1 Comment

Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 1) : Sakit Kepala

sakit kepala

 

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit kepala termasuk Anda sendiri, sakit kepala yang anda alami atau orang lain alami banyak sekali penyebabnya dan sangat bervariasi, atas dasar inilah sakit kepala juga bermacam-macam jenisnya yang memiliki gejala-gejala masing-masing yang berbeda pula. Karena hal ini pula, bisa dikatakan bahwa sakit kepala adalah bukan penyakit tapi merupakan gejala atau sekumpulan gejala yang menandakan ada ketidakberesan di kepala atau di tubuh kita.

Pada tahun 2007,  International Headache Society menyepakati sistem klasifikasi atau jenis-jenis sakit kepala. Karena begitu banyak orang yang menderita sakit kepala dan karena juga pengobatan sakit kepala yang terkadang sulit, diharapkan dengan sistem klasifikasi yang baru ini akan membuat para dokter menegakkan diagnosis spesifik untuk jenis sakit kepala dan untuk menyediakan pengobatan yang lebih baik dan lebih efektif.

Ada tiga kategori utama untuk jenis-jenis sakit kepala:

1. Sakit kepala primer
2. Sakit kepala sekunder
3. Nyeri saraf kranial (cranial neuralgia), nyeri wajah, dan sakit kepala lainnya.

1. Sakit Kepala Primer

Yang termasuk dalam jenis sakit kepala primer diantaranya : sakit kepala migrain, tension dan cluster.

Sakit Kepala Jenis Tension
Sakit kepala tension ditandai dengan kepala terasa tegang dan berat, jenis sakit kepala ini merupakan
jenis sakit kepala primer yang paling umum. sampai dengan 90% orang dewasa mengalami atau akan mengalami jenis sakit kepala ini. Sakit kepala tension lebih sering diderita oleh wanita dibanding pria.

Gejala sakit kepala tension :

  1. Rasa sakit dimulai di belakang kepala dan leher atas dan digambarkan seperti mendesak atau tertekan.
  2. Sering digambarkan sebagai tekanan melingkari kepala dengan tekanan paling kuat di atas alis.
  3. Nyeri biasanya ringan (tidak melumpuhkan) dan bilateral (mempengaruhi kedua sisi kepala).
  4. Rasa sakit ini tidak terkait dengan aura, mual, muntah, atau sensitivitas terhadap cahaya dan suara.
  5. Rasa sakit terjadi secara sporadis (jarang dan tanpa pola) namun dapat terjadi sering dan bahkan setiap hari pada beberapa orang.
  6. Rasa sakit memungkinkan kebanyakan orang untuk berfungsi secara normal, meskipun sakit kepala sedang ia derita.

Sakit Kepala Migrain
Urutan nomor dua untuk jenis sakit kepala primer yang paling umum adalah migrain.
Diperkirakan 28 juta orang di Amerika Serikat (sekitar 12% dari populasi) akan mengalami sakit kepala migrain. Migrain mempengaruhi anak maupun orang dewasa. Sebelum pubertas, anak laki-laki dan perempuan dipengaruhi sama oleh sakit kepala migrain, tapi setelah pubertas, perempuan lebih sering dari laki-laki. Diperkirakan bahwa 6% dari laki-laki dan sampai 18% wanita akan mengalami sakit kepala migrain dalam hidup mereka.

Sakit kepala migrain ditandai dengan sakit kepala berdenyut hebat atau sensasi berdenyut di satu daerah kepala (sakit kepala sebelah) dan umumnya disertai mual, muntah, dan kepekaan yang ekstrim terhadap cahaya dan suara.

Serangan migrain dapat menyebabkan rasa sakit yang signifikan selama berjam-jam samapi sehari dan penderita akan lebih nyaman berada di tempat gelap, tempat yang tenang untuk berbaring.

Beberapa migrain didahului atau disertai dengan gejala peringatan sensorik (aura) pada penglihatannya, seperti kilatan cahaya, bintik-bintik buta, atau kesemutan di lengan atau kaki.

Migrain Kronis

Sakit kepala ini berkembang dari migrain yang datang tiba-tiba. Untuk dapat terdiagnosis, anda harus memiliki sakit kepala – migraine, sakit kepala akibat tekanan darah atau keduanya – 15 hari atau lebih dalam sebulan, untuk tiga bulan terakhir. Sebagai tambahan, pada delapan hari atau lebih untuk tiga bulan terakhir, anda pasti mengalami gejala berikut.

Sakit kepala anda harus memiliki paling sedikit dua karakteristik berikut:

  • Menyerang hanya pada satu sisi kepala
  • Menyebabkan sakit yang berdenyut
  • Menyebabkan sakit dari yang sedang ke yang parah
  • Menjadi jengkel pada aktifitas fisik yang rutin

Dan gejala itu menyebabkan paling tidak satu dari hal berikut:

  • Mual, muntah atau keduanya
  • Sensitif pada cahaya dan suara

Kalau tidak, jika sakit kepala anda merespon pengobatan triptan atau ergot ambil antisipasi gejala tersebut – pada delapan hari atau lebih dalam sebulan atau lebih dalam sebulan pada tiga bulan terakhir – itu juga merupakan migrain kronis.

Sakit Kepala Cluster
Sakit kepala cluster adalah jenis sakit kepala primer yang jarang yang mempengaruhi 0,1% dari populasi (1 dalam 1.000 orang). Lebih sering mempengaruhi pria berusia dua puluhan, perempuan dan anak-anak juga dapat menderita jenis sakit kepala ini.

Gejala Sakit kepala Cluster :

Sakit kepala Cluster merupakan sakit kepala yang datang dalam kelompok (cluster) berdasarkan waktu yang berlangsung minggu atau bulan, dipisahkan oleh periode bebas nyeri-bulan atau tahun.

  1. Selama periode di mana sakit kepala cluster terjadi, nyeri kepala biasanya terjadi sekali atau dua kali sehari, tetapi beberapa pasien mungkin mengalami sakit kepala lebih dari dua kali sehari.
  2. Setiap episode nyeri kepala berlangsung dari 30 sampai 90 menit.
  3. Serangan nyeri kepala cenderung terjadi pada waktu yang sama setiap hari dan sering terbangun pada malam hari ketika pasien tidur nyenyak.
  4. Rasa sakit kepala biasanya menyiksa dan terletak di sekitar atau di belakang salah satu mata.
  5. Beberapa pasien menggambarkan rasa sakit sebagai perasaan seperti ada benda panas di mata. Mata yang terkena bisa menjadi merah, meradang, dan berair.
  6. Hidung pada sisi yang terkena dapat menjadi tersumbat atau terasa sesak dan meler.

Sakit kepala primer ini dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Beberapa orang yang sakit kepala jenis ini mudah sembuh sementara yang lain sulit sekali sembuh. Sakit kepala jenis ini tidak
mengancam nyawa, namun bisa juga berhubungan dengan gejala yang dapat menyerupai stroke atau perdarahan otak (intraserebral).

2. Sakit Kepala Sekunder

Sakit kepala sekunder merupakan jenis sakit kepala yang disebabkan oleh masalah struktural di kepala atau leher. Ada banyak penyebab dari jenis sakit kepala ini mulai dari perdarahan di otak, tumor, atau meningitis dan ensefalitis.

Gejala Sakit Kepala Sekunder :

Sakit kepala jenis ini merupakan gejala yang terkait dengan banyak penyakit. Sakit kepala sekunder disebabkan oleh penyakit yang mendasari atau cedera yang perlu didiagnosa dan diobati. Mengontrol atau mengobati gejala sakit kepala sangat diperlukan sambil menunggu tes diagnostik untuk mengetahui penyakit yang mendasarinya. Beberapa penyebab sakit kepala sekunder dapat berpotensi mengancam nyawa dan mematikan. Diagnosis dini dan pengobatan sangatlah penting.

International Headache Society menyatakan ada delapan kategori sakit kepala sekunder. Beberapa contoh dalam setiap kategori dicatat. (Ini bukan daftar lengkap). :

  1. Trauma kepala dan leher
  2. Gangguan pembuluh darah pada kepala dan leher, seperti stroke, TIA, AVM.
  3. Gangguan pada otak selain pembuluh darah seperti tumor dan kanker.
  4. Akibat obat-obatan
  5. Infeksi seperti meningitis, ensefalitis, HIV/AIDS, pneumonia, flu,dan lain-lain
  6. Perubahan Lingkungan fisik
  7. Masalah dengan mata, telinga, tenggorokan hidung, gigi dan leher
  8. Masalah psikiatri

3. Neuralgia

Neuralgia berarti nyeri saraf (neur = saraf + algia = nyeri). Neuralgia kranial menggambarkan jenis sakit kepala yang terjadi karena saraf di leher, kepala dan bagian atas menjadi meradang dan menjadi sumber rasa sakit di kepala. Nyeri wajah dan berbagai penyebab lain untuk sakit kepala termasuk dalam kategori ini.

Jenis Sakit Kepala Lainnya

 

1.      New Daily Persistent Headache

Sakit kepala ini menjadi konstan dalam beberapa hari dari pertama kali anda mengalami sakit kepala.
New daily persistent headache paling tidak memiliki dua dari karakteristik berikut :

  • Sakit pada dua sisi kepala
  • Menyebabkan sakit yang terasa seperti ditekan atau mengetat, tapi tidak berdenyut
  • Tidak membuat merasa jengkel pada aktifitas fisik rutin

Sebagai tambahan, itu semua menyebabkan paling tidak satu dari hal berikut:

  • Sensitif pada suara atau cahaya
  • Mual ringan

2. Hemicrania Continua

Hemicrania continua sakit kepala ini menyebabkan sakit pada satu sisi kepala yang tidak berpindah sisi. Mereka juga:

  • Harian dan berlanjut dengan periode tanpa rasa bebas dari sakit
  • Menyebabkan sakit yang sedang tapi terasa menusuk ketika parah
  • Merespon resep pereda rasa sakit indomethacin (Indocin)
  • Mungkin terkadang menjadi parah dengan berkembang dengan gejala seperti migrain

Sebagai tambahan, sakit kepala hemicrania continua menyebabkan paling tiba satu dari hal berikut:

  • Keluar air mata atau mata merah sebagai efek samping
  • Nafas sengau atau hidung berair
  • Kelopak mata layu atau penyempitan pupil

 

3. Sakit kepala di bagian belakang

Ini bisa jadi pertanda postur tubuh Anda yang buruk, khususnya ketika duduk. Di bagian atas leher Anda adalah otot suboksipital yang membantu menunjukkan arah atas leher dan kepala. Ketika duduk terlalu lama dengan posisi yang salah, ini membuat otot tersebut menegang sehingga menyebabkan sakit kepala.

“Sakit kepala ini paling sering menyeranga pekerja kantor yang komputernya terlalu rendah. Dengan mengangkat monitor setinggi empat inci dan menggunakan dudukan dokumen, ini mengurangi rasa sakit,” kata ahli fisioterapi, Tim Allardyce.

4. Sakit di pelipis mata bagian samping

Ini menjadi pertanda bahwa Anda harus memeriksaan mata Anda. Saraf supraorbital bergerak dari mata ke belakang otak, jika jika Anda berjuang untuk melihat dengan benar, hasilnya adalah sakit kepala di pelipis.

“Apakah Anda rajin memeriksaan mata setiap dua tahun, bahkan ketika Anda sudah memakai kacamata atau lensa kotak jika resepnya tidak benar maka ini akan membuat mata tegang,” ujar ahli kesehatan mata, Steph McLean.

5. Sakit di dahi

Ini bisa pertanda bahwa bra yang Anda kenakan selama ini ukurannya salah. Tali bra yang terlalu ketat akan menarik bahu ke belakang sehingga membuat tulang belakang tertekan. Ini yang menyebabkan sakit kepala di dahi atau di atas mata.

“Banyak wanita mengenakan ukuran bra yang salah, tali yang terlalu kencang menyebabkan ketegangan. Dengan memperbaiki bra yang tidak pas, Anda mungkin memiliki lebih sedikit sakit kepala,” kata ahli mata Sue McDonald.

6. Sinus

Nyeri di daerah ini pertanda bahwa Anda mengalami infeksi yang dikenal sebagai sinusitis. Dimana bagian ini tersumbat oleh lendir dan bakteri. Selain antibiotik alami, mandi uap juga membantu meringankan rasa sakit di sini.

7. Sakit kepala di bagian samping belakang

Biasanya pria yang rentan diserang sakit kepala jenis ini. Sering muncul ketika hidung tersumbat atau mata berair. Selain itu ini pada umumnya adalah faktor genetik.

8. Sakit di seluruh kepala

Sakit kepala jenis ini terkadang tidak bisa disembuhkan hanya dengan minum obat sakit kepala. Penelitian mengungkapkan, bahkan akan membuat semakin parah.

Sebaliknya, sebuah penelitian menyebut ketika Anda mengalami sakit kepala jenis ini maka yang membantu adalah berhubungan seks. Penelitian menemukan sebanyak 60% orang yang melakukan hubungan seks ketika sakit kepala membuat mereka lebih baik. Ini diperkirakan karena Hormon Endorfin yang diproduksi tubuh ketika bercinta menjadi penghilang rasa sakit.

9. Sakit kepala di bagian atas

Sebaliknya, ini bisa disebabkan karena terlalu banyak berhubungan seks, gairah seksual dan orgasme yang terlalu lambat bisa membuat bagian kepala ini berdenyut dan menimbulkan rasa sakit.

10. Polip di hidung

Polip adalah tumor jinak yang tumbuh dalam rongga hidung bagian dalam dan menyebabkan komplikasi ke sel saraf dan kepala. Penderita polip biasanya merasakan sakit kepala yang luar biasa selain itu penderita polip juga rentan kena mimisan apabila kena benturan. Polip yang stadium lanjut biasanya sebesar biji kacang polong,  walaupun sebesar kacang tapi komplikasinya yang luar biasa pada kesehatan. Gejala paling umum yang ditimbulkan oleh penderita polip adalah sakit kepala, pendarahan hidung, sering pusing, vertigo. Sedangkan penyakit ini disebabkan karena benturan keras, radang hidung, debu, bakteri, dan terlalu banyak zat karsinogen dalam tubuh sehingga menyebabkan kanker meregenerasi dengan cepat.

11. Sakit kepala kronis

Sakit kepala kronis adalah sakit kepala yang lebih dari biasanya. Rasa sakit yang tak pernah berhenti dari akibat yang ditimbulkan oleh sakit kepala kronis ini sering membuat penderitanya tidak tahan.

Sakit kepala kronis merupakan variasi dari sakit kepala harian. Didefinisikan bahwa sakit kepala harian pasti terjadi 15 hari atau lebih dari sebulan, paling tidak tiga bulan. Dan menjadi pemikiran utama dari sakit kepala kronis harian, bahwa penyakit itu juga tidak menghasilkan kondisi yang lain. Jadi Anda tidak perlu khawatir, sakit kepala kronis bukan indikasi adanya penyakit yang lebih berat atau lebih berbahaya, namun hanya merupakan siklus harian.

 

Penyebab Sakit Kepala Kronis

Penyebab sebagian besar sakit kepala kronis harian tidak begitu dimengerti. Yang utama dari sakit kepala kronis harian tidak dapat diidentifikasi berdasarkan kasus. Sakit kepala kronis harian terjadi jika :

  • Anda memiliki respon yang memuncak pada tanda rasa sakit
  • Bagian dari otak anda yang menekan rasa sakit tidak bekerja secara baik

Frekuensi sakit kepala lain mungkin disebabkan berdasarkan penyakit atau kondisi yang berbeda-beda, termasuk:

  • Pembengkakan atau masalah lain pada pembuluh darah dan kisaran otak, termasuk stroke.
  • Infeksi, contohnya meningitis
  • Tekanan pada intracranial baik yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah
  • Tumor otak
  • Cedera trauma pada otak

Banyak orang yang memiliki frekuensi sakit kepala sebenarnya mengalami efek dari terlalu seringnya mengambil pengobatan medis terhadap rasa sakit. Jika anda mengambil pengobatan medis terhadap rasa sakit – bahkan analgesics tanpa resep – lebih dari tiga hari dalam seminggu, anda berisiko mengalami peningkatan sakit kepala.

 

Faktor Risiko Terkena Sakit Kepala Kronis

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan frekuensi sakit kepala adalah:

  • Gelisah
  • Depresi
  • Gangguan tidur
  • Obesitas
  • Mendengkur
  • Berlebihan dalam menggunakan kafein
  • Berlebihan dalam menggunakan obat pereda rasa sakit
  • Secara rutin memakai sesuatu yang membuat ketegangan pada kepala atu leher

Cara pencegahan untuk sakit kepala kronis bisa dilakukan dengan menjalankan pola hidup sehat seperti rajin berolahraga, tidur yang cukup, makan teratur, rileks, kurangi stress dan kurangi konsumsi kafein. Mengurangi penggunaan obat-obatan medis serta menghindarkan diri dari pemicu sakit kepala adalah cara yang bagus agar terhindar dari sakit kepala kronis.

Penyebab Sederhana Sakit Kepala Yang Dianggap Sepele

Ternyata bukan hanya tekanan darah yang tinggi, stress atau gangguan pada otak yang dapat memicu sakit kepala, tapi hal sederhana seperti parfum atau makananpun dapat menyebabkan sakit kepala yang menggangu.

Beberapa hal sederhana yang dapat menyebabkan sakit kepala adalah :

  • Udara panas.
  • Aroma yang menyengat.
    Seperti aroma cat, minyak wangi dan beberapa jenis bunga.
  • Ikatan rambut, kepangan atau penggunaan headband yang terlalu kencang.
    Karena menyebabkan penghubung jaringan dikulit kepala menegang.
  • Aktivitas seks dan latihan fisik yang berlebihan, terutama bagi penderita migrain.
  • Gerakan atau postur tubuh yang salah.
    Misalnya menjepit telepon diantara telinga dan pundak, duduk dengan kursi tanpa penyangga punggung, jarak pandang yang terlalu dekat atau terlalu jauh (misalnya pada monitor atau tv) .
  • Zat Tiramin
    Atau zat yang terkandung didalam makanan yang proses pembuatannya memakan waktu lama, misalnya keju (termasuk blue cheese, keju cheddar, keju parmesan dan keju Swiss). Semakin lama proses pembuatan makanan tersebut, semakin banyak kandungan tiramin didalamnya. Tiramin juga banyak terdapat pada minuman beralkohol, dan kandungan alkohol tersebut juga dapat meningkatkan tekanan darah ke otak sehingga membuat Anda semakin pusing.
  • Melewatkan makan.
    Hal ini menyebabkan kadar gula dalam darah menurun. Saat perut kosong, hindari mengkonsumsi makanan manis, terutama permen, karena akan memperparah kadar gula darah.
  • Dehidrasi.
  • Asap rokok.
    Nikotin yang terkandung didalamnya menyebabkan pembuluh darah pada otak menyempit. Terutama bagi penderita migrain, asap rokok akan menimbulkan rasa sakit yang amat sangat, bahkan akan berpengaruh juga pada mata dan hidung.
  • Telepon
    Menggunakan telepon dengan menjepit benda tersebut diantara telinga dan bahu Anda yang berlangsung lebih dari beberapa menit dapat menyebabkan ketegangan pada leher Anda dan menyebabkan sakit kepala karena tegang. Gunakan headset hands-free bila memungkinkan.
  • Kopi
    Meminum lebih dari 2 cangkir kopi perhari berisiko mendapatkan sakit kepala. Solusinya, cobalah ganti kopi Anda dengan kopi tanpa kafein.
  • Kursi
    Jika kursi Anda tidak mendukung punggung Anda, hal ini dapat menyebabkan ketegangan dan sakit kepala, kata terapis fisik New York City, Karen Litzy.
  • Komputer
    Menatap layar komputer secara terus menerus dapat menimbulkan ketegangan mata, yang dapat menyebabkan sakit kepala. Berpalinglah dari layar komputer Anda selama beberapa menit tiap jamnya untuk mengurangi tegangan mata Anda.
  • Permen Karet
    Mengunyah permen dalam waktu lama akan menyebabkan tekanan pada sendi dan otot pada pertemuan tulang rahang dengan tengkorak kepala sehingga memicu rasa nyeri kepala. Selain itu, permen yang mengandung pemanis buatan seperti aspartam juga bisa memicu sakit kepala.
  • Tas
    Tanpa kita sadari, tas yang kita bawa bisa memiliki beban beban yang berat. Hal itu bisa menyebabkan nyeri leher dan kepala. Meringankan beban Anda atau membagi-bagi letak tas di atas bahu yang berlawanan merupakan solusi terbaik untuk meringankan nyeri leher dan kepala Anda
  • Makanan Dingin

Ada sebuah istilah ice cream headache yang merupakan sakit kepala tiba-tiba. Umumnya disebabkan oleh konsumsi      makanan atau minuman yang terlalu dingin sehingga membuat peredaran darah membengkak.

Pusing seperti ini pada umumnya akan hilang dalam beberapa menit. Untuk mencegah terjadinya sakit kepala ini, sebaiknya konsumsi makanan dingin lebih perlahan.

  • Travelling

Bepergian ke tempat wisata juga bisa membuat Anda mengalami sakit kepala. Terutama Anda yang melakukan perjalanan dengan jarak cukup jauh dan menghabiskan lebih banyak waktu di perjalanan. Yang bisa Anda lakukan untuk mencegah hal ini adalah istirahat yang cukup sebelum bepergian karena Anda membutuhkan tubuh yang fit, serta sering minum air putih agar tetap terhidrasi.

  • Malas-malasan

Meski orang yang memiliki kegiatan padat akan rentan terkena sakit kepala. Namun, menurut penelitian, mereka yang tak malas-malsan dan tak rajin berolahraga akan lebih rentan terkena sakit kepala daripada mereka yang jarang olahraga.

Demikian artikel mengenai sakit kepala. Diharapkan, dengan mengetahui jenis, penyebab dan ciri-ciri sakit kepala, kita bisa mengantisipasinya dengan cara yang tepat. Karena beda jenis sakit kepala, beda pula penanganannya.

[Dari berbagai sumber]

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

One comment on “Penyakit Tapi Bukan Penyakit (Bagian 1) : Sakit Kepala

  1. Min. saya ingin bertanya, sejak tahun 2004, saya sudah merasakan sakit kepala yang sakitnya luar biasa. Memang sih sebelum itu, saya pernah jatuh dan belakang kepala saya terbentur aspal. Dan efek dari itu, mata saya sering nyeri. Dan nyeri menyebabkan kepala saya sering sakit. Dan itu tidak menentu. Kadang sebulan atau gak 2 minggu pasti kambuh. kira-kira kenapa ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: