Leave a comment

Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 6) : Sakit Perut

sakit perut

Sakit perut muncul dengan berbagai cara dan mempunyai banyak penyebab yang berbeda. Kita harus menentukan letaknya, radiasi, keparahan, karakter, frekuensi, durasi, faktor pemicu dan yang mengurangi gejala dan gejala lain yang berhubungan. Sakit perut dapat dikenali penyebabnya berdasarkan lokasi dan karakteristik sakit yang timbul.

Perut adalah organ yang berongga, jadi didalamnya terdapat bermacam-macam organ yang terletak pada posisinya masing-masing, pada perut sebelah kanan dibagian atas terdapat organ Hati, Kandung Empedu, Ginjal, Usus kecil dan Usus Besar, sedangkan pada sbelah kanan di bagian bawah terdapat Usus Besar, Usus Buntu / Appendix, Saluran kencing, dan khusus pada wanita terdapat Saluran Indung Telur.

Sakit perut yang hebat dan mendadak kadang merupakan gejala yang sering membawa pasien datang ke unit gawat darurat dan merupakan keluhan utama yang paling sering ditemukan pada pasien dengan kasus pembedahan pada gangguan perut, Dalam kondisi tertentu dan jarang sakit perut  yang menyebabkan  dapat menyebabkan komplikasi yang serius bahkan hingga kematian jika diagnosis dan terapi yang tepat terlambat diberikan.

Sakit perut dapat berupa sakit visceral maupun sakit somatik, dan dapat berasal dari berbagai proses pada berbagai organ di rongga perut atau diluar rongga perut, misalnya dirongga dada. Para klinisi sebaiknya telah memahami patofisiologi dan tanda-tanda khas penyebab akut abdomen. Lokasi, karakteristik, derajat sakit dan ada atau tidaknya gejala-gejala sistemik dapat membantu dalam membedakan penyebab-penyebab akut abdomen yang membutuhkan pembedahan segera dengan kondisi medis biasa.

Sifat, derajat, dan lamanya sakit akan sangat membantu dalam mencari penyebab utama akut abdomen. Sakit superfisial, tajam dan menetap biasanya terjadi pada iritasi peritoneal akibat perporasi ulkus atau ruptur appendiks, ovarian abses atau kehamilan ektopik. Sakit kolik terjadi akibat adanya kontraksi intermiten otot polos, seperti kolik ureter, dengan ciri khas adanya interval bebas sakit. Tetapi istilah kolik bilier sebenarnya tidak sesuai dengan pengertian sakit kolik karena kandung empedu dan ductus biliaris tidak memiliki gerakan peristalsis seperti pada usus atau ureter. Sakit kolik biasanya dapat reda dengan analgetik biasa. Sedangkan sakit strangulata akibat sakit iskemia pada strangulasi usus atau trombosis vena mesenterik biasanya hanya sedikit mereda meskipun dengan analgetik narkotik. Faktor-faktor yang memicu atau meredakan sakit penting untuk diketahui. Pada sakit abdomen akibat peritonitis, terutama jika mengenai organ-organ pada abdomen bagian atas, sakit dapat dipicu akibat gerakan atau nafas yang dalam.

Penyebab Sakit Perut

  • Saluran Cerna: Sakit abdomen nonspesifik, Appendicitis, Obstruksi usus halus dan kolon, Perforasi pada peptic ulser, Hernia inkarserata, Perforasi usus atau Diverticulitis
  • Hati, Limpa dan empedu: Akut kolesistisis, Akut kholangitis, Abses hepar, Hepatitis akut, Limpa yang trauma atau rusak
  • Pancreas: Akut pancreatitis
  • Saluran Kemih: Kolik ginjal, kut pyelonefritis
  • Ginekologi: Akut salpingitis, Kehamilan ektopik yang ruptur
  • Pembuluh darah: Acute ischemic colitis, Mesenteric thrombosis
  • Peritoneum: Abses intra abdominal, Peritonitis tuberkulosis
  • Retroperitoneum: Perdarahan retroperitoneum

 

Berbagai macam penyakit umum perut:

1. Asam Lambung

Turunnya asam terjadi ketika asam lambung bereaksi ketika Anda tidak makan apa-apa untuk waktu yang lama. Enzim asam dalam perut akan menjadi kuat dan segera setelah Anda makan, asam lambung akan ‘menghabisinya’ dan membuat makanan naik. Cara terbaik untuk mengalahkan refluks asam adalah susu dingin.

2. Kembung

Gas tidak lain hanyalah udara berat yang diproduksi saat mencerna makanan berserat berat seperti kubis. Perut akan terasa seperti ditarik dan mungkin juga membuat jantung terasa seperti terbakar akibat gas.

Anda dapat berlatih pavanmuktasana, sebuah gaya yoga yang akan membuat Anda kentut atau minumlah banyak air untuk mencairkan gas.

3. Ulkus Lambung

Ketika waktu makan menjadi sangat tidak teratur, enzim asam akan mengikis lapisan perut. Hal ini menyebabkan rasa sakit parah dan rasa terbakar di perut.

Obat-obatan dapat mengontrol tukak lambung tetapi mereka selalu bisa kambuh. Jadi, aturlah jadwal makan Anda setiap 2 jam.

4. Diare

Diare biasanya terjadi ketika Anda makan makanan yang mentah atau tidak higienis. Hal ini membuat perut Anda memberikan jalan yang terlalu mudah feses untuk keluar.

Pisang mentah yang besar untuk mengencangkan pergerakan usus dan juga oralit atau air dengan garam dan gula dapat mengobatinya.

5. Sembelit

Ketika Anda makan makanan yang mengandung terlalu banyak protein dan karbohidrat namun seratnya sedikit, feses akan menjadi keras. Ini mungkin akan menyebabkan susahnya buang air besar (BAB) selama berhari-hari.

Ini akan membuat nafsu makan menurun dan menyebabkan sakit perut. Minumlah susu dan pepaya dalam menangani kasus sembelit.

6. Intoleransi Laktosa

Beberapa manusia dewasa tidak memiliki enzim untuk mencerna susu yang disebut laktosa. Sehingga ketika mengonsumsi susu atau produk turunan susu akan menyebabkan gangguan pencernaan.

Satu-satunya hal yang dapat Anda lakukan di sini adalah menghindari semua produk susu dan turunannya.

7. Cacingan

Kadang-kadang, cacing dapat masuk ke perut kita dari makanan yang tidak higienis atau yang terinfeksi. Seperti di dalam daging, jika tidak diproses dengan benar bisa saja mengandung cacing.

Cacing akan menyebabkan sakit perut dan dubur menjadi gatal. Anda perlu mengambil obat cacing untuk segera menyingkirkannya.

8. Irritable Bowel Syndrome

Bila Anda memiliki gangguan pencernaan kronis dan sakit perut, maka bisa jadi Anda memiliki sindrom iritasi usus besar. Dan sejauh ini daya pencernaan mungkin akan berkurang secara signifikan.

Karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan, Anda harus benar-benar waspada dengan apa yang Anda makan.

Selain itu, gangguan pencernaan seperti sakit perut akibat mengonsumsi makanan yang sangat berat atau pedas dapat membuat perut tak sanggup mencernanya. Saat hal itu terjadi, Anda dapat mengambil jaljeera (air jinten hitam dengan garam) untuk memudahkan pencernaan Anda.

9. Heartburn


Heartburn terjadi ketika bagian perut (dan biasanya sampai dada) terasa seperti terbakar. Hal ini terjadi karena asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Segera atasi dengan obat heartburn agar kondisi tidak bertambah parah. Selain itu, jangan langsung berbaring setelah makan, tunggu setidaknya tiga jam setelah makanan masuk ke usus.

10. Sakit haid


Bagi para wanita, beberapa di antara mereka merasa sakit di bagian perut ketika sedang haid. Jika hal ini terjadi, Anda bisa mengompres perut dengan air hangat, memperbanyak konsumsi susu, dan makanan yang mengandung magnesium serta zat besi untuk mengganti nutrisi yang hilang dari darah.

11. Batu Empedu

Batu empedu terbentuk di kandung empedu, batu-batu ini menyebabkan pembengkakan dan memblokir saluran usus sehingga timbul sakit. Sakit batu empedu cenderung menyerang sisi kanan perut bagian atas terutama setelah makan berlemak karena memicu kandung empedu berkontraksi.

12. Pankreatitis

Peradangan pankreas bisa menyebabkan rasa sakit terbakar di perut bagian atas atau tengah, beberapa orang bahkan ada yang merasa linu sampai ke punggung. Biasanya orang bersandar ke depan atau berbaring terlentang untuk mengurangi rasa sakit dan meredakan sakit, mual dan muntah.

13. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) menyebabkan sakit di perut atas dan dada bagian bawah atau sakit di ulu hati. Penyebabnya katup yang memisahkan perut dari kerongkongan lemah sehingga makanan dan asam lambung bisa naik ke atas. Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau jenis makanan berlemak bisa memperburuk keadaan.

14. Efek samping obat

Bifosfonat oral yang berguna membantu mempertahankan kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis bisa menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit di esofagus. Sedangkan obat sakit yang dikenal NSAID seperti ibuprofen dan aspirin bisa menyebabkan pembengkakan di lapisan lambung.

15. Radang usus (diverticulitis)

Peradangan ini terjadi di kantong yang terbentuk di lapisan usus biasanya usus besar. Gejalanya berupa kram di perut bagian bawah dan biasanya diet tinggi serat bisa membantu.

16. Endometriosis

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel dari dinding rahim yang tidak tumbuh di tempatnya. Biasanya ditandai dengan sakit, perdarahan tidak teratur dan infertilitas. Endometriosis sulit didiagnosis dan seringkali membutuhkan rujukan dokter kandungan dan USG panggul.

17. Radang usus buntu

Radang usus buntu lebih sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda, biasanya dimulai dengan rasa sakit di bagian perut tengah dan terus berkembang ke bagian kanan bawah perut. Jika tidak dihilangkan bisa pecah dan berpotensi mengancam hidup.

18. Stress

Stress bisa menyebabkan sakit kepala, tekanan darah tinggi, insomnia dan masalah perut. Selain itu depresi telah dihubungkan dengan masalah pencernaan serta sindrom iritasi usus besar. Depresi bisa menyebabkan perut sakit tapi sakit perut yang konstan.

19. Keracunan makanan

Kondisi ini bisa disebabkan oleh keracunan makanan akibat virus atau bakteri, biasanya menyebabkan sakit perut yang disertai dengan diare dan muntah. Dalam kasus yang yang jarang, keracunan makanan bisa serius atau fatal.

20. Kolera

Penyakit perut satu ini disebabkan oleh virus bernama vibrio Cholerae (iBacillus coma). Kolera juga dikenal sebagai penyakit muntaber. Bila perut ditekan maka akan terasa sakit di perut bagian bawah dan diikuti kejang pada otot perut. Perasaan mual dan mau muntah biasanya datang setelah mengalami mencret. Solusi pertama mengobati kolera adalah dengan minum garam oralit. Bila cairan tubuh yang hilang sangat banyak, maka diperlukan cairan infus.

21. Disentri

Disentri merupakan salah satu jenis diare akut atau timbul mendadak. Umumnya dialami anak usia balita. Adapun penyebab diare adalah infeksi kuman Shihella dan parasiti (disentri amuba). Penyakit perut satu ini terjadi karena radang usus (terutama usus besar) yang bermasalah atau terganggu sehingga menghasilkan diare berat yang mengandung lendir dan atau darah dalam feses.

Lokasi Sakit Perut Dan Kemungkinan Penyebabnya

  • Kanan bagian atas

Kemungkinan yang mengalami gangguan adalah organ-organ yang terletak pada bagian kanan atas adalah Gangguan Hati, Radang pada kandung empedu akibat adanya batu, serta kadang-kadang bisa terjadi radang usus kecil.  Sakit kantung empedu sifat sakit hebat, tetap/konstan, sakit kuadran kanan atas/ epigastrik dan sering memburuk setelah makan makanan yang berlemak (fatty foods). Tetapi kalau tempat sakit berada agak ditengah dan rasa sakitnya sampai menembus kebelakang, kemungkinan gangguan Ginjal harus dicurigai. Kolik renal atau gangguan sakit disebabkan gangguan ginjal: sakit kolik pada sudut tertentu bagian ginjal, yang sakit bila ditekan, menjalar ke panggul. Khasnya  pasien tidak dapat menemukan posisi yang dapat mengurangi sakit. Namun pada kolik ginjal dapat juga terjadi di bagian sebelah kiri.  Iskemik usus atau usus yang rusak, sakit bersifat tumpul, hebat, tetap/konstan, sakit abdomen kuadran kanan atas yang meningkat saat makan.

  • Kiri bagian atas

Kolik renal atau gangguan sakit disebabkan gangguan ginjal: sakit kolik pada sudut tertentu bagian ginjal, yang sakit bila ditekan, menjalar ke panggul. Khasnya  pasien tidak dapat menemukan posisi yang dapat mengurangi sakit. Namun pada kolik ginjal dapat juga terjadi di bagian sebelah kiri. Sakit ulkus peptic sakit bersifat tumpul, sakit terbakar (burning) di epigastrium. Khasnya episode malam, membangunkan pasien dari tidur. Diperparah oleh makan dan kadang kadanga dikurangi dengan minum susu atau antasida.

  • Kanan bawah

Penyebab yang paling sering adalah radang dari usus buntu atau  Appendicitis, kemudian penyebab lain yang cukup sering adalah infeksi saluran kencing, atau pada wanita patut dicurigai adanya radang saluran indung telur, infeksi usus halus atau usus besar. Untuk membedakan antara usus buntu dengan infeksi saluran kencing yaitu :  Pada usus buntu gejala yang menyertai adalah demam, bisa juga disertai rasa mual sampai muntah dan kadang bisa juga disertai diare, biasanya sakit yang timbul kuat sekali sampai si penderita selalu membungkukkan badannya karena menahan sakit di bagian perut kanan bawah.  Sedangkan pada infeksi saluran kencing biasanya adalah sering kencing, rasa sakit bila kencing, juga rasa perih pada waktu kencing, juga bisa disertai demam tinggi dan rasa mual muntah juga. Sakit kolon tampilannya kadang kadang sakit dapat berkurang sementara oleh defekasi atau flatus

  • Sakit Perut Bagian Tengah Atas

Bila anda mendadak merasakan sakit didaerah ulu hati disertai rasa mual dan rasa kembung, kemungkinan besar anda menderita Gastritis, dispepsia atau gangguan lain lam,bung.  Gastritis adalah sakit pada bagian lambung, jadi kurang lebih artinya sama saja. Arti Gastritis sebenarnya adalah terjadinya proses radang pada lambung.  Penyebab lain adalah sakit pancreas, lokasi di sekitar epigastrium atau perut bagian tengah, menjalar ke punggung, membaik saat duduk dan posisi condong kedepan.  Obstruksi usus halus biasanaya sakit kolik sentral yang berhubungan dengan muntah, distensi dan konstipasi

  • Perut Bawah tengah

Sakit kandung kemih biasanya sakit difus yang hebat di regio suprapubik. Sakit prostat tampilannya sakit tumpul yang dirasakan di lower abdomen, rectum, perineum atau paha anterior. Sakit uretra sangat bervariasi mulai dari ketidaknyamanan hingga sakit tajam yang hebat yang dirasakan pada ujung akhir uretra (ujung penis pada pria) dan semakin sakit saat miksi. Bisa sangat parah sehingga pasien akan berusaha menahan kencingnya yang dapat menimbulkan masalah baru.

Karakteristik Sakit Perut

Sifat, keparahan dan periodisitas sakit memberikan petunjuk berguna untuk penyebab yang mendasari . sakit utama adalah yang paling umum.

  • Sakit alih

Sakit alih terjadi jika suatu segmen persarafan melayani lebih dari suatu daerah. Misalnya, diafragma yang berasal dari regio leher C3 – C5 pindah ke bawah pada masa embrional sehingga rangsangan pada diafragma oleh perdarahan atau peradangan akan dirasakan di bahu. Demikian juga pada kolesistitis akut, sakit dirasakan di daerah ujung belikat. Abses dibawah diafragma ata rangsangan karena radang atau trauma pada permukaan atau limpa atau hati juga dapat mengakibatkan sakit di bahu. Kolik ureter atau kolik pyelum ginjal, biasanya dirasakan sampai ke alat kelamin luar seperti labium mayus atau pada testis pada pria.

  • Sakit kontinyu

Sakit akibat rangsangan pada peritoneum parietal akan dirasakan terus-menerus karena berlangsung terus, misalnya pada reaksi radang. Pada saat pemeriksaan penderita peritonitis, ditemukan sakit tekan setempat. Otot dinding perut menunjukkan defans muskuler secara refleks untuk melindungi bagian yang meradang dan menghindari gerakan atau tekanan setempat.

  • Sakit kolik

Sakit kolik merupakan sakit yang hilang timbul  yang menunjukkan suatu obstruksi organ berongga (lumen), organ yang berdinding otot (usus, empedu, duktus biliaris, ureter) Kolik merupakan sakit viseral akibat spasme otot polos organ berongga dan biasanya disebabkan oleh hambatan pasase dalam organ tersebut (obstruksi usus, batu ureter, batu empedu, peningkatan tekanan intraluminar). Sakit ini timbul karena hipoksia yang dialami oleh jaringan dinding saluran. Karena kontraksi ini berjeda, kolik dirasakan hilang timbul. Fase awal gangguan perdarahan dinding usus juga berupa kolik. Serangan kolik biasanya disertai perasaan mual, bahkan sampai muntah. Dalam serangan, penderita sangat gelisah, kadang sampai berguling-guling di tempat tidur atau di jalan. Yang khas ialah trias kolik yang terdiri atas serangan sakit yang kumat-kumatan disertai mual dan muntah dan gerak paksa.

  • Sakit iskemik

Sakit perut dapat juga berupa sakit iskemik yang sangat hebat, menetap, dan tidak menyurut. Sakit ini merupakan tanda adanya jaringan yang terancam nekrosis. Lebih lanjut akan tampak tanda intoksikasi umum, seperti takikardia, keadaan umum yang memburuk, dan syok karena resorbsi toksin dari jaringan nekrosis.

  • Sakit pindah 

Kadang sakit berubah sesuai perkembangan patologi. Misalnya pada tahap awal appendisitis, sebelum radang mencapai permukaan peritoneum, sakit viseral dirasakan sekitar pusat disertai rasa mual karena appendiks termasuk usus tengah. Setelah radang terjadi di seluruh dinding termasuk peritoneum viseral, terjadi sakit akibat rangsangan peritoneum yang merupakan sakit somatik.

Pada saat ini, sakit dirasakan tepat pada letak peritoneum yang meradang, yaitu diperut kanan bawah. Jika appendiks kemudian mengalami nekrosis dan gangren, sakit berubah lagi menjadi sakit iskemik yang hebat, menetap dan tidak menyurut, kemudian penderita dapat jatuh dalam keadaan toksis. Pada perporasi tukak peptik duodenum, isi duodenum yang terdiri atas cairan asam garam dan empedu masuk rongga abdomen yang sangat merangsang peritoneum setempat.

Pasien merasakan sangat sakit di tempat rangsangan itu, yaitu diperut bagian atas. Setelah beberapa waktu, isi cairan lambung mengalir ke kanan bawah, melalui jalandisebelah lateral kolon asendens sampai ke tempat kedua, yaitu rongga perut kanan bawah, sekitar sekum. Sakit itu kurang tajam dan kurang hebat dibandingkan sakit pertama karena terjadi pengenceran. Pasien sering mengeluh bahwa sakit yang mulai di ulu hati pindah ke kanan bawah. Proses ini berbeda sekali dengan proses sakit pada appendisitis akut.

Akan tetapi kedua keadaan ini, appendisitis akut maupun perporasi lambung atau duodenum, akan mengakibatkan peritonitis purulenta umum jika tidak segera ditanggulangi dengan tindakan bedah

  • Sakit disertai rasa panas biasanya mengindikasikan karena pengaruh asam dan berhubungan dengan lambung, duodenum atau bagian  esofagus bawah
  • Sakit tajam konstan dangkal karena iritasi peritoneal adalah khas ulkus perforasi atau usus buntu yang pecah, kista ovarium, atau kehamilan ektopik.
  • Rasa sakit, mencengkeram pemasangan obstruksi usus kecil (dan kadang-kadang pankreatitis awal) biasanya terputus-putus, tidak jelas, mendalam, dan puncaknya pada awalnya, tetapi segera menjadi lebih tajam, tak henti-hentinya, dan lebih baik lokal. Tidak seperti sakit menggelisahkan tapi lumayan berhubungan dengan obstruksi usus, sakit yang disebabkan oleh lesi occluding saluran yang lebih kecil (saluran empedu, tabung rahim, dan ureter) cepat menjadi gangguan yang tidak tertahankan.
  • Kolik jika ada interval bebas sakit yang mencerminkan kontraksi intermiten otot polos, seperti pada kolik uretra. Dalam arti sempit, yang kolik istilah “empedu” adalah keliru karena sakit empedu tidak mengampuni. Alasannya adalah bahwa kantong empedu dan saluran empedu, kontras dengan ureter dan usus, tidak memiliki gerakan peristaltik. Kolik biasanya segera diatasi dengan analgesik. sakit iskemik karena usus terjepit atau trombosis mesenterika hanya sedikit diredakan bahkan oleh narkotika.
  • Sakit disebabkan oleh peritonitis lokal, terutama bila mempengaruhi organ-organ perut bagian atas, cenderung diperburuk oleh gerakan atau bernapas dalam-dalam.

Kenali 10 Nyeri Perut Yang Berbahaya

Nyeri perut merupakan gejala yang sering membawa pasien datang ke unit gawat darurat dan merupakan keluhan utama yang paling sering ditemukan pada pasien dengan pembedahan pada kasus gangguan di daerah perut. Meski sebagian kasus tidak berbahaya tetapi sebagian kasus lain merupakan gangguan sal;uran cerna yang dapat menyebabkan komplikasi yang serius bahkan hingga kematian jika diagnosis dan terapi yang tepat terlambat diberikan.

1.      Apendisitis akut (Radang Usus Buntu)

Apendisitis akut adalah suatu radang yang timbul secara mendadak pada apendik dan merupakan salah satu kasus akut abdomen yang paling sering ditemui. Apendisitis akut merupakan radang bakteri yang dicetuskan berbagai faktor. Diantaranya hyperplasia jaringan limfe, fekalith, tumor apendiks dan cacing ascaris dapat juga menimbulkan penyumbatan. Insiden apendisitis akut lebih tinggi pada negara maju daripada Negara berkembang, namun dalam tiga sampai empat dasawarsa terakhir menurun secara bermakna, yaitu 100 kasus tiap 100.000 populasi mejadi 52 tiap 100.000 populasi. Kejadian ini mungkin disebabkan perubahan pola makan, yaitu Negara berkembang berubah menjadi makanan kurang serat. Menurut data epidemiologi apendisitis akut jarang terjadi pada balita, meningkat pada pubertas, dan mencapai puncaknya pada saat remaja dan awal 20-an, sedangkan angka ini menurun pada menjelang dewasa.

Insiden apendisitis sama banyaknya antara wanita dan lakilaki pada masa prapuber, sedangkan pada masa remaja dan dewasa muda rationya menjadi 3:2, kemudian angka yang tinggi ini menurun pada pria.Gejala awal yang khas, yang merupakan gejala klasik apendisitis adalah nyeri samar (nyeri tumpul) di daerah epigastrium, di sekitar umbilikus atau periumbilikus. Keluhan ini biasanya disertai dengan rasa mual, bahkan terkadang muntah, dan pada umumnya nafsu makan menurun. Kemudian dalam beberapa jam, nyeri akan beralih ke kuadran kanan bawah, ke titik Mc Burney. Di titik ini nyeri terasa lebih tajam dan jelas  letaknya, sehingga merupakan nyeri somatik setempat. Namun terkadang, tidak dirasakan adanya nyeri di daerah epigastrium, tetapi terdapat konstipasi sehingga penderita merasa memerlukan obat pencahar. Tindakan ini dianggap berbahaya karena bisa mempermudah terjadinya perforasi. Terkadang apendisitis juga disertai dengan demam derajat rendah sekitar 37,5 – 38,5 derajat celcius. Pada anak-anak gejala awalnya sering hanya menangis dan tidak mau makan. Seringkali anak tidak bisa menjelaskan rasa nyerinya. Dan beberapa jam kemudian akan terjadi muntah-  muntah dan anak menjadi lemah dan letargik. Karena ketidakjelasan gejala ini, sering apendisitis diketahui setelah perforasi. Begitupun pada bayi, 80 – 90 % apendisitis baru diketahui setelah terjadi perforasi.

2.      Kolesistitis akut (Infeksi Kantung Empedu)

Kolesistitis akut ditandai oleh adanya nyeri pada abdomen kuadran kanan atas, biasanya disertai demam ringan dan leukositosis. Sekitar 95% pasien yang menderita kolesistitis akut dianggap menderita obstruksi duktus sistikus karena batu empedu yang tersangkut. Nyeri disebabkan oleh distensi dan peradangan vesika biliaris. Tetapi dalam hewan percobaan, obstruksi akut duktus sistikus tidak perlu menyebabkan kolesistitis akut. bakteri yang dianggap hanya memainkan peranan kecil dalam stadium dini kolesistitis akut. Hanya 5% pasien penderita kolesistitis akut tanpa adanya batu empedu. Kolesistitis akalkulosa akut menyertai puasa lama dan lazim terlihat pada pasien dengan pemberian makan parenteral total. Gejala awal pada kebanyakan pasien kolesistitis akut adalah nyeri di kuadaran kanan atas yang bisa menjalar ke punggung.

Mual dan muntah tampil dalam sekitar setengah pasien dan ikterus ringan telah dilaporkan dalam sekitar 10% pasien. Kebanyakan pasien mempunyai suhu tubuh dalam rentang 38 – 39 C, serta vesica biliaris dapat dipalpasi dalam sekitar sepertiga pasien. Biasanya terdapat defance muskuler dan tanda Murphy positif.  Biasanya terjadi leukositosis dengan hitung leukosit 12.000 sampai 15.000 dan bilirubin serum berkisar dari 2 sampai 4 mg per 100 ml. Penigkatan ringan bilirubin ini dianggap sekunder terhadap peradangan duktus koledokus. Mungkin terjadi peningkatan ringan alkali fosfatase.

3. Pankreatits akut (Infeksi Pankreas)

Pankreatitis akut ditandai dengan nyeri mendadak dimulai nyeri epigastrium, yang sering menjalar ke punggung dan disertai mual dan muntah. Etiologi dari pankreatitis akut adalah alkoholisme dan kolelitiasis. Khas amilase serum dan kemudian amilase urine meningkat. Proses patologis bisa menyebabkan serangan relatif ringan karena pankreatitis edematosa. Penyakit ini bisa memburuk dengan mulainya pankreatitis hemoragika, yang disertai dengan tingginya angka mortalitas dan morbiditas yang ditandai oleh pseudokista pankreas, abses dan asites pankreas.

Pada pankreatitis edematosa yang lebih sering terjadi, pankreas dan jaringan retroperitoneum sekelilingnya diinfiltrasi dengan banyak cairan interstitial. Kehilangan cairan ini (jika tidak diganti) bisa begitu masif sehingga menyebabkan syok hipovolemik. Pankreatitis hemoragika yang lebih parah disertai oleh perdarahan ke dalam parenkim pankreas dan area retroperitoneum sekelilingnya. Bisa timbul nekrosis pankreas yang luas. Khas pasien menderita nyeri epigastrium parah setelah makan besar.

4. Kehamilan ektopik (Kehamilan Di Luar Kandungan)

Kehamilan ektopik merupakan kelainan ginekologi yang sering terjadi dan mungkin mengancam nyawa dengan keluhan utama nyeri abdomen. Ia harus dicurigai pada pasien apa pun dengan ketakteraturan haid, perdarahan per vaginam dan nyeri abdomen bawah seperti kram. Secara klasik perdarahan mendahului mulainya nyeri abdomen. Sering perdarahan mula-mula minimum tetapi bisa meningkat dengan berlalunya waktu. Kehamilan ektopik menyertai penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim, riwayat penyakit perdarahan pelvis sebelumnya atau kehamilan tuba sebelumnya. Kematian pada pasein kehamilan ektopik terutama disebabkan oleh pecahnya tuba uterina. Pada awalnya timbul nyeri abdomen hebat dan dapat berlanjut menjadi perdarahan pada intraabdomen sehingga menyebabkan distensi dan hipotensi.

5.      Divertikulitis

Divertikulitis merupakan radang akut dalam divertikel tanpa atau dengan perporasi. Biasanya radang disebabkan oleh retensi feses didalamnya. Tekanan tinggi didalam sigmoid yang berperan pada terjadinya divertikel juga berperan pada retensi isi usus dalam divertikel. Perporasi akibat divertikulitis menyebabkan peridivertikulitis terbatas, abses, atau peritonitis generalisata.

Abses mungkin mengalami resorpsi atau meluas menjadi besar. Kadang abses menembus ke rongga peritoneum yang menyebabkan peritonitis generalisata dalam lumen usus atau kandung kemih. Obstruksi kronik dapat timbul karena fibrosis.
Gejala klinis peritonitis lokal pada divertikulitis mirip dengan appendisitis akut, tetapi tempatnya berbeda. Serangan akut berupa nyeri lokal kiri bawah atau suprapubik.

6.      Penyakit peradangan pelvis (Pelvic Inflamatory Disease)

Penyakit peradangan pelvis dan salpingitis khas timbul pada wainta dengan gejala nyeri abdomen bawah difus dan demam tinggi. Suhu tubuh meningkat dalam penyakit bedah umum, tetapi bisa meningkat hingga 39,5 C – 40,0 C pada pasien peradangan pelvis. Nyeri dan demam penyakit peradangan pelvis secara klasik timbul selama atau tepat setelah masa haid, suatu fakta yang kadang-kadang bermanfaat dalam membedakan penyakit peradangan pelvis dari appendisitis. Pasien penyakit peradangan pelvis bisa mempunyai riwayat salpingitis atau sekret vagina sebelumnya.

7.      Perporasi ulkus peptikum

Perporasi atau pecahnya saluran cerna menyebabkan nyeri perut hebat bagian atas secara mendadak. Sreing pasien mengingat mulai nyeri secara tepat. Perporasi traktus gastrointestinalis yang sering terjadi adalah akibat perporasi ulkus peptikum dan perporasi ulkus ventrikuli. Pasien bisa mempunyai gejala penyakit ulkus peptikum kronik sebelumnya, tetapi pada beberapa pasien lain perporasi akut bisa manifestasi pertama kelainan ini. Peritonitis kimiawi disebabkan oleh kebocoran isi duodenum dan/atau lambung. Terjadi pencurahan cairan dari peritoneum. Umumnya ada cukup asam dari lambung, sehingga peritonitis bakterialis tidak berkembang sampai lanjut. Tetapi peritonitis kimiawi awal menyebabkan nyeri demikian parah, sehingga biasanya pasien berbaring tenang dengan lutut fleksi.

Umumnya pasien mengeluh nyeri tekan epigastrium dan spasme otot tak involunter. Khas ia telah digambarkan sebagai rigiditas seperti papan. Bunyi peristaltik berkurang dan demam umumnya ringan. Pada sekitar sepertiga pasien, mulainya nyeri tidak dramatis dan mungkin menyebabkan kelambatan dalam diagnosis.

8.      Obstruksi usus

Obstruksi dapat timbul di tempat mana pun sepanjang saluran cerna, tetapi kita akan kuatir sendiri dengan obstruksi usus besar dan halus. Sebagai patokan utama, lebih proksimal tingkat obstruksi, maka lebih akut gejala yang timbul. Obstruksi tingkat tinggi dalam usus halus disertai dengan akutnya mulai nyeri abdomen parah seperti kolik dan sering disertai dengan beberapa episode muntah. Dalam obstruksi usus besar, mulainya gejala relatif menahun. Gejala obstruksi usus tidak statis. Obstruksi dapat menyebabkan iskemia yang diikuti oleh perporasi dan kolaps vaskuler iskemik.  Obstruksi usus relatif jarang terjadi pada masa bayi, atresia dan stenosis usus merupakan penyebab tersering pada neonatus dan intusepsi mulai meningkat pada bayi hingga menderkati usia prasekolah. Obstruksi usus halus pada dewasa sering terjadi akibat perlengketan pasca bedah dan hernia inguinalis inkarserata.

Penyebab obstruksi usus besar yang sering terjadi dewasa adalah karsinoma, divertikulum dan obstipasi. Khas mulainya nyeri pada obstruksi usus halus relatif akut, sedangkan dalam obstruksi usus besar, nyeri dimulai lebih lambat. Distribusi nyeri dalam obstruksi usus halus pada epigastrium atau periumbilikus, sedangkan dalam obstruksi usus besar, nyeri tersering digambarkan dalam hypogastrium. Khas obstruksi tampil bersama bersama nyeri episodik kolik yang sering diperhebat oleh inspirasi dalam.  Muntah khas obstruksi khas usus. Kadang-kadang ia mempunyai endapan dan harus selalu memperhatikan hubungan mulainya nyeri dengan mulainya muntah.

Pasien harus ditanyakan tentang konstipasi, obstipasi dan pengeluaran flatus belakangan ini. Riwayat melena atau tinja berwarna darah menggambarkan karsinoma sebagai sebab obstruksi usus besar. Pasien harus ditanyakan tentang episode nyeri sebelumnya yang sama dengan episode belakangan ini. Pasien bisa memberikan riwayat khas penyakit divertikulum sebelumnya yang menggambarkan dasar obstruksi saat ini. Di samping itu, seharusnya mendapatkan riwayat operasi sebelumnya atau penggunaan obat psikotropik. Obstruksi usus tampil dengan nyeri episodik. Sering pasien nyaman diantara episode nyeri. Nyeri menetap pada obstruksi menunjukkan adanya strangulasi dan perporasi mengancam. Sewaktu mengevaluasi pasien obstruksi usus, maka dilakukan auskultasi sebelum palpasi atau perkusi. Dokter mendengarkan bunyi usus selama beberapa menit. Pada obstruksi, akan terdengar bunyi usus hiperaktif dengan dorongan dan bernada tinggi.

Palpasi lembut atas abdomen akut pada pasien obstruksi usus menunjukkan distensi dan nyeri tekan dalam derajat bervariasi. Penting agar semua yang mungkin tempat hernia dipalpasi tekun untuk menyingkirkan penyebab obstruksi yang lazim. Perkusi lembut abdomen pada pasien obstruksi dapat ditemukan hiperresonansi. Pemeriksaan rektum sangat penting dalam semua pasien yang dievaluasi untuk obstruksi usus. Sering tersangkutnya tinja merupakan sebab obstruksi pada orang tua atau pasien yang dirawat inap. Darah makroskopik atau positivitas guaiak pada pasien yang sedang dievaluasi untuk obstruksi usus besar sesuai dengan adanya karsinoma rektum. Tak jarang mampu mempalpasi karsinoma rektum yang menyummbat pada pemeriksaan rektum.

9. Urolitiasis (Batu Saluran Kemih)

Batu dalam saluran kencing suatu sebab nyeri abdomen dan flank. Biasanya batu terbentuk di dalam pelvis renalis dan gejala timbul denga lewatnya batu ke dalam ureter atau sebagai akibat infeksi. Dehidrasi kronik suatu sebab penting pembentukan batu dan bisa bertanggung jawab untuk tingginya insidens urolitiasis dalam iklim tropis atau pada pasien daire kronik. Sering pasien mempunyai riwayat penyakit dahulu atau penyakit keluarga pembentukan batu.
Gejala awal urolitiasis merupakan nyeri flank unilateral yang cepat menjadi menyiksa. Nyeri seperti kram dimulai di sisi tubuh atau punggung serta bisa menjalar ke bagian bawah abdomen, genitalia atau sisi dalam paha. Karena batu progresif ke distal di dalam traktus urinarius, maka nyeri bisa juga berlanjut. Migrasi nyeri yang khas ini khas untuk urolitiasis dan bisa membantu membedakan nyeri dari sebab lain nyeri abdomen.

10.  Iskemia mesentrika akut

Ada empat sebab utama iskemia mesentrika akut, yaitu embolisasi, penyakit nonoklusif, trombosis arteri  dan trombosis vena. Sembilan puluh delapan persen pasien iskemia mesentrika akut tampil dengan nyeri abdomen hebat. Gejala yang sering muncul antara lain adalah mual, muntah, diare dan perdarahan gastrointestinalis. Terlalu sering diagnosis iskemia mesentrika akut ditegakkan terlambat, sehingga keseluruhan usus halus telah infark pada waktu pasien mencapai rumah sakit. Dengan diagnosis dan terapi bedah dini, mungkin dapat menyelamatkan yang usus iskemik.

 

[Dari berbagai sumber]

 

 

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: