2 Comments

Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 7) : Mimisan

mimisan

Mimisan atau epistaksin adalah pendarahan yang keluar dari lubang hidung, pendarahan tersebut terjadi karena lepasnya mukosa yang mengandung pembuluh darah kecil. Mimisan kerap terjadi pada balita, anak, dan orang dewasa. Banyak yang menyebabkan kenapa mimisan tersebut bisa terjadi, salah satunya faktor perubahan cuaca.
Dilansir dari SymptomFind, salah satunya adalah mimisan anterior. Mimisan ini adalah yang paling umum sering terjadi dan menjadi 90 persen mimisan yang dialami banyak orang menurut penelitian  eMedicineHealth.

Mimisan ini terjadi pada bagian depan atau anterior hidung. Pendarahannya cenderung berasal dari pecahnya jaringan pembuluh darah. Mimisan jenis ini biasanya akan cepat sembuh.

 

mimisan anterior

Penyebab Mimisan Anterior:

1. Meniup hidung terlalu keras

Mungkin Anda seringkali membuang ingus dengan cara menghembuskan hidung terlalu keras. Ini bisa mengiritasi saluran darah dalam hidung kelalui kekuatan mencabut lendir dengan paksa. Akhirnya, beberapa pembuluh darah Anda yang kecil akan terekspos dan akhirnya Anda mengalami mimisan. Anda mungkin juga memiliki gumpalan darah di dalam hidung. Sehingga, sesekali jika gumpalan itu teriritasi maka bisa menyebabkan pendarahan sekali lagi.

2. Kedinginan dan flu

Meniup hidung terlalu keras memang bisa menyebabkan mimisan. Itu biasanya Anda lakukan jika hidung Anda meler akibat kedinginan atau flu. Anda kemudian meniup hidung setiap menit. Cobalah meniup hidung dengan cara lembut. Jika Anda memiliki kotak tisu, maka Anda lebih baik menggunakannya ketimbang meniup hidung terlalu keras.

3. Dekongestan nasal

Bila Anda dalam kondisi kedinginan berlebihan, maka Anda bisa menggunakan dekongestan nasal pada hidung untuk membersihkan hidung Anda. Namun, dekongestan nasal cenderung mengeringkan hidung, sehingga dapat menyebabkan mimisan.

4. Sinusitis

Jika Anda memiliki kasus sinusitis, Anda juga bisa mendapatkan mimisan. Namun, sebagian besar kasus mimisan dari sinusitis sebenarnya terkait dengan penggunaan dekongestan nasal.

5. Mengupil

Kotoran memang seringkali ada di dalam hidung. Itu kemudian membuat Anda ingin mengeluarkannya dengan cara mengupil. Namun, jika Anda mengupil terlalu sering, terutama jika Anda memiliki kuku panjang dan tajam, Anda dapat menggores atau merobek bagian dalam hidung. Ini kemudian menyebabkan pendarahan.

6. Cuaca ekstrim

Kondisi dimana cuaca terlampau panas atau terlampau dingin bisa mengeringkan hidung sehingga membuat Anda mimisan. Kondisi ekstrem tersebut bisa juga disebabkan karena pemanasan ruangan dan AC.

7. Alergi

Jika Anda memiliki alergi, ini juga mungkin menyebabkan hidung Anda gatal. Pada akhirnya, aAnda ingin menggaruk hidung. Penggunaan dekongestan nasal pada saat hidung gatal juga bisa menyebabkan Anda mimisan. Mimisannya biasanya terjadi di pagi hari dan malam hari.

8. Aktivitas di tempat tinggi

Duduk sedikit menelungkup tak selalu menyebabkan mimisan. Namun, kelembaban udara atau kekeringan, disertai aktivitas yang Anda lakukan di sebuah ketinggian dapat menyebabkan hidung berdarah.

9. Hidung bengkok

Mimisan merupakan gejala umum dari septum hidung yang menyimpang. Ini terjadi ketika partisi antara saluran hidung menjadi bengkok dan keluar dari posisinya. Sebuah penyimpangan septum dapat menghambat saluran hidung, dan memungkinkan benda asing mudah masuk ke dalam hidung. Ini bisa menyebabkan cedera atau infeksi yang akhirnya menyebabkan mimisan berlebihan. Jika Anda terlahir dengan hidung bengkok atau hidung rusak, Anda akan lebih rentan terhadap mimisan.

10. Penyakit jantung

Jika Anda memiliki penyakit jantung, maka darah Anda tidak dapat menggumpal dengan mudah. Ini akhirnya bisa  mengakibatkan mimisan.

11. Konsumsi alkohol dan obat-obatan

Menggunakan obat-obatan, terutama obat yang cenderung mendengus, seperti kokain, dapat menyebabkan mimisan. Minum alkohol berlebihan juga dapat menyebabkan mimisan karena alkohol menghentikan pembekuan darah dan melebarkan pembuluh darah.

 

mimisan posterior

 

Mimisan kedua adalah Mimisan Posterior

Mimisan posterior terjadi di belakang hidung dan umumnya dialami oleh orang tua. Jenis mimisan ini cukup serius dan biasanya perlu menjalani perawatan di bawah dokter spesialis.

 

Penyebab mimisan posterior:

1. Pengobatan khusus

Anda yang gemar mengonsumsi obat-obat khusus untuk pengencer darah, seperti warfarin dan heparin, atau yang gemar menghisap obat-obatan seperti aspirin dan ibuprofen, dapat menyebabkan mimisan posterior. Bahkan, Anda juga bisa mengalami mimisan anterior.

2. Hipertensi

Hipertensi, juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi. Ini bisa menyebabkan mimisan meskipun alasan yang menjadi penyebabnya secara detail masih belum ditemukan.

3. Gangguan darah

Mimisan merupakan gejala dari penyakit tertentu, seperti leukemia dan hemofilia, yang memengaruhi kemampuan darah untuk membeku. Mimisan posterior juga bisa jadi tanda Anda terserang penyakit von Willebrand, yang menyebabkan perdarahan dan memar.

4. Hardened Arteri

Ketika lemak dan kolesterol menumpuk di arteri Anda, hal ini dapat menyebabkan mereka mengeras. Pengerasan arteri bisa menyebabkan hidung mimisan.

5. Tumor

Tumor di rongga hidung, baik jinak atau ganas, dapat menyebabkan mimisan.
6. Benturan pada kepala

Jika Anda jatuh, ada benda keras mendarat di kepala Anda, ada yang memukul kepala Anda, atau jika Anda menerima trauma kepala, ini dapat menyebabkan mimisan.

7. Operasi hidung

Efek samping yang umum dari operasi hidung adalah mimisan dan dapat berkisar dari mimisan ringan sampai parah.

8. Kekurangan kalsium

Jika Anda telah mengalami banyak mimisan belakangan ini, mungkin itu merupakan indikasi bahwa Anda memiliki masalah kekurangan kalsium. Periksa dengan dokter Anda dan konsumsi beberapa suplemen jika Anda pikir ini mungkin menjadi penyebab mimisan Anda.

9. Iritasi kimia

Bahan kimia dalam asap rokok, amonia, asam sulfat, bensin dan lain-lain bisa menyebabkan iritasi hidung, sehingga Anda menjadi mimisan.

 

Penyebab lain mimisan:

 

1. Penggunaan Alkohol

Alkohol dapat menghambat aktivitas normal trombosit dalam darah, memperlambat pembekuan darah. Juga, membuat pembuluh darah superfisial membesar sehingga menjadi rentan terhadap cedera dan berdarah.

 

2. Aktivitas Fisik yang Berat

Tekanan darah secara alami meningkat ketika berlari, latihan berat dan mengangkat beban yang berat. Membungkuk juga dapat menyebabkan tekanan yang menghancurkan pembuluh di dalam hidung.

 

3. Obat Homoeopati dan Suplemen Diet

Beberapa suplemen makanan mengandung bahan senyawa yang mirip dengan resep pengencer darah. Bawang putih, jahe, Ginko biloba, ginseng dan vitamin E adalah beberapa contoh yang bisa mengencerkan darah dan membuat pendarahan semakin parah.

 

4. Kekurangan Vitamin

Mimisan bisa merupakan suatu indikasi bahwa Anda kekurangan kalsium, vitamin C, K, A, B atau B9-12.

 

5. Penyakit keturunan

Gangguan perdarahan keturunan, seperti hemofilia dan trombositopenia, atau rendahnya tingkat trombosit darah yang diperlukan untuk pembekuan. Dengue telangiectasia juga merupakan penyakit keturunan yang melibatkan pertumbuhan pembuluh darah di bagian belakang hidung.

 

6. Sekat hidung yang menyimpang

Ketika tembok yang memisahkan dua lubang hidung tidak berada ditengah, atau menyimpang, aliran udara di lubang hidung menjadi kasar. Pola aliran udara yang terdistorsi membuat kulit sekat hidung di sisi sempit menjadi kering dan pecah-pecah dan dapat menyebabkan pendarahan.

 

7. Penyakit Liver

Penyakit hati dapat menghambat pembekuan darah dan mengakibatkan mimisan berulang dan bahkan parah. Kerusakan hati membuat hati tidak dapat untuk memproduksi protein yang cukup untuk membantu pembekuan darah.

 

8. Gagal Ginjal

Mimisan adalah salah satu gejala gagal ginjal akut.

 

9. Gagal Jantung

Sebelum mengalami gagal jantung, beberapa orang mungkin mengalami pendarahan hidung.

 

10. Penyakit von Willebrand

Darah mengandung protein yang disebut faktor koagulasi yang memungkinkan darah untuk membeku untuk menghentikan pendarahan. Jika salah satu dari protein ini hilang, darah tidak bisa menggumpal dengan benar, yang mengakibatkan pendarahan berlebihan atau abnormal. Penyakit von Willebrand adalah penyakit keturunan di mana faktor von Willebrand hilang dari darah. Hal ini menyebabkan perdarahan dari menstruasi, gusi, dan luka memar, ruam kulit dan mimisan jadi tidak normal dan cenderung berlebihan. Sebagian besar kasus penyakit von Willebrand adalah ringan dan dapat dikontrol dengan obat-obatan, menurut MedlinePlus. Beberapa kasus mungkin memerlukan suntikan reguler plasma darah yang mengandung faktor von Willebran

 

Meski bagi kebanyakan orang, penyakit mimisan tidak terlalu berbahaya. Tapi, perlu anda sadari jika terus menerus dapat berefek yang lebih besar lagi terhadap diri anda. Nah, adapun cara mengatasi mimisan dengan cepat jika ada yang sedang terkena mimisan atau pendarahan pada hidung dapat di baca di bawah ini:

Cara Mengatasi Mimisan

  • Dudukkan penderita mimisan, agar hidung lebih tinggi dari jantung. Jangan suruh tidur telentang sebab aliran darah ke hidung bertambah deras dan darah dapat tertelan ke belakang.
  • Bungkukkan badannya ke depan sedikit, lalu beri instruksi agar bernafas dari mulut.
  • Tekan cuping hidung selama kurang lebih lima menit.
  • Pada hidungnya bisa diberikan kompres dingin untuk memperlambat aliran darah ke hidung.
  • Bila setelah lima menit mimisan belum berhenti, tekan lagi cuping hidung selama 10 menit.
  • Jika masih tetap berdarah, bawalah anak ke rumah sakit terdekat.
  • Jangan lupa, akan lebih baik setelah melakukan pertolongan pertama, segera konsultasikan kondisi ini pada dokter.

 

Mimisan Pada Anak

 

Beberapa Kemungkinan Penyebab Mimisan Pada Anak :

  1. Anak-anak mempunyai karakter yang cinderung aktif, saat bermain bisa jadi pada bagian hidung tanpa sengaja terbentur benda keras, akibat jatuh atau terpukul saat bermain. Ini paling wajar terjadi mimisan pada anak.
  2. Perilaku Anak yang sering mengorek hidung, mungkin karena ada rasa gatal, atau gangguan akibat adanya kerak hidung yang membuat dia risih, mengkorek hidung terlalu dalam juga resiko menyebabkan mimisan pada anak.
  3. Anak ya memang anak, dunianya adalah dunia bermain, namun sebagai orang tua kita juga harus rajin mengawasinya, banyak kejadian mimisan pada anak ini disebabkan oleh masuknya benda asing yang terlalu besar pada rongga hidung sang anak.
  4. Mimisan pada anak sering juga terjadi pada penempatan lingkungan dengan perubahan yang ekstrim, seperti misalnya jika rumah Anda ber AC, lalu tiba-tiba Anda mengajak anak Anda mengunjungi suatu daerah dengan suhu panas…..tekanan udara pada suhu ekstrim juga memicu mimisan pada anak.
  5. Suhu tubuh terlalu tinggi akibat demam juga bisa menimbulkan mimisan pada anak ini ini, ketika si kecil terkena infeksi atau saat terkena demam berdarah, mimisan acap kali kita jumpai bukan?
  6. Benturan pada hidung, misalnya karena anak terjatuh atau hidungnya terpukul.
  7. Hidung kemasukan benda asing, seperti biji-bijian, atau benda kecil lain yang menimbulkan infeksi dan terjadinya perdarahan (biasanya ditandai dengan terciumnya bau busuk dari lubang hidungnya).
  8. Mimisan pada anak memang sepele, namun tetap harus kita waspadai, pada anak penderita leukimia dan hemofilia juga mengalami mimisan tersebut.

Mimisan pada anak seperti pada poin 1- 7 diatas tergolong pada mimisan jenis ringan, tak perlu sangat khawatir, sementara mimisan pada poin 6 ini harus segera ditindaklanjuti. Pada intinya, mimisan pada anak tergolong ringan apabila sumber mimisan ini adalah pada rongga hidung, namun jika mimisan bersumber pada bagian belakang rongga hidung, ini tergolong mimisan yang perlu penangangan ekstra.

 

Semoga saja mimisan pada anak kita adalah tergolong mimisan yang ringan, nah lalu bagaimana kita menangani mimisan pada anak kita?

 

Berikut langkah-langkah penanganan mimisan pada anak :

  1. Pertama yang harus anda lakukan adalah dengan bersikap TIDAK PANIK, karena kepanikan Anda akan membuat anak merasa ketakutan dengan mimisan yang dialaminya, tetap tenang dan bersikaplah bahwa seolah mimisan itu wajar pada anak.
  2. Kalau keadannya terlalu lemah, baringkan dengan meletakkan bantal di punggunggnya.
  3. Dudukkan anak pada pangkuan Anda, tenangkan dia, posisikan duduk anak agak membungkuk kedepan, agar darah yang mengalir tidak mengalir ke dalam yang bisa memicu sang anak tersedak atau merasa mual mual dan muntah ketika darah tertelan.
  4. Secara perlahan jepit hidung sang anak, ingat jangan terlalu keras, lalu mintalah anak bernapas melalui mulut, lakukan ini selama 3-5 menit.
  5. Sembari memnjepit hidung sang anak, tenangkan anak dengan mengelap wajah anak yang berlumuran darah, karena pada beberapa kasus mimisan pada anak, dia sangat histeris melihat darahnya sendiri.
  6. Setelah mimisan pada anak sedikit berkurang, kompres bagian hidung anak dengan menggunakan es batu, lakukan dengan menempel dan mengangkat, jangan sampai anak telalu kedinginan akibat es nya.
  7. Penanganan ini paling lama memakan waktu 10 menit, jika ternyata lebih dari itu sang anak masih mimisan, bawalah ke dokter segera, agar sumber mimisan pada anak bisa diketahui.

 

Dokter akan mencari sumber perdarahan dengan bantuan alat pengisap untuk membersihkan hidung dari bekuan darah. Kemudian, hidung ‘disumbat’ tampon khusus untuk hidung selama 3-5 menit. Dengan cara ini dapat diketahui apakah sumber perdarahan dari depan atau belakang rongga hidung. Pada kasus-kasus tertentu diperlukan pemeriksaan laboratorium dan/atau radiologi.

 

[Dari berbagai sumber]

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

2 comments on “Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 7) : Mimisan

  1. Ngeri juga liat orang mimisan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: