1 Comment

Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 3) : Sakit Mata

mata anatomi

Sakit mata adalah terganggunya fungsi mata sebagai alat indra yang biasanya terjadi pada bagian fisik mata dan juga bagian dalam mata. Hampir semua orang tidak bisa terhindar dari sakit mata, karena mata adalah salah satu alat indra yang tentunya sangat terbuka dan menjadi bagian paling vital pada organ tubuh manusia, dimana mata merupakan alat indra yang terus menerus dipergunakan. Banyak orang mencari cara untuk mengobati penyakit mata, namun tidak banyak yang mengetahui apa sebenarnya penyebab sakit mata.

Gejala-gejala yang berhubungan dengan mata termasuk gatal, panas (“terbakar”), berair dan kemerah-merahan. Penyakit-penyakit alergi dan nonalergi seperti infeksi-infeksi virus dan bakteri dapat memicu gejala-gejala ini. Orang-orang dengan diabetes lebih rentan terhadap penyakit-penyakit mata. Kelainan-kelainan ini termasuk retinopati diabetes (diabetic retinopathy), glaucoma dan katarak. Tes-tes diagnose termasuk pemeriksaan pupil yang terbelalak (dilated pupil exam), fundoscopy dan fluorescein angiography.

Gejala-Gejala Yang Berhubungan Dengan Mata

Gejala-gejala yang berhubungan dengan mata mengiringi banyak tipe-tipe berbeda dari kondisi-kondisi alergi dan nonalergi (termasuk infeksi-infeksi virus-virus dan bakteri-bakteri). Mereka adalah gejala-gejala yang paling umum yang berhubungan dengan alergi-alergi musiman dan tipe-tipe lain dari reaksi-reaksi alergi.

Beberapa dari gejala-gejala yang berhubungan dengan mata yang paling umum diasosiasikan denga alergi-alergi termasuk:

  • Mata Berair. Airmata membantu melumasi mata-mata dan mengeluarkan benda-benda asing dan partikel-partikel. Bagaimanapun, pada beberapa kasus-kasus mata-mata memproduksi jumlah airmata yang berlebihan atau mengalirkan dengan tidak sesuai. Mata-mata dapat berair untuk beberapa sebab-sebab, termasuk kehadiran dari alergi-alergi. Sumber-sumber lain dari mata-mata yang berair termasuk saluran-saluran airmata yang tersumbat atau iritasi yang disebabkan oleh bermacam-macam faktor-faktor (seperti kekeringan, benda-benda asing).
  • Gatal-Gatal dan Rasa Terbakar. Histamine dan kimia-kimia lainnya yang dilepaskan sewaktu suatu reaksi alergi, menghasilkan gejala-gejala ini. Infeksi-infeksi virus dan bakteri juga dapat menyebabkan gejala-gejala ini, seperti juga paparan pada bahan-bahan pengotor (pollutants) seperti asap rokok atau bahan-bahan pengotor industri.
  • Kemerah-merahan. Suatu mata yang sehat seharusnya mempunyai pembuluh-pembuluh darah merah yang terlihat (visible). Bagaimanapun, kemerah-merahan yang kronis dan berlebihan adalah suatu tanda bahwa mata-mata teriritasi, kemungkinan oleh suatu alergi. Faktor-faktor lain, seperti batuk yang berlebihan, juga dapat menyebabkan gejala ini.
  • Lingkaran-Lingkaran Hitam Sekeliling Mata. Kadangkala dikenal sebagai “mata biru alergi” (“allergic shiners”), mereka adalah akibat dari menggosok dan menggaruk yang terus menerus dari kulit, yang menyebabkan suatu efek penggelapan.
  • Kepekaan Cahaya (photophobia). Ini adalah suatu ketidakmampuan seseorang untuk mentoleransi cahaya, terutama cahaya terang. Ini dapat dihubungkan pada alergi-alergi atau suatu kondisi yang lebih serius, seperti uveitis, mata kering atau katarak.
  • Pembengkakkan Kelopak Mata.

Gejala-gejala berhubungan dengan mata dapt mengindikasikan suatu kondisi yang memerlukan perawatan darurat segera. Gejala-gejala lain mungkin tidak memerlukan perhatian segera dari dokter.

Seseorang harus segera mencari perawatan medis segera dari seorang dokter mata (ophthalmologist) untuk gejala-gejala berikut:

  • Tipe apa saja dari luka menusuk
  • Sakit kepala bergandengan dengan penglihatan kabur atau kebingungan
  • Mual dan muntah dihubungkan dengan nyeri mata dan penglihatan kabur

Seseorang harus merencanakan suatu perjanjian dengan seorang dokter mata (ophthalmologist) jika mengalami gejala-gejala berikut:

  • Mata yang merah lebih lama dari satu atau dua hari
  • Nyeri mata dan/atau perubahan-perubahan penglihatan
  • Kehadiran dari objek-objek didalam mata
  • Kepekaan cahaya (photophobia)
  • Kuning, kehijauan atau kotoran berlebihan dari mata

Pasien-pasien yang meminum antikoagulasi (anticoagulants) juga harus menghubungi dokter-dokter mereka ketika gejala-gejala berhubungan dengan mata berkembang.

Penyebab sakit mata bisa dikategorikan menjadi dua kategori besar, yaitu :

1. Sakit dipermukaan mata (ocular)
2. Sakit didalam orbit mata (orbital)

Baiklah kita akan coba bahas penyebab sakit mata yang di dasari dua kategori penyebab diatas :

1. Sakit di permukaan mata
Rasa sakit di permukaan mata adalah kondisi dimana rasa sakit berasal dari luar struktur permukaan mata, beberapa penyebabnya adalah:

  • Lecet kornea. Kornea adalah salah satu bagian pada mata paling transparan, sensitif dan lembut. Lecet biasanya terjadi dikarenakan goresan ke permukaan kornea, seperti dari benda asing atau terlalu sering menggunakan lensa kontak.
  • Efek Kimia dan luka bakar merupakan penyebab signifikan pada sakit mata. Efek Kimia yang dimaksud berupa asam atau zat basa, seperti pembersih rumah tangga atau pemutih.

Adapun luka bakar biasanya berasal dari sumber cahaya yang kuat, seperti percikan las api atau juga berasal dari matahari dan alat-alat penerangan yang memiliki intensitas cahaya cukup tinggo.

  • Radang kelopak mata biasanya terjadi dikarenakan kelenjar minyak terpasang di tepi kelopak mata.
  • Penyebab lainnya adalah adanya iritasi mata. ditandai dengan adanya benjolan kecil pada mata Anda, benjolan mata ini dibentuk oleh kelenjar minyak mata yang tidak normal. sehingga menyebabkan iritasi pada mata, rasa sakitnya cukup menyakitkan

2. Sakit didalam orbit mata (orbital)
Sakit Orbital digambarkan sebagai sakit yang terdapat dibagian dalam mata atau di belakang permukaan mata.

Berikut ini beberapa penyebab sakit mata yang berasal dari orbital :

  • Glaukoma menyebabkan nyeri orbital, walaupun sebagian besar kasus glaukoma tidak menyakitkan. Glaukoma disebabkan oleh peningkatan tekanan intraokular, atau tekanan internal mata, yang akhirnya dapat menyebabkan cacat dalam penglihatan dan bahkan kebutaan jika tidak diobati. Tekanan intraokular dapat meningkat dikarenakan penyumbatan cairan mata atau peningkatan produksi aqueous humor (cairan yang menggenangi mata). Hal ini biasanya terjadi pada orang tua.
  • Iritis adalah peradangan pada iris, atau bagian berwarna dari mata, yang menyebabkan rasa sakit mata dalam.
  • Neuritis Optik adalah suatu peradangan pada saraf optik. Saraf optik terhubung ke bagian belakang mata. Penyebab peradangan ini biasanya berasal dari multiple sclerosis, infeksi virus, atau infeksi bakteri.
  • Sinusitis, yang merupakan infeksi bakteri atau virus dari sinus, dapat menyebabkan rasa nyeri orbital atau lekuk mata.
  • Migrain, adalah penyebab yang sangat umum nyeri orbital mata yang terkait dengan sakit kepala.
  • Trauma peristiwa, seperti cedera penetrasi ke mata, pukulan mata dengan benda asing, dan tabrakan kendaraan bermotor, yang menyebabkan rasa sakit mata signifikan dan cedera. Goresan ke kornea biasanya terkait dengan peristiwa traumatis yang sangat menyakitkan. Ini adalah mata masalah umum yang menyebabkan orang untuk mencari bantuan medis.

Jenis Sakit Mata Lainnya

1. Konjungtivitis (menular)

Adalah iritasi/peradangan akibat infeksi pada bagian selaput yang melapisi mata. Gejalanya mata memerah, terasa nyeri, berair, gatal, keluar kotoran (belekan), dan penglihatan (kabur). Penyakit yang mudah menular dan bisa berlangsung hingga berbulan-bulan ini disebabkan beberapa faktor, seperti infeksi virus atau bakteri, alergi (debu, serbuk, bulu, angin, atau asap), penggunaan lensa kontak yang kurang bersih, dan pemakaian lensa kontak jangka panjang.

Bayi juga dapat menderita penyakit serupa. Hanya saja penyebabnya lebih karena infeksi yang timbul ketika melewati jalan lahir. Lantaran itulah, pada bayi penyakit ini disebut konjungtivitis gonokokal. Seperti diketahui, jalan lahir tidaklah steril dari kuman tertentu yang mungkin bisa menimbulkan infeksi.

Nah, saat bayi lahir melewati jalan lahir (vagina), ia tentu akan terpapar kuman yang ada di lokasi itu. Jika mengenai mata bisa mengakibatkan infeksi pada mata dengan gejala mata merah dan belekan. Oleh karena itu, pada umumnya mata bayi baru lahir akan ditetesi obat mata atau salep antibiotika untuk mematikan bakteri yang dapat menyebabkan konjungtivitis gonokokal.

Penanganan:

* Kompres mata dengan air hangat.

* Gunakan obat tetes mata atau salep antibiotika sesuai resep dokter. Biasanya penderita juga diberi tablet atau suntikan untuk mengurangi iritasi dan gatal pada mata.

* Bersihkan tangan sebelum mengoleskan salep agar tak menimbulkan iritasi lebih parah.

* Usahakan agar penyakit ini tidak menyebar pada orang lain, misalnya memisahkan alat-alat yang digunakan dan tidak digunakan oleh orang lain.

2. Keratokonjungtivitas Vernalis (KV)

Adalah iritasi/peradangan pada bagian kornea (selaput bening) akibat alergi sehingga menimbulkan rasa sakit. Gejalanya: mata merah, berair, gatal, kelopak mata bengkak, dan terjadi kotoran mata (belekan). Perlu diketahui KV merupakan peradangan yang berulang alias musiman dan penderitanya cenderung kambuh terutama pada musim panas. Terkadang penderita KV mengalami kerusakan pada sebagian kecil kornea yang menyebabkan nyeri yang akut.

Penanganan:

* Jangan menyentuh atau menggosok bagian mata karena bisa menyebabkan iritasi

* Mata dikompres dengan air hangat.

* Dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata.

3. Endoftalmitis

Merupakan infeksi yang terjadi di lapisan mata bagian dalam sehingga bola mata bernanah. Gejalanya berupa mata merah, nyeri, bahkan sampai mengalami gangguan penglihatan. Biasanya terjadi karena mata anak tertusuk sesuatu seperti lidi atau benda tajam lainnya. Infeksi ini cukup berat sehingga harus segera ditangani karena bisa menimbulkan kebutaan.

Penanganan:

* Dokter mata biasanya memberikan obat antibiotika.

* Untuk mengeluarkan nanah yang berada di bola mata, penderita harus menjalani pembedahan.

4. Selulitis Orbitalis (SO)

Yaitu peradangan pada jaringan di sekitar bola mata. Gejalanya berupa mata merah, nyeri, kelopak mata bengkak, bola mata menonjol dan bengkak, serta penderita mengalami demam. SO pada anak-anak sering terjadi akibat cedera mata, infeksi sinus atau infeksi yang berasal dari gigi. Diagnosa pasti dapat ditegakkan melalui rontgen gigi dan mulut atau CT Scan sinus. SO yang tak segera ditangani bisa berakibat fatal, seperti kebutaan, infeksi otak atau pembekuan darah di otak.

Penanganan:

* Untuk kasus yang tergolong ringan dapat diberikan antibiotika secara oral.

* Pada kasus berat diberikan antibiotika melalui pembuluh darah atau bahkan pembedahan untuk mengeluarkan nanah ataupun mengeringkan sinus yang terinfeksi.

5. Trakoma (menular)

Adalah infeksi pada mata yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis.  Bakteri ini berkembang biak di lingkungan yang kotor atau bersanitasi buruk. Lantaran itulah, trakoma sering menyerang anak-anak, terutama di berbagai negara berkembang. Pemaparan bakteri berlangsung saat anak menggunakan alat atau benda yang sudah tercemari Chlamydia  seperti sapu tangan atau handuk.

Gejala trakoma adalah mata merah, mengeluarkan kotoran (belekan), pembengkakan kelopak mata dan kelenjar getah bening, serta kornea kelihatan keruh. Penyakit ini sangat menular.

Penanganan:

* Jauhkan alat/benda yang sudah dipakai penderita dari anggota keluarga yang lain.

* Penderita biasanya akan diberi salep antibiotika yang mengandung tetracycline dan erythromycin selama sekitar satu bulan bahkan bisa lebih.

* Jika tak segera ditangani dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut di kornea sehingga menyebabkan bulu mata melipat ke dalam dan terjadilah gangguan penglihatan.

* Jika terjadi kelainan bentuk pada kelopak mata atau kornea kemungkinan perlu dilakukan tindakan pembedahan.

6. Blefaritis

Di bagian bola mata terdapat lapisan air mata yang berfungi melindungi bola mata dari iritasi. Lapisan yang sangat halus ini terdiri atas tiga kelenjar, yaitu kelenjar minyak, air dan lendir. Nah, blefaritis adalah suatu peradangan pada kelopak mata karena terjadinya produksi minyak yang berlebihan yang berasal dari kelenjar minyak tersebut. Tidak diketahui persis mengapa produksi minyak bisa menjadi berlebihan. Sayangnya kelebihan minyak ini ada di dekat kelopak mata yang juga sering didatangi bakteri.

Gejala blefaritis berupa mata merah, nyeri, panas, gatal, berair, ada luka di bagian kelopak mata dan membengkak. Pada beberapa kasus sampai terjadi kerontokan bulu mata. Ada dua jenis blefaritis yaitu blefaritis anterior dan blefaritis posterior. Yang pertama merupakan peradangan di kelopak mata bagian luar depan yaitu di tempat melekatnya bulu mata. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus. Yang kedua adalah peradangan di kelopak mata bagian dalam, yaitu bagian kelopak mata yang bersentuhan dengan mata. Penyebabnya adalah kelainan pada kelenjar minyak.

Penanganan:

* Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan cara sering membersihkan sekitar kelopak mata untuk mengangkat minyak. Ada sejenis pembersih khusus yang bisa digunakan.

* Untuk membunuh bakteri digunakan salep antibiotika seperti erythromycin  atau sulfacetamide. Bisa juga dengan obat antibiotika oral seperti tetracycline .

7.  Dakriosistitis

Penyebab dakriosistitis adalah penyumbatan yang terjadi pada duktus nasolakrimalis yaitu saluran yang mengalirkan air mata ke hidung. Faktor alergilah yang menyebabkan terjadinya sumbatan pada saluran tersebut. Akibatnya adalah infeksi di sekitar kantung air mata yang menimbulkan nyeri, warna merah dan bengkak, bahkan bisa sampai mengeluarkan nanah dan penderita mengalami demam.

Infeksi yang ringan biasanya akan cepat sembuh walau tetap ada pembengkakan. Sementara yang tergolong parah dapat menyebabkan kemerahan dan penebalan di atas kantung air mata. Jika terus berlanjut akan terbentuk kantung nanah.

Penanganan:

* Dengan cara pemberian antibiotika oral atau melalui pembuluh darah.

* Bisa dilakukan pengompresan dengan air hangat di sekitar kantung air mata

* Jika terjadi kantung nanah maka harus dilakukan pembedahan.

8. Ulkus Kornea (UK)

Adalah infeksi pada kornea bagian luar. Biasanya terjadi karena jamur, virus, protozoa atau karena beberapa jenis bakteri, seperti stafilokokus, pseudomonas atau pneumokokus. Penyebab awal bisa karena mata kelilipan atau tertusuk benda asing. UK terkadang terjadi di seluruh permukaan kornea sampai ke bagian dalam dan belakang kornea. UK yang memburuk dapat menyebabkan komplikasi infeksi di bagian kornea yang lebih dalam, perforasi kornea (terjadi lubang), kelainan letak iris (selaput pelangi) dan kerusakan mata.

Gejalanya mata merah, nyeri, gatal, berair, muncul kotoran mata, peka terhadap cahaya (photo phobia) , pada bagian kornea tampak bintik nanah warna kuning keputihan, dan gangguan penglihatan.

Penanganan:

* Penderita UK perlu melakukan berbagai pemeriksaan seperti tes refraksi, tes air mata, pengukuran kornea (keratometri), dan tes respons refleks pupil.

* UK tingkat ringan dapat ditangani dengan obat tetes mata yang mengandung antibiotika, antivirus atau antijamur.

* Penderita yang tergolong berat kemungkinan perlu menjalani pembedahan yaitu pencangkokan kornea.

Alergi-Alergi Yang Berhubungan dan Kondisi Mata

Banyak tipe-tipe dari kondisi-kondisi alergi dan nonalergi dapat memicu gejala-gejala berhubungan dengan mata. Penyebab-penyebab alergi yang umumnya menyebabkan gejala-gejala berhubungan dengan mata termasuk:

  • Serbuk-serbuk sari
  • Jamur-jamur (Molds)
  • Debu-debu
  • Pet dander
  • Getah (Latex)

Suatu kondisi alergi dikenal sebagai allergic conjunctivitis secara langsung mempengaruhi mata-mata. Ini mempengaruhi sampai 22% penduduk Amerika, menurut the American College of Allergy, Asthma and Immunology (ACAAI). Allergic conjunctivitis bermanifestasi dalam tiga bentuk utama:

  • Seasonal allergic conjunctivitis (SAC). Bentuk dari allergic conjunctivitis yang paling umum, ini terjadi musiman ketika tumbuh-tumbuhan menyerbukan dan memproduksi penyebab-penyebab alergi yang mengudara seperti rumput, pohon dan serbuk rumput liar dan jamur-jamur.
  • Perennial allergic conjunctivitis (PAC). Suatu bentuk yang lebih jarang dari allergic conjunctivitis dimana gejala-gejala dialami sepanjang tahun. Penyebab-penyebab alergi utama terlibat pada PAC adalah animal dander, tungau (dust mites) dan bulu-bulu burung.
  • Vernal conjunctivitis. Suatu bentuk kronis dari allergic conjunctivitis yang paling sering terjadi pada musim semi dan musim gugur. Dia mempunyai potensi merusak penglihatan untuk selamanya dan lebih sering terjadi pada anak-anak laki daripada anak-anak perempuan.

Gatal-gatal adalah gejala yang paling sering diasosiasikan dengan allergic conjunctivitis, menurut the ACAAI. Gejala-gejala lain termasuk kemerahan, keluar airmata, panas (“terbakar”) dan penglihatan kabur.

Suatu reaksi alergi keseluruhan mungkin juga memicu gejala-gejala tidak berhubungan dengan mata. Ini termasuk:

  • Hidung berair (Runny nose)
  • Hidung tersumbat (Nasal congestion)

Faktor-faktor nonalergi yang dapat menghasilkan gejala-gejal berhubungan dengan mata termasuk:

  • Viral conjunctivitis. Dikenal sebagai “mata merah muda” (“pink eye”), disebabkan oleh suatu virus.
  • Bacterial conjunctivitis. Juga dikenal sebagai “mata merah muda” (“pink eye”), disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Blepharitis. Peradangan kelopak mata yang dapat menyebabkan gejala-gejala pada mata-mata dan kelopak-kelopak.
  • Corneal ulcers. Umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, amuba atau virus yang mempengaruhi jendela depan yang bening dari mata (cornea).
  • Keratoconjunctivitis sicca. Mengurangi produksi airmata kadangkala dikenal sebagai “mata kering” (“dry eye”). Umumnya lebih sering mempengaruhi orang-orang tua (seniors), namun dapat juga terjadi pada segala umur.
  • Uveitis. Peradangan dari uvea, yang mana termasuk selaput pelangi (iris), ciliary body (kumpulan dari otot-otot yang mengfokuskan lensa mata dan meproduksi cairan didalam mata dan choroid (lapisan luar dari belakang mata).
  • Pengganggu-pengganggu (irritants) yang mengudara termasuk asap rokok dan kabut bercampur asap (smog).
  • Pengganggu-pengganggu kimia (Chemical irritants) termasuk kosmetik dan khlor dari kolom renang (pool chlorine).
  • Halangan dari saluran airmata. Suatu rintangan pada jalan lintasan airmata dari mata-mata ke rongga hidung. Paling sering menimpa bayi-bayi.
  • Benda-benda asing didalam mata.

Banyak orang dengan alergi mengalami gejala-gejala berhubungan dengan mata sewaktu kambuh. Alergi-alergi mempengaruhi mata-mata karena selaput lendir yang menutupi bagian putih dari mata dan kelopak mata bagian dalam (conjunctiva) berisi sel-sel mast (mast cells). Selama suatu reaksi alergi, suatu penyebab alergi memicu suatu sel mast untuk meledak (pecah), melepaskan histamine dan kimia-kimia lain yang menyebabkan gejala-gejala. Akibatnya untuk mata adalah pembengkakkan, peradangan, panas dan gatal-gatal.

Gejala-gejala seperti mata-mata yang berair, gatal-gatal, panas (“terbakar”) dan kemerahan adalah umum untuk mereka yang dengan alergi rhinitis (allergic rhinitis), alergi-alergi latex (latex allergies), tipe-tipe lain dari kondisi-kondisi alergi.

Diagnosa dan Perawatan

Seorang dokter akan melaksanakan suatu pemeriksaan fisik dan menyusun suatu sejarah medis pasien dan daftar dari gejala-gejala. Suatu pemeriksaan akan termasuk suatu pemeriksaan penglihatan. Juga, seorang dokter akan memeriksa gerakan mata dan memeriksa kelopak-kelopak mata dan reaksi dari pupil mata terhadap cahaya. Dokter juga mungkin menanyakan beberapa pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Kapan mulainya gejala-gejala ?
  • Gejala-gejala apa yang hadir ? Ini mungkin termasuk:
    • Kotoran-kotoran mata, panas (“terbakar”), gatal-gatal atau kepekaan cahaya
    • Mual atau muntah
    • Sakit kepala
  • Apakah penglihatan terpengaruh ?
  • Apakah kedua-dua mata terpengaruh atau hanya satu saja ? Jika hanya satu, yang mana ?
  • Apakah bagian putih mata terpengaruh atau bagian lain ?
  • Apakah kemerahan datangnya mendadak atau adakah sejarah kemerahan sebelumnya ?
  • Apakah ada nyeri mata ? Jika ya, apakah menjadi lebih parah dengan gerakan mata ?
  • Apakah rasanya ada sesuatu benda didalam mata ?
  • Apakah gejala-gejala menjadi parah pada waktu-waktu tertentu atau pada situasi-situasi tertentu ?
  • Apakah hidung tersumbat atau hidung berair mengiringi gejala-gejala berhubungan dengan mata ?

Jika suatu alergi atau allergic conjunctivitis dicurigai, pemeriksaan kadangkala akan terjadi untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab alergi spesifik yang memicu gejala-gejala.

Pemeriksaan-pemeriksaan lain yang berhubungan dengan mata mungkin dilaksanakan untuk memastikan apakah gejala-gejala berhubungan dengan suatu penyebab nonalergi, seperti suatu infeksi atau penyakit sistemik.

Ada banyak obat-obatan dengan resep atau bebas (over-the-counter) yang dapat membantu mengentengkan gejala-gejala berhubungan dengan mata. Gejala-gejala berhubungan dengan alergi-alergi dapat ditujukan paling baik dengan perawatan-perawatan yang mencegah atau mengentengkan reaksi-reaksi alergi. Pasien-pasien jangan meminum obat-obatan tanpa berkonsultasi dahulu dengan dokter. Penggunaan berlebihan dari beberapa 0bat-obatan dapat menyebabkan suatu efek yang memantul kembali, yang pada akhirnya membuat gejala-gejala memburuk daripada membaik.

Meskipun beberapa obat-obatan alergi diminum melalui mulut, yang lain-lainnya berbentuk obat tetes-obat tetes mata dan dapat dipakai langsung pada mata-mata. Adalah sangat penting untuk memastikan bahwa obat tetes mata tidak hanya mencapai mata, tetapi juga diserap sepenuhnya sehingga mata menerima faedah yang maksimal darinya.

Obat-obatan tetes mata spesifik yang digunakan untuk menghindari gejala-gejala alergi termasuk:

  • Antihistamines. Menghalangi kerja dari histamine, suatu pelepasan kimia sewaktu reaksi-reaksi alergia.
  • Mast cell stabilizers. Menstabilkan sel-sel mast (mast cells) dan menjaga mereka dari meledak (pecah) dan melepaskan histamine dan kimia-kimia lainnya.
  • Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Membebaskan peradangan yang kadangkala mengiringi alergi-alergi.
  • Corticosteroids. Mengurangi peradangan. Bagaimanapun, mereka tidak diresepkan secara umum karena mereka dapat juga membuat infeksi-infeksi tertentu memburuk (seperti herpes). Mereka juga dapat memicu efek-efek samping seperti infeksi-infeksi sekunder, Glaucoma dan katarak-katarak. Jika mereka diresepkan, mereka seharusnya digunakan hanya untuk suatu waktu yang singkat dan dibawah pengawasan yang ketat dari seorang dokter.
  • Artificial tears (airmata tiruan). Ini dapat digunakan untuk mencuci penyebab-penyebab alergi dari mata-mata, dan untuk menjaga mata-mata kering tetap lembab.
  • Decongestants. Obat-obat ini mengurangi kemerahan dengan cara menyempitkan pembuluh-pembuluh darah merah didalam mata. Mereka tersedia sendiri-sendiri atau dalam kombinasi dengan antihistamines.

Kondisi-kondisi nonalergi yang berhubungan denga mata seringkali memerlukan perawatan-perawatan yang berbeda dari yang berhubungan denga alergi-alergi,  termasuk ke dalam kategori ini adalah:

  • Viral conjunctivitis. Kondisi ini biasanya hilang dengan sendirinya setelah kira-kira 10 hari. Pasien-pasien harus sering mencuci tangan-tangannya dan menghindari meraba mata yang terpengaruhi atau mata-mata dari orang lain. Adakalanya, kornea akan menjadi meradang. Ini mungkin memerlukan steroid atau perawatan antivirus.
  • Bacterial conjunctivitis. Obat-obat tetes mata antibiotik dan/atau obat salep mungkin diresepkan.
  • Mata kering. Airmata-airmata tiruan adalah perawatan yang paling umum. Operasi Punctal occlusion mungkin digunakan, dimana suatu penyumbat ditempatkan disalah satu dari dua saluran antara mata dan hidung untuk menjaga airmata-airmata mengalir masuk kedalam hidung.
  • Iritasi. Pencucian mata sepenuhnya adalah perlu ketika gejala-gejala dipicu oleh kontak mata dengan pembersih-pembersih rumah tangga, sprays, asap, kabut campur asap dan bahan-bahan pengotor (pollutants).

Pasien-pasien dapat juga mengambil tindakan-tindakan lain untuk membebaskan gejala-gejala alergi dan nonalergi termasuk:

  • Menghindari paparan pada penyebab-penyebab alergi. Pasien-pasien dihimbau untuk mengambil langkah-langkah untuk membatasi paparan mereka pada penyebab-penyebab alergi. Contoh-contoh dapat termasuk berdiam didalam rumah ketika jumlah serbuk sari sangat tinggi, menjaga rumah tetap bersih untuk mengurangi tingkat-tingkat dari berbagai penyebab-penyebab alergi dan penyebab-penyebab iritasi dan mencuci tangan segera setelah memberi makan pada binatang-binatang peliharaan.
  • Menggunakan kompres dingin pada mata-mata untuk menghilangkan gejala-gejala. Dingin bertindak sebagai suatu alat penstabil sel mast (mast cell stabilizer) dan penyempit pembuluh (vasoconstrictor). Menggosok atau menggaruk mata hanya akan memperburuk gejala-gejala.
  • Gunakan airmata-airmata tiruan untuk menghilangkan lendir atau cuci penyebab-penyebab iritasi dari mata. Mendinginkan airmata-airmata tiruan membuat mereka lebih menenangkan ketika dipakai. Pasien-pasien umumnya dihimbau untuk menghindari tipe-tipe lain dari obat-obat tetes bebas (over-the-counter eyedrops), karena mereka lama-lama dapat memperburuk gejala-gejala.
  • Hilangkan kerak-kerak kelopak mata dengan melunakkan mereka dengan kompres hangat dan gunakan shampoo bayi untuk membersihkan mereka.
  • Jangan memakai makeup mata sampai gejala-gejala mereda. Jika suatu infeksi hadir, makeup mata seharusnya dibuang dan digantikan.
  • Jangan gunakan lensa kontak (contact lenses) ketika gejala-gejala hadir. Jika suatu infeksi hadir, lensa-lensa lama seharusnya dibuang dan digantikan.
  • Istirahatkan mata-mata dan hindari cahaya-cahaya terang.

Jika obat-obatan dan penghindaran gagal untuk membebaskan gejala-gejala berhubungan dengan mata, suntikan-suntikan alergi/allergy shots (immunotherapy) dapat dipertimbangkan. Suntikan-suntikan alergi (allergy shots) adalah suatu bentuk perawatan alergi dan asma dimana dosis-dosis kecil dari suatu penyebab alergi disuntikk pada pasien melalui suatu periode waktu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan toleransi pasien pada penyebab-penyebab alergi sembari mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkan oleh suatu reaksi alergi.

Pencegahan  

Cara terbaik untuk mencegah gejala-gejala berhubungan dengan mata adalah menghindari penyebab-penyebab alergi, penyebab-penyebab iritasi dan kuman-kuman yang menyebabkan gejala-gejala. Ini harus dilakukan sebisa mungkin. Saran-saran lain untuk mencegah gejala-gejala berhubungan dengan mata termasuk:

  • Seringkali mencuci tangan untuk mengurangi alergi dan pencemaran yang berinfeksi. Kuman-kuman dan penyebab-penyebab alergi dapat dengan mudah dipindahkan dari jari-jari tangan ke mata.
  • Jangan menggosok mata-mata, karena ini hanya akan mengiritasi mereka dan memperburuk kondisi.
  • Gunakan kacamata diluar ruangan untuk melindungi mata-mata dari penyebab-penyebab alergi dan penyebab-penyebab iritasi lainnya.
  • Gunakan kacamata sebagai pengganti lensa kontak selama musim alergi.
  • Cuci sesering mungkin seprei dan sarung-sarung bantal didalam air panas dan detergent untuk mengurangi penyebab-penyebab alergi. Hindari produk-produk dari bulu-bulu binatang jika ada alergi terhadapnya.
  • Hindari memakai makeup mata. Bagi mereka yang memilih tetap menggunakan makeup, jangan sekali-kali berbagi (memakai bersama) produk dengan orang lain.

[Dari berbagai sumber]

Advertisements

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

One comment on “Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 3) : Sakit Mata

  1. Assalamu’alaikum wr wb…

    Admin…saya mau tanya
    sakit Mata apa bisa dpt di sembuhkan?
    saya sakit mata sdh lama.. sperti iritasi,Sakit kpla sebelah,airmata terus mngalir tanpa sebab,apalagi terkena Angin,Cuaca dingin,ruangan Ber AC,pusing,suka emosi jika sdng kumat.. Dll..
    itu semua sangat memicu Diri saya apalgi sngat mnggangunya admin

    jika membaca Tulisan kcil sperti di atas dan panjang.. mata tdk kuat tahan lama membacanya,
    apa solusinya Adnin?
    mohon penjelasannya adnin
    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: