14 Comments

Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 10) : Nyeri Dada

nyeri dada

Setiap orang pasti pernah merasakan nyeri dada selama hidupnya. Bahkan dalam setahun setidaknya Anda pernah sekali merasa nyeri dada. Kebanyakan,akan langsung menghubungkan nyeri dada dengan sakit jantung, apalagi bila nyeri dadanya dirasakan di dada sebelah kiri.

Faktanya, nyeri dada akibat penyakit jantung lebih sedikit frekuensinya dibandingkan nyeri dada bukan akibat penyakit jantung. Penelitian terkait penyebab nyeri dada pernah dilakukan di Swiss dengan melibatkan 672 pasien. Pasien-pasien tersebut datang dengan keluhan nyeri dada. Namun setelah menjalani pemeriksaan, nyeri dada yang diakibatkan oleh penyakit jantung hanya sekitar 16 persen. Penyebab paling banyak ialah masalah otot, yakni sekitar 50 persen.

Penelitian serupa juga pernah dilakukan terhadap 135 pasien anak-anak berusia 4-17 tahun. Anak-anak tersebut dibawa berobat karena mengeluhkan nyeri dada. Dari sekian banyak anak tersebut, nyeri dada yang diakibatkan oleh penyakit jantung hanya ditemukan pada 1 pasien saja. Sisanya nyeri dada diakibatkan tegang otot, psikis seperti rasa cemas, dan gangguan saluran cerna.

Nyeri dada pada dasarnya dapat disebabkan oleh semua penyusun dada kita. Dari luar ke dalam dada kita disusun oleh kulit, otot, tulang, jantung, selaput pembungkus paru-paru, dan paru-paru. Di sekitar dada juga terdapat organ lambung dan payudara pada wanita.

Penyebab Nyeri Dada

Penyebab nyeri dada ini karena terbagi menjadi dua yaitu jantung (cardial) dan bukan jantung (non cardial).
1. Kelainan kulit

Nyeri daerah dada dapat disebabkan sebatas kelainan kulit dada. Infeksi pada kulit, jerawat, atau bisul dapat menimbulkan rasa nyeri. Kelainan kulit lainnya dengan gejala utama nyeri adalah penyakit herpes. Jenis herpes tertentu menyerang kulit dan hanya pada satu sisi saja (sisi kiri saja atau sisi kanan saja).

Biasanya nyeri akibat kelainan kulit memiliki sensasi tajam, seperti ditusuk-tusuk. Letak nyeri akan mudah ditunjuk oleh satu jari dan biasanya tampak adanya kelainan pada kulit yang mudah ditemukan.

2. Muscle spasm

Lapisan setelah kulit adalah otot. Tegang otot atau muscle spasm dapat terjadi tiba-tiba, menimbulkan rasa nyeri pada dada, dan berlangsung dalam hitungan menit atau hilang-timbul hingga berhari-hari.

Muscle spasm adalah penyebab nyeri dada yang paling sering disangka oleh kita sebagai nyeri dada akibat jantung. Muscle spasm dapat timbul setelah olahraga maupun setelah aktivitas fisik sehari-hari, seperti mengangkat barang. Muscle spasm juga sering dialami oleh anak-anak yang aktif.

Nyeri dada yang ditimbulkan oleh otot biasanya dapat dilokalisasi. Orang tersebut akan mudah menunjukkan lokasinya dengan hanya satu jarinya. Nyeri akibat otot berubah-ubah intensitasnya oleh gerakan tubuh. Nyeri terkadang terasa lebih sakit pada suatu gerakan atau posisi tertentu, misal nyeri bertambah sakit saat mengangkat lengan kiri, saat menarik napas dalam-dalam, dan sebagainya. Sifat nyerinya juga tajam, sensasi seperti ditusuk-tusuk.

3. Memar tulang

Memar tulang atau dalam bahasa medis disebut kontusio tulang juga merupakan penyebab tersering nyeri dada. Memar tulang umumnya terjadi akibat terkena pukulan atau trauma langsung pada dinding dada. Tulang yang sering mengalami memar di dada ialah tulang rusuk. Sifat nyeri yang disebabkan oleh tulang mirip dengan nyeri karena otot. Nyeri akan terasa bertambah saat bagian memar tersebut ditekan.

4. Penyakit paru-paru

Hampir semua penyakit pada paru-paru, seperti TBC, radang paru, bronkitis, memar paru, tumor paru, dapat menimbulkan gejala nyeri dada. Nyeri biasanya bersifat tumpul dan tidak terlokalisasi, seperti halnya nyeri akibat jantung. Namun, nyeri akibat paru-paru tidak diiringi gejala simpatis (berkeringat dingin, laju jantung cepat, mual, muntah). Umumnya nyeri dada akibat paru-paru tidak berdiri sendiri, melainkan bersama gejala penyakit paru-paru lainnya, seperti batuk, demam, dan sesak napas.

5. Diseksi aorta

Diseksi aorta juga merupakan kondisi khusus dengan karaktersitik nyeri yang mirip dengan nyeri akibat jantung. Aorta sebenarnya adalah bagian dari jantung yang merupakan pembuluh darah besar yang berfungsi menyaluran darah keluar dari jantung.

Diseksi aorta ialah adanya robekan pada aorta dan ancaman terputusnya pembuluh darah aorta. Keadaan ini dapat diakibatkan benturan dari luar, tekanan darah yang sangat tinggi, atau kondisi dimana dinding pembuluh darah aorta orang tersebut tipis.

Ciri khas nyeri dada akibat diseksi aorta ialah sensasi nyeri yang sangat berat, seperti teriris pisau. Nyeri biasanya dirasakan pada dada kiri bagian atas. Orang yang mengalami diseksi aorta akan tampak lemas, berdebar-debar, berkeringat dingin, gelisah, hingga pingsan. Bila diukur, tekanan darah akan turun. Untuk menegakkan diagnosis diseksi aorta harus dilakukan foto radiologi dada.

6. Maag

Lambung, organ tubuh penyebab sakit maag, terletak tepat di bawah jantung dan paru-paru kiri. Tidak hanya di ulu hati, sering kali sakit maag menimbulkan rasa sakit hingga di dada. Data menunjukkan bahwa maag merupakan salah satu penyakit yang gejalanya sering kali dianggap penderita sebagai sakit jantung. Sebuah penelitian memperlihatkan 30-40 persen pasien yang berobat dengan keluhan nyeri dada ternyata diakibatkan oleh sakit maag.

Sensasi yang paling umum dirasakan adalah rasa terbakar dan panas di dada bagian tengah. Keluhan tersebut muncul akibat produksi asam lambung yang meningkat hingga asam lambung naik ke atas. Asam lambung tersebut mengiritasi saluran makan di daerah dada sehingga menimbulkan rasa panas di dada.

Maag  juga menimbulkan rasa mual yang juga bisa ditemukan pada nyeri dada akibat jantung. Namun, bila keluhan disertai gejala lambung lainnya, seperti sering bersendawa, perut terasa kembung, begah, dan keluhan membaik setelah konsumsi obat maag, maka kemungkinan besar rasa dada terbakar tersebut berasal dari sakit maag.

Cairan lambung bersifat asam, bisa menyebabkan rasa nyeri ketika jika naik ke kerongkongan yang letaknya di sekitar rongga dada (refluks). Asam lambung sebenarnya tidak mungkin naik karena ada katup di antara lambung dengan kerongkongan. Namun katup ini kadang-kadang gagal menjalankan fungsinya.

Pemicu nyeri dada akibat refluks asam lambung:

a.      Kopi. Baik yang mengandung kafein maupun yang decaffeinated, segala jenis kopi bisa memicu produksi asam lambung. Secangkir atau dua cangkir sehari biasanya tidak akan menyebabkan masalah, namun jika sudah terlalu banyak maka asam lambung bisa berbalik ke arah kerongkongan dan memicu nyeri dada.

b.      Ngemil tengah malam. Dalam posisi duduk, gaya gravitasi akan makin memudahkan makanan untuk turun dari kerongkongan ke lambung. Kebiasaan langsung tidur setelah ngemil membuat efek gravitasi berkurang, sehingga makanan di lambung bisa berbalik ke arah kerongkongan dengan membawa asam lambung.

c.       Ikat pinggang terlalu kencang. Ahli jantung dari Cedars Sinai Heart Institute, Prediman Krishan Shah, MD mengatakan ikat pinggang yang terlalu ketat menyebabkan tekanan di perut meningkat. Tekanan ini memaksa katup yang membatasi lambung dengan kerongkongan bekerja lebih keras, sehingga bisa gagal mencegah naiknya asam lambung.

d.      Perut gemuk. Salah satu faktor risiko terbesar pada refluks asam lambung adalah kegemukan. Makin berat beban yang terpusat di perut, makin besar tekanan di daerah tersebut sehingga jalur pencernaan makanan menuju lambung lebih berisiko untuk berbalik arah.

7. Penyakit pada payudara

Pada wanita terdapat organ payudara pada dada. Organ payudara tak jarang menjadi sumber dari rasa nyeri di dada. Pada beberapa wanita, bila sedang menstruasi payudara akan terasa sakit hingga ke dalam dada. Sejumlah penyakit lain pada payudara, seperti infeksi, sumbatan saluran susu, tumor dapat menyebabkan nyeri hingga ke dada. Namun, biasanya nyeri hanya terlokalisasi di sekitar parudara yang dengan penekanan akan terasa lebih sakit.

8. Depresi

Pemeriksaan obyektif terlebih dahulu harus dilakukan untuk menyingkirkan masalah organik fisik yang terjadi pada diri pasien yang mengalami nyeri dada dan masalah tekanan darah. Memang betul, gejala depresi juga dapat merupakan gejala fisik seeprti nyeri dada, walaupun biasanya ini terjadi pada kondisi kecemasan yang akut (tiba-tiba).

Tekanan darah tinggi bisa merupakan pengaruh dari depresinya, tetapi ingat bahwa kondisi tekanan darah tinggi juga bisa dipengaruhi faktor lain seperti keturunan dan penyakit tertentu seperti ginjal. Jadi, perlu pemeriksaan untuk menyingkirkan adanya masalah organik sebelum memutuskan hal ini disebabkan oleh faktor depresi.

Depresi dikenal sebagai gangguan jiwa yang mempunyai gejala penurunan mood atau suasana perasaan, kehilangan minat dan harapan akan masa depan serta gangguan dalam aktivitas psikomotor yang tercermin dalam perasaan lelah atau lemas. Gejala-gejala pokok ini bisa ditambah dengan gejala tambahan seperti sulit tidur atau kebanyakan tidur, kurang nafsu makan atau berlebihan makan, sulit konsentrasi atau bahkan ada yang mengalami ide-ide bunuh diri. Gejala-gejala ini berlangsung selama dua minggu baik disertai adanya pemicu ataupun tidak adanya pemicu.

9. Psikosomatis

Kecemasan, apalagi yang berlebihan akan bisa menjadi penyebab rasa tidak nyaman di dada. Mekanisme terjadi karena adanya hiperaktivitas sistem saraf otonom yang akan membuat tubuh merespon dengan gejala-gejala fisik yang dikenal dengan istilah keluhan psikosomatis.

 

nyeri pada gangguan jantung

 

Penyebab sakit dada yang berasal dari jantung ini terbagi menjadi dua yaitu :

  1. Koroner ( Karena ada penyempitan pembuluh darah koroner jantung)
  2. Non Koroner ( Karena spasme pembuluh darah jantung ).

 

Ciri nyeri dada yang disebabkan jantung

Nyeri didefinisikan sebagai sensasi tidak enak akibat kerusakan jaringan. Nyeri sebenarnya bersifat subyektif. Jantung akan memberikan sensasi nyeri bila terjadi ancaman kerusakan jaringan jantung. Penyebab terseringnya ialah kekurangan oksigen dan darah yang dapat muncul pada kondisi sumbatan atau penyempitan pembuluh darah jantung.

Tidak semua nyeri dada perlu dikhawatirkan berasal dari jantung. Beberapa karakteristik nyeri dada berikutlah yang patut diwaspadai berasal dari jantung.

Jantung terletak di tengah-tengah dada agak sedikit ke kiri. Oleh karena itu, tidak semua nyeri dada akibat jantung dirasakan di sebelah kiri. Bila yang mengalami kerusakan jantung sebelah kanan, maka nyeri yang dirasakan dapat berupa nyeri dada kanan. Jika yang mengalami kerusakan jaringan jantung belakang, maka dapat muncul gejala rasa tidak enak di punggung. Demikian pula bila bagian bawah jantung yang mengalami kerusakan, nyeri bisa dirasakan di ulu hati yang menyerupai gejala sakit maag.

Jantung termasuk organ dalam sehingga sifat nyerinya adalah nyeri yang tidak terlokalisasi. Artinya, Anda tidak akan dapat menunjuk letak nyeri hanya dengan satu jari. Biasanya, seorang pasien jantung akan menunjukkan tempat nyerinya dengan seluruh telapak tangannya ketika ditanya di mana letak nyeri dirasakan.

Sensasi nyeri dada akibat jantung biasanya bersifat tumpul. Nyeri dada seperti sensasi tertindih benda berat, tertekan, sesak berat, dan rasa terbakar. Namun, beberapa dari mereka juga dapat mengalami rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk.

Ciri khas lainnya adalah terdapat penjalaran. Nyeri yang diakibatkan oleh jantung dapat menjalar melalu saraf hingga ke bahu, lengan kiri, tembus ke punggung, dan leher. Tempat-tempat tersebut khas untuk penjalaran nyeri dari jantung.

Mengenai lama, nyeri dada dapat berbeda-beda tergantung berat-ringannya penyakit jantung yang diderita. Nyeri dada akibat penyempitan derajat ringan biasanya berlangsung kurang dari 20 menit. Sementara itu, nyeri akibat sumbatan total atau pada serangan jantung akut terjadi lebih dari 20 menit.

Nyeri dada akibat jantung terjadi pada saat kerja jantung kita meningkat, misal saat beraktivitas, sesaat setelah beraktivitas, sedang marah, emosi, atau stres. Nyeri berkurang dengan istirahat dan menenangkan diri.

Ciri khas lainnya ialah nyeri tidak dipengaruhi oleh posisi tubuh. Posisi berdiri, duduk, berbaring miring ke kanan, kiri, dan sebagainya tidak akan memengaruhi rasa nyeri. Demikian pula dengan pernapasan. Nyeri akibat jantung tidak bertambah sakit saat menarik ataupun mengembuskan napas. Jika nyeri bertambah dengan menarik napas, maka penyebab nyeri dada lebih dicurigai disebabkan oleh paru-paru atau otot dinding dada.

Nyeri dada akibat jantung umumnya diiringi oleh gejala saraf simpatis lainnya, yakni gejala seperti saat seseorang cemas. Gejala simpatis tersebut antara lain berkeringat dingin, denyut jantung cepat, lemas, mual, dan muntah.

Anda merasakan nyeri dada? atau orang sekitar Anda ada yang nyeri di dada? Coba cocokkan dengan karakteristik nyeri di atas. Jangan cepat-cepat takut bahwa nyeri dada yang dialami akibat jantung. Namun, bila agaknya karakteristiknya mengarah ke jantung, segera ke rumah sakit terdekat.

Pertanyaan-Pertanyaan Yang Mungkin Ditanya Dokter Tentang Nyeri Dada

  • Kapan nyerinya mulai ?
  • Kwalitas dari nyeri ?
  • Berapa lama nyeri berlangsung ?
  • Apakah nyeri datang dan pergi ?
  • Apa yang membuat nyeri lebih baik ?
  • Apa yang memperburuk nyeri ?
  • Apakah nyeri menyebar (bergerak ke area lain tubuh) ?
  • Apakah ada penyakit sebelumnya ?
  • Apakah ada trauma sebelumnya ?
  • Apakah ada episode-episode nyeri yang serupa dimasa lalu ?

Pertanyaan-Pertanyaan Tentang Gejala-Gejala Yang Berhubungan

  • Sesak napas ?
  • Demam atau kedinginan ?
  • Batuk ?
  • Mual atau muntah ?
  • Berkeringat ?

Pertanyaan-Pertanyaan Tentang Faktor-Faktor Risiko Untuk Penyakit

Faktor-Faktor Risiko Untuk Penyakit Jantung

  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Sejarah keluarga

Faktor-Faktor Risiko Untuk Pulmonary Embolus (Bekuan Darah Pada Paru)

  • Ketidakaktifan yang lama seperti istirahat ranjang, perjalanan-perjalanan mobil atau pesawat terbang yang panjang
  • Operasi baru-baru ini
  • Patah-patah tulang
  • Penggunaan pil-pil pencegah kehamilan (terutama jika pasien merokok sigaret)
  • Kanker

Faktor-Faktor Risiko Untuk Aortic Dissection

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Marfan Syndrome
  • Ehlers-Danlos syndrome
  • Polycystic kindey disease
  • Penggunaan Cocaine
  • Kehamilan

[Dari berbagai sumber]

Advertisements

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

14 comments on “Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 10) : Nyeri Dada

  1. Pagi dok , saya tati di tegal usia saya 20 th. saya mau tanya dok. Akhir2 ini saya sering merasakan sesak nafas dan dada saya terasa sakit. Terutama nyeri dada bagian kanan atas. Itu kenapa ya dok ? Mohon penjelasanya. Trims

  2. Salam, Saya pria 29 tahun dada sering nyeri sebelah kiri tembus belakan kadang disertai mual mual.. tangan kaki keluar keringat dan dingin. Perasaan tidak enak. Penyakit sudah lama sering berobat katanya maag tapi tdk ada perubahan. Apa ini disebabkan pentakit jantung. Terima kasih

  3. mkasih jadi tau sekarang

  4. Malam Dok saya Suka sakit dada Tapi sakit nya biasa Dan Letak Sakit nya dappat ditunjuk oleh 1 Jari saja …
    Semenjak mengerok Bulu Ketiak saya .. saya Jadi sering sakit dada itu kenapa yah dok

  5. Malam dok saya romi umur saya 21 tahun, dada saya saat skrng nyeri dok tepatnya dada saya yang sebelah tengah, baru2 ini muncul dok nyeri dada saya, ketika sya mengangkat tangan sebelah kiri nyeri dada saya muncul dok dan pada saat tidur juga, itu kenapa ya dok dan bagaimana cara menyembuhkannya, saya sangat takut dok, mohon respon dari dokter terimakasih

  6. sore dok… saya sarah berumur 16 tahun … saya sudah pama mengalami sakit dada dan gak tau arah nya soal nya gak bisa d tunjuk… dan saya juga merasakan seperti di tusuk” oleh jarumm… sesak napas dan nyeri dibagian badan kiri saya… apakah saya mengalami penyakit jantung apa tidak…?? terima kasih…

  7. Selamat lagi dok, saya mahasiwi umur 21 tahun.. saya kadang mengalami sakit di sebelah kiri dada, rasanya tidak nyaman sekali… terkadang jika sedang salah posisi saya merasa dada kiri saya sakit, dan rasanya seperti di tusuk2 ketika saya mulai mengambil nafas dalam.. saya khawatir dan takut dok. Sudah beberapa kali saya berobat tpi tetap masih seperti ini rasanya… dulu sewaktu kecil saya memang pernah punya riwayat jatuh d atas batu yg rada runcing tepat di daerah dada sebanyak dua kali… ketika jatuh saya tidak bisa mengeluarkan suara sama ssekali.. apa itu ada hubungannya dok? Saya sangat butuh penjelasan dari dokter. Terimakasih

  8. terima kasih untuk informasi dan penjelasannya 🙂

  9. sore dok,
    sy umur 17 thn (sy perempuan), dok sya mau tanya… kenapa ya dok dada bagian tengah sy kadang terasa sakit kadang enggak? apa penyebab.a & gmana cra mengatasi.a dok?

  10. Salam dok, saya sering menralami gangguan terasa ditusuktusuk disekitar dada, kadang sampai ke kerongkongan hingga punggung. Naumun jika saya minum air hangat sakitnya agak reda. Dan jika saya membuat kompres airpanas pake karet kompres rasanya bisa agak lega namun bisa berpindah misal ketika saya membuat kompres air panas ke dada, rasa ditusuk-tusuk dan nyerinya bisa pindah ke sekitar kelenjar kerongkongan, nbahkan ke punggung dan sebaliknya. Saya ingin penjelasan dari dokter tentang sakit yang saya alami ini. Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih.

  11. ‘Usia saya 16 tahun dok.. Dada saya terasa seperti memar,tertekan. Sering terasa saat bangun tidur dan sehabis olahraga.. Sakit nya tambah terasa saat saya busungkan dada saya dok.. Saya perokok pasif dok.. Saya laki”.. Itu diakibatkan apa ya dok?? Dan gimana cara menghilangkannya..? Terima kasih.’

  12. Usia saya 16 tahun dok.. Dada saya terasa seperti memar,tertekan. Sering terasa saat bangun tidur dan sehabis olahraga.. Sakit nya tambah terasa saat saya busungkan dada saya dok.. Saya perokok pasif dok.. Saya laki”.. Itu diakibatkan apa ya dok?? Dan gimana cara menghilangkannya..? Terima kasih.

  13. Sudah 1 tahun saya sakit dada kiri sesudah melahirkan, sekarang sudah 3hari terasa lagi,bila saya bergerak dada semakin sakit,tapi rasanya hilang timbul hanya beberapa detik saja,,punggung kiri terasa pegal,berbunyi kreek bila diputar,apa penyakit saya dok

  14. Salam dok, sy mau tanya knpa ya, aku sakit dada sblh kiri sdh berlangsung beberapa tahun dan parahny saat ini sakitnya smkin teruk, sakitnya sering jg berpindah sehingga ke pungung belakang tetapi tetap di sblh kiri dadah shj..sy sdh menjalani Pemeriksaan Ecg 3x dan hasilnya normal,tetapi sakitnya masih tdk berhenti.. Tolong dok aku sgt khwatir, dan jika sy ke dokter lg apa sarana dok utk sy? Mksud sy rawatan apa yg perlu sy jalani? Makasi dok, sy sgt mengharapkn respon dr dok..Smga Tuhan memberkati dok..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: