Leave a comment

Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 2) : Demam

 

demam

 

Demam bukanlah suatu penyakit, tetapi merepotkan bila tidak diatasi dengan baik. Demam juga bisa merupakan tanda bahwa kita menderita penyakit tertentu. Karena itu, demam merupakan alat pemberitahuan bagi kita sendiri. Biasanya penyebab demam sudah bisa diketahui dalam waktu satu atau dua hari.

Demam ini terjadi sebagai hasil dari respon kekebalan tubuh terhadap “penjajah”. “Penjajah” tersebut termasuk virus, bakteri, jamur, obat-obatan, atau racun lainnya. Reaksi tersebut menghasilkan zat yang disebut pirogen, yang memicu respon kekebalan tubuh. Pirogen memberitahu hipotalamus untuk meningkatkan set point suhu dalam rangka untuk membantu tubuh melawan infeksi.

 

Berikut beberapa penyebab umum timbulnya demam:

1. Adanya infeksi seperti infeksi saluran kemih (sering buang air kecil atau buang air kecil disertai rasa pedih), infeksi streptokokus pada tenggorokan (sering kali disertai dengan radang tenggorokan), infeksi sinus (rasa sakit di atas atau di bawah kedua mata), dan abses gigi (bengkak di bagian mulut).

2. Infeksi mononucleosis yang disertai rasa lelah.

3. Tertular suatu penyakit saat Anda berada di luar negeri.

4. Kelelahan karena kepanasan atau terbakar sinar matahari hebat.

 

Nah, jika Anda mengalami gejala seperti itu dan akhirnya timbul demam, tak ada salahnya Anda melakukan hal-hal berikut ini:

1. Kenakan pakaian tipis meskipun tubuh terasa dingin.
Pakaian tebal dan selimut akan menaikkan suhu tubuh. Suhu yang sangat tinggi (39˚ C atau lebih) pada anak-anak bisa menyebabkan kejang-kejang.

2. Istirahatlah di rumah di ruangan dengan ventilasi yang baik.
Gunakan kipas angin atau alat pendingin udara.

3. Minumlah banyak air putih, sari buah, susu, atau sup bening.
Minuman dingin akan membantu menurunkan suhu tubuh. Cara mudah untuk mengetahui apakah sudah cukup minum atau tidak adalah dengan melihat urin berwarna terang ataukah kuning tua. Kalau berwarna terang, pertanda sudah cukup minum.

4. Usahakan makan seperti biasa meskipun nafsu berkurang.
Bila tidak mau makan, tubuh akan lemah.

5. Periksalah suhu tubuh setiap empat jam sekali.
Janganlah makan atau minum selama setengah jam sebelum suhu tubuh diukur karena hasilnya tidak tepat. Cara terbaik mengukur suhu tubuh adalah dengan menggunakan termometer yang dapat dibeli di apotek.

6. Yang terakhir, kompreslah tubuh dengan kain basah.
Tidak hanya pada bagian kepala saja, tetapi juga seluruh tubuh. Tindakan ini akan membantu menurunkan suhu tubuh.

 

Demam biasanya disertai dengan gejala-gejala sebagai berikut :

  • Menggigil, gemetar
  • Sakit otot dan sendi
  • Sakit kepala
  • Terkadang berkeringat
  • Jantung berdetak kencang atau palpitasi (berdebar)
  • Kulit memerah
  • Merasa pingsan, pusing
  • Lemah, letih, lesu
  • Dengan suhu yang sangat tinggi (> 104˚ F/40˚ C), kejang-kejang, halusinasi, atau kebingungan mungkin aja terjadi. Jika terjadi, carilah perawatan medis.

 

Demam dengan gejala lain dapat menunjukkan ke arah penyakit tertentu, misalnya:

1.      Meningitis (Radang selaput otak)

Demam disertai sakit kepala, leher kaku, kebingungan, Pasien tetap sadar

 

2.      Infeksi Saluran Kemih

Demam disertai menggigil, rasa panas saat kencing

 

3.      Pneumonia (Paru-paru basah)

Demam disertai sesak napas, batuk

 

Gejala lain yang mungkin merupakan indikasi dari penyakit parah meliputi muntah berulang, diare berat, atau ruam kulit (bisa menjadi tanda Demam Berdarah, Rocky Mountain spotted fever, demam rematik, radang tenggorokan, atau cacar air).

Demam lepuh (Herpangina) merupakan lepuh kecil yang berubah menjadi borok, biasanya pada bibir, mulut atau lidah, yang disebabkan oleh virus. Ketika seorang anak tertular virus ini untuk pertama kalinya, gejala dan lepuh demam dapat cukup parah. Jika anak tidak dapat makan atau minum, hubungi dokter.

Beberapa vaksin yang diberikan dalam masa kanak-kanak dapat menyebabkan demam ringan dalam satu atau dua hari setelah suntikan. Jika reaksinya parah atau tampak kulit di tempat suntikan berwarna merah, panas, dan menyakitkan, hubungi dokter.

 

Perlukah Dikompres?

Kompres telah dikenal sejak dulu sebagai sarana penurun panas. Meski begitu, kompres haruslah dilakukan dengan cermat agar tidak merugikan kesehatan. Kompres dengan air es atau es batu hendaknya ditinggalkan karena bersifat kontraproduktif. Alih-alih menurunkan demam, kompres dengan air es justru bisa memicu peningkatan suhu tubuh. Pasalnya, air dingin akan menyebabkan pembuluh darah tepi di kulit mengecil. Akibatnya, panas yang seharusnya dialirkan oleh darah ke kulit agar keluar tubuh, menjadi terhalang dan tubuh pun akan bertambah panas.

Begitu pula dengan kompres yang menggunakan alkohol yang juga mesti ditinggalkan. Dulu memang alkohol dinilai efektif menurunkan demam karena sifatnya yang mudah menguap. Untuk proses penguapan tadi diperlukan panas yang diambil dari tubuh penderita. Dengan kompres alkohol, diharapkan panas tubuh akan berangsur turun. Akan tetapi kini pemakaian kompres menggunakan alkohol sudah tak dianjurkan lagi karena berbahaya bagi anak. Baluran alkohol pada tubuh akan menguap yang bila terhirup bisa menimbulkan gangguan pada susunan saraf pusat.

Kompres yang kini banyak dilakukan adalah dengan air hangat. Asumsinya, dengan suhu di luar yang hangat, maka tubuh akan menganggap suhu di luar cukup panas. Dengan demikian tubuh akan bereaksi dengan menurunkan suhu yang ada. Bukan itu saja. Air hangat juga bisa membuat pembuluh darah tepi di kulit melebar yang selanjutnya membuat pori-pori terbuka. Itu berarti memudahkan pengeluaran panas dari tubuh.

Yang juga penting untuk diingat, letakkan kain kompres di bagian tubuh yang luas dan terbuka, semisal muka dan perut. Baik pula jika kain kompres diletakkan di bagian tubuh yang memiliki pembuluh-pembuluh darah besar seperti leher, ketiak dan selangkangan.

 

Betulkah Obat Penurun Panas Harus Dipakai Bersama Antibiotika ?  

Masing-masing golongan obat memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi, hal yang perlu diperhatikan bukanlah merek atau golongan obatnya, melainkan dosis penggunaannya. Gunakanlah dosis tepat agar bisa berfungsi efektif. Kini, banyak merek dan golongan obat demam beredar di pasaran. Ada golongan parasetamol, asetosal dan ibuprofen yang masing-masing memiliki kandungan zat antipiretik dan analgesik. Antipiretik artinya berkhasiat menurunkan suhu tubuh, sementara analgesik bermanfaat meredakan nyeri dan rasa tidak nyaman.

Kandungan zat antipiretik tersebut akan bekerja keras menurunkan suhu tubuh langsung di pusat pengatur suhu tubuh, yaitu di daerah otak (hipotalamus). Caranya dengan menghambat enzim siklooksigenase yang berperan pada sintesis prostaglandin. Turunnya suhu ini akan diikuti respons fisiologis berupa penurunan produksi panas, peningkatan aliran darah ke kulit, dan mudahnya panas tubuh menguap lewat kulit.

Banyak orang tua keliru dengan menganggap antibiotika sebagai obat penurun panas yang ampuh. Apalagi dokter juga kerap meresepkan antibiotika dengan obat penurun panas, hingga ada anggapan obat penurun panas dan antibiotika mesti digunakan secara bersama-sama. Tak heran jika banyak orang tua yang seenaknya membeli antibiotika tanpa resep dokter. Tindakan semacam ini jelas merupakan kesalahan besar.

Perlu diingat, antibiotika bukanlah pereda demam, melainkan diformulasikan untuk menggempur kuman/bakteri yang menyerang tubuh. Sementara penyebab demam tidak hanya bakteri dan kuman, tapi juga virus dan lainnya. Penggunaan antibiotika sembarangan justru bisa menyebabkan kuman kebal, sehingga di lain waktu penderita malah harus mengonsumsi jenis antibiotika yang lebih kuat agar kuman dan bakteri yang menyerang tubuhnya bisa mati.

Apalagi Penanganan Demam?

Demam biasanya membuat tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak. Agar tak mengalami dehidrasi/kekurangan cairan, usahakan banyak minum atau mengonsumsi makanan yang banyak mengandung air seperti sayuran berkuah. Sediakan aneka minuman yang disukai anak seperti jus buah atau teh manis. Jangan selimuti anak dengan selimut tebal atau memakaikannya pakaian tebal karena bisa menghambat pengeluaran panas dari tubuh.

Istirahatkan anak supaya tubuhnya cukup memiliki daya untuk melawan infeksi dengan baik. Ingat, setiap kenaikan suhu, tubuh memerlukan asupan cairan tambahan. Semakin tinggi demamnya, kian banyak pula jumlah cairan yang diperlukan. Cobalah sesering mungkin karena biasanya selagi demam anak cenderung menolak asupan minuman dan makanan.

 

Berikut Cara Mudah dan Efektif Mengatasi Demam:

1. Istirahat

Salah satu faktor yang paling penting dalam pengobatan demam adalah tidur yang baik dan umumnya santai. Anda perlu banyak beristirahat agar tubuh Anda dapat melawan virus demam dengan lebih baik, lebih cepat dan lebih efisien. Jika Anda memiliki demam Anda pasti harus tinggal di rumah, matikan ponsel Anda dan cobalah untuk bersantai.

Kebanyakan orang cenderung untuk mencoba dan mengatasi demam dengan tidak beristirahat. Saran ahli adalah untuk tinggal di rumah dan bersantai selama dua hari di lingkungan yang hangat. Suhu yang khas bisa menjadi 24˚-25˚ Celcius (75,2˚ F).

2. Hindari kopi dan alkohol

Cobalah untuk menghindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol karena zat tersebut cenderung mengeringkan tubuh kita dan ini bukan apa yang kita inginkan ketika kita demam.

3. Uap air dan mandi air panas

Uap air dan mandi air panas adalah obat rumah yang paling umum untuk demam. Beberapa orang yang ada yang berdiri di kamar mandi dengan air panas, yang lain menghirup uap atas panci dengan air mendidih. Hal ini diyakini bahwa uap dapat memfasilitasi hidung mampet. Virus ini juga rentan terhadap suhu yang sangat tinggi, sehingga ada kemungkinan bahwa uap dapat membunuh virus melalui rongga hidung.

4. Mengkonsumsi banyak cairan

Sebagai obat pertama dari demam cobalah untuk mengkonsumsi banyak air, jus dan minuman (teh dan rempah-rempah seperti pada umumnya). Cairan mencegah pengeringan tenggorokan dan hidung. Mereka membantu selaput kelenjar untuk tetap terbuka sehingga mudah dibersihkan.

Cairan juga berharga ketika Anda mengidap demam. Dalam hal ini ada peningkatan risiko kehilangan cairan dengan dehidrasi. Selain itu, hidrasi tubuh berkontribusi pada penghapusan racun yang dihasilkan dari sel-sel mati, yang meningkatkan kemampuan itu untuk melawan virus.

5. Sup Hangat

Banyak orang menganggap sup hangat sebagai obat terbaik untuk orang demam. Keuntungan seperti obat tradisional berasal dari kaldu, yang membuat tubuh terhidrasi dan juga membantu dengan uap. Oleh karena itu mungkin bahwa setiap jenis kaldu panas akan membawa manfaat yang sama.

6. Gunakan humidifier

Perangkat ini merupakan metode yang baik untuk membuat udara lebih lembab. Hal ini dapat membantu untuk menjaga rongga hidung dalam bentuk cair dan dengan demikian menghindari pemblokiran hidung. Bila menggunakan humidifier pastikan untuk membersihkan secara teratur untuk memblokir kemungkinan mentransfer jamur di udara.

7. Cuci mulut Anda dengan air garam

Ini mungkin terdengar seperti saran dari nenek Anda, tetapi praktek telah menunjukkan bahwa mencuci mulut Anda dengan air garam adalah salah satu obat untuk sakit tenggorokan.

Larutkan setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat dan berkumurlah 5-6 kali. Ini akan benar-benar melegakan sakit tenggorokan Anda.

8. Tidak merokok

Meskipun Anda harus berhenti merokok untuk sejumlah alasan, merokok ketika Anda merasa kedinginan memiliki kelemahan tambahan. Merokok dapat memperburuk gejala demam, sementara dapat diperburuk juga bila menjadi perokok pasif.

9. Perhatikan diet Anda

Meskipun tidak terbukti bahwa diet dapat membantu Anda menyembuhkan dari dingin, makan buah-buahan dan sayuran penuh dengan vitamin C dapat membantu Anda mengatasi lebih cepat dari demam.

10. Jangan berolahraga

Hindari olahraga dan segala macam aktivitas fisik, selama 3-4 hari untuk memberikan tubuh Anda kesempatan untuk menyimpan kekuatan untuk memerangi virus.

 

11. Vitamin C


Jika gejala demam mulai muncul, segera konsumsi vitamin C. Dengan cara tersebut, sistem imun dalam tubuh akan meningkat dan Anda bisa terhindar dari serangan sakit demam.

 

12. Teh lemon madu


Minuman yang paling tepat dinikmati ketika Anda demam adalah teh lemon madu. Kombinasi ketiga hal tersebut mampu membuat demam cepat mereka karena semuanya kaya akan antioksidan tinggi.

 

 

[Dari berbagai sumber]

 

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: