencegah.Anak.Dehidrasi.Saat.Berpuasa

1 Comment

Makanan dan Ramuan Alami Untuk Alergi

alergi

Alergi merupakan suatu reaksi abnormal dalam tubuh yang disebabkan zat-zat yang tidak berbahaya. Alergi timbul bila ada kontak terhadap zat tertentu yang biasanya, pada orang normal tidak menimbulkan reaksi. Alergi merupakan suatu reaksi menyimpang dari tubuh yang berkaitan dengan peningkatan kadar imunoglobulin E yang merupakan suatu mekanisme sistem imun.

Zat penyebab alergi ini disebut allergen. Allergen bisa berasal dari berbagai jenis dan masuk ke tubuh dengan berbagai cara. Bisa saja melalui saluran pernapasan, berasal dari makanan, melalui suntikan atau bisa juga timbul akibat adanya kontak dengan kulit seperti; kosmetik, logam perhiasan atau jam tangan, dll.

Zat yang paling sering menyebabkan alergi: Serbuk tanaman, jenis rumput tertentu, jenis pohon yang berkulit halus dan tipis, serbuk spora, penisilin, seafood, telur, kacang panjang, kacang tanah, kacang kedelai dan kacang-kacangan lainnya, susu, jagung dan tepung jagung, sengatan insekta, bulu binatang, kecoa, debu dan kutu.

Yang juga tidak kalah sering adalah zat aditif pada makanan, penyedap, pewarna dan pengawet.

Gejala yang mungkin terjadi akibat alergi adalah: rasa gatal pada tenggorokan, gatal pada mulut, gatal pada mata, gatal pada kulit atau bagian tubuh lainnya, sakit kepala, hidung tersumbat atau hidung meler, sesak napas, bengek, kesulitan menelan, mendadak pilek dan bersin-bersin, dan lain-lain.

Menentukan penyebab alergi dapat dilakukan dengan cara berikut:

Menghindari zat yang dicurigai sebagai allergen, kemudian setelah gejala hilang, coba lagi zat tersebut. Misalnya saja, bila yang dicurigai sebagai allergen adalah makanan tertentu, maka sebaiknya berhenti memakan makanan tersebut. Setelah gejalanya hilang, coba kembali memakannya dan melihat apakah terjadi reaksi yang sama.

Melakukan tes alergi dan melihat riwayat keluarga serta riwayat frekuensi serangan terjadi. Bila salah satu dari orangtua menderita alergi, maka kemungkinan risiko penyakit tersebut diturunkan pada anak sekitar 25% sampai 30%. Resiko meningkat menjadi 60% sampai 70%, jika kedua orangtua adalah penderita alergi.

Selain itu perlu dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang antara lain tes alergi pada kulit, foto rontgen, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan lebih lanjut bila dibutuhkan.

Tes pada kulit merupakan pemeriksaan yang sangat sederhana untuk mendiagnosa alergi. Dengan memberikan zat-zat tertentu pada kulit seseorang, dapat diketahui zat yang merupakan allergen pada orang tersebut. Zat dalam jumlah kecil disuntikkan. Bila terjadi pembengkakan pada bagian yang diberi suntikan, maka zat tersebut adalah merupakan allergen.

20 Gejala Alergi Yang Salah Dipersepsikan

Selama ini bila anak atau orang dewasa mengalami berbagai gangguan tidak menyadari bahwa gangguan tersebut ternyata diakibatkan oleh alergi makanan. Berbagai gangguan tersebut sering disalah persepsikan oleh masyarakat bahkan oleh sebagian dokter. Seringkali berbagai gangguan tersebut dikira hal lain sehingga seringkali penderita alergi makanan mengalami overdiagnosis dan overtreatment. Faktanya, gangguan tersebut akan hilang timbul bersamaan dengan hilang timbulnya tanda dan gejala alergi lainnya.

Beberapa ahli alergi berpendapat bahwa 30-50 persen secara genetik manusia mempunyai predisposisi untuk berkembang menjadi alergi. Dengan kata lain, mempunyai antibodi Imunoglobulin E terhadap lingkungan penyebab alergi. Sejauh ini, banyak orang tidak mengetahui bahwa keluhan yang dia alami itu adalah gejala alergi.  Resource (Marketing Research) Limited melakukan penelitian di Inggris bagian selatan tahun 2000. Dilaporkan, lebih dari 50 persen orang dewasa menderita alergi makanan. Sekitar 70 persen penderita  alergi baru mengetahui kalau ia mengalami alergi setelah lebih dari 7 tahun. Sekitar 50 persen orang dewasa mengetahui penyebab gejala alergi setelah 5 tahun, bahkan terdapat 22 persen baru mengetahui setelah lebih 15 tahun mengalami gangguan alergi. Sebanyak 80 persen penderita alergi mengalami gejala seumur hidupnya.

Kontroversi

Penderita alergi makanan pada anak tidak jarang mengalami “overtreatment” dan “overdiagnosis” . Dimana, pengobatan dan diagnosis yang diberikan  berlebihan yang tak sesuai dengan kondisi penyakit yang sebenarnya. Hal tersebut dapat terjadi karena penyakit alergi hampir mirip dengan penyakit infeksi lainnya. Cukup sering terjadi penderita asma dan alergi mendapatkan terapi tuberkulosis (TBC) paru selama  6 bulan atau lebih. Penderita alergi juga sering dianggap sebagai penyakit infeksi lainnya sehingga sering terjadi pemberian obat-obatan antibiotika yang tidak diperlukan. Lebih tragis, penderita alergi relatif sering mengalami tindakan operasi bedah seperti operasi usus buntu (like apendicitis), operasi pengambilan amandel (tonsilektomi), operasi sinusitis, operasi pembuntuan saluran air mata.

Mungkin bila sedikit cermat dalam mengamati dan mendiagnosis alergi tersebut sejak dini, risiko yang cukup banyak mengganggu tersebut dapat dicegah. Penderita alergi yang tidak terkendali, biasanya sering berganti-ganti dokter, dilakukan pemeriksaan bermacam-macam dan mengkonsumsi berbagai macam obat terus menerus. Pemberian obat yang berlangsung lama dan terus menerus tersebut kadang malah menimbulkan masalah kesehatan baru. Pemberian obat anti alergi dan pencegahan secara terus menerus menunjukkan kegagalan dalam mendeteksi dan mencegah penyebab alergi. Dalam beberapa puluh tahun lamanya mungkin sering dihadapi masyarakat pada umumnya, masih sering terjadi kontroversi tentang penyakit alergi.

Seorang penderita alergi makanan mendapat advis dari seorang dokter untuk menghindari makanan tertentu untuk mengurangi keluhan penyakitnya. Tetapi dokter lainnya mengatakan tidak perlu menghindari makanan tersebut, karena makanan tidak berhubungan dengan penyakitnya. Sebagian dokter berpendapat, bahwa gejala alergi jarang ditemukan, alergi hanya berkaitan dengan sedikit penyakit dan sangat jarang menyangkut bahan makanan. Makanan yang diakui sebagai penyebab alergi masih sangat terbatas misalnya gluten susu dan ikan. Sedangkan kubu dokter lain berpendapat alergi sangat umum dan bersembunyi dibalik berbagai kelainan yang hingga sekarang tak dapat disembuhkan, seperti radang sendi (artritis), eksim (dermatitis atau alergi kulit), migren (sakit kepala sebelah).

Mereka ingin mengungkapkan bahwa seluruh permasalahan kesehatan dapat dicetuskan dan disembuhkan dengan penanganan alergi. Timbul pendapat bahwa penyebab alergi makanan tidak dibatasi, semua jenis makanan atau minuman dapat dianggap sebagai penyebab alergi. Bahkan bahan bukan makanan dapat menyebabkan alergi seperti semprotan rambut, uap obat nyamuk, uap bensin, plastik dan semua bahan kimia yang potensial mengganggu dalam lingkungan kita. Penyebab alergi lainnya yang sudah lama diyakini dan tidak disangsikan lagi adalah debu, kutu, bulu binatang, serbuk sari atau bulu unggas lainnya.

Suasana perbedaan pendapat tersebut jauh dari suasana kekeluargaan. Ungkapan dari berbagai pihak seperti “tak terbukti”, “berbahaya”, “orientasi obat”, “berpikiran sempit”, “tidak ilmiah” atau “tidak kompeten” secara tak sadar secara langsung diterima oleh pasien. Jika para pakar medis sudah berbeda pendapat secara tajam, maka orang awam menjadi bingung karena pendapat berbagai dokter berlainan. Dalam menghadapi kontroversi ini tidak heran bila masyarakat semakin bingung tak tahu harus minta bantuan kemana.

Tanda dan Gejala Alergi Makanan  yang Dianggap Hal Lain

1.  COLIC ATAU MALAM REWEL : Sering disalah artikan anak haus terus, minta minum, kurang susu atau bau tangan. Padahal hal itu sering terjadi pada penderita alergi dengan gangguan saluran cerna yang mengalami rasa tidak enak di perut.

2.   BERAK DARAH PADA BAYI : Sering dianggap infeksi bakteri, atau infeksi amuba,

3.   MATA BELEKAN PADA BAYI (ALLERGY NEONATAL OPTHALMICA) : Sering dianggap infeksi padahal hanya terjadi sumbatan atau inflamasi di saluran duktus nasolakrimalis atau salkuran penghubung hidung dan mata.

4.   BADAN SULIT NAIK DAN BATUK LAMA :  Sering dianggap karena anak terlalu lincah atapun tidak bisa diam, padahal kulitas makan anak tidak konsisten dalam jangka panjang karena gangguan saluran cerna pada penderita alergi. Sering dikira penyakit TBC atau awam mengenal dengan flek paru padahal anak tidak mengalaminya

5.   SULIT MAKAN ATAU SULIT MINUM SUSU: Dianggap karena bosan susu atau bosan makanan, Padahal pada penderita alergi khususnya gangguan saluran cerna sering mengalami nafsu makan yang terganggu.

6.  BAB SERING (Usia < 1 Bulan > 4kali, > 1 bulan 3 kali lebih perhari): Sering dianggap kekenyangan atau banyak makan. Sering dianggap wajar karena minum ASI padahal banyak anak minum ASI tidak mengalami hal demikian.

7.  MUDAH MUAL ATAU MUNTAH SAAT MAKAN, BERLARI, MENANGIS ATAU NAIK KENDARAAN: Selama ini dianggap karena lambung terlalu kecil, klepnya terganggu, kekenyangan, atau mabuk kendaraan. Padahal anak mengalami gastroesephageal refluks yang sering terjadi pada penderita alergi

8.   SULIT BAB : Sering dianggap kurang minum air putih, kurang sayur atau kurang buah. Padahal bayi kurang usia 6 bulan tidak pernah minum air putih tidak makan sayur dan tidak makan buah tidak masalah,. Justru baysi setelah makanan tambahan usia 6 bulan gangguan sulit buang air besar semakin sering terjadi.  Pada bayi baru lahir sering dianggap penyakit Hirschprung, pada bayi sering dianggap wajar karena minum ASI. Faktanya kita sering mendengar pengalaman para ibu kalau tidak cocok susu formula akan mengalami sulit berak. Ternyata hal itu jyga terjadi bila alergi dengan makanan tertentu.

9.   ALERGI KULIT: Sering disalahartikan karena debu, air kotor, minyak telon, biang keringat, serangga atau alergi sabun. Faktanya penderita alergi kulit saat terkena flu, demam batuk atau pilek akan mengalami kemerahan di punggung dan sebgian kecil dada. Pada saat itu pemberian minyak telon atau kayu putih dibagian perut tidak mengalami masalah.

10.   NAPAS GROK-GROK PADA BAYI (HIPERSEKRESI BRONKUS): Sering dianggap karena penyedotan lendir saat setelah melahirkan kurang bersih atau alergi dingin. Faktanya  hal itu terjadi karena pada penderita alergi tertentu sering mengalkami produksi lendir yang berlebiuhan atau hipersekresi bronkus.

11.    KULIT BINTIL MERAH DAN KERAK KEPALA: Dianggap sebegai penyakit saraf oleh masyarakat tradisional.

12.    ALERGI KULIT DI PIPI DAN SEKITAR MULUT: Sering dianggap terciprat ASI atau saat sehabis makan tidak dibersihkan dengan lap.

13.    MATA BINTITAN (HORDEOLUM) : Sering dianggap karena infeksi, sehingga banyak kasus diberi obat tetes antibiotika dan antibiotika minum dalam jangka panjang tiak membaik. sam[pai harus dilakukan operasi. Faktanya saat alergi dikendalikan ternyata gangguan tersebut dapat membaik sendiri.

14.    NYERI PERUT: Orang tua sering menganggap pura-pura, karena gangguan tersebut hanya sebentar hilang timbul tanpa pengobatan. dalam keadaan nyeri berat yang dipicu infeksi kadang seorang dokter yang ahlipun sering terkecok dianggap gangguan usus buntu padahal bukan. Hal ditunjukkan  oleh sebuah penelitian di University of Washington menunjukkan 16 persen operasi pemotongan usus buntu dilakukan pada pasien yang sebetulnya tidak membutuhkan.Faktanya ternyata penderita alergi khsusnya hipersensitif saluran cerna sering mengalami gejala tersebut saat terjadi asupan makanan tertentu atau saat mengalmi infeksi virus pada tubuhnya.

15.    GANGGUAN TIDUR MALAM : Sering dianggap karena terlalu capai bermain saat siang hari atau dianggap karena haus. Faktanya terdapat gangguan yang bernama Insomnia Alergi makanan.  Ini adalah gangguan untuk memulai tidur dan mempertahankan kualitas tidur yang disebabkan akibat manifestasi atau respon karena alergi makanan.

16.    MATA GATAL SERING DIGOSOK: Sering dianggap karena mengantuk. Faktanya penderita alergi khususnya sensitf pada kulit sering mengalami gatal pada mata atau telinga.

17.    KAKI DAN TANGAN BINTIK MERAH : Sering dianggap digigit nyamuk ataunserangga, padahal di sebuah rumah yang ditinggali banyak orang tidak semua mengalami hal demikian padahal kondisi nyamuknya sama. Karena kondisi seperti itu maka orang awam sering menganggapnya darah manis, karena nyamuknya pilih-pilih orang yang darahnya manis. Padahal penyakit darah manis adalah penyakit yang berbeda.

18.    HIDUNG BERDARAH: Sering dianggap karena terlalu lelah atau karena kepanasan. Faktanya penelitian yang telah dilakukan di University of Maryland Medical Center, Amerika Serikat, memaparkan perdarahan hidung sering dialami oleh penderita alergi

19.    KAKI DAN TANGAN PEGAL DAN NYERI MINTA DIPIJAT:  Selama ini sering dikira terlalu lelah bermain atau berolah raga. Peneliti menduga pada penderita alergi terdapat pengeluaran zat mesothalamic pada sistem persarafan dan tulang yang mengakibatkan gangguan nyeri pada otot dan tulang.

20.   PADA ANAK PADA TULANG KERING DI KAKI SERING LEBAM PADA DEWASA TIMBUL DI LENGAN DAN PAHA: Sering dianggap terbentur atau terlalu lelah. Faktanya banyak penelitisan menyebutkan pada penderita alergi sering terjadi pemcahan pembuluh darah kecil atau sering disebut vaskulitis.

Ternyata berbagai gangguan tersebut akan muncul disertai gangguan saluran cerna dan gangguan alergi lainnya. Saat dilakukan intervensi penanganan alergi  ternyata berbagai gangguan tersebut akan membaik sendiri tanpa operasi dan tanpa obat-obatan antibiotika.

Makanan dan Minuman Pereda Alergi

1. Madu

Salah satu solusi alami paling efektif untuk pengobatan alergi adalah madu. Madu terdiri dari serbuk sari dan bahan-bahan lain yang efektif. Madu yang diproduksi secara lokal lebih disarankan karena mengandung serbuk sari tanaman yang melawan reaksi alergi dengan merangsang sistem kekebalan tubuh.

2. Quercetin

Quercetin merupakan antioksidan yang ditemukan dalam makanan seperti apel, berry, bawang, dan teh hitam. Quercetin membantu memblokir sintesis histamin sehingga mengurangi gejala alergi.

 

3. Antihistamin alami

Vitamin C adalah antihistamin alami. Perbanyak asupan vitamin C dari makanan untuk membantu mengobati alergi. Obat-obatan antihistamin bisa pula digunakan untuk memperkuat efek antihistamin alami.

 

4. Antioksidan alami

Antioksidan alami dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayuran. Beberapa buah-buahan dan sayuran yang dianjurkan untuk mengobati alergi termasuk ekstrak biji anggur, pisang, apel, tomat, wortel, dan bawang.

 

5. Berkumur dengan air garam

Obat alami yang efektif untuk mengobati tenggorokan bengkak akibat alergi adalah dengan berkumur menggunakan larutan air garam hangat. Selain itu, semprotan nasal saline membantu menghilangkan serbuk sari atau alergen lain yang berada dalam hidung sehingga mengurangi reaksi alergi.

 

6. Asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 memiliki kemampuan menghambat sintesis bahan kimia penyebab inflamasi yang bertanggung jawab memicu reaksi alergi.Makanan sumber asam lemak omega-3 meliputi kenari, minyak biji rami, dan minyak ikan.

 

7. Teh hijau

Teh hijau mengandung antihistamin alami yang membantu meringankan alergi.Anda dapat minum 1– 2 cangkir teh hijau setiap hari untuk menyingkirkan alergi.

 

8. Cuka apel

Cuka apel memiliki sifat membantu mengobati gatal yang disebabkan alergi.Cuka apel dapat dimasukkan dalam diet atau diencerkan dalam air dan dioleskan pada daerah yang terkena alergi.Cuka apel juga membantu dalam menyingkirkan bakteri dan kuman.

 

9. Jahe

Jahe merupakan obat alami untuk alergi yang sama efektifnya dengan madu. Jahe juga merupakan antihistamin alami dan dekongestan. Setengah iris jahe dapat ditambahkan dalam teh atau dimakan dengan madu untuk mengobati dan mencegah alergi.

 

10. Bawang putih

Bawang putih mengandung sifat antivirus sehingga dianggap sebagai salah satu obat yang paling efektif untuk menghilangkan alergi. Bawang putih mentah lebih efektif daripada yang dimasak. Anda dapat mengkonsumsi 3 – 4 siung bawang putih yang dicampur dengan madu setiap hari untuk mencegah alergi.

 

11. Peppermint

Peppermint bertindak sebagai dekongestan alami yang membantu mengurangi gejala-gejala infeksi virus dan alergi.Teh peppermint juga membantu mengurangi masalah sinus dan membantu menyingkirkan batuk.

 

12. Air

Minumlah air sebanyak mungkin. Air merupakan obat alami untuk alergi kulit. Air mengeluarkan racun dari dalam tubuh dan membersihkan sistem di dalamnya. Air juga mengencerkan sekresi dan menyembuhkan alergi kulit.

 

13. Lemon

Peras beberapa buah lemon hingga terkumpul air sarinya. Gunakan kapas agar air sari lemon meresap ke kapas. Lalu oleskan pada kulit yang alergi. Selain itu, campurkan air sari lemon dengan minyak kelapa lalu oleskan pada kulit yang alergi dan biarkan semalaman.

 

 

 

Ramuan Alami Pereda Alergi

 1.      Alergi yang menyerang hidung dan menimbulkan pilek atau bersin-bersin, kita dapat meramu : 7 lembar daun yang disebut daun sambung nyawa, kemudian 30 gram sambiloto segar yang direbus dalam 500 cc, didihkan hingga air tersisa 200 cc. kemudian air tersebut disaring dan diminum hangat-hangat. Atau daun lidah buaya secukupnya, dikupas kulitnya lalu dibuat jus. Teteskan jus lidah buaya ke dalam hidung sebanyak 3 tetes dengan menggunakan pipet.

 2.      Ramuan anti alergi yang menyerang kulit dan menimbulkan gatal atau eksim. Kita bisa membuat ramuan tradisional berupa sambiloto segar secukupnya kemudian kunyit segar secukupnya juga belerang. Semua ditumbuk hingga halus, lalu dioleskan pada bagian kulit yang terkena alergi. Begitu juga dengan daun ketepeng cina (Cassia alata) segar. Dengan secukupnya dihaluskan lalu dioleskan pada bagian kulit yang terkena alergi.

 3.      Alergi menyerang paru-paru yang mengakibatkan asma  menggunakan:  10 kuntum bunga kenop sebanyak 10 sampai 15 gram jahe, yang direbus dengan 500 cc air hingga menyisakan 250 cc air. Airnya disaring lalu diminum samasih hangat. Atau juga menggunakan 30 gram daun pegagan dan 10 gram bawang putih yang direbus bersamaan dalam 500 cc air, hingga tersisa sabnyak 250 cc. kemudian air tersebut disaring dan diminum hangat-hangat.

 

4.      Seledri Sambiloto + Meniran + Temulawak

Bahan-Bahan Ramuan :

– Sambiloto
– Meniran
– Temulawak

Cara Meracik Ramuan :
– Sebanyak 15 gram sambiloto, 30 gram meniran dan 30 gram temulawak dicuci bersih
– Kupas temulawak dari kulitnya dan potong-potong seperlunya
– Rebus dalam 800cc air bersih dan biarkan mendidih dan airnya tinggal 400cc
– Saring dan minum 2 kali sehari

5.      Daun Sirih dan Patikan Cina

Bahan-Bahan Membuat Ramuan :
– Daun Sirih
– Patikan Cina

Cara Meracik Ramuan :
– Siapkan 10 lembar daun sirih segar dan juga 60 gram patikan china yang telah dibersihkan terlebih dahulu
– Rebus dalam air bersih sebanyak 600 cc hingga mendidih
– Setelah mendidih biarkan dingin dengan sendirinya
– Pakai air rebusan yang telah didingingkan tersebut untuk membasuh ruam kulit yang gatal-gatal alergi

6.      Sambiloto dan Kunyit

Bahan-Bahan Ramuan :
– Sambiloto
– Kunyit

Cara Membuat Ramuan :
– Cucilah hingga bersih 30 gram sambiloto segar dan 25 gram empu kunyit yang tua
– Kupas kunyit dan potong-potong secukupnya
– Haluskan kedua bahan alami tersebut hingga halus
– Pergunakan racikan obat alergi tersebut sebagai obat luar pada kulit yang gatal akibat alergi

 

7.      Jahe + Cuka Beras Hitam + Gula Merah

Bahan-Bahan Ramuan :
– Jahe
– Cuka Beras Hitam
– Gula Merah

Cara Membuat Ramuan :
– 30 gram jahe yang telah dibersihkan ditumbuk kasar
– Rebus dalam 300 cc air mendidih bersama 100 cc cuka beras hitam dan gula merah secukupnya
– Setelah mendidih biarkan agar tidak terlalu panas lalu minum sampai habis

 

 

[Dari berbagai sumber]

Leave a comment

Makanan dan Minuman Yang Harus Dihindari Saat Buka Puasa

kolak biji salak

 

Setelah perut kosong selama 13 sampai 14 jam karena berpuasa, bukan berarti saat adzan maghrib kita bisa “balas dendam” alias makan tanpa batas sampai kekenyangan (dalam bahasa Sunda disebut kamerkaan). Karena makna dari puasa adalah mengendalikan, bukan menahan. Artinya saat buka puasa pun, sebaiknya nafsu makan kita harus dikendalikan.

 

Berikut ini adalah makanan dan minuman yang harus dihindari saat buka puasa:

 

1.      Takjil manis berlebihan

 Mengawali berbuka puasa dengan takjil manis memang dianjurkan, namun jangan berlebihan. Setelah menyantap kolak tidak perlu dilanjutkan dengan minum es teh manis dan es campur. Pilih saja air putih untuk menemani makan dan buah segar untuk mencuci mulut.

 

2.    Makanan Bersantan

Ini merupakan salah satu yang terberat , karena makanan bersantan seperti halnya kolak sangat mudah dijumpai di bulan Ramadhan. Dengan mengkonsumsi makanan bersantan tentu saja akan menyebabkan kadar kolesterolnya meningkat, tekanan darahnya naik dan kadar gula darah melambung. Makanan bersantan juga merupakan salah satu jenis makanan yang dapat memicu penyakit pembuluh darah seperti stroke, jantung, serta kenaikan kadar asam urat, dan lain sebagainya.

Untuk tetap menjaga kesehatan selama berpuasa bukan berarti Anda dilarang mengkonsumsi makanan bersantan, akan tetapi konsumsi dengan bijak dan tepat.

 

 

3.    Makanan Berlemak

Seperti kita tahu bahwa makanan yang digoreng dalam rendaman minyak merupakan salah satu jenis makanan yang berlemak. Untuk itu sebaiknya hindari saat sahur atau pun berbuka. Kandungan lemak memang akan membuat gurih pada masakan, akan tetapi makanan yang mengandung banyak lemak sangat tidak dianjurkan, tentu saja akan menyebabkan kegemukan, berbagai gangguan pencernaan serta nyeri di ulu hati. Dengan mengkonsumsi makanan berlemak juga akan membuat perut cepat kenyang, sehingga makanan lain yang lebih bernutrisi tidak selera untuk dikonsumsi.

 

 

4.    Makanan Berat

Seperti yang di anjurkan Nabi bahwa berbuka dengan yang manis tentulah sangat tepat. Karena dengan berbukalah hanya dengan makanan ringan dulu, agar lambung tidak kaget. Sebaiknya apabila Anda berbuka langsung dengan makanan berat, maka bisa jadi pencernaan Anda akan kaget sehingga lambung harus langsung bekerja mencerna makanan setelah sebelumnya beristirahat bekerja selama sepanjang hari. Selain itu biasakan juga mengunyah makanan dengan baik karena dengan ini akan dapat meringankan kerja pencernaan.

 

 

5.     Minuman Bersoda

Mungkin Anda merupakan salah satu penggemar minuman bersoda, akan tetapi pada bulan yang mulia ini sebaiknya Anda harus menghindarinya. Mengapa demikian ? Karena soda dapat menyebabkan gangguan pada perut dan dapat berakibat pada terganggunya sistem pencernaan tubuh. Kandungan air soda sangat mudah menyerap air. Sehingga walaupun kita mengkonsumsi banyak minuman bersoda, tubuh kita tetap  tidak akan merasa kenyang dan juga tidak akan meredakan rasa haus, malah sebaliknya dimana Anda akan jadi lebih mudah merasakan haus.

 

 

6.     Minuman Dingin

Tentu saja setelah seharian berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak cairan dan akan merasa kehausan. Dengan kondisi ini kebanyakan orang akan sangat menginginkan minuman dingin yang menyegarkan. Tapi ternyata dengan kebiasaan mengkonsumsi minuman dingin saat berbuka puasa merupakan salah satu kebiasaan yang tidak sehat karena dapat menyebabkan kontraksi pada lambung.

 

7.  Kopi

Kafein pada kopi sangat tidak baik untuk lambung kita apalagi saat berpuasa lambung kita tidak terisi lebih dari 14 jam. Secara otomatis asam lambung akan meningkat. Kopi sendiri merangsang pengeluaran asam lambung. Produksi asam lambung berlebih akan membuat kita merasa mual.

 

8. Gorengan

Gorengan yang gurih renyah sering menjadi menu takjil. Sebut saja mendoan, tahu isi, dan risol. Padahal, gorengan tinggi lemak dan dapat mengganggu proses pencernaan. Batasi konsumsi gorengan selama bulan puasa agar tubuh tetap bugar.

 

9. Makanan Pedas dan Mengandung Banyak Merica

Hati-hati mengkonsumsi makanan pedas karena makanan pedas dapat merusak dinding lambung. Karena dinding lambung juga sensitif terhadap pedas.

 

10. Makanan Yang Mengandung Coklat dan Keju Berlebih

Sebaiknya hindari makanan ini atau jangan dikonsumsi berlebihan. Sebabnya, makanan ini sulit dicerna yang menyebabkan lambat untuk memproses pencernaannya. Sehingga perut bisa menjadi kembung.

 

 

[Dari berbagai sumber]

 

 

1 Comment

Bahaya Tidur Setelah Makan Sahur

sahur

Tidur memang kebutuhan kita untuk mengistirahatkan organ tubuh dan fikiran kita, akan tetapi tidur juga ada aturan tertentu agar tidur kita akan membawa kesehatan jasmani maupun rohani. Kadang menjadi kebiasaan jika sehabis makan sahur langsung melanjutkan untuk tidur kembali, Memang tidur setelah sahur tidak-lah haram hukunnya tetapi banyak ulama berpendapat bahwa tidur setelah makan sahur sebaiknya tidak di lakukan. Nabi Muhammad SAW telah memberikan tuntunan bagi kita bahwa makan sahur jangan sampai ditinggalkan dan dianjurkan untuk diakhirkan waktunya atau menjelang imsyak.

Rasulullah SAW tidak langsung tidur setelah makan sahur. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk ke dalam lambung dengan cepat dan baik sehingga makanan mudah dicerna dalam tubuh. Caranya bisa juga dengan mengerjakan shalat.

Rasulullah SAW bersabda,”Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras.”(HR Abu Nu’aim dari Aisyah RA.)

Jika dilihat dari sisi ilmu gizi dan kesehatan, tidur setelah makan sangat tidak dianjurkan bahkan dalam kategori dilarang karena dampak buruknya sangat banyak.

Dampak Buruk Tidur Setelah Makan:

1. Dampak dari tidur setelah makan adalah mengakibatkan perut membuncit.
Menurut Dr. Pramono ahli gizi dari RSUD Ulin Banjarmasin menjelaskan bahwa tidur sesudah makan efeknya perut akan jadi buncit karena saat tidur tubuh jadi hemat energi dan secara otomatis lemak akan mudah tertimbun di perut kita.

2. Akan terjadi refluks, karena makanan yang belum dicerna bisa berbalik dari lambung ke kerongkongan (atau biasa disebut refluks) karena pengaruh gravitasi akibat kita tidur. Jika terjadi refluks maka asam lambung akan naik dan melukai kerongkongan. Karena mengalami luka, kerongkongan akan terasa panas seperti terbakar, dan mulut pun terasa pahit.

3. Tidur sehabis sahur juga bisa mengakibatkan gangguan pencernaan. Normalnya isi lambung/maag akan kosong kembali sekitar dua jam setelah kita makan, tapi kalau posisi tubuh kita berada pada posisi baring, maka proses pengosongan lambung/maag akan terhambat/terlambat. Hal ini akan mengakibatkan timbulnya gangguan pencernaan seperti mencret atau sembelit tergantung bahan makanan yang kita makan.

4. Meningkatnya risiko terkena stroke karena berdasarkan penelitian ditemukan bahwa orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur mempunyai risiko terendah untuk mengalami stroke.

5. Meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

Dokter spesialis penyakit dalam, Ari Fahrial Syam, juga memberi saran sebaiknya tidur setelah sahur tidak dilakukan. “Karena makanan belum dicerna dan malah bisa berbalik dari lambung ke kerongkongan (atau biasa disebut refluks) karena pengaruh gravitasi,” kata dia.

Jika refluks terjadi, Ari melanjutkan, asam lambung akan naik dan melukai kerongkongan. Karena mengalami luka, kerongkongan akan terasa panas seperti terbakar, dan mulut pun terasa pahit.

Dia punya cara untuk menyiasati kemungkinan terjadinya refluks asam lambung ini. “Dengan cara tidur setengah duduk  atau tidur menggunakan bantal yang tinggi,” kata Ari.

Namun dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu lebih menyarankan orang yang berpuasa tidak tidur setelah bersantap sahur. “Sebenarnya kan percuma tidur, paling cuma satu jam,” katanya. Ideal-nya, ia menambahkan, seseorang boleh tidur dua jam setelah makan.

 
Jadi yang terbaik adalah setelah sahur maka sebaiknya langsung beraktivitas dengan melaksanakan ibadah Sholat sunah dilanjutkan sholat Subuh dan setelah sholat subuh dilanjutkan dengan wirid atau membaca Al Qur’an yang cukup lama hingga matahari telah terbit dan sudah waktunya untuk bekerja. Akan tetapi jika seandainya kita masih ingin tidur atau ngantuk berat setelah makan sahur, sebaiknya diatur saja minimal 2 jam setelah makan sahur baru tidur.

[Dari berbagai sumber]

1 Comment

Menu Sahur Dan Berbuka Bagi Ibu Hamil Serta Menyusui

ibu hamil

 

Sebagai umat muslim, tentu saja kita ingin melaksanakan ibadah secara sempurna. Begitupula dalam menjalankan ibadah puasa bagi ibu hamil/menyusui. Sebagian ibu hamil/menyusui memang ada yang tidak menjalankannya, namun bagi bunda yang berniat dan sangat ingin sekali menjalankan ibadah puasa, bunda harus memperhatikan asupan makanan saat sahur dan berbuka puasa.

 

Prinsipnya, selama kondisi ibu kuat tidak makan dan minum sehari penuh, silakan berpuasa. Tetapi jika dirasa tidak kuat, ibu hamil boleh tidak berpuasa. Di dalam hukum Islam pun, ibu hamil tidak diwajibkan berpuasa jika mereka benar-benar tak mampu melaksanakannya. Untuk lebih memastikannya, tak ada salahnya berkonsultasi ke dokter.

Apalagi, ada beberapa kondisi ibu hamil yang sebetulnya tak memungkinkan untuk berpuasa. Seperti, ibu hamil mengalami gangguan morning sickness berat, perdarahan, menderita diabetes melitus, hipertensi, mengalami dehidrasi, gangguan pencernaan, dan ibu yang sudah hari H untuk bersalin. Jika dalam kondisi-kondisi ini ibu tetap memaksakan puasa, maka gangguan atau penyakit yang dialami akan semakin berat.

Lain halnya, bila ibu tidak mengalami gangguan atau gangguan yang dialami cukup ringan, maka dibolehkan untuk berpuasa. Hanya saja, ibu harus memerhatikan asupan nutrisinya  agar tetap optimal. Dengan kata lain, bagaimana caranya agar asupan nutrisi yang hilang di siang hari bisa tergantikan di waktu lain, karena janin tidak boleh ikut “berpuasa” dan tetap harus menerima asupan nutrisi sesuai porsi kebutuhannya. Jika asupan nutrisinya kurang, pertumbuhan janin bisa terganggu.

Untuk itu, atur menu gizi seimbang yang dibutuhkan ibu hamil saat makan sahur, buka puasa, dan camilan selingan di malam hari. Dengan demikian, kondisi ibu tetap fit dan janin pun bisa tumbuh optimal.

Asupan gizi yang dibutuhkan ibu hamil sedikit berbeda dari sebelum hamil, karena ada beberapa menu yang harus ditingkatkan porsinya. Pada dasarnya, ibu hamil mendapat asupan:

  • Makanan pokok (roti, nasi, serealia, mi) 6 piring dalam sehari
  • Sayuran 3 mangkuk
  • Buah 4 potong
  • Susu/yoghurt/keju 2 gelas
  • Lauk-pauk (ikan, ayam, telur, daging, atau kacang-kacangan) 3 potong,
  • Minyak/lemak 5 sendok teh
  • Gula 2 sendok makan.

 

Menu Sahur dan Berbuka Puasa

 

Di saat menjalankan puasa, ibu hamil perlu menambah asupan energi dikarenakan metabolisme yang terjadi dalam tubuh si ibu hamil meningkat selama proses kehamilan. Hal ini juga disebabkan karena proses pertumbuhan janin di dalam kandungan juga memerlukan jumlah energi yang banyak. Ada beberapa sumber energi utama yang dapat dikonsumsi para ibu hamil selama menjalankan puasa, antara lain terigu, umbi-umbian, dan nasi. Protein adalah salah satu zat terpenting yang sangat diperlukan para ibu hamil.

Protein mempunyai peran penting untuk membentuk jaringan-jaringan baru pada janin. Jika anda kurang mengkonsumsi protein, hal ini akan menyebabkan janin anda akan mengalami kegagalan untuk tumbuh dengan optimal. Para ibu hamil perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung protein sebanyak 30 gram lebih banyak dari pada biasanya. Oleh sebab itu, anda perlu mengatur menu makanan untuk buka puasa yang mengandung jumlah protein 30 gram lebih banyak dibanding bisanya. Anda dapat memperoleh sumber protein dari ikan, lauk-pauk hewani, dan juga kacang-kacangan.

Selain protein, zat terpenting yang perlu diperhatikan para ibu hamil adalah folat. Jika anda kekurangan asupan folat, maka anda dapat mengalami anemia. Para ibu hamil memerlukan asupan folat yang lebih besar dibanding biasanya. Hal ini disebakan karena folat mempunyai peran penting dalam pertumbuhan janin. Bila kekurangan asupan folat, hal ini menyebabkan bayi akan mengalami cacat ketika lahir. Oleh sebab itu, para ibu hamil perlu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung folat terutama saat menjalankan puasa. Dalam menyusun menu makanan pusa bagi ibu hamil, anda perlu menambahkan sayuran hijau atau hati ayam. Sayuran hijau dan hati ayam mengandung folat yang sangat diperlukan bagi ibu hamil.

Kalsium dan fosfor adalah zat terpenting lainnya yang perlu dikonsumsi para ibu hamil. Ibu hamil yang mejalankan puasa perlu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung kalsium dan fasfor. Beberapa menu buka puasa yang mengandung kalsium dan flor yang perlu disiapkan untuk ibu hamil antara lain beberapa jenis ikan, misalnya ikan teri. Zat besi adalah komponen terpenting lainnya yang sangat diperlukan bagi para ibu hamil. Dalam memilih menu buka puasa untuk ibu hamil, anda dapat memilih lauk-pauk dari hewani dan sayur berwarna hijau tua. Lauk-pauk dari hewani dan sayuran berwarna hijau tua banyak mengandung zat besi yang diperlukan oleh ibu hamil. Iodium adalah komponen terpenting lainnya yang sangat dibutuhkan ibu hamil. Untuk membuat makanan buka puasa, anda perlu menambahkan garam beriodium secukupnya pada makanan yang akan anda konsumsi pada saat buka puasa.

Sahur

  • Pilih makanan yang mencukupi 4 sehat 5 sempurna. Komposisi yang seimbang adalah 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10-20% lemak. Makanan yang mengandung karbohidrat, misalnya nasi, gandum; makanan yang mengandung protein tinggi umpamanya daging, ayam, tahu/tempe.
  • Usahakan ada sayuran dan buah dalam menu sahur supaya BAB lancar dan tidak terjadi sembelit. Biasanya menu sahur kurang serat sehingga urusan ke belakang jadi tak lancar. Padahal, BAB yang tidak lancar berpotensi menyebabkan gangguan seperti wasir pada ibu hamil.
  • Minum susu sangat disarankan untuk menambah kekuatan. Tetapi, bila kadar gula darah ibu hamil/menyusui tergolong tinggi, sebaiknya minum susu plain atau boleh ditambah pemanis yang aman/disarankan.
  • Makanan pedas memang menggugah selera, apalagi untuk sahur. Tapi ingat, makanan yang terlalu pedas tidak disarankan untuk ibu hamil/menyusui. Kalaupun ingin makanan yang pedas, sebaiknya tidak berlebihan.
  • Jangan lupa minum suplemen (bila memang ada suplemen yang harus diminum) dan banyak minum air putih.
  • Sebaiknya makan sahur tidak dilakukan terburu-buru. Konsekuensinya, ibu harus bangun lebih awal. Apalagi untuk ibu menyusui, pastikan si kecil dalam keadaan kenyang sehingga tidak terbangun/menangis saat ibunya makan sahur.

Segeralah Berbuka

Tak heran kalau menjelang buka puasa, berbagai makanan disiapkan karena perut terasa sangat melilit. Apalagi menjalani puasa saat hamil/menyusui, pastilah lebih lapar/haus karena asupan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus dibagi dengan janin/anak yang sedang disusui.

 

Berikut tips berbuka puasa yang sehat:

  • Awali buka puasa dengan makanan yang hangat dan manis. Sebaiknya jangan langsung minum es karena bisa menyebabkan kembung akibat produksi asam lambung yang meningkat. Tetapi, bila wanita hamil/menyusui harus membatasi makanan/minuman manis, sebaiknya pilih pemanis yang aman.
  • Jangan langsung makan makanan berat. Sebaiknya berikan jeda dengan shalat Maghrib terlebih dahulu, sehingga sistem pencernaan tidak serta-merta dipaksa bekerja keras setelah beristirahat seharian.
  • Disarankan mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti sayur dan buah, saat berbuka puasa. Makanan tinggi serat akan dicerna dalam waktu lama sehingga lambung bisa bersiap secara bertahap.
  • Sebaiknya jangan berbuka sampai kekenyangan sebab hanya akan mengundang kantuk.
  • Pola makan 3 kali sehari tetap bisa dilakukan dengan makan makanan ringan, seperti roti, puding, atau makanan kecil setelah shalat tarawih atau sekitar pukul 9 malam.
  • Perbanyak minum air putih di malam hari.

 

Contoh Menu Sahur dan Berbuka Puasa

Menu Makan Sahur

  • 1 piring nasi
  • 1 potong ayam, coba Ayam Kuah Susu
  • 1 potong tahu
  • 1 mangkuk sayur
  • 1 piring buah
  • 1 gelas susu

Menu Berbuka Puasa

  • 1 gelas teh manis/ jus buah
  • 1 potong snack, misalkan kroket atau bihun kukus

Menu Makan Setelah Shalat Magrib

  • 1 piring nasi
  • 1 potong daging/ikan, coba Tenggiri Bawang Putih
  • 2 potong tempe
  • 1 mangkuk sayur
  • Buah

Menu Makan Malam

  • 1 piring nasi
  • 1 potong daging/telur
  • Semangkuk kacang-kacangan
  • 1 mangkuk sayur
  • 1 gelas susu, coba Susu Rempah

 

Jangan lupa untuk berdo’a meminta kemudahan kepada Allah dalam menjalankan ibadah puasa, karena hanya Allah Ta’ala yang mampu menguatkan kita sehingga mampu berpuasa meskipun dlm kondisi lemah karena sedang hamil atau menyusui. Oleh karena itu, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mencontohkan kepada kita untuk berdoa:

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً. رواه ابن حبان

“Ya Allah tiada kemudahan melainkan sesuatu yang Engkau jadikan mudah, & Engkau menjadikan kesusahan, bila Engkau kehendaki bisa menjadi mudah.”

(HR. Ibnu Hibban dlm kitab Shahih-nya no. 2427 (Mawaarid), Ibnus Sunni no. 351. Al-Hafizh berkata: Hadits di atas sahih, & dinyatakan shahih pula oleh Abdul Qadir Al-Arnauth dlm Takhrij Al-Adzkar oleh Imam An-Nawawi, lihat Hisnul Muslim-red)

 

[Dari berbagai sumber]

 

Leave a comment

Mengatasi Bau Mulut Selama Berpuasa

bau mulut

 

Halitosis adalah bau mulut atau nafas naga. Istilah nafas naga diambil dari kata dalam bahasa Inggris “dragon breath”. Penyebab bau mulut sebanyak 80% dari rongga mulut dan 20% karena masalah pencernaan.

Rasulullaah SAW bersabda:

قال اللَّه عز وجل: كل عمل ابن آدم له إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به، والصيام جُنة، فإذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث ولا يصخب، فإن سابه أحد أو قاتله فليقل إني صائم؛ والذي نفس محمد بيده لَخُلُوف فم الصائم أطيب عند اللَّه من ريح المسك، للصائم فرحتان يفرحهما: إذا أفطر فرح بفطره، وإذا لقي ربه فرح بصومه) مُتَّفّقٌ عَلَيهِ.

“Allah Azza wa Jalla berfirman: ‘Seluruh amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, maka sesungguhnya ia (puasa itu) untuk-Ku dan Aku-lah yang akan memberikan pahalanya. Puasa itu adalah perisai. Maka jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah ia berbuat rafats, dan jangan bersuara keras. Jika ada salah seorang yang mengajaknya berdebat atau memeranginya, hendaklah ia katakan: ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa’. Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi Allah daripada aroma misk. Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kegembiraan yang ia bergembira dengan keduanya: Ketika berbuka, ia gembira dengan berbukanya. Dan ketika berjumpa dengan Rabbnya, ia gembira dengan puasanya.” (Muttafaqun ‘alayhi)

Hadis di atas menunjukkan bahwa orang yang berpuasa akan memiliki bau mulut.  Bagi yang menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, selain harus mengatasi rasa lapar dan haus, bau mulut yang menyengat sering dianggap menjadi masalah. Padahal dengan berpuasa justru akan memberikan kesempatan pada organ pencernaan untuk beristirahat sehingga organ tubuh tersebut bisa dibersihkan dan membentuk zat-zat baru yang dibutuhkan.

Tidak hanya itu, proses pembersihan dan pelepasan racun dari usus, ginjal, kandung kemih, paru-paru, serta kulit, juga lebih meningkat saat menjalankan puasa. Jadi, jangan heran jika setelah berpuasa selama sebulan penuh tubuh terasa fit dan bugar.

Penyebab munculnya bau mulut ketika puasa antara lain karena mulut mengalami kekeringan akibat kurangnya cairan ludah (saliva). Karena saliva berkurang, bakteri dalam mulut pun jadi lebih banyak sehingga muncullah bau mulut.

 

Penyebab Bau Mulut (Halitosis):

1. Makanan

Konsumsi makanan seperti bawang putih, bawang merah, atau petai dapat menyebabkan bau mulut. Kandungan makanan tersebut diserap ke dalam aliran darah selama proses pencernaan. Di dalam paru-paru, bau tajam lantas ditransfer ke udara yang kemudian dihembuskan melalui hidung. Bau mulut yang disebabkan makanan mungkin bertahan hingga 72 jam.

2. Kebersihan mulut yang tidak terjaga dan penyakit periodontal

Kebersihan mulut yang buruk mengakibatkan akumulasi sisa makanan dalam mulut. Berbagai jenis bakteri dalam mulut kemudian menguraikan sisa makanan dan melepaskan gas hidrogen sulfida yang menyebabkan bau busuk. Jarang menyikat gigi menyebabkan bakteri dan partikel makanan membentuk lapisan lengket tidak berwarna pada gigi. Seiring waktu, lapisan ini semakin menumpuk sehingga membentuk plak dan memicu kerusakan gigi serta penyakit periodontal.

3. Hidung dan tenggorokan

Penyebab bau mulut mungkin berhubungan dengan hidung. Setiap zat asing yang terjebak dalam hidung dapat menimbulkan bau mulut. Infeksi sinus, misalnya, menyebabkan keluarnya cairan dari sinus yang melewati bagian belakang tenggorokan sehingga menimbulkan bau busuk. Beberapa jenis infeksi tenggorokan juga memicu bau mulut. Aktivitas bakteri di tonsil bisa pula menyebabkan bau mulut ringan.

4. Tembakau dan alkohol

Tembakau dan alkohol menyebabkan mulut kering yang berakhir dengan bau mulut. Selain itu, zat pada rokok seperti tar dan nikotin bisa menumpuk di dalam mulut dan memicu penyakit periodontal serta bau mulut. Demikian juga, konsumsi alkohol berpotensi mengakibatkan masalah pencernaan yang juga dihubungkan dengan bau mulut.

5. Mulut kering dan puasa

Bau mulut umum dirasakan saat bangun pagi. Hal ini disebabkan oleh penurunan produksi air liur selama tidur. Oleh karena itu, air liur memiliki peran yang sangat penting dalam membersihkan dan melembabkan mulut. Selain itu, air liur memiliki kemampuan membunuh bakteri di dalam mulut. Itu sebab, penurunan produksi air liur akan menyebabkan bau mulut. Puasa juga memicu bau mulut akibat terjadinya pemecahan bahan kimia (ketoasidosis).

6. Penyakit dan penyebab lain

  1. Beberapa jenis kanker bisa menyebabkan bau mulut, begitu juga dengan infeksi paru-paru dan abses.
  2. Selain itu, gagal ginjal menghasilkan napas berbau seperti urin, sedangkan bau amis menandakan adanya masalah pada hati.
  3. Diabetes dan asam refluks kronis dapat pula menyebabkan bau mulut. Sebagian orang mungkin mengalami bau mulut karena intoleransi laktosa.
  4. Dehidrasi menyebabkan masalah pencernaan dan sembelit juga merupakan salah satu penyebab bau mulut.
  5. Gigi palsu dapat pula memicu halitosis jika tidak dibersihkan dengan benar.

 

Tips Mengatasi Bau Mulut Saat Berpuasa:

 

  • Menghindari makanan yang berbau menyengat saat sahur dan berbuka. Makanan seperti bawang putih (mentah lebih berbau), petai, jengkol, dan sejenisnya merupakan jenis utama yang dapat menimbulkan bau pada nafas. Jika tidak dapat dihindari total, bisa disiasati dengan mengonsumsi buah segar setelah makan, semisal jeruk.
  • Perhatikan kebersihan mulut dengan baik. Sikatlah gigi atau gunakan siwak dengan baik, bersihkan seluruh sisa makanan. Sela gigi yang sulit dijangkau dapat dibersihkan menggunakan benang gigi (dental floss). Jangan lupa pula membersihkan lidah, baik menggunakan pembersih khusus atau disikat lembut. Bagian pangkal lidah merupakan tempat bercokolnya bakteri penyebab bau mulut, maka pastikan tempat tersebut tidak terlewatkan. Penggunaan mouthwash terlalu sering kurang disarankan, dan jika ingin, maka pilihlah jenis yang non alkohol.
  • Hindari rokok dan alkohol.
  • Konsumsi air putih yang cukup, minimal 8 gelas per hari, bisa dibagi saat sahur dan berbuka.
  • Periksa kesehatan gigi secara berkala, untuk mengecek adanya tanda-tanda penyakit di daerah gigi dan mulut. Jangka waktu periksa yang dianjurkan adalah setiap 6 bulan sekali, dan bisa lebih sering bagi mereka yang memerlukan perawatan pada daerah gigi dan mulut.
  • Perhatikan penyakit sistemik. Sebagaimana dikemukakan di atas. Penyakit sistemik yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kondisi memburuk dan timbul pula bau khusus.
  • Konsumsi buah-buahan segar di saat sahur dan berbuka, lebih baik lagi jika buah tersebut kaya vitamin C dan serat. Apel, bengkuang, jambu biji, jeruk, dan tomat, diantaranya. Konsumsi buah dapat merangsang pengeluaran air liur, dan vitamin C nya baik untuk daya tahan tubuh dan menekan pertumbuhan bakteri.
  • Konsumsi makanan probiotik, seperti yoghurt tanpa rasa. Makanan probiotik membantu memelihara kesehatan pencernaan, dan mengurangi pertumbuhan bakteri merugikan di dalam mulut.
  • Teh hijau mengandung bahan aktif catechin yang dapat menghilangkan plak, menurunkan kadar gula, dan membunuh bakteri penyebab bau mulut. Minumlah minimal 2 cangkir teh hijau sehari.
  • Jaga kesehatan gusi. Ada beberapa senyawa yang bekerja untuk menstabilkan kolagen pada gusi dan menjadikan gusi sehat, termasuk vitamin C dan koenzim Q10. Bau napas yang kronis dengan penyakit gusi merupakan pertanda kekurangan vitamin C. Vitamin C dapat mencegah penyakit sariawan dan radang gusi dengan menghasilkan lingkungan yang dapat mencegah bakteri untuk tumbuh.

    Kunjungi dokter gigi secara teratur untuk menjaga kesehatan mulut Anda, saya merekomendasikan menambahkan 2000 sampai 3000 mg vitamin C per hari (jika Anda mengalami diare, tinggal kurangi saja dosisnya) dengan 100 mg koenzim Q10.

  • Mengunyah makanan tertentu. Mengunyah daun sirih, daun mint, biji adas, apel, wortel dan seledri terbukri secara efektif melawan bau mulut.

 

Obat Herbal Bau Mulut:

 

1. Ketumbar

Satu sendok makan ketumbar  direbus dengan air secukupnya sampai mendidih. Dinginkan, saring lalu minum secara rutin setiap hari sebanyak satu gelas.

 

2. Daun Sirih dan Rimpang Lengkuas

Kedua bahan di atas direbus dengan air secukupnya hingga mendidih. Dinginkan, saring lalu minum secara rutin setiap hari sebanyak satu gelas.

 

3. Pinang Muda dan Daun Bluntas

Bahan-bahan:
5 gr pinang muda (Acacia catechu W.)
5 gr garam dapur,
30 gr daun beluntas (Pluchea indica L.)

Cara membuat:
Rebuslah semua bahan di atas dengan air secukupnya. Kemudian, untuk penggunaannya, minumlah 3 kali sehari dan lakukan beberapa hari seperti minum teh.
4.  Sirih (Piper betle L.)
Bahan-bahan:
Beberapa lembar daun sirih (Piper betle L.)
Air untuk merebus

Cara membuat:
Pertama-tama kita cuci bersih beberapa lembar daun sirih (Piper betle L.) lalu rebus menggunakan 1,5 gelas air. Tunggu sampai menjadi dingin, air rebusan ini digunakan untuk berkumur setelah gosok gigi. Jika ingin lebih maksimal dalam menghilangkan bau mulut, ambil 10-15 lembar daun sirih merah yang telah dicuci bersih, rebus dengan air 400 cc (dua gelas air) hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Selagi hangat, gunakan air untuk berkumur-kumur setelah makan.

5. Cengkeh (Syzigium aromaticum L.)

Bahan-bahan:
3-5 bh bunga cengkih (Syzigium aromaticum L.)
Air untuk merebus

Cara membuat:
Pertama, seduh dengan air secukupnya lebih kurang 5 menit, lalu dinginkan. Gunakan air ini untuk berkumur. Atau Anda bisa menggunakan cara lainnya, yaitu ambil beberapa butir cengkih (Syzigium aromaticum L.) kering. Tumbuk sampai hancur, rendam dalam segelas air hangat. Setelah 30 menit, airnya dapat digunakan untuk berkumur.

 

[Dari berbagai sumber]

Leave a comment

Puasa Mengobati Berbagai Penyakit Secara Alami

puasa sehat

 

Saat Raja Mesir, Muqauqis, mengutus tabibnya kepada Rasulullah SAW sebagai tanda hormat kepada beliau dan solidaritas serta mengobati masyarakat Madinah yang berada dibawah naungan beliau, sang tabib merasa heran. Sebab setelah dirinya tinggal beberapa saat di Madinah, tak satupun masyarakat Madinah yang datang berobat kepadanya.

 

Tentu saja, hal tersebut terjadi bukan karena masyarakat Madinah tidak punya uang untuk berobat karena berobat kepada sang tabib digratiskan. Bukan karena mereka membenci kepada sang tabib, hal tersebut terjadi karena masyarakat Madinah dibawah naungan beliau jarang ada yang sakit. Kondisi tubuh mereka yang sehat membuat sang tabib kagum dan ingin mengetahui resep tata kehidupan mereka dalam menjaga kesehatan tubuhnya.

 

Sebelum meninggalkan kota Madinah sang tabib menemui Rasulullah  SAW guna mengungkapkan kekagumannya dan bertanya: ” Tuan, izinkan saya mengetahui rahasia apa yang menyebabkan tidak seorangpun penduduk Madinah yang mengeluhkan sakit kepada saya?”

 

Rasulullah  SAW menjawab dengan simple, namun mengesankan, sehingga mudah untuk diingat,

“ Kami merupakan kaum yang tidak makan sampai kami merasa lapar. Dan bila  makan   kami tidak sampai kenyang” (HR Abu Daud).

Artinya Rasulullah  SAW dan para sahabtnya pandai mengelola waktu dan pola makan. Bagi mereka, selain bentuk ibadah, puasa juga merupakan sarana yang paling tepat untuk mengatur jadual dan pola makan agar dapat menyehatkan tubuh.

 

Rasulullah  SAW mengetahui bahwa perut merupakan sumber kesehatan sekaligus sumber datangnya penyakit. Perut (lambung) yang terus menerus diisi dengan makanan tanpa pernah istirahat, apalagi sampai berlebihan, bisa menjadi sumber penyakit. Sebaliknya, perut yang dijaga kesehatannya dan kapasitasnya akan menyehatkan.

 

Rasulullah  SAW bersabda:

“ Lambung (perut) merupakan kolam tubuh. Urat-urat seluruhnya bermuara padanya. Oleh karena itu, jika lambung sehat, maka urat-urat akan sehat. Apabila lambung sakit, maka urat-urat akan sakit ( HR Thabrani).

 

 

Penyakit Akibat Makanan dan Minuman

Rasulullah SAW menyampaikan bahwa perut adalah sumber dari banyak penyakit. Hal ini sudah terbukti secara ilmiah bahwa jika kita tidak mampu menjaga kebiasaan makan-minum, maka ini bisa menyebabkan banyak penyakit, diantaranya adalah seperti :

a.    Mulut dan gigi : gigi berlubang, radang gusi, karang gigi, sariawan, kanker lidah
b.    Tenggorokan : radang amandel, radang kerongkongan, kanker nasopharynx
c.    Saluran makanan/esophagus : radang esophagus, reflux esophagitis,     perdarahan esophagus
d.    Lambung dan kelenjar-kelenjarnya : radang lambung, kembung/dispepsia, kanker lambung, radang pankreas akut
e.    Usus dan kelenjar pencernaan : radang usus kecil, radang usus besar, typhus, paratyphus, TBC usus, batu empedu, infeksi jamur, cacingan, infeksi parasit tertentu, kanker usus besar, kanker rektum, kanker     hati, keracuanan makanan, muntah-diare
f.    Ginjal dan saluran kencing : batu ginjal, radang saluran kencing, batu kandung kemih, kanker kandung kemih
g.    Sistem reproduksi : kekurangan jumlah sel sperma, kelainan bentuk maupun     gerakan sperma, ejakulasi dini, disfungsi ereksi, kelemahan rahim, abortus     berulang, anak lahir cacat, bayi berat badan lahir rendah
h.    Otot, tulang, kulit dan jaringan syaraf : kelemahan otot, tulang keropos, gangguan perasa dan peraba, pengeriputan kulit, kulit bersisik
i.    Jantung dan pembuluh darah : kelemahan otot jantung, penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, radang pembuluh darah balik, radang arteri, kekakuan pembuluh darah dan serangan jantung
j.    Gangguan pada otak : Alzheimer, sindrom parkinson, stroke
k.    Mata : retinopathi/gangguan pada saraf penglihatan, katarak
l.    Telinga : vertigo/pusing, telinga berdenging
m.    Penyakit lain : radang sendi, penyakit penurunan daya tahan tubuh

Dari yang kita sebut diatas ada 63 penyakit tersering yang dialami manusia, berasal dari ketidak mahiran kita dalam mengatur makan-minum. Di luar yang disebutkan diatas masih banyak lagi yang belum dicantumkan. Rasulullah memberikan solusi murah dan menakjubkan sebagaimana 2 buah sabdanya :

– ”Berpuasalah agar kamu sehat” ( HR Ibnu Sunni dan Abu Nu’aim)
– “ Lambung (perut) merupakan kolam tubuh.Urat-urat seluruhnya bermuara padanya. Oleh karena itu, jika lambung sehat, maka urat-urat akan sehat. Apabila lambung sakit, maka urat-urat akan sakit ( HR Thabrani).

 

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Puasa sebagaimana diketahui memberi manfaat bagi kesehatan tubuh dan jiwa pelakunya. Tidak sedikit komunitas pengguna pengobatan alternatif di mancanegara percaya dan meyakini bahwa berpuasa dapat memberikan keajaiban bagi tubuh manusia. Orang-orang berpuasa akan mengalami perubahan kondisi tubuh, akibat kurang makan dan kurang minum. Kurangnya masukan energi pada orang-orang berpuasa, membuat tubuh melakukan proses autolisis, yaitu penggunaan simpanan lemak dalam tubuh untuk dijadikan sumber energi.

 

1. Detoksifikasi

Detoksifikasi adalah argumen paling banyak dibicarakan dalam kaitan manfaat     berpuasa. Detoksifikasi adalah proses normal tubuh mengeliminasi atau     memurnikan racun melalui kolon, ginjal, paru-paru, kelenjar limpa dan kulit. Proses ini dipercepat dengan berpuasa, karena ketika makanan tidak lagi memasuki tubuh, maka tubuh akan mengubah simpanan lemak menjadi energi. Nilai lemak pada manusia adalah 3.500 kalori per pon. Suatu nilai yang cukup untuk  memberikan energi bagi aktivitas sehari-hari.

Simpanan lemak terjadi karena glukosa dan karbohidrat tidak digunakan sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan, dan tidak diekskresikan. Saat simpanan lemak     digunakan untuk energi selama berpuasa, proses ini diikuti  pelepasan zat kimia berasal dari asam lemak ke dalam sistem yang kemudian dieliminasi melalui organ-organ pembuangan. Zat kimia berbahaya seperti DDT dan bahan kimia berbahaya lain umumnya disimpan dalam deposit lemak, yang akan dilepaskan bersama dengan pelepasan asam lemak tersebut diatas. Pengujian feses, urin dan keringat pada orang berpuasa telah menemukan DDT di setiap spesimen tersebut. Oleh karena itulah pada hari-hari pertama orang berpuasa, tubuhnya menjadi panas karena terjadi penggerusan terhadap sel lemak, sel hati yang tidak vital dan toksin. Saat terjadi pelepasan toksin, jika hebat akan muncul panas, muntah, diare, banyak kencing, dan sakit kepala. Akan tetapi sayang, biasanya orang puasa yang     merasakan hal-hal seperti ini malah membatalkan puasanya. Padahal     seharusnya puasa terus dilanjutkan agar proses detoksifikasi dapat diselesaikan.     Kita tidak perlu khawatir akan menderita penyakit akibat berpuasa, karena puasa itu tidak mungkin menyebabkan seseorang menderita penyakit-penyakit tertentu.

 

2. Mempercepat Proses Regenerasi Sel

Pembentukan sel-sel sehat lebih cepat, khususnya sel hati dan ginjal. Hal ini karena sel-sel yang rusak telah dimusnahkan melalui proses autolisis.

 

3.   Puasa Meningkatkan Kadar Human Growth Hormone (HGH)

HGH yaitu hormon yang saat ini di AS sedang ramai dibicarakan yang bermanfaat membuat seseorang menjadi awet muda, atau orang menjadi kembali muda . Penelitian Dr. Ronald Klatz, President, Academy of Anti-Aging Medicine telah membuktikan hal ini .

 

4. Revitalisasi Kelenjar Pencernaan

Terjadinya revitalisasi kelenjar-kelenjar pencernaan, karena pencernaan telah diistirahatkan dari pekerjaan berat yang biasa dilakukannya.

 

5. Menyehatkan Liver

Liver bertugas mengubah lemak menjadi keton, senyawa metabolik asam asetoasetik dan asam betahidroksibutirik. Kemudian mendistribusikannya ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Ketika penghancuran deposit lemak terjadi, asam lemak bebas dilepaskan ke dalam aliran darah, dan digunakan sebagai energi. Makin sedikit seseorang makan, makin banyak tubuh mengubah simpanan lemak, makin banyak asam lemak dibebaskan dan makin banyak bahan kimia berbahaya dilepaskan dan dibuang. Hal ini terjadi karena zat-zat beracun pada umumnya diikat dalam deposit lemak. Dengan banyak dilepaskannya zat-zat racun, tentu akan membantu membebaskan tubuh kita dari racun-racun berbahaya.

 

6. Mengurangi Resiko Stroke

Dalam berbagai penelitian diketahui manfaat puasa, antara lain dapat mengurangi risiko stroke. Puasa juga dapat memperbaiki kolesterol darah. Kadar kolesterol darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh darah dalam bentuk aterosklerosis (pengapuran atau pengerasan pembuluh darah). Bila itu terjadi di otak akan berakibat stroke, dan bila terjadi di daerah jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa setiap hari kita berpuasa dapat meningkatkan kolesterol darah HDL (yang sehat) 25 poin, dan menurunkan lemak trigliserida sekitar 20 poin. Lemak trigliserid merupakan bahan pembentuk kolesterol LDL (yang merusak kesehatan).

 

7. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Mekanismenya antara lain dengan pengurangan konsumsi kalori akan membuat menurunnya tingkat metabolisme. Buktinya, suhu tubuh orang berpuasa akan menurun, dan itu menunjukkan adanya pengurangan konsumsi oksigen.     Hal ini juga akan mengurangi produksi senyawa oksigen bersifat racun (radikal bebas oksigen). Dilaporkan, sekitar 3% dari oksigen yang digunakan sel akan menghasilkan radikal bebas oksigen, dan itu akan menambah tumpukan oksigen racun, seperti anion superoksida (O2) dan hidrogen peroksida (H2O2), yang secara alamiah terjadi dalam tubuh.

Kelebihan radikal bebas oksigen itu akan mengurangi aktivitas kerja enzim, sehingga menyebabkan terjadinya mutasi dan kerusakan dinding sel. Ada sekitar 50 penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke, yang disebabkan dan diperparah oleh senyawa radikal bebas. Sebuah hasil penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa puasa akan menekan produksi radikal bebas sekitar 90%, dan meningkatkan antioksidan sekitar 12%. Jadi, berpuasa berarti akan meningkatkan daya tahan tubuh.

 

8. Mencegah Diabetes dan Menstabilkan Kadar Gula Darah

Puasa, bagi orang sehat, juga akan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe 2. Mekanismenya adalah pengurangan konsumsi kalori secara fisiologis akan mengurangi sekresi hormon insulin dan menurunkan kadar gula darah. Hal Ini akan meningkatkan sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe 2, yang disebabkan menurunnya potensi hormon insulin dalam mengontrol gula darah.

Puasa sangat baik dalam menstabilkan kadar gula darah. Hal ini karena puasa memberikan kesempatan kepada kelenjar pankreas untuk beristirahat, sehingga terjadilah revitalisasi. Pankreas mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak. Apabila konsumsi makanan berlebihan, maka pankreas akan bekerja keras sehingga mengalami tekanan dan melemah. Insulin menjadi kurang potensial dan akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik, akibatnya kadar gula darah akan meningkat sehingga akhirnya muncul penyakit diabetes mellitus.

Pengobatan diabetes dengan puasa telah memberi hasil menakjubkan dengan tanpa menggunakan satupun obat-obatan kimia. Akan tetapi pasien diabetes yang melakukan puasa harus diawasi dengan ketat, untuk menjaga kemungkinan adanya komplikasi dari puasa maupun pengendalian nutrisi yang benar. Komplikasi yang sering terjadi adalah hipoglikemia atau diabetik ketoasidosis.

 

9. Mencegah Tumor

Puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai penambahan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan protein, dan kelebihan lemak. Serta bisa pula mencegah terjadinya tumor pada stadium awal. Para ahli menemukan bahwa pertumbuhan sesuatu yang tidak normal dalam tubuh, seperti tumor dan sejenisnya, yang tidak mendapat dukungan penuh suplai makanan dalam tubuh lebih rentan terhadap autolisis. Pada orang berpuasa pembentukan protein sel menjadi lebih efisien, kesalahan coding lebih jarang terjadi, hal ini karena kontrol genetik DNA/RNA, yang berperan dalam proses ini.

Efisiensi dalam pembentukan protein pada orang berpuasa menghasilkan sel, organ dan jaringan yang lebih sehat. Itulah sebabnya mengapa hewan berhenti makan ketika mereka terluka, dan mengapa manusia sering kali kehilangan rasa lapar ketika sakit. Pada saat seseorang mengalami sakit, maka ia secara sadar berkehendak mengalihkan seluruh energinya dari sistem pencernaan dan memusatkannya ke sistem kekebalan.

 

10. Mencegah Radang Sendi

Penelitian menemukan juga bahwa puasa mencegah gout arthritis (radang sendi) akibat kelebihan asam urat yang umumnya disebabkan seseorang sering mengkonsumsi daging. Karena tubuh tidak mengurai seluruh jenis protein dalam daging, maka ini menyebabkan tubuh kelebihan purine yang penumpukannya terfokus terutama pada sendi-sendi besar, khususnya pada persendian jari-jari kaki. Saat persendian terkena gout arthritis maka jari-jari kaki akan bengkak, merah, dengan disertai nyeri hebat. Terkadang kadar asam urat yang tinggi dalam darah masuk dan mengendap di dalam  ginjal, dan akhirnya mengkristal menjadi batu ginjal maupun saluran kencing. Mengurangi porsi makan merupakan jalan utama bagi kesembuhan dari penyakit sangat berbahaya ini.

 

11. Menurunkan Tekanan Darah

Pasien dengan tekanan darah tinggi ringan sampai sedang apalagi yang disertai kelebihan berat badan dianjurkan untuk berpuasa, karena puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah. Bagi mereka yang minum obat, haruslah berkonsultasi dengan dokter/tabib untuk penyesuaian dosis obatnya. Bagi mereka yang mengidap hipertensi berat atau sakit jantung diharapkan tidak berpuasa sama sekali.

 

12. Regenerasi Sel Kulit dan Organ Tubuh

Manfaat puasa yang paling tampak jelas adalah rejuvenasi yaitu peremajaan kulit dan organ tubuh, serta perpanjangan harapan hidup. Metabolisme lebih rendah, produksi protein lebih efisien, meningkatnya sistem kekebalan, dan perbaikan produksi hormon, berkontribusi terhadap kesehatan secara umum. Keseimbangan hormon dapat mencegah penuaan dan membuat orang awet muda.

 

 
Meskipun demikian ada orang-orang tertentu yang apabila berpuasa akan memperburuk kesehatannya, yaitu :
1. Orang dengan status gizi buruk.
2.  Penderita kencing manis dengan riwayat penurunan gula darah drastis dalam 2 periode puasa, atau kencing manis dengan kadar gula darah lebih dari 300 mg/dl, atau penderita kencing manis yang menggunakan terapi insulin injeksi dengan frekwensi penyuntikan lebih dari dua kali per hari.
3.  Orang yang baru sembuh dari sakit dan sedang dalam proses pemulihan. Puasa bagi mereka bisa dilakukan dibawah pengawasan dokter/tabib yang mahir.
4.  Penderita penyakit infeksi kronis, penderita kanker dengan penurunan kondisi umum, penderita anemia berat, penderita gangguan penyerapan/malabsorpsi
5.  Penderita gagal ginjal.
6.  Penyakit lain yang mengutamakan asupan gizi sebagai cara     pengobatannya yang utama.
Semua penyakit-penyakit diatas sebenarnya dapat dibantu pengobatannya dengan berpuasa, akan tetapi proses puasanya dilakukan bertahap dan dibawah pengawasan dokter/terapis/tabib yang mahir. Oleh karena itu, bagi mereka yang menderita penyakit yang tidak diperbolehkan baginya berpuasa, hendaknya berobat kepada dokter/terapis/tabib mahir agar dapat segera tertolong sehingga dapat mereguk kenikmatan berpuasa.

 

[Dari berbagai sumber]

Leave a comment

Tips Segar dan Bugar Selama Berpuasa

puasa lemas

Dalam bulan Ramadhan, biasanya kinerja menjadi turun karena menjalani ibadah puasa. Anda menjadi tidak terlalu fokus padahal cukup banyak pekerjaan yang harus Anda kerjakan. Kebanyakan orang menjadi lebih cepat kehabisan tenaga ketika ia berpuasa karena harus menahan rasa lapar dan haus sejak Subuh hingga waktu Maghrib tiba. Selain itu, Anda juga harus menjaga emosi dan pikiran positif yang berarti Anda harus bisa mengontrol diri secara lebih baik.

Berikut ini beberapa tips agar segar dan bugar selama berpuasa:

1. Jangan Tinggalkan Sahur

Kenapa sahur penting bagi kita yang menjalankan puasa? Saat menjalankan puasa, tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi selama kurang lebih 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup.

Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan yang manis-manis. Karena dengan banyak makan makanan manis di saat sahur akan membuat cepat lapar di siang hari. Makanan manis membuat tubuh bereaksi melepaskan insulin secara cepat, insulin berfungsi memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi. Sebaliknya, makan makanan berserat membuat proses pencernaan lebih lambat dan membantu insulin dikeluarkan secara bertahap.

2. Ubah paradigma “puasa membuat lemas”

Ubah paradigma berpikir Anda mengenai anggapan bahwa “puasa membuat lemas”. Keadaan vitalitas fisik Anda tidak hanya tergantung dari isi perut Anda, namun juga isi pikiran Anda. Selama Anda tidak beranggapan demikian, maka Anda tidak akan merasa terhambat dalam bekerja. Ingat, bekerja juga merupakan ibadah maka jika Anda bekerja di bulan puasa, berarti Anda akan mendapatkan berkah yang lebih banyak lagi.

3. Buat skala prioritas

Untuk menghindari tekanan kerja yang berlebihan saat berpuasa, buat daftar prioritas serta bobot dari semua pekerjaan Anda. Utamakan pekerjaan Anda yang memiliki prioritas utama berbobot kecil sehingga Anda bisa mengerjakannya dengan cepat dan mudah, maka itu berarti Anda sudah terhindar dari tekanan yang bernama deadline.

4. Konsumsi Cukup Air

Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Sebagian besar tubuh kita terdiri dari air. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik, setiap organ tubuh kita membutuhkan air. Tanpa air yang cukup, tubuh akan mengalami gangguan. Untuk itu, perbanyak minum air untuk simpanan dalam tubuh supaya semua organ berfungsi dengan baik. Supaya kebutuhan tubuh tercukupi, aturlah agar kebutuhan air tercukupi. Manusia memerlukan sekitar 8 gelas air per hari.

5. Jangan Banyak Tidur Siang

Dengan dalih “hemat energi”, tidak sedikit orang yang banyak tidur siang pada saat menjalankan puasa Ramadhan. Aktivitas siang harinya malah lebih banyak dihabiskan di atas kasur ditemani bantal dan selimut.. Kesempatan beramal dengan memperbanyak shalat sunnah maupun membaca Al-Qur’an ataupun aktivitas ibadah lainnya seolah terpinggirkan dengan banyak tidur. Padahal jika ditinjau dari sisi kesehatan dengan terlalu banyak tidur siang mengakibatkan badan menjadi lemas, loyo dan kepala jadi pusing. Tidur siang yang baik sebaiknya jangan melebihi 30 menit. Jika lebih dari itu malah akan membuat ngantuk seharian.

6. Lakukan Olahraga

Menjalankan puasa bukan berarti berhenti total berolahraga. Aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Justru setelah sholat subuh, jangan langsung tidur lagi. Berolahraga kecil di depan rumah sambil menghirup udara segar, maka tubuh akan lebih bugar. Kalau perlu, lepas juga sandal dan berjalan di atas kerikil berukuran agak besar untuk melancarkan peredaran darah.Apabila siang hari Anda mengantuk, cobalah untuk melihat tetumbuhan hijau dan bersenam-senam meluruskan badan sejenak. Tubuh akan terasa lebih ringan dan Anda siap menanti berbuka puasa.

Namun untuk urusan ini, pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Olahraga juga bisa dilakukan menjelang waktu berbuka. Tarawih selain ibadah juga sebagai sarana menjaga kebugaran jasmani karena saat melakukan shalat tarawih sama dengan membakar kalori.

7. Pelihara pikiran–pikiran positif dalam pikiran Anda

Coba redam setiap pikiran–pikran negatif yang sekiranya dapat mengganggu ibadah puasa dan pekerjaan Anda. Jangan biarkan cara pandang yang buruk memengaruhi Anda, sebab dengan begitu Anda akan sulit mendapatkan ide–ide brilian dalam bekerja dan Anda akan menjadi jengkel dan marah sehingga menimbulkan kecenderungan Anda untuk berperilaku tidak menyenangkan.

8. Menyegerakan berbuka

Setelah seharian menahan lapar dan dahaga tentunya energi kita terkuras, untuk memulihkan energi, saat berbuka makanlah karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis. Makanan yang mengandung gula mengembalikan secaar instan energi kita yang terkuras seharian. Sebagai contoh adalah kurma. Batasi juga konsumsi makanan yang digoreng. Karena makanan yang digoreng menyebabkan gangguan pencernaan, problem jantung, serta masalah berat badan. Usahakan juga menghindari minum es atau yang bersoda, karena jenis minuman ini dapat membuat pencernaan tak berfungsi secara normal.

9. Makanlah Secara Bertahap

Biasanya begitu mendengar adzan maghrib, tanpa tunggu lagi kita langsung menyantap habis hidangan yang disediakan di atas meja. Ini bukanlah pola yang bagus untuk kesehatan, setelah seharian perut kta tak terisi dan organ pencernaan beristirahat, sebaiknya jangan langsung menyantap hidangan dalam jumlah besar. Saat tiba waktu berbuka, makan makanan manis, seperti kurma, istirahatkan sesaat, gunakan jeda itu untuk menjalankan shalat maghrib sambil memberi waktu organ cerna kita menyesuaikan. Baru setealh shalat dapat lanjutkan kembali makan makanan yang lebih berat seperti nasi dan lauk pauknya. Dan setelah shalat tarawih dilanjutkan lagi dengan sesi makan kecil atau camilan.

Apa yang kami sebutkan ini hanya merupakan anjuran. Bisa jadi seseorang memiliki trik yang lain untuk membuat dirinya lebih segar di bulan puasa ini.

[Dari berbagai sumber]