3 Comments

Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 4) : Masuk Angin

masuk angin

 

Istilah masuk angin sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tapi, dalam dunia medis istilah tersebut tidak dikenal. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi dengan gejala masuk angin seperti rasa tidak enak, lemas serta perut kembung?

Masuk angin sebenarnya merupakan kumpulan gejala yang terjadi akibat gabungan kelelahan fisik, terlambat makan, dan stres pikiran. Karena gabungan ketiga hal itu, terjadilah pembentukan gas berlebihan di lambung dan usus. Kemudian timbul perasaan penuh di usus lalu mulas, diikuti mual dan muntah. Kalau sudah begini, inilah yang disebut masuk angin. Hal ini tak hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Biasanya penyebab utama masuk angin adalah udara dingin yang berlebihan. Salah satunya adalah terlalu lama di ruangan AC, bermain hujan-hujanan, cuaca yang dingin, stres, dan lainnya. Penyebab lainnya adalah terlalu banyak tertawa, salah makan, kurang kentut, atau karena terlalu lelah . Hal-hal seperti itu dapat memicu gas berlebih didalam usus dan lambung.

Masuk angin menyebabkan perut kembung, karena dibagian belakang tubuh terdapat titik-titik saraf yang berhubungan dengan organ bagian dalam. Jika titik-titik itu kena rangsangan , organ dalam ikut kena . Masuk angin sebaiknya jangan dianggap remeh. Yang perlu diwaspadai adalah masuk angin yang disertai keringat besar, rasa nyeri atau rasa berat di dada, yang biasa disebut sebagai angin duduk . Pada kasus yang lebih serius, masuk angin bisa menjadi gejala awal infeksi virus demam berdarah, bila disertai lesu berat dan gejala lainnya .

Cuaca dingin yang menyergap tubuh menimbulkan mekanisme vasoconstriction atau penyempitan pembuluh darah. Sebenarnya penyempitan pembuluh darah ini merupakan mekanisme tubuh untuk menjaga agar tidak terjadi pengeluaran kalori berlebihan dari tubuh, sehingga tubuh tidak perlu mengalami penurunan suhu atau hipotermia. Namun, dampak kurang menyenangkan dari penyempitan pembuluh ini adalah peredaran darah menjadi kurang lancar. Akibatnya, hasil metabolisme, berupa asam laktat, terakumulasi pada otot-otot. Inilah yang membuat badan jadi terasa pegal-pegal.

Cuaca dingin dapat menyebabkan rambut-rambut sel di saluran napas lambat bergerak. Padahal, mereka berfungsi untuk mengeluarkan lendir, bakteri, dan virus. Perlambatan ini juga menyebabkan seseorang menjadi rentan terkena infeksi seperti batuk, pilek, dan lain-lain.

Perihal perut kembung terisi gas, bisa terjadi akibat cuaca dingin yang menyebabkan perlambatan gerak peristaltik usus. Perlambatan inilah yang menyebabkan gas tertampung di saluran cerna, sehingga perut terasa kembung dan penuh (begah). Dan akhirnya perut akan tertekan oleh gas dan menyebabkan rasa mual sehingga menekan nafsu makan.

Kondisi yang sering disebut masuk angin itu sebenarnya bukan penyakit. Tapi, merupakan kumpulan gejala dari menurunnya daya tahan tubuh.

“Istilah masuk angin secara medis tidak ditemukan dalam kamus kedokteran barat. Walaupun demikian, istilah masuk angin dapat digambarkan berupa kumpulan gejala seperti perut kembung, mual atau sakit kepala,” kata dr. S. Djokomuljanto, MMed (Paeds) SpA.

Menurut dokter spesialis anak Rumah Sakit Siloam Lippo Village Karawaci tersebut, masuk angin juga menjadi gejala awal dari infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Biasanya, ini terjadi ketika tubuh kelelahan dan tak mendapat nutrisi maksimal.

Daya tahan tubuh jadi menurun, sehingga mudah sekali terpapar virus dan bakteri yang kemudian menimbulkan sederet gejala masuk angin. Ketika sistem imunitas tubuh mampu mengatasi, gejala tersebut bisa hilang dengan sendirinya.

Namun, jika gejala berlangsung lama, harus dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, karena bisa jadi gejala penyakit serius.

Beberapa literatur kesehatan menyebut, masuk angin penyakitnya orang Indonesia. Di luar negeri tidak ada istilah masuk angin. “Masuk angin bisa jadi karena hipoglikemia (kadar gula darah rendah, di bawah normal). Ini dipicu telat makan. Jika telat, gula darahnya drop. Lalu keluar keringat dingin, kurang konsentrasi, sakit kepala. Intinya kurang enak badan,” demikian Pauline mengingatkan. Orang awam memberi pertolongan pertama dengan teh manis hangat. Rasa manis di dalam teh berasal dari gula. Nah, gula ini yang mengatrol merosotnya kadar gula darah.

Soal kebiasaan masyarakat Indonesia yang melakukan kerokan saat masuk angin, dr. Djokomuljanto mengatakan bahwa dalam dunia kedokteran, belum ada penelitian atau studi yang membuktikan bahwa kerokan benar-benar ampuh mengatasi masalah masuk angin. Menurut dia, kerokan yang dilakukan tak menimbulkan efek penyembuhan, tapi hanya membuat tubuh merasa lebih nyaman.

 

Bahaya Kerokan Saat Masuk Angin

Prinsip dasar kerokan adalah memasukkan zat ke dalam tubuh lewat pori-pori. Ketika kerokan, pinggiran logam mata uang menggores permukaan kulit kita. Goresan yang berulang membuat pori-pori melebar. Tindakan ini membuat panas tubuh (demam) lebih gampang keluar sehingga suhu tubuh yang semula meninggi berangsur melorot. Ketika kerokan berlangsung, pinggiran uang logam menekan permukaan kulit. Artinya, ada penekanan seperti terjadi pemijatan.

Ini memberi efek pemanjangan pada otot-otot yang memendek karena peradangan. Gerakan ini memberi efek positif. Rasa pegal dan nyeri berangsur sirna seiring dengan tubuh yang diistirahatkan. Yang perlu diperhatikan, orang sering salah kaprah soal masuk angin.

Karena dianggap sakit ringan dan biasa, biasanya penderita masuk angin melakukan tradisi kerokan. Masyarakat Indonesia pasti sudah mengerti betul istilah “kerokan” yang sering dilakukan saat sedang masuk angin. Pengobatan tradisional khas Jawa ini merupakan metode pengobatan dengan cara mengosok-gosokan semacam benda tumpul seperti koin , batu giok , gundu, potongan jahe, potongan bawang, atau benda tumpul lainnya yang digunakan untuk menggosok bagian punggung . Selain benda tumpul tadi, pengobatan kerokan ini juga menggunakan cairan licin seperti minyak telon, minyak olive, minyak kelapa, atau lotion . Cairan licin ini digunakan agar tidak terjadi iritasi atau lecet pada kulit yang dikerok.

Walaupun kerokan dianggap ampuh dalam mengusir gejala masuk angin, namun terdapat bahaya yang tidak kita sadari yang bisa membuat badan menjadi lebih sakit. Karena  Faktanya, warna merah yang dihasilkan dari kerokan merupakan pertanda pembuluh darah halus (kapiler) di bawah permukaan kulit pecah sehingga terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok. Efeknya, pembuluh darah kulit yang semula menguncup akibat terpapar dingin atau kurang gerak menjadi melebar sehingga darah kembali mengalir deras. Penambahan arus darah ke permukaan kulit ini meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan virus. Selain itu, kerokan akan membuat penderita masuk angin merasa nyaman karena saat kerokan tubuh telah melepas hormon endorfin yang mengurangi salah satu gejala masuk angin, yaitu nyeri otot .

Asalkan tidak menjadi kebutuhan primer, kerokan tidak berbahaya. Namun, jika terus-terusan kerokan, itu bisa mengakibatkan banyak pembuluh darah kecil dan halus pecah. Tak hanya itu, kerokan juga bisa menimbulkan kecanduan karena efek hormon endorfin yang dikeluarkan tadi.

Patut dicamkan, gejala penyakit jantung pun (Angina pektoris) menyerupai masuk angin. Nyeri di dada, mual, ingin muntah, dan sakit di dada yang tidak khas. Itu sebabnya, kita beberapa kali mendengar ada orang masuk angin meninggal setelah dikerok.

Jadi patut diingat, masuk angin hanya istilah. Ia bukan penyakit, melainkan gejala. Selain teh manis hangat atau wedang jahe hangat, yang perlu Anda lakukan jika masuk angin bertandang, bertanya kepada penderita:

“ Sudah makan belum?”

Kalau sudah, kapan terakhir kali dia makan? Bisa jadi hal ini berhubungan dengan hipoglikemia.

Untuk mengurangi rasa tersiksa dari gejala-gejala tersebut di atas, salah satunya adalah dengan mengonsumsi obat herbal yang terbuat dari bahan alami seperti jahe, daun mint, atau madu. Tak hanya itu, Anda juga dapat mengatur pola makan, tidur yang cukup serta olahraga ringan demi daya tahan tubuh lebih baik.

Masuk angin ini termasuk penyakit penting tetapi kurang penting. Penting sebab meskipun di luar negeri tidak dikenal, di Indonesia banyak sekali penderitanya. Bisa dianggap kurang penting sebab ini termasuk penyakit yang hilang sendiri setelah penderitanya minum teh manis hangat atau air jahe hangat dan kerokan. Bisa juga dengan meminum teh peppermint, karena peppermint berfungsi sebagai dekongestan, ekspektoran dan antivirus yang dapat meredakan nyeri tenggorokan dan melegakan batuk.

Penderita maag atau penderita keluhan lambung harus berhati-hati dengan jahe. Alih-alih menyembuhkan masuk angin, jahe bisa membuat iritasi lambung jadi tambah parah. Jahe yang merupakan rempah dari akar ini sudah lama disebut-sebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari mual dan artristis sampai infeksi saluran nafas atas.Bawang Putih yang mengandung senyawa allicin, terbukti punya fungsi antibakteri dan antijamur. Meminum Jus Jeruk, karena buah jeruk penuh dengan vitamin C. Vitamin C merupakan antioksidan alami dan membantu tubuh melawan infeksi.

Dalam mengatasi masuk angin, orang Jawa menggunakan penyembuhan holistik, yakni berupaya mengembalikan keseimbangan Jagat Gedhe (makrokosmos) maupun Jagat Cilik (mikrokosmos), artinya manusia berupaya memperbaiki relasi sosial, baik dengan sesama, lingkungan alam, maupun Tuhan. “Penyembuhan holistik melihat manusia secara komplit, artinya pasien bukan hanya sekadar tampilan jasad yang harus dibebaskan dari bakteri maupun penyakit fisik lainnya, melainkan lebih dari itu,” kata antropolog UGM, Dra. Atik Triratnawati, M.A  yang menjadi staf pengajar Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM.

Penderita yang akan sembuh biasanya ditandai dengan keluarnya angin melalui anus (kentut) atau melalui mulut (bersendawa), dan terkadang bisa juga ditandai dengan muntah (hanya 1-2 kali,bukan terus-menerus). Umumnya bau kentut penderita masuk angin hampir atau tidak menyengat sama sekali.

 

Masuk Angin Berbeda Dengan Angin Duduk

Angina pektoris atau disebut juga Angin Duduk adalah penyakit jantung iskemik didefinisikan sebagai berkurangnya pasokan oksigen dan menurunnya aliran darah ke dalam iokardium. Gangguan tersebut bisa karena suplai oksigen yang turun (adanya aterosklerosis koroner atau apsme arteria koroner) atau kebutuhan oksigen yang meningkat. Sebagai manifestasi keadaan tersebut akan timbul Angina pektoris yang pada akhirnya dapat berkembang menjadi infark miokard.

Konon, jika kita tiba-tiba merasa nyeri dada, sebaiknya jangan beraktivitas fisik apa pun, termasuk berhubungan seks. Lalu, apa yang harus dilakukan? Segera pergi ke rumah sakit yang menyediakan fasilitas penanganan Gawat Darurat Jantung. Bahkan disarankan, tidak boleh lebih dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama.

Syndrom serangan jantung koroner akut merupakan penemuan terbaru akhir banyak disikapi masyarakat dengan tindakan yang salah. Misalnya, penderita dikerok, diberi minuman air panas, atau diberi ramu-ramuan untuk mengeluarkan angin. Padahal, penderita bisa meninggal mendadak tanpa ada tanda-tanda sakit.

Apa Gejala Angin Duduk?

Di antaranya adalah muncul keluhan nyeri di tengah dada, seperti: rasa ditekan, rasa diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan, serta ulu hati, serta rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin. Keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri, bahu, serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada ulu hati seperti masuk angin atau maag.

Sumber masalah sesungguhnya hanya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi). Penyempitan ini disebabkan oleh: adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah, vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus, serta Infeksi pada pembuluh darah. Penyempitan mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung. Ketidak-seimbangan pasokan dengan kebutuhan oksigen pada tubuh mengakibatkan nyeri dada yang dalam istilah medisnya disebut angina.

 

[Dari berbagai sumber]

 

 

 

 

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

3 comments on “Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 4) : Masuk Angin

  1. Say mau tanya, apa bagus untuk kesehatan dan apa efektif jika kita masuk angin kemudian di kerokan? mohon penjelasannya, Terimakasih.

  2. Reblogged this on 1000bulan and commented:
    Penyakitnya Orang Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: