4 Comments

Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 11) : Sendawa Berlebihan

sendawa

 

Reaksi yang timbul ketika seseorang usai makan atau minum biasanya ditandai dengan sendawa (burping) . Penyebabnya, udara seperti nitrogen dan oksigen yang menumpuk yang masuk bersama makanan dikeluarkan melalui mekanisme sendawa.

Sendawa dianggap sebagai tanda tubuh sudah kenyang. Namun jika sendawa yang terjadi berkali-kali atau diikuti dengan gejala lainnya, maka bisa jadi ada gangguan kesehatan yang mendasari kondisi tersebut.

Kenapa seseorang bersendawa setelah makan?

Meskipun kadang memalukan, tapi bersendawa merupakan salah satu fungsi normal dari tubuh yang bermanfaat untuk mengeluarkan gas atau udara yang menumpuk di dalam perut sehingga mengurangi rasa tidak nyaman.

Ketika seseorang makan atau minum, maka sebenarnya bukan hanya makanan dan minuman saja yang masuk ke dalam tubuh. Tapi udara seperti gas nitrogen dan oksigen juga masuk ke dalam perut dan jika sudah menumpuk udara ini harus dikeluarkan melalui sendawa.

Dalam dunia medis, bersendawa dikenal dengan istilah aerophagia. Proses sendawa terjadi saat udara atau gas yang masuk ke tubuh dipaksa keluar dari perut lalu naik ke kerongkongan (tabung yang menghubungkan bagian belakang kerongkongan dengan perut) agar bisa dikeluarkan melalui mulut.

Perut kembung adalah salah satu kondisi yang bisa memicu terjadinya sendawa. Penyebab dari perut kembung juga bisa bermacam-macam, seperti adanya reaksi kimia dari makanan tertentu yang dikonsumsi sehingga merangsang produksi gas berlebih di dalam usus, atau akibat gangguan pencernaan lain misalnya sindrom iritasi usus dan sembelit.

Beberapa orang biasanya akan berusaha menghilangkan gas berlebih dari dalam tubuh dengan cara buang angin atau bersendawa. Hal itu bisa membantu menjaga tekanan dalam saluran usus agar tetap rendah. Rata-rata orang akan melepaskan gas melalui sendawa ataupun buang angin sebanyak 14 kali dalam sehari, baik secara sadar ataupun tidak.
Namun jika sendawa yang terjadi berkali-kali atau diikuti dengan gejala lainnya, maka bisa jadi ada gangguan kesehatan yang mendasari kondisi tersebut seperti:

1. Dispepsia

Kondisi ini mengacu pada sekelompok gejala yang berkaitan dengan fungsi pencernaan. Selain bersendawa, gejala lain juga bisa menyertai seperti perut kembung, nyeri, mual, muntah, merasa terlalu kenyang setelah makan, kurang nafsu makan atau memuntahkan sebagian makanan yang sudah dimasuk ke tubuh. Beberapa hal bisa menyebabkan hal ini seperti stress, merokok, penggunaan alkohol dan obat seperti aspirin.

2. Gangguan Pada Esofagus

Kondisi ini biasanya tidak hanya menyebabkan sendawa, tapi kadang diikuti dengan aliran asam lambung atau makanan yang berbalik dari isi perut ke kerongkongan, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.

3. Maag

Kondisi ini disebabkan oleh meningkatkan jumlah asam lambung di dalam perut sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Hal ini bisa membuat seseorang lebih sering bersendawa yang kadang diikuti dengan rasa mual dan muntah.

4. Syndrom Malabsorbsi

Perut yang terasa penuh akibat timbulnya gas berlebihan di dalam sistem pencernaan, baik di dalam lambung, usus halus dan usus besar kerap kali dianggap sebagai problem atau gejala sakit maag.

“Kekurangan enzim atau yang sering juga disebut syndrom malabsorsi, terjadi akibat pola hidup dengan makan tidak seimbang,” jelas Dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, Dokter spesialis penyakit dalam dan Gastroenterologi dari FKUI RS. Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Proses penyerapan dan pencernaan makanan terganggu, karena sejumlah enzim untuk memecah bahan makanan itu tidak cukup. Sebagian bahan makanan yang masuk tubuh akan terbuang percuma.  Jika seseorang terkena sindrom malabsorsi, secara perlahan tubuh mengalami kurang gizi kronis, meski telah makan sesuai aturan ‘4 sehat 5 sempurna’. Tubuh menjadi rentan terkena penyakit. Gampang flu dan sakit-sakitan.

“Minum aneka suplemen vitamin dan mineral tidak membantu, karena yang dibutuhkan sebenarnya adalah enzim yang membantu percernaan menyerap zat-zat makanan,” tambahnya.

Untuk mengenali apakah Anda terkena sindrom malabsorsi cukup mudah. Yaitu, selain mengalami gejala-gejala mirip penyakit maag, penderitanya juga sering bersendawa dan buang angin (kentut), gampang terkena diare dan sering terdengar dari dalam perut suara usus ‘kriuk-kriuk’ seperti orang kelaparan. Untuk pastinya bisa konsultasi ke dokter.

 

Beberapa cara untuk mengurangi sendawa yang berawal dari perut kembung, yaitu:

1. Sebaiknya makan 6 kali sehari dengan porsi kecil dibandingkan dengan tiga kali dalam porsi besar. Karena makanan yang lebih kecil akan lebih mudah dicerna serta lebih sedikit menghasilkan gas.

2. Hindari berbaring segera setelah makan. Lebih baik jalan sebentar atau duduk dengan posisi mendekati berlutut selama 10 menit. Cara ini membantu mencerna makanan dengan lebih baik. Selain itu, pastikan mengunyah dan makan secara perlahan untuk mencegah masuknya terlalu banyak udara.

3. Konsumsi biji adas, sepotong jahe kering atau permen jahe setelah makan. Cara ini bisa membantu mengurangi gas di lambung dan meredakan masalah sendawa. Cara ini juga bisa meredakan rasa sakit di perut akibat bersendawa.

4. Makan dengan tidak terburu-buru.

 

Makanan dan minuman yang dapat memproduksi gas:
1. Makanan tinggi serat
Serat diperlukan untuk memperlancar buang air besar. Tapi terlalu banyak serat dapat menyebabkan gas. Oleh karena itu, variasikan asupan serat Anda untuk mengetahui jumlah yang sempurna untuk Anda.

2. Pasta
Jika Anda seorang pecinta makanan Italia, Anda pasti akan benci untuk membaca ini. Pasta juga menyebabkan kembung dan sendawa jika dikonsumsi berlebihan.

3. Pemanis buatan
Jangan berpikir bahwa hanya karena Anda makan permen dan coklat, Anda diselamatkan dari gas. Pemanis seperti sorbitol, xylitol dan eritritol diketahui menyebabkan gas.

4. Ubi
Kalau yang satu ini, sepertinya sudah tidak aneh. Ubi memiliki reputasi sebagai santapan lezat namun dapat membuat Anda buang angin dengan aroma yang tidak sedap.

5. Soda
Minuman bersoda dapat membuat perut kembung oleh gas yang dihasilkan melalui proses karbonasi. Inilah sebabnya mengapa Anda seringkali merasa ingin sendawa setelah menyeruput minuman bersoda.

6. Keju
Jika tubuh Anda kurang toleran terhadap laktosa, maka Anda cenderung akan mengalami gangguan angin setelah menyantap makanan mengandung keju. Tidak hanya keju, namun juga makanan dan minuman hasil olahan susu dapat membuat perut Anda penuh oleh gas.

7. Cabai
Cabai dapat membuat Anda sering sendawa dan buang angin karena memproduksi gas di dalam perut. Begitu pula dengan camilan pedas yang mengandung banyak cabai.

8. Brokoli
Hindari mengonsumsi brokoli dalam keadaan mentah, karena akan lebih sulit diproses oleh tubuh. Brokoli yang sulit diolah dalam pencernaan membuat produksi gas dalam perut semakin banyak.

 

Makanan Untuk Mengatasi Sering Bersendawa:

1. Jahe
Ambil sepotong kecil jahe dan campurkan dengan 1 sdt air lemon dan sedikit garam untuk membantu meringankan masalah bersendawa serta masalah pencernaan lainnya. Bahkan, jahe dan madu dapat mencegah masalah sendawa yang berlebihan lho.

2. Kapulaga
Rebus kapulaga selama 10 menit dalam air dan minum airnya selagi hangat. Minuman ini bisa mengurangi kejang otot di perut dan merupakan salah satu pengobatan rumah untuk menyembuhkan masalah sendawa yang berlebihan.

3. Peppermint
Rendam daun peppermint kering dalam 1 cangkir air mendidih selama lima menit dan minum selagi hangat. Ini adalah salah satu pengobatan rumah terbaik untuk menyembuhkan masalah sendawa yang berlebihan secara alami.

4. Bawang putih
Menelan tunas bawang putih dan kemudian minum segelas air. Cara ini sangat efektif jika dilakukan saat perut kosong. Hancurkan tunas bawang putih dan sepotong kecil jahe. Masukkan ke dalam segelas susu hangat. Minum setelah makan.

5. Air jeruk nipis
Campurkan satu sendok teh air jeruk nipis dan setengah sendok teh baking soda dalam segelas air dingin untuk menyembuhkan masalah sendawa yang berlebihan secara alami. Minuman ini juga membantu pencernaan.

 

[Dari berbagai sumber]

Advertisements

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

4 comments on “Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 11) : Sendawa Berlebihan

  1. Cukup dikasih minyak kayu putih bagian perut, trus dipijit2 perutnya sama daerah ginjal sampek lega. Juga minum air putih 8 gelas / hari.

  2. waahh makan 6X sehari……??

  3. Saya sdh 3bulan ini menderita penyakit tapi bukan penyakit yaitu bersendawa trlalu berlebihan.. bahkan saya selalu merasa tidak nyaman dgn perut saya,setiap menit saya merasa hrus mengeluarkan gas dr perut saya..
    Qpa lagi jika sdh malam itu lebih terasa tidak nyamannya?
    Dan skr gas berlebihan ini trkadang masuk ke areal jantung/dada sebelah kiri sehingga saya merasakan sakit yg teramat,dan sakit di dada aebelah kiri saya hilang jika saya ash bersendawa..saya merasa semakin parah saja..
    Yg saya mw tanyakan adalah ;
    1.Resiko apa dan bagaimana jika dibiarkan ?apakah bs berdampak kematian?
    2.jika mengkonsumsi obat enziplex apa bs membatu?
    Saya merasa streessa dgn penyakit tapi bukan penyakit sptini..
    Terima kasih sblumnya
    Salah sehat selalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: