Leave a comment

Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 14) : Pingsan

pingsan

Pingsan (sinkop) adalah kehilangan kesadaran secara tiba-tiba, biasanya hanya beberapa detik atau menit, karena otak Anda tidak mendapatkan cukup oksigen.

Otak memiliki beberapa bagian, termasuk dua belahan otak, otak kecil, dan batang otak. Otak membutuhkan aliran darah untuk menyediakan oksigen dan glukosa ke sel-selnya. Agar tubuh tetap sadar, sebuah area yang dikenal sebagai sistem pengaktif retikuler yang terletak di batang otak harus hidup, dan setidaknya satu belahan otak harus berfungsi. Pingsan terjadi bila sistem pengaktif retikuler atau kedua belahan otak kekurangan darah, oksigen, atau glukosa.

Menurut sebuah studi, seseorang yang pernah mengalami pingsan memiliki resiko kematian akibat serangan jantung 1,3 kali lipat dari yang tidak pernah pingsan. Sedangkan apabila riwayat pingsan tersebut benar-benar karena kelainan jantung maka peningkatan risiko kematian dalam satu tahun mendatang meningkat 2 kali lipat.

Penyebab Pingsan

1. Reaksi Syaraf Vagus

Pingsan kebanyakan dipicu oleh syaraf vagus yang menghubungkan sistem pencernaan ke otak dan berperan mengelola aliran darah ke otak dan usus. Overstimulasi syaraf vagus memperlambat denyut jantung dan menurunkan tekanan darah sehingga mengurangi asupan darah ke otak yang menyebabkan pingsan. Stres berat, ketakutan, kecemasan, panik,  dan rasa sakit yang kuat dapat merangsang syaraf vagus.

2. Perubahan Tekanan Darah

Perubahan tekanan darah dapat menyebabkan Anda pingsan. Kadang-kadang, jantung dan pembuluh darah tidak bereaksi cukup cepat ketika kebutuhan oksigen tubuh Anda berubah. Hal ini sangat umum pada orang tua dan pada orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes. Pingsan dapat terjadi bila Anda berdiri terlalu lama atau bekerja lebih keras dari kemampuan.

3. Anemia

Anemia (kekurangan jumlah sel darah merah) dapat menyebabkan pingsan karena tidak cukup sel darah merah untuk memasok oksigen ke otak. Anemia dapat disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, penyakit atau perdarahan (misalnya, menstruasi berlebihan).

4. Dehidrasi

Kekurangan cairan dalam tubuh (dehidrasi) juga dapat menyebabkan pingsan. Dehidrasi dapat disebabkan oleh muntah, diare, demam, berkeringat, luka bakar atau kurang minum. Beberapa penyakit seperti diabetes juga dapat menyebabkan dehidrasi karena terlalu sering buang air kecil. Muntah dan diare, khususnya, juga merangsang saraf vagus sehingga berefek ganda.

5. Shock

Shock adalah kondisi yang ditandai oleh tekanan darah rendah yang kemudian dapat menyebabkan kehilangan kesadaran. Shock adalah keadaan darurat berbahaya yang biasanya berasal dari perdarahan, tetapi juga bisa berasal dari alergi parah (anafilaksis) atau infeksi parah. Korban shock biasanya terlihat bingung, sebelum kehilangan kesadaran saat kondisinya semakin buruk.

6. Obat

Obat-obatan yang dimaksudkan untuk mengendalikan tindakan tekanan darah tinggi dapat terlalu banyak menurunkan tekanan darah sehingga menyebabkan pingsan. Alkohol, kokain dan ganja juga dapat menyebabkan pingsan. Berbicaralah dengan dokter jika Anda berpikir pingsan Anda mungkin berhubungan dengan obat yang Anda pakai.

7. Hipoglikemi

Kekurangan gula darah (hipoglikemi) dapat membuat Anda pingsan. Hipoglikemi tidak hanya disebabkan oleh diabetes, tetapi juga karena Anda tidak makan untuk waktu yang lama.

8. Pemicu Psikologis

Kecemasan, gangguan panik, stres atau efek psikologis ketika melihat darah bisa merangsang saraf vagus yang pada beberapa orang bisa mengakibatkan hilangnya kesadaran.

9. Gangguan Detak Jantung

Jantung berfungsi memompa darah melalui pembuluh darah serta arteri dan dibutuhkan tekanan tertentu untuk mempertahankan aliran darah. Jika jantung berdetak terlalu cepat atau lambat membuat tekanan darah tidak terjaga dengan baik sehingga aliran darah ke otak terganggu dan menyebabkan pingsan. Denyut jantung terlalu cepat jika lebih dari 150 denyut per menit dan terlalu lambat jika kurang dari 50 denyut per menit.

10. Aktivitas fisik yang berat
Seseorang sering pingsan setelah melakukan aktivitas. Jantung hampir tidak mampu mempertahankan tekanan darah yang adekuat selama aktivitas. Jika aktivitas dihentikan, denyut jantung mulai menurun tetapi pembuluh darah dari otot-otot tetap melebar untuk membuang hasil limbah metabolik. Berkurangnya curah jantung dan meningkatnya kapasitas pembuluh, menyebabkan tekanan darah turun dan pingsan.

11. Gejala Stroke

Pada orang tua, pingsan bisa merupakan bagian dari stroke ringan, dimana aliran darah ke salah satu bagian otak tiba-tiba menurun.

Gejala Pingsan

Pingsan bisa didahului oleh pusing atau perasaan melayang, terutama pada saat seseorang sedang dalam keadaan berdiri. Setelah terjatuh, tekanan darah akan kembali meningkat karena penderita telah berbaring dan karena penyebab pingsan telah hilang. Berdiri terlalu cepat dapat memnyebabkan penderita kembali pingsan.

Jika penyebabnya adalah gangguan irama jantung, pingsan akan terjadi dan berakhir secara tiba-tiba. Sesaat sebelum pingsan, kadang penderita mengalami palpitasi (jantung berdebar). Pingsan ortostatik terjadi jika seseorang duduk atau berdiri terlalu cepat.

Parade ground syncope terjadi jika seseorang berdiri untuk waktu yang lama pada cuaca yang panas. Otot kaki tidak digunakan sehingga tidak mendorong darah ke arah jantung, karena itu darah terkumpul di pembuluh balik tungkai dan tekanan darah turun.

Sinkope vasovagal dapat terjadi ketika seseorang duduk atau berdiri, dan sering didahului oleh mual, kelemahan, menguap, penglihatan kabur dan berkeringat. Penderita terlihat pucat, denyut nadi menjadi sangat lambat dan kemudian pingsan.

Pingsan yang dimulai secara bertahap disertai gejala pendahulu dan juga menghilang secara bertahap, menunjukkan adanya perubahan di dalam kimia darah:
– penurunan kadar gula darah (hipoglikemi)
– penurunan kadar karbondioksida darah (hipokapni) karena hiperventilasi.

Hipokapni sering didahului oleh perasaan tertusuk jarum dan rasa tidak nyaman di dada. Pingsan histeris bukan merupakan pingsan yang sesungguhnya. Penderita hanya berpura-pura tidak sadar tetapi tidak memiliki kelainan denyut jantung maupun tekenan darah dan tidak berkeringat serta tidak tampak pucat.

Jika tanda-tanda di atas kita rasakan, itu merupakan pertanda kita mau pingsan. Bila merasakan tanda-tanda tersebut, sebaiknya kita segera berbaring. Bagaimana jika tidak dapat berbaring ? Sebaiknya jongkok dengan meletakkan kepala di antara lutut kita. Tindakan ini akan membantu mengalirkan darah ke otak.

Kapan kita mesti berdiri ? Sebaiknya kita menguasai diri kita dulu hingga keadaan lebih baik. Perlahan-lahan kita coba untuk berdiri.

Penyebab Pingsan Saat Hamil:

1. Berdiri terlalu cepat

Perlu anda ketahui bahwa ketika anda sedang duduk, darah cenderung berkumpul di daerah kaki bagian bawah dan ketika anda secara tiba-tiba berdiri maka darah yang kembali dari kaki ke jantung tidak cukup banyak. Hal ini menyebabkan tekanan darah terus menurun dan menyebabkan pusing karena suplay oksegen ke otak tidak mencukupi. Jika tubuh anda tidak mampu merespon kondisi ini dengan cepat, maka akibatnya anda akan mengalami pingsan.

2.      Tidak cukup makan atau minum

Mual ketika hamil memang hal yang wajar dan hal ini sering kali membuat ibu hamil enggan untuk makan atau minum. Jika hal ini terjadi secara terus menerus, akibatnya kadar gula dalam darah anda akan terus semakin turun dan hal ini tentunya membuat dampak yang kurang bagus untuk tubuh anda. Ketika anda mengalami hipoglikemia, tubuh cenderung lemah karena glukosa yang seharusnya diubah menjadi energy dalam tubuh dalam jumlah yang tidak mencukupi. Nah, untuk itu sebaiknya anda tetap menjaga pola makan anda sehingga terhindar dari yang namanya pingsan. Selain itu, minum pun juga harus anda perhatikan karena kekurangan cairan tubuh pun memperngaruhi kondisi tubuh ibu hamil.

3.      Kepanasan

Mungkin anda tidak menyadari bahwa ketika anda berendam di air panas atau hangat itu menyebabkan efek pusing dan dapat berakhir dengan pingsan. Hal ini karena ketika anda melakukan berendam di air panas, pembuluh darah tubuh anda melebar, menurunkan tekanan darah dan pada akhirnya dapat berakibat pingsan. Selain berendam di air panas, anda berlama-lama di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung pun dapat menjadi penyebab terjadinya pingsan.

Cara Mengatasi

Do :

  1. Segera bujurkan orang yang pingsan. Posisikan kepala lebih rendah daripada kaki agar darah dapat mengalir dengan baik ke otak.
  2. Tes kesadarannya dengan cara memberikan rangsangan suara atau sentuhan di bagian tengah antara alis.
  3. Jika mengenakan pakaian ketat, segera longgarkan. Lepas sepatu, kaos kaki dan semua aksesoris yang mengahambat peredaran darahnya.
  4. Berikan rangsangan berupa bau yang menyengat seperti minyak angin. Rangsangan aroma yang kuat akan membantu menyadarkan orang yang pingsan.

Don’t :

  1. Membiarkan tubuh orang pingsan menekuk.
  2. Meletakkan posisi kepala lebih tinggi daripada posisi kaki, sebab akan mengurangi aliran darah ke otak.
  3. Mengerubuti orang yang tengah pingsan.

Pada orang muda yang tidak memiliki penyakit jantung, pingsan biasanya tidak serius, dan jarang diperlukan pemeriksaan diagnostik maupun pengobatan yang lebih lanjut. Pada usia lebih tua, pingsan bisa disebabkan oleh beberapa keadaan yang berhubungan dengan terhambatnya kemampuan jantung dan pembuluh darah dalam menyesuaikan fungsinya terhadap penurunan tekanan darah.

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya:

  • Denyut jantung yang terlalu lambat dapat diperbaiki dengan pencangkokan alat pacu jantung, suatu alat listrik yang merangsang denyut jantung.
  • Pada denyut jantung yang terlalu cepat, bisa diberikan obat untuk memperlambat denyut jantung.
  • Jika denyut jantung tidak teratur, dicangkokkan suatu defibrilator untuk menyentak jantung agar kembali ke iramanya yang normal.

Penyebab lain dari pingsan (misalnya hipoglikemi, anemia atau volume darah yang rendah), dapat diobati. Pada penderita kelainan katup jantung mungkin perlu dipertimbangkan untuk dilakukan pembedahan.

Setelah ia membaik, sarankan untuk menemui dokter keluarga atau ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat. Tetapi bila dalam waktu 10 menit penderita belum mulai sadar, segeralah panggil ambulan atau dokter.

[Dari berbagai sumber]

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: