4 Comments

Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 15) : Sering Kencing

sering kencing

 

Frekuensi buang air kecil berbeda dari orang ke orang. Sebagian orang buang air kecil dua sampai tiga kali sehari sedangkan yang lain mungkin sampai 10 kali sehari. Ada juga hari-hari ketika buang air kecil lebih sering daripada biasanya, karena berbagai sebab.

Buang air kecil adalah salah satu cara tubuh Anda membuang limbah. Limbah itu dihasilkan dari proses metabolisme yang diangkut dalam aliran darah sebelum akhirnya disaring oleh ginjal untuk dikeluarkan lewat urin. Kencing diperlukan untuk kesehatan yang baik. Jika Anda tidak bisa kencing, Anda akan sakit karena limbah itu menjadi racun di tubuh Anda. Namun, terlalu banyak kencing juga tidak baik karena dapat mengindikasikan kelainan atau gangguan.

Poliuria adalah istilah medis untuk pengeluaran urin yang berlebihan (sering kencing). Poliuria tidak sama dengan inkontinensia, kondisi di mana kontrol terhadap fungsi kandung kemih terganggu. Namun, inkontinensia urin dapat menjadi penyebab poliuria dan keduanya dapat hadir secara bersamaan. Poliuria juga dapat disertai dengan kencing kemerahan atau berdarah, yang disebut hematuria

Wanita Lebih Sering

Anda mungkin memerhatikan bahwa antrian di toilet wanita biasanya lebih panjang daripada di toilet pria. Ya, wanita memang lebih sering kencing daripada pria. Hal itu disebabkan oleh beberapa alasan:

  • Kapasitas kandung kemih. Kandung kemih wanita lebih kecil daripada pria sehingga lebih cepat penuh.
  • Menstruasi. Hormon dalam tubuh wanita terus berubah sepanjang bulan. Tepat sebelum menstruasi, seorang wanita biasanya menahan sejumlah cairan. Beberapa saat setelah menstruasi dimulai, cairan ekstra itu meninggalkan tubuh. Hal ini menyebabkan buang air kecil lebih banyak dan sering.
  • Kehamilan. Pada awal kehamilan, tekanan uterus (rahim) ke kandung kemih membuat wanita harus buang air kecil lebih sering. Ginjal juga bekerja lebih cepat selama kehamilan dan menyebabkan produksi urin yang lebih banyak. Aksi hormon tertentu selama kehamilan membuat dinding kandung kemih lebih lembek dari biasanya, yang juga meningkatkan dorongan untuk buang air kecil.

Faktor tertentu

Selain karena penyebab yang sifatnya alami, frekuensi buang air kecil dapat meningkat karena beberapa faktor lain, di antaranya adalah:

  • Sistitis. Sistitis adalah infeksi saluran kemih di mana uretra maupun kandung kemih meradang oleh bakteri. Gejala utama sistitis adalah dorongan kuat untuk buang air kecil, namun hanya sejumlah kecil urin yang keluar (Jawa: anyang-anyangen). Saluran kemih, perut dan punggung bawah mungkin terasa nyeri.
  • Diabetes. Pada penderita diabetes, gula dalam darah yang tinggi (lebih dari 250 mg/dL) meningkatkan kepekatan (osmolalitas) darah. Hal ini cenderung untuk menarik cairan keluar dari jaringan dan masuk ke aliran darah melalui osmosis. Ginjal Anda mendapatkan peningkatan beban cairan untuk diolah, sehingga meningkatkan frekuensi kencing.
  • Minum berlebihan. Beberapa orang kehausan terus-menerus sehingga banyak minum. Pada akhirnya, kelebihan cairan itu harus dibuang dengan sering buang air kecil. Dalam kasus seperti ini, Anda perlu mencari penyebab rasa haus. Memakan sesuatu yang mengandung garam tinggi dapat menyebabkan rasa haus dan itu normal. Namun, jika Anda selalu haus tanpa alasan yang jelas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah diabetes.
  • Kafein. Kafein dapat mempengaruhi hormon antidiuretik (ADH). Hormon ini bekerja untuk memastikan bahwa tidak terlalu banyak air yang dikeluarkan ke dalam urin. Kafein memiliki efek menghambat ADH sehingga menyebabkan lebih banyak air yang dikeluarkan dalam urin dan lebih sering buang air kecil. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk meminum segelas air putih untuk setiap cangkir kopi yang Anda nikmati.
  • Obat. Beberapa obat-obatan memiliki efek diuretik yang menyebabkan lebih sering kencing untuk sementara. Anda akan kembali normal setelah berhenti meminumnya.
  • Kandung kemih hiperaktif. Orang yang memiliki kandung kemih terlalu aktif memiliki kebutuhan untuk buang air kecil sangat sering dalam beberapa saat dan kemudian mungkin berhenti.  Orang tua lebih rentan terhadap kondisi ini karena mereka lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit yang menyebabkannya. Kandung kemih hiperaktif juga dapat terjadi pada mereka yang tertekan secara emosional atau depresi.
  • Pembesaran prostat. Pembesaran prostat dapat menyebabkan frekuensi kencing lebih sering karena iritasi kandung kemih, yang membuat dorongan lebih sering untuk berkemih. Prostat yang menekan uretra juga membuat pengosongan kandung kemih tidak sempurna dan sebagian urin masih tersisa. Hal ini membuat kandung kemih lebih cepat penuh dan sering buang air kecil.
  • Gangguan hormon. Hormon manusia sangat kompleks dan beberapa di antaranya dapat memengaruhi sistem kemih. Jika Anda memiliki banyak gejala yang tidak jelas, termasuk sering buang air kecil, mungkin penyebabnya adalah gangguan hormon.  Fluktuasi kecil dalam tingkat hormon sering terjadi (terutama pada wanita) dan biasanya tidak serius.
  • Kondisi lain. Kondisi lain yang dapat menyebabkan poliuria adalah penyakit ginjal polikistik, penyakit anemia sel sabit, pielonefritis, amiloidosis, sindrom Sjogren, dan myeloma.

Tips untuk Anda

Untuk mencegah buang air kecil terlalu sering, langkah berikut mungkin membantu:

  • Teknik yang paling sederhana adalah mengurangi asupan cairan di malam hari.
  • Teknik lain yang bisa digunakan untuk mengurangi frekuensi sering buang air kecil yang tak tertahankan seperti saat batuk atau bersin adalah melalui senam Kegel. Senam ini tidak hanya untuk kaum perempuan, tapi juga bisa dilakukan oleh laki-laki. Praktik ini dapat berfungsi menguatkan otot-otot sehingga tidak sering buang air kecil serta tidak memerlukan biaya yang mahal.
  • Hal lainnya adalah secara bertahap belajar untuk menahan buang air kecil ketika dorongan tersebut datang. “Tapi jangan secara ekstrim, mencoba langsung menahan hingga 2-3 jam justru bisa mengganggu dan tidak akan berhasil,” ujar Dr Matthew Rutman dari Columbia University Medical Center. Tapi cobalah untuk menahannya secara bertahap dan signifikan, yaitu bisa dimulai setiap 15 menit sekali. Dengan begitu seseorang bisa mengontrol frekuensi buang air kecilnya.
  • Kurangi minuman berkafein (kopi, teh, cokelat, coke) karena dapat mengiritasi kandung kemih.
  • Jika Anda diabetes, lakukan kontrol gula darah dengan diet, olahraga dan obat-obatan.
  • Mintalah dokter untuk meresepkan obat alternatif yang tidak bersifat diuretik.
  • Berolahraga dengan teratur juga dapat mengurangi dorongan untuk sering buang air kecil.
  • Konsultasikan dengan dokter bila Anda khawatir sering buang air kecil adalah tanda adanya penyakit yang serius.

 

Mengatasi Sering Kencing Karena Pembesaran Prostat Dengan Tomat

Tomat sudah sering disebutkan memiliki banyak manfaat kesehatan. Kini makanan bergizi tersebut memiliki satu keunggulan lagi, yaitu keampuhannya dalam mengatasi masalah sering buang air kecil. Adalah lycopene, antioksidan pemberi warna merah pada tomat yang terbukti mampu mengurangi masalah prostat yang membesar pada pria. Sementara pembesaran prostat sendiri memang membuat kandung kemih tertekan sehingga pria mengalami masalah sering buang air kecil.

Tomat sendiri kaya akan vitamin, anti inflamasi alami, dan kebaikan lainnya. Sudah banyak penelitian yang sebelumnya membuktikan kalau tomat ampuh menangkal penyakit kardiovaskular, stroke, dan kanker prostat. Sementara penemuan tentang manfaat tomat bagi masalah sering buang air kecil ini dilakukan oleh para peneliti dari Queensland, Australia.

Selama tiga bulan, peneliti mengamati kondisi 57 pria berusia 40-80 tahun dan memberi responden pil yang harus dikonsumsi setiap hari. Sebagaimana dilansir dari Daily Mail, semua responden memang menderita masalah pembesaran prostat yang membuat sering buang air kecil, terutama di tengah malam. Namun setelah tiga bulan, masalah sering buang air kecil menurun lebih dari 30 persen. Peneliti pun percaya bahwa pil yang mereka berikan memberi manfaat pada responden.

Peneliti juga menyimpulkan bahwa pengaruh tomat dalam mengecilkan prostat juga berkaitan dengan resiko kanker. Meskipun demikian, peneliti menyampaikan kalau analisis lebih lanjut tentang lycopene dalam skala besar masih harus dilakukan.

 

[Dari berbagai sumber]

Advertisements

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

4 comments on “Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 15) : Sering Kencing

  1. Saya kencing stiap 10 menit trus kencing

  2. Di sebutkan tadi salah satu faktor sering kencing (beser) itu sering minum minuman berkafein (kopi, teh, dll). . Saya ga suka minum air putih, bahkan saya lupa kapan terakhir kalinya saya minum air putih. . jadi setiap hari saya minumnya air teh tawar, apa itu nantinya akan jadi penyakit?

    Trims ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: