2 Comments

Penyakit Tapi Bukan Penyakit (20): Cegukan

Cegukan 1

Apa Itu Cegukan?

Dalam dunia medis, cegukan atau hiccups dikenal dengan istilah singultus. Cegukan ditandai dengan bunyi ‘hik’, seperti suara tercekik. Sumber terjadinya cegukan ini berasal dari diafraghma. Hal ini bisa terjadi karena adanya kontraksi yang terjadi secara tiba-tiba pada daerah diafraghma dimana udara lewat ke dalam paru-paru menyebabkan glottis (ruang antara pita suara) menutup  dan terus  berulang-ulang. Kondisi seperti ini akan menyebabkan adanya celah antara pita suara yang tertutup, namun udara masih tetap bisa lewat. Inilah dia yang mnyebabkan bunyi ‘hik’ setiap kali cegukan.
Berikut adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan cegukan:

  1. Kurangnya Asupan Cairan Tubuh.

Kondisi cegukan bisa saja terjadi ketika tubuh kekurangan asupan cairan yang menyebabkan makanan tidak sepenuhnya terdorong kedalam perut. Untuk itu, cukupi kebutuhan cairan anda.

  1. Makan Tergesa-gesa.

Tak heran jika cegukan akan lebih banyak menyerang mereka yang makan dengan tergesa-gesa atau sambil berbicara panjang sewaktu makan. Hal ini dikarenakan, masuknya oksigen yang mendesak secara tiba-tiba ke dalam paru-paru yang dapat mempengaruhi kondisi diagfragma. Dan disinilah terjadi sedak yang diikuti dengan cegukan.

  1. Perubahan Suhu Secara Tiba-Tiba.

Perubahan suhu ekstrim secara tiba-tiba bisa berpotensi menyebabkan cegukan. Untuk itulah, tidak dianjurkan, mengkonsumsi makanan panas dan minuman dingin secara bersamaan.

  1. Penggunaan Bumbu Dan Penyedap Rasa Makanan.

Seseorang yang tidak tahan pedas, memiliki kemungkinan lebih besar mengalami cegukan ketika menyantap makanan pedas. Begitupula bila pemakaian bumbu pada makanan terlalu asin atau asam. Hal ini sudah tentu akan membuat diagfragma mengalami berkontraksi dengan tiba-tiba, yang artinya mengundang cegukan.

  1. Menelan Terlalu Banyak Udara.
  2. Keadaan Emosional Seperti Stress atau Gembira.

 

Cegukan 2

 

Berapa Lama Cegukan Berakhir?

Cegukan normal biasanya terjadi 4-60 kali/menit dengan interval yang teratur dan berlangsung selama 10-30 menit. Cegukan biasanya berhenti dalam beberapa menit atau bahkan jam. Namun, cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam disebut persistent hiccups atau cegukan terus-menerus. Cegukan yang bertahan lebih lama dari sebulan disebut intractable hiccups atau cegukan keras. Meskipun sangat jarang terjadi, cegukan keras dapat menyebabkan kelelahan, kurang tidur, dan penurunan berat badan. Cegukan yang terjadi terus-menerus merupakan pertanda masalah kesehatan yang lebih serius dan harus segera diperiksakan ke dokter.

Bagaimana cara mengobati/mengatasi cegukan?

Umumnya, cegukan hilang sendiri dalam beberapa menit atau jam dan tidak memerlukan pengobatan apa pun. Namun, apabila cegukan tidak sembuh-sembuh Anda dapat melakukan sesuatu untuk mengatasinya, seperti:

  1. Meminum air hangat hingga rongga mulut terisi penuh, kemudian membungkuk (posisi ruku’) tutup hidung/tahan nafas. Sambil berdiri tegak telan air pelan-pelan dengan hidung tetap ditutup.
  2. Minum air perasan jerus lemon atau nipis. Atau bisa pula dengan menghisap daging jeruk nipis dengan lidah. Penelitian membuktikan cara ini lebih cepat dibandingkan dengan menahan napas.
  3. Tarik nafas dalam-dalam dan buang/tampung di dalam kantong atau kertas tertutup selama kurang lebih 1 menit. Hidung dan mulut masuk ke dalam kantong tersebut, maksudnya untuk menahan dan meningkatkan kadar CO2, sebab menurunnya jumlah CO2 dalam darah bisa menyebabkan cegukan.
  4. Tidur berbaring dengan kedua lulut ditekuk ke arah perut.lakukan teknik ini berulang-ulang hinga cegukan hilang.
  5. Atur nafas dan rileks. Tariklah nafas dalam kemudian keluarkan  perlahan-lahan. Ulangi hingga beberapa kali. Bisa juga dengan teknik bernafas dengan menghirup udara dari salah satu lubang hidung dan keluarkan dari lubang hidung yang lainnya. Ulangi secara bergantian.
  6. Menelan gula batu atau satu sendok gula pasir mampu menghentikan cegukan hanya dalam beberapa menit. Gula dipercaya dapat merangsang saraf-saraf otot kita, terutama ketika otot diafragma mulai berkontraksi secara tidak teratur
  7. Pijat bagian belakang langit-langit dengan cotton bud, yang digerakkan secara perlahan ke depan dan ke belakang selama lebih kurang satu menit.

 

Meskipun cegukan tidak tergolong sebagai keluhan yang membahayakan, namun jika waktu berlangsungnya sudah dibatas wajar bisa jadi itu adalah pertanda adanya kelainan pada tubuh anda. Untuk itu, sebaiknya segera dapatkan perhatian medis, apabila cegukan yang anda alami berlangsung lebih dari 30 menit dan disertai rasa sakit yang terlalu dibagian leher.

 

Mengatasi Cegukan Pada Bayi

 

  1. Ubah Posisi Menyusui

Apabila si kecil cegukan pada saat sedang disusui, cobalah untuk mengubah posisi menyusui Anda dan terus susui si kecil sampai cegukannya hilang.

  1. Tenangkan Bayi

Jika pada saat disusui, si kecil terlalu bersemangat dan kurang tenang yang membuat udara jadi masuk ke dalam diafragmanya. Yang perlu Anda lakukan ialah menenangkan si kecil. Kemudian gosoklah punggung bayi dengan lembut dan perlahan sambil membuatnya tenang sehingga cegukannya berangsur-angsur akan menghilang.

  1. Pastikan Anda Menyusuinya Dengan Benar

Posisi menyusui bayi yang benar ialah puting dan areola masuk ke dalam mulut bayi, dan posisi bayi berada di dalam garis lurus dengan lengannya, serta bagian perut bayi berhadapan langsung dengan perut ibu.

  1. Hentikan Dulu Proses Menyusui Bayi

Jika cegukan bayi terus terjadi meskipun Anda sudah mengubah posisinya, sebaiknya hentikan dulu kegiatan Anda untuk menyusuinya. Sandarkan si kecil tegak menghadap pada Anda dengan kepalanya pada bahu Anda, kemudian tepuk-tepuk dengan lembut bagian punggungnya seperti apabila Anda menyendawakannya. Tindakan seperti ini dapat mendorong udara dari diafragma ke atas dan bisa menghentikan cegukan. Setelah cegukannya berhenti, Anda dapat menyusuinya kembali.

  1. Peluk Bayi

Peluk serta dekaplah si kecil

ketika ia sedang mengalami cegukan. Kadang-kadang, dalam beberapa menit cegukannya akan mereda dan kemudian hilang.

  1. Pilih Botol Susu Yang Tepat

Jika bayi Anda minum dengan menggunakan botol susu, coba perhatikan apakah botolnya mempunyai regulator dan juga lubang pada dot bayi. Sebaiknya Anda memilih botol dengan lubang dot-nya yang lebih kecil supaya bayi dapat mengatur ritme dalam meminum susunya agar tidak cegukan.

  1. Beri Bayi Makan Sedikit Demi Sedikit

Makanan pendamping ASI, sebaiknya berikan dia makanan sedikit demi sedikit dan juga dengan perlahan-lahan agar tidak cegukan.

  1. Beri Bayi Makan Dengan Teratur

Berilah bayi makan sebelum ia merasa terlalu lapar dan perutnya mengandung banyak gas. Cegukan bisa juga menjadi tanda bahwa ada masalah di perut si kecil. Apabila cegukan pada bayi disebabkan masalah pada lambung, biasanya sering disertai dengan muntah. Jika ini yang terjadi, segera bawa bayi ke dokter.

 

(Dari berbagai sumber)

Advertisements

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

2 comments on “Penyakit Tapi Bukan Penyakit (20): Cegukan

  1. Trima kasih kirimannya. sangat bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: