Leave a comment

Serba Serbi Pusar

pusar 2

 

 

Pusar  atau umbilikus sebenarnya merupakan bekas luka akibat pemotongan tali pusat saat bayi dilahirkan. Pusar bisa menimbulkan bau busuk jika dibiarkan kotor atau terkena infeksi. Selain membuat tidak nyaman, tentu ini juga menyebabkan rasa malu. Lalu apa saja penyebab pusar menjadi bau?

 

Faktor yang menyebabkan pusar menimbulkan bau tidak sedap:

 

1. Kista Urachal

Kista urachal biasanya muncul bila pusar tidak dibersihkan dengan benar atau jarang dibersihkan. Kista bisa membentuk abses yang berisi nanah dan sel darah putih.

Kista yang terbentuk di bagian urachus dikenal sebagai kista urachal. Kista urachal biasanya disertai dengan berbagai gejala seperti rasa sakit di perut dan peningkatan suhu tubuh.

Abses dari kista akan menghasilkan cairan berbau busuk, yang bisa merembes keluar dan membuat pusar berbau tidak sedap.

 

2. Kandidiasis

Candida albicans adalah jamur penyebab terjadinya kandidiasis. Secara alami, berbagai jamur terdapat pada kulit manusia.

Pada pusar, candida albicans memunculkan bercak putih yang menyerupai keju cottage atau yoghurt. Pertumbuhan jamur Candida yang cepat dan tidak terkendali, sering kali menimbulkan rasa sakit dan inflamasi.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah memiliki risiko lebih tinggi karena tubuh tidak mampu mengekang pertumbuhan jamur ini.

Kondisi ini bisa berakibat fatal jika jamur mencapai aliran darah atau organ, seperti telinga. Namun, kasus tersebut sangat jarang terjadi, bahkan pada orang dengan tingkat kekebalan rendah.

 

3. Operasi Paten Urachus

Urachus adalah tabung kecil yang menghubungkan kandung kemih janin ke tali pusar. Pada beberapa kasus, tabung urachus gagal menutup setelah lahir.

Bila kondisi ini terjadi, operasi paten urachus harus dilakukan untuk menangani ketidaksempurnaan pada tabung urachus.

Luka operasi yang tidak kunjung sembuh akan menimbulkan infeksi yang dapat menyebabkan pembengkakan dan kemerahan.

Hal ini juga dapat menyebabkan keluarnya cairan berupa lendir kekuningan yang bau dari pusar.

 

4. Infeksi Jamur

Penyebab lain munculnya bau tidak sedap dari pusar adalah infeksi jamur. Infeksi jamur pada pusar ditandai dengan gatal yang menyakitkan disertai dengan sensasi terbakar.

 

5. Sepsis-Septicemia

Saat ini, tindik pusar telah menjadi salah satu mode. Pusar yang ditindik mungkin terlihat gaya, namun perdarahan pada tindik bisa mengundang banyak patogen penyebab infeksi.

Keluarnya cairan hijau kekuningan dari pusar akibat ditindik disebut sepsis-septicemia.

 

6. Sinar UV

Sinar ultraviolet sangat buruk dan berbahaya bagi kulit. Sinar UV juga bisa menyebabkan infeksi pusar.

Berenang selama musim panas, berjemur, dan kegiatan lain yang mengekspos pusar dengan sinar matahari bisa menyebabkan infeksi pusar akibat sinar UV.

Cairan berbau kurang sedap juga bisa muncul dari pusar akibat infeksi tersebut.

 

7. Diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyebab terjadinya infeksi pusar yang bisa memicu keluarnya cairan seperti keju cottage dari pusar.

Pada pasien diabetes, infeksi umumnya tidak bisa sembuh dengan cepat sehingga memperpanjang terjadinya infeksi.

 

8. Kelebihan Berat Badan

Orang-orang dengan lemak perut yang berlebih rentan terhadap infeksi pusar. Perut yang gendut membuat pusar berada dalam lipatan lemak perut, sehingga lebih banyak kotoran yang menempel dan pusar menjadi lebih lembab.

Kondisi ini dapat merusak sel-sel dan jaringan umbilikus sehingga menyebabkan infeksi pusar.

 

9. Kista Sebasea

Kista sebasea tidaklah terlalu berbahaya namun bisa menyebabkan keluarnya cairan yang berbau kurang sedap. Penyebab kista sebasea adalah terjadinya abrasi atau gatal di daerah pusar.

 

10. Debris

Debris atau serpihan kulit yang terperangkap di dalam pusar dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang akhirnya menghasilkan infeksi.

 

11. Peradangan (Inflamasi)

Akumulasi nanah yang terkumpul dari jaringan yang terinflamasi bisa menimbulkan bau busuk. Bau ini disebabkan oleh adanya bakteri anaerob di jaringan yang terinflamasi tersebut.

 

Tapi tidak perlu khawatir karena banyak pengobatan yang efektif untuk mengatasi bau busuk dari pusar. Beberapa cara yang sering dilakukan antara lain seperti berikut:

  1. Coba krim anti jamur atau juga bisa menggunakan yogurt pada infeksi jamur.
  2. Mengonsumsi antibiotik alami untuk mengendalikan gatal karena infeksi jamur.
  3. Tempatkan es batu di perut untuk menghilangkan rasa gatal sehingga pusar tidak semakin infeksi karena digaruk.
  4. Bersihkan pusar dengan air garam untuk mengurangi infeksi dan bau busuk.
  5. Usahakan daerah sekitar pusar tidak lembab untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Jika pusar berkeringat, sering berikan bedak untuk menghindari kondisi yang menguntungkan bagi bakteri atau jamur.
  6. Dalam kasus kista urachal, bersihkan area pusar dengan sabun anti bakteri setidaknya sekali dalam sehari. Juga gunakan klorida benzalkonium atau peroksida hidrogen pada kista 4-5 kali sehari.
  7. Dalam kondisi parah perlu dilakukan pembedahan.

 

 Kenapa lubang pusar tidak boleh dibersihkan?

Pusar adalah suatu tanda lubang tertutup di atas perut, yang dibuat oleh sengaja ketika tali pusar dilepas dan dipotong dari perut bayi yang baru lahir agar terlepas dari plasenta ibunya. Semua makhluk mamalia yang berplasenta pasti akan mempunyai pusar. Pada hewan umumnya pusar hanya terlihat seperti garis tipis yang samar.

 

pusar 1

 

Kotoran pada kulit (daki / bolot ), meskipun setiap hari kita sudah mandi, kotoran ini tetap ada. Ini disebabkan karena sebenarnya daki itu bukan cuma kotoran. Setiap hari ada sel mati yang mengandung keratin gugur dari permukaan kulit dan minyak yang keluar, semua bercampur bersama kotoran, itulah yang menjadi daki. Sel kulit mati dan minyak yang terkumpul pada lubang pusar menjadi kotoran di sana. Tetapi kotoran pusar itu tidak boleh dibersihkan.

 

Kulit yang terdapat pada pusar lebih tipis daripada kulit pada bagian tubuh yang lainnya. Jadi, jika kulit dianalogikan sebagai dinding kastil, pusar dianggap sebagai pintu gerbangnya. Ingatkah anda, dulu waktu anda masih dalam kandugan ibu, pusar menjadi penghubung antara ibu dan anak. Dan sekarang pintu itu sudah tertutup. Pintu merupakan titik lemah dari suatu kastil. Dan pintu ini harus senantiasa kita jaga, karena jika pintu ini anda rusak sendiri dengan mengorek-korek atau membersihkannya yang akan menyebabkan pintu retak, anda yang akan rugi sendiri. Bagaimana tidak, anda telah membukakan jalan pada jutaan musuh yang telah menunggu di sekeliling kastil anda. Walaupun di balik kulit masih ada pertahanan lainnya (Antibodi, makrofag, dll), apa salahnya jika anda menjaganya, karena tidak ada yang bisa menjamin prajurit anda di balik dinding kastil akan menang atas serangan musuh.

Namun, jangan langsung memutuskan untuk tidak akan membersihkan pusar seumur hidup. Membersihkan kotoran di pusar kita dapat kita lakukan dengan hati-hati, misalnya dengan membersihkannya dengan kapas yang sudah diolesi dengan minyak zaitun atau baby oil dan diusapkan secara perlahan di pusar.

 

[Dari berbagai sumber]

 

Advertisements

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: