3 Comments

Fakta Dan Mitos Penyakit Pencernaan Serta Obat Alaminya

penyakit sistem pencernaan

Tidak ada satu pun makhluk hidup yang mampu bertahan hidup tanpa makan. Bahkan, seekor kecoa yang mampu bertahan hidup setelah kepalanya terputus, hanya mampu bertahan selama tujuh hari dan kemudian mati di hari ketujuh akibat tidak makan. Demikian halnya manusia, spesies ini juga tidak akan mampu melanjutkan kehidupannya tanpa mengonsumsi makanan. Tujuh hari adalah waktu maksimum seorang manusia normal bertahan hidup tanpa makanan. Setelah tujuh hari tanpa makanan, manusia tersebut akan mati. Manusia tidak akan mampu beraktivitas karena tenaga yang digunakan untuk melakukan aktivitas diperoleh dari makanan.

Bagaimana makanan mampu berganti menjadi energi/tenaga dalam tubuh kita? Jawabannya adalah karena adanya proses pencernaan dalam tubuh setiap manusia. Proses pencernaan pada manusia dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:

  1. Pencernaan mekanik adalah proses pengubahan makanan dari bentuk kasar menjadi bentuk kecil atau halus. Proses ini dilakukan dengan menggunakan gigi di dalam mulut.
  2. Pencernaan kimiawi adalah proses pengubahan makanan dan zat yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan enzim yang terjadi mulai dari mulut, ke lambung, dan usus. Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh.

Secara singkat, proses atau sistem pencernaan (mulai dari mulut sampai anus) adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh.

 

A.   Penyakit Saluran Pencernaan dan Pengobatannya

Organ-organ tubuh yang berperan dalam sistem pencernaan tidak bisa lepas dari bahaya penyakit. tentu saja semua bergantung pada setiap individu, apakah cukup cermat menjaga kesehatan sistem pencernaannya. Ada beragam jenis penyakit yang mengintai sistem pencernaan kita. Dari mulai yang paling sederhana sampai yang paling rumit. Beragam penyakit ini juga memiliki cara penanganan yang berbeda-beda.

1.      Penyakit Rongga Mulut

Sebagai organ pertama yang dilalui oleh makanan atau organ pertama proses pencernaan, mulut tidak lepas dari penyakit yang mengintai. Kanker mulut adalah salah satunya. Kanker mulut pada umumnya ditemukan pada pria dan risiko paling tinggi ditemukan pada peminum alkohol dan perokok.

Berikut ini adalah tanda-tanda awal kanker mulut:

1)      Adanya luka atau sakit pada wajah, leher, serta sariawan dalam mulut yang tidak hilang dalam waktu dua minggu.

2)      Pembengkakan, perbesaran, maupun benjolan pada gusi, bibir, dan bagian lain di dalam mulut.

3)      Bercak putih, merah, atau gelap di dalam mulut.

4)      Perdarahan yang berulang dari gusi atau luka dalam mulut.

5)      Rasa kebal di sekitar wajah, mulut dan leher.

6)      Gigi-gigi menjadi goyang-goyang tanpa sebab yang jelas.

Bagi penderita kanker mulut, anda bisa melakukan pemeriksaan Oral Cancer mandiri dengan mengikuti tujuh petunjuk di bawah ini.

1)      Perhatikan wajah anda di depan kaca. Pada keadaan normal, sisi kiri dan kanan sama ukurannya, bisa terdapat perbesaran/pembengkakan yang terdapat hanya pada salah satu sisi wajah.

2)      Periksa kulit wajah, apakah ada perubahan warna.

3)      Lakukan penekanan di sepanjang leher apakah ada benjolan dan kekakuan.

4)      Tarik bibir bawah dan lihat apakah ada perubahan warna dan rasa sakit, kemudian raba dan rasakan apakah ada benjolan yang tidak semestinya. Lakukan hal yang sama pada bibir atas.

5)      Buka mulut dan tarik pipi dengan salah satu jari di dalam mulut dan ibu jari di luar, kemudian lakukan pemeriksaan apakah ada perubahan warna, luka, serta benjolan yang tidak semestinya.

6)      Kepala ditarik kebelakang dan buka mulut lebar-lebar, kemudian lakukan perabaan pada dasar mulut apakah ada benjolan serta perubahan warna.

7)      Fiksasi lidah dan perhatikan permukaan dan warnanya, apakah ada perubahan warna dan perbesaran. Letakkan ujung lidah di langit-langit mulut. Lakukan pemeriksaan juga pada sisi kiri dan kanan lidah serta dasar mulut di balik lidah.

8)      Jika ditemukan keadaan yang tidak semestinya, segera hubungi dokter gigi dan diskusikan kondisi tersebut. Kondisi yang tidak semestinya biasanya berlangsung selama dua minggu atau lebih.

Cara pencegahan kanker mulut adalah sebagai berikut:

1)      Menghindari cahaya matahari mengurangi risiko terjadinya kanker mulut.

2)      Menghindari alkohol dan tembakau yang berlebihan, dapat mencegah hampir seluruh kanker mulut.

3)      Pencegahan lainnya adalah memperhalus tepian gigi yang patah atau menambalnya.

4)      Vitamin anti-oksidan (vitamin C dan E, beta-karoten) memberikan perlindungan tambahan.

 

2.      Mual dan Muntah

Rasa mual setelah makan dapat menjadi sebuah tanda-tanda dari gangguan (sakit) yang lebih serius. Mual adalah suatu kondisi yang merujuk pada perasaan tidak nyaman sebelum muntah, tetapi tidak selalu menyebabkan muntah. Mual setelah makan bisa disebabkan karena berbagai keadaan, misalnya makan makanan tertentu, makan makanan yang terkontaminasi dan juga makan terlalu cepat dll. Hal ini bisa terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Jika rasa mual terus berlanjut maka sebaiknya segeralah ke dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganannya. Mual seringkali terkait dengan beberapa penyakit lain baik itu ringan atau serius.

Beberapa penyebab mual setelah makan:

1. Kandungan makanan

Kandungan makanan dapat juga menjadi penyebab, beberapa bahan makanan yang tidak sesuai untuk beberapa orang dan menyebabkan pencernaan makanan yang tidak berjalan baik.

2. Pola makan

Mengkonsumsi makanan dengan cepat-cepat dapat menyebabkan rasa mual setelah makan. Makanan berat dan berlemak juga cenderung membuat orang mual sehabis makan. Pada beberapa orang, mual juga dapat terjadi karena makan terlalu sering.

3. Keracunan makanan

Mual bisa disebabkan karena keracunan makanan, alergi makanan atau, dalam kasus tersebut, penderita juga mungkin mengalami sakit kepala, tubuh sakit, demam, diare, sakit perut atau kram dan muntah. Orang tua dan anak-anak sangat rentan mengalaminya.

4. Gerd (gastroesophageal reflux disease)

Gastroesophageal reflux disease (gerd) kondisi yang dapat menyebabkan kondisi dimana berlebihannya tingkat dari asam lambung yang menyebabkan mual setelah makan. Beberapa gejala-gejala tersebut dapat dikontrol oleh antasida.

5. Penyumbatan Di Usus Kecil

Sebuah penyumbatan di usus kecil adalah penyebab paling serius merasa mual setelah makan dan biasanya segera membutuhkan perhatian medis. Karena dapat menyebabkan penumpukan racun dalam aliran darah.

6. Sakit Kandung Empedu

Orang-orang, yang menderita penyakit kandung empedu, terutama pada tahap awal, mungkin mengalami mual setelah makan. Biasanya, gejala awal tampak saat orang tersebut makan makanan yang berminyak atau lemak tinggi.

7. Penyakit Crohn (Pengikisan Pada Usus)

Pada beberapa individu, penyakit crohn atau penyakit mangkuk mungkin akan rentan terhadap mual setelah makan, gejala yang lebih umum lainnya dari kondisi peradangan usus termasuk diare kronis dan kram perut.

8. Gejala hamil

Pada semester pertama kehamilan, rasa mual setelah makan adalah sangat umum. Bisa dikatakan salah satu tanda kehamilan adalah rasa mual setelah makan.

 

 

Cara Singkat Mengatasi Mual:

  • Jus Buah. Biasakan minum satu gelas jus buah setiap hari juga pada saat mengalami rasa mual.
  • Jahe. Jahe adalah obat efektif untuk mual setelah makan. Minum jus jahe sebanyak 5 Milimeter dicampur dengan 10 Milimeter madu dapat mengatasi Mual
  • Teh. Minum teh biasa, teh lemon, teh hijau atau teh herbal dapat membantu mengontrol rasa mual.
  • Pepermint. Untuk mengatasi mual setelah makan, kunyah permen karet peppermint atau mengisap permen rasa pepermint.
  • Pijat Refleksi. Pijat pergelangan tangan dapat mencegah dan mengurangi mual. Titik tekanannya terletak sekitar 2 jari dari telapak tangan bagian bawah. Gunakan jari tengah dan telunjuk untuk mengukurnya pada pergelangan tangan Anda. Pijat titik tadi menggunakan ibu jari, lakukan selama 2 sampai 3 menit, dengan tekanan sedang.

 

3.      Tukak Lambung

Tukak lambung atau ulcus terjadi apabila dinding lambung rusak akibat mucus yang menyelimutinya rusak. Enzim yang dihasilkan di dalam mukus memakan bagian-bagian kecil pada lapisan permukaan lambung. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini menyebabkan dinding lambung berlubang sehingga isinya jatuh ke dalam rongga perut.ulkus terjadi ketika lapisan organ-organ ini terkorosi oleh cairan pencernaan asam yang disekresikan oleh sel-sel lambung.

Selama bertahun-tahun terakhir, asam lambung berlebih diyakini sebagai penyakit maag, dan asam lambung merupakan penyebab signifikan pembentukan ulkus. Penyebab ulkus yang lain adalah penggunaan obat anti-inflamasi kronis, sering disebut sebagai NSAID (anti-inflammatory drugs), termasuk aspirin. NSAID adalah obat untuk arthritis dan kondisi inflamasi menyakitkan dalam tubuh. Aspirin, ibuprofen (Motrini), naproxen (Naprosyn), dan etodolac (Lodine) adalah beberapa contoh kelas obat-obatan ini. NSAID menyebabkan bisul dengan mengganggu prostaglandin di lambung. Selain kedua hal tersebut, rokok juga berperan dalam pembentukan ulkus dan kegagalan pengobatan ulkus, seperti pendarahan lambung, obstruksi, dan perforasi lambung.

Penyakit pada lambung umunya disebabkan olehinfeksi virus atau bakteri yang masuk melalui makanan dan minuman. Pola makan yang tidak sehat, tidak teratur, sering terlambat makan, dan kurang mengonsumsi sayur dan buah-buahan juga menjadi penyebab penyakit lambung. Selain itu ritme kerja yang menekan, stres, dan diperparah dengan kondisi tubuh seseorang yang tidak fit, serta tingkat kebisingan yang tinggi berakibat pada terjadinya malabsorbsi lemak, ketidakmampuan sistem pencernaan untuk mencerna dan menyerap lemak.

Berikut ini beberapa gejala untuk mengenali tukak lambung:

1)      Penderita mengeluhkan rasa terbakar di perut bagian atas atau rasa lapar yang menyakitkan satu sampai tiga jam setelah makan dan pada tengah malam.

2)      Beberapa diantara penderita mengalami kekambuhan bahkan setelah sembuh dari maag.

3)      Bisul sering datang dan pergi spontan tanpa pernah diketahui oleh penderita kecuali jika terjadi komplikasi serius (seperti pendarahan atau perforasi).

Terdapat beberapa cara untuk mendiagnosa ulkus, diantaranya adalah atas endoskopi (EGD-esophagoga stroduodenoscopy) atau barium pada bagian atas Gl x-ray. Barium atas Gl x-ray mudah dilakukan dan tidak menimbulkan risiko atau ketidaknyamanan. Sebenarnya, endoskopi atas lebih akurat, tetapi melibatkan sedasi pasien dan harus memasukkan tabung fleksibel melalui mulut untuk memeriksa perut, kerongkongan, dan duodenum. Endoskopi atas memiliki keuntungan tambahan, yaitu dapat menghapus contoh jaringan kecil (biopsi) untuk menguji infeksi H.pylori (bakteri penyebab maag). Biopsi juga dapat diperiksa di bawah mikroskop untuk menyingkirkan kanker. Oleh karena itu, biopsi sering dilakukan pada tukak lambung untuk mengeluarkan kanker.

Setelah mengetahui gejala-gejala yang dirasakan dan memeriksakannya, makan tahap berikutnya adalah pengobatan. Tujuan pengobatan ulkus adalah untuk menghilangkan rasa sakit dan untuk mencegah komplikasi maag, seperti pendarahan, obstruksi, dan perforasi. Langkah pertama yang diberikan melibatkan pengurangan faktor risiko (NSAID dan rokok). Langkah selanjutnya adalah penggunaan obat-obatan.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para penderita penyakit lambung selama perawatan ulkus dilakukan, yaitu:

1)      Memperbaiki pola makanan dan jenis asupan yang bergizi tinggi. Hal ini sangat baik agar sistem pencernaan kita selalu sehat dan bisa beraktivitas dengan semestinya.

2)      Meminum air putih dalam jumlah yang banyak, minimal delapan gelas dalam sehari.

3)      Hindari makanan dan kinuman yang bersifat merangsang, misalnya makanan pedas dan minuman bersoda maupun beralkohol.

4)      Hentikan merokok.

5)      Kurangi kebiasaan mengonsumsi permen karet. Hal ini dikarenakan gas yang dihasilkan saat mengunyah permen karet tertahan di dalam perut.

6)      Kurangi konsumsi goreng-gorengan. Banyak penjaja gorengan yang menggunakan minyak berulang-ulang, hal ini menyebabkan minyak goreng telah jenuh dan berisiko memicu sel kanker.

7)      Hindari makan dalam posisi berbaring.

8)      Beri jeda yang panjang antara jam makan malam dan waktu tidur, idealnya tiga jam. Tindakan ini untuk menghindari risiko terjadinya refluks/balik sehingga menyebabkan panas di bagian tengah dada. Asam di dalam lambung penuh dan berpotensi kembali ke kerongkongan.

9)      Jangan memaksakan diri untuk makan makanan berat.

 

4.      Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh beragam faktor, yaitu sebagai berikut:

v  Virus. Virus yang menyebabkan mononucleosis (mono) dan flu juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan.

v  Bernapas melalui mulut dapat menghasilkan kekeringan tenggorokan dan nyeri.

v  Sinusitis yang terhambat dapat menyebabkan sakit tenggorokan.

v  Sakit tenggorokan juga bisa disebabkan oleh bakteri. Dua bakteri yang paling umum menyebabkan sakit tenggorokan adalah Streptococcus (penyebab radang tenggorokan) dan Arcanobacterium haemolyticum.

v  Sakit tenggorokan muncul setelah perawatan dengan antibiotic, kemoterapi, atau obat kekebalan tubuh lainnya. Mungkin sakit tenggorokan ini karena Candida, umunya dikenal sebagai thrush.

v  Sakit tenggorokan yang berlangsung selama lebih dari dua minggu dapat menjadi tanda dari penyakit serius, seperti tenggorokan kanker atau AIDS.

Sakit tenggorokan disebabkan oleh bakteri Streptococcus, yang merupakan bakteri yang sama yang menyebabkan demam rematik. Hanya 5%-10% dari orang dewasa sakit tenggorokan disebabkan oleh radang, sedangkan sekitar 15%-40% dari sakit tenggorokan pada anak berhubungan dengan strep. Banyak ahli kesehatan yang merekomendasikan “Strep cepat” uji untuk pasien dengan sakit tenggorokan. Tes “Strep cepat” biasanya dapat dilakukan di kantor dan membutuhkan waktu 15-20 menit. Jika hasilnya positif, sakit tenggorokan umunya dirawat dengan penisilin atau antibiotic lainnya.

Tujuan utama mengobati radang tenggorokan adalah untuk mencegah perkembangan demam rematik, sakit serius yang dapat menyebabkan nyeri sendi dan kerusakan katup jantung. Namun, antibiotik tidak selalu mempercepat penyembuhan sakit tenggorokan kecuali disebabkan oleh strep. Namun berbeda halnya dengan penyakit radang, demam berdarah, dapat menyebabkan ruam, tetapi tidak akan menyebabkan cedera jantung atau nyeri sendi.

Jika anda atau anggota keluarga anda mengalami sakit tenggorokan, alkukan hal-hal berikut untuk mengobati dan meringankan gejala. Kumur-kumur air garam, mengisap permen keras dan menyemprot Chloraseptik. Perhatian:tablet isap dan permen keras berbahaya bagi anak-anak karena dapat menyebabkan tersedak, hindari pemakain pada anak-anak. Humidifier mungkin dapat membantu dalam mengurangi gejala, terutama pada sakit tenggorokan yang disebabkan oleh pernapasan mulut dan udara kering. Acetaminophen atau ibuprofen dapat membantu mengontrol rasa sakit.

Untuk orang dewasa, semprotan hidung seperti Afrin dapat digunakan selama dua sampai tiga hari untuk mencegah pernapasan mulut. Namun, jangan terlalu lama menggunakan produk ini. penggunaan melebihi dua sampai tiga hari dapat menyebabkan ketergantungan. Produk dekongestan lain, seperti Sudafed, mungkin dapat membantu. Jika anda memiliki masalah kesehatan seperti penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, hubungi professional kesehatan anda sebelum menggunakan produk ini.

 

5.      Kanker Lambung

Lambung adalah organ yang berongga di perut bagian atas, di bawah tulang rusuk dan merupakan bagian dari sistem pncernaan. Makanan bergerak dari mulut melalui kerongkongan menuju lambung. Dalam lambung, makanan menjadi cair. Otot pada dinding perut mendorong cairan ke dalam usus kecil.

Kanker dimulai dari dalam sel, blok bangunan yang membentuk jaringan. Jaringan membentuk organ-organ tubuh. Biasanya, sel-sel tumbuh dan membelah sel-sel baru ketika tubuh membutuhkan mereka. Ketika sel menjadi tua, mereka mati, dan sel-sel baru mengambil tempat mereka. Kadang-kadang, proses ini berjalan tidak semestinya. Sel-sel baru terbentuk ketika tubuh tidak membutuhkannya dan sel tua atau rusak tidak mati seperti seharusnya. Penumpukan sel ekstra sering membentuk suatu massa dari jaringan yang disebut pertumbuhan, polip atau tumor.

Tumor dalam lambung bisa jinak atau tidak termasuk kedalam kondisi ganas (kanker). Tumor jinak tidak berbahaya seperti tumor ganas, karena tumor jinak jarang mengancam nyawa, dapat dihilangkan dan dapat tidak tumbuh kembali, tidak menyerang jaringan di sekitar tumor, dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sedangkan tumor ganas atau kanker dapat mengancam nyawa, dapat dihilangkan tetapi sering tumbuh kembali, dapat menyerang kemudian merusak organ di sekitar jaringan kanker, dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Kanker lambung biasanya dimulai dalam sel-sel di lapisan bagian dalam lambung. Seiring waktu, kanker dapat menyerang lebih dalam ke dalam dinding lambung. Tumor dapat tumbuh melalui lapisan luar lambung ke dalam organ terdekat seperti hati, pankreas, kerongkongan, atau usus. Sel-sel kanker lambung dapat menyebar dengan melepaskan

Faktor risiko adalah sesuatu yang dapat meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan penyakit. di bawah ini adalah faktor-faktor risiko yang menyebabkan kanker lambung berdasarkan hasil studi atau penelitian:

v  Infeksi Helicobacter pylori. H.pylori adalah bakteri yang umunya menginfeksi lapisan dalam (mukosa) lambung. Infeksi H.pylori dapat menyebabkan radang lambung dan tukak lambung. Hal ini juga meningkatkan risiko kanker lambung, tetapi hanya sejumlah kecil orang yang terinfeksi kanker lambung.

v  Menderita radang lambung dalam jangka panjang: orang yang memiliki kondisi ini diasosiasikan dengan istilah radang perut-panjang (seperti penyakit darah merusak anemia) akan meningkatkan risiko kanker lambung. Juga orang yang mengoperasi beberapa bagian perut mungkin mengalami peradangan lambung jangka panjang dan meningkatkan risiko kanker lambung beberapa tahun setelah operasi mereka.

v  Merokok: perokok terutama perokok berat lebih cenderung berisiko tinggi terkena kanker lambung.

v  Riwayat keluarga: jika orangtua, saudara atau anak memiliki sejarah kanker lambung, kemungkinan dapat terkena penyakit ini. Jika kerabat dekat banyak memiliki riwayat kanker lambung, maka risikonya lebih besar.

v  Pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, atau obesitas.

v  Studi menunjukan bahwa orang yang banyak makan makanan yang diasapi, asin atau yang dibersihkan memiliki peningkatan risiko untuk kanker perut. Di sisi lain, orang yang melakukan diet tinggi dalam buah-buahan dan sayuran segar mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit ini.

v  Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko kanker lambung.

v  Juga, orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki peningkatan risiko kanker berkembang di bagian atas perut.

Awal kanker lambung sering tidak menimbulkan gejala. Sebagai kanker yang tumbuh, gejala yang paling umum adalah sebagai berikut:

v  Rasa yang tidak nyaman atau sakit di daerah lambung

v  Kesulitan menelan

v  Mual dan mentah

v  Berat badan menurun

v  Merasa penuh atau kembung setelah makan kecil

v  Muntah darah atau terdapat darah dalam tinja

Gejala-gejala yang diderita tersebut bukan disebabkan oleh kanker, melainkan oleh masalah kesehatan lainnya, seperti bisul atau infeksi. Siapapun yang memiliki gejala-gejala ini harus memberitahu dokter sehingga masalah dapat didiagnosa dan dirawat sedini mungkin. Dokter mungkin akan merujuk anda ke seorang dokter yang spesialisasinya adalah mendiagnosis dan mengobati masalah pencernaan. Dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan pribadi dan keluarga anda. Anda mungkin akan dites darah atau tes laboratorium lainnya. Anda juga mungkin akan mendapatkan beberapa pemeriksaan berikut ini:

  1. Tes fisik: dokter anda mungkin akan memeriksa cairan, pembengkakan, atau perubahan lainnya di dalam lambung anda. Dokter juga akan memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening.
  2. Endoskopi: pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan tabung tipis (endoskopi) untuk melihat ke lambung anda. Tabung ini melewati mulut dan kerongkongan ke lambung.
  3. Biopsi: endoskopi adalah alat untuk menghilangkan jaringan dari lambung. Seorang ahli patologi akan memeriksa jaringan di bawah mikroskop sel-sel kanker. Biopsi adalah satu-satunya cara yang pasti untuk mengetahui apakah sel-sel kanker hadir. Jika biopsi menunjukkan bahwa anda memiliki kanker lambung, dokter anda perlu memperlajari tahap (tingkat) dari penyakit,

Kanker lambung memiliki tahapan atau tingkat (stadium) berdasarkan banyak atau besarnya organ yang diserang kanker.

  1. Stadium 0 (arcinoma in situ), berupa tumor yang ditemukan di lapisan dalam lambung.
  2. Tahap I. Tumor menyerang hanya pada submucosa. Sel-sel kanker dapat ditemukan sampai dengan 6 kelenjar getah bening. Tumor telah menginvasi lapisan otot atau subserosa. Sel-sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ tubuh lainnya.
  3. Tahap II. Tumor telah menyerang hanya submucosa tersebut. Sel-sel kanker telah menyebar ke-7 sampai 15 kelenjar getah bening. Tumor telah menginvasi lapisan otot atau subserosa. Sel-sel kanker sudah menyebar ke-1 sampai 6 kelenjar getah bening. Tumor telah menembus lapisan luar lambung. Sel-sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ tubuh lainnya.
  4. Tahap III. Tumor telah menyerang lapisan otot atau subserosa. Sel-sel kanker telah menyebar ke-7 sampai 15 kelenjar getah bening. Tumor telah menembus lapisan luar. Sel-sel kanker sudah menyebar ke-1 sampai 15 kelenjar getah bening. tumor telah menginvasi organ terdekat, seperti hati, usus besar, atau limpa. Sel-sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ jauh.
  5. Tahap IV. Sel-sel kanker telah menyebar ke lebih dari 15 kelenjar getah bening. tumor telah menginvasi organ terdekat dan setidaknya 1 kelenjar getah bening. sel-sel kanker telah menyebar ke organ jauh.

Dalam melakukan pengobatan kanker lambung, pilihan pengobatan tergantung pada ukuran dan lokasi tumor stadium penyakit, dan kesehatan umum anda. Pengobatan untuk kanker perut mungkin melibatkan operasi, kemoterapi, atau terapi radiasi. Anda mungkin akan menerima lebih dari satu jenis perawatan. Misalnya, kemoterapi obat diberikan sebelum atau sesudah operasi. Ini sering diberikan pada waktu yang sama dengan terapi radiasi.

Anda sebaiknya berbiara dengan dokter anda tentang mengambil bagian dalam uji klinis, sebuah studi penelitian metode pengobatan baru. Percobaan klinis merupakan pilihan penting bagi orang-orang pada setiap tahap kanker perut. Atau jika anda memiliki tim spesialis, maka mereka dapat membantu rencana mengenai pengobatan anda. Dokter anda mungkin akan merujuk anda ke dokter spesialis, atau anda dapat meminta untuk rujukan. Spesialis yang mengobati kanker perut termasuk dokter ahli pencernaan, ahli bedah, ahli onkologi medis, dan onkologi radiasi. Tim perawatan kesehatan anda juga mungkin mencakup perawat onkologi dan ahli diet.

Terapi kanker sering merusak sel sehat dan jaringan. Sebelum dimulai pengobatan, mintalah tim perawatan kesehatan anda menjelaskan efek samping yang mungkin terjadi, bagaimana mencegah atau mengurangi efek ini, dan bagaimana perawatan dapat mengubah aktivitas normal anda. Anda dan tim perawatan kesehatan anda dapat bekerja sama untuk membuat rencana perawatan yang memenuhi kebutuhan anda.

 

6.      Pembesaran Limpa

Limpa adalah organ yang terletak di kuadran kiri atas perut tepat di bawah diafragma dan dilindungi oleh tulang rusuk kiri bawah. Limpa berfungsi menyaring darah dan menghilangkan sel-sel darah merah tua dan rusak, bakteri, dan partikel lainnya saat mereka melewati labirin pembuluh darah di dalam limpa. Limpa menghasilkan limfosit, sejenis sel darah putih yang menghasilkan antibody dan membantu sistem kekebalan tubuh.

Limpa akan mengalami pembesaran jika diminta untuk melakukan pekerjaan berlebihan ketika menyaring atau manufaktur sel darah, jika ada aliran darah normal untuk itu, atau jika diserang sel-sel abnormal. Secara umum penyebab-penyebab pembesaran limpa adalah sebagai berikut:

  1. Penyakit yang mengakibatkan sel darah merah abnormal akan menyebabkan limpa membesar. Talasemia dan spherocytosis adalah contoh-contoh penyakit berbentuk sel yang tidak dapat dengan mudah dibuang melalui pembuluh darah kecil dan kapiler tubuh, dan jika mereka tidak dibuang oleh limpa, sel-sel yang abnormal dapat menyebabkan pembekuan darah dan sirkulasi menurun. Tetapi, mengeluarkan mereka menyebabkan limpa membangkak dan membesar.
  2. Virus dan infeksi bakteri.
  3. Tekanan atau penyumbatan vena limpa.
  4. Kanker: leukemia, baik Hodgkins dan non-Hodgkins, limfoma dapat menyebabkan pembesaran limpa.
  5. Penyakit metabolik.

Karena pembesaran limpa tumbuh di luar perlindungan tulang rusuk, limpa menjadi lebih mungkin terluka sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa sakit perut mungkin timbul.

Pembesaran limpa biasanya tidak menyebabkan gejala. Gejala penyakit yang mendasari sering menjadi alasan pasien untuk mencari pelayanan. Ini mungkin termasuk kelemahan anemia, mudah terjadi pendarahan, atau infeksi berulang karena minimnya sel darah putih. Namun, karena limpa membesar, dapat menekan melawan diafragma, otot yang memisahkan dada dan ruang perut. Iritasi diafragma dapat merujuk nyeri ke bahu kiri. Pembesaran limpa juga dapat mendorong kea rah perut dan menyebabkan anoreksi atau kehilangan nafsu makan dan rasa penuh ketika awal makan.

Pembesaran limpa tumbuh di luar perlindungan tulang rusuk, limpa menjadi lebih mungkin terluka sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa sakit perut mungkin terjadi. Pembesaran limpa tergantung pada jumlah kerusakan limpa setelah cedera, bisa ada pendarahan ke dalam perut dengan distensi terkait (kembung), nyeri ke belakang dan bahu, sesak nafas, kulit lembap dan berkeringat dingin, serta gejala-gejala syok.

Jika ada kekhawatiran bahwa telah terjadi pembesaran limpa, tes darah dapat dipertimbangkan untuk menilai penyebab pembesaran. Tes umum mungkin termasuk jumlah sel darah lengkap (CBC), untuk mencari jumlah abnormal dari sel darah putih atau merah, pap perifer untuk menilai pada jenis dan bentuk dari sel-sel darah, atau monospot jika diagnosis mononucleosis menular sedang dipertimbangkan. Tes-tes lain untuk mengevaluasi fungsi hati atau jantung mungkin dipertimbangkan jika terindikasi secara klinis.

Tes ultrasound perut juga mungkin dilakukan, seperti CT atau MRI. Tes-tes ini digunakan untuk mengevaluasi ukuran limpa dan untuk mencari kelainan lain dalam rongga perut yang mungkin terkait dengan splenomegali.

Pengobatan untuk pembesaran limpa biasanya diarahkan pada kondisi medis yang mendasari splenomegali tersebut. Pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotic, kemoterapi, atau radiasi. Perawatan ini adalah untuk penyakit yang mendasari dan memungkinkan limpa untuk mengurangi dalam ukuran, namun dalam beberapa kasus, limpa akan tetap membesar.

Pada kasus yang parah, limpa mungkin perlu diangkat melalui pembedahan (splenektomi = limpa + ectomy = pengangkatan) sebagai bagian dari pengobatan penyakit. misalnya, dalam kasus spherocytosis turun temurun, mengeluarkan limpa dapat mencegah anemia yang terjadi ketika sel-sel darah merah normal berbentuk juga terus disaring dan dikeluarkan dari aliran darah.

 

7.      Refluks

Refluks disebabkan oleh kelemahan pada otot di persimpangan kerongkongan dengan lambung. Biasanya, katup otot ini, atau sfingter, berfungsi untuk menjaga makanan dan asam lambung bergerak ke atas dari lambung ke kerongkongan dan pangkal tenggorokan. Katup ini terbuka untuk memungkinkan makanan menuju lambung dan menutup untuk menjaga isi lambung naik kembali. Gerakan mundur isi perut (lambung isi) sampai ke kerongkongan disebut refluks gastroesofagus.

Selain adanya peningkatan tekanan lambung (seperti obesitas), yang dapat mendorong asam kembali dari lambung ke kerongkongan, atau pasien dengan hernia hiatus, akan memiliki peningkatan risiko refluks. Ketika menyebabkan gejala, ini disebut sebagai penyakit gastroesophageal reflux (atau GERD). Ketika asam lambung hingga ke kotak suara (laring), kondisi ini disebut sebagai refluks laringitis.

Asam lambung dapat menyebabkan iritasi pada lapisan pangkal tenggorokan, kerongkongan, dan tenggorokan. Hal ini dapat mengakibatkan:

  • erosi pada lapisan kerongkongan (erosive esophagitis)
  • penyempitan kerongkongan (striktur)
  • kronis suara serak
  • kronis kliring tenggorokan
  • kesulitan menelan
  • sensasi benda asing di tenggorokan
  • asma atau batuk
  • kejang pita suara
  • sinusitis, dan
  • pertumbuhan pada pita suara (granuloma)
  • terkadang menyebabkan kanker kerongkongan atau laring

Gejala umum yang sering diderita oleh penderita refluks adalah heartburn. Selain heartburn, refluks cukup parah dapat menyebabkan radang tenggorokan, menyebabkan suara serak kronis, asma, atau sensasi benda asing dalam (fenomena globus) tenggorokan.

Mendiagnosa refluks didasarkan pada sejarah khas mulas dan suara serak. Pengujian biasanya diperuntukkan bagi pasien yang tidak merespons terapi konservatif (sebagaimana dijelaskan di bawah) atau terapi obat. Pemeriksaan diagnostik mencakup:

  • esophagram
  • endoskopi
  • laringoskopi
  • pemantauan pH esophagus, dan
  • motilitas esophagus studi.

Ada kesulitan dengan mengetahui gejala untuk mendiagnosis refluks. Sebagai contoh, batuk dapat terjadi ketika ada surutnya ke kerongkongan. Cair direfluks tidak perlu untuk mencapai laring, sehingga pada akhirnya tidak jelas apakah cairan dari lambung yang tidak asam dapat menyebabkan refluks laryngitis, dan tidak ada cara untuk menguji apakah cairan non-asam dapat mencapai laring.

Banyak dokter yang menggunakan percobaan penekanan asam dengan PPI untuk mencoba membuktikan bahwa refluks asam adalah penyebab gejala laring. Masalah dengan uji coba PPI adalah bahwa beberapa gejala, seperti batuk dan kliring tenggorokan, dapat disebabkan oleh kebiasaan, dan PPI mungkin memiliki efek placebo. Dengan demikian, respons terhadap PPI mungkin bukan merupakan baukti bahwa refluks adalah penyebab gejala.

 

8.      Demam Tifoid (Tipus)

Demam tipus umumnya disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Demam tifoid disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi atau air. Diagnosis demam tifoid terjadi ketika bakteri salmonella terdeteksi dengan feses. Salmonella bakteri dikenal menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan burung (khususnya unggas) di seluruh dunia. Dua penyakit utama yang disebabkan oleh Salmonella spp. adalah gastroenteritis dan demam tipus (demam tifoid dan paratifoid) pada manusia. Oleh karena itu, demam tifoid diobati dengan antibiotik.

Demam tifoid adalah penyakit akut yang berhubungan dengan demam yang paling sering disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Hal ini juga dapat disebabkan oleh Salmonella paratyphi, bakteri istimewa yang biasanya mengarah ke penyakit berat badan yang rendah. Bakteri disimpan dalam air atau makanan operator manusia dan kemudian menyebar ke orang lain di daerah tersebut. Demam tifoid jarang terjadi di negara-negara industri, tetapi terus menjadi masalah kesehatan public yang signifikan di negara berkembang.

Hari ini sekitar 400 kasus tipus dilaporkan setiap tahun di Amerika Serikat. Meksiko dan Amerika Serikat merupakan daerah yang paling umum bagi warga AS untuk terserang demam tipus, India, Pakistan, dan Mesir juga dikenal sebagai daerah berisiko tinggi untuk berkembangnya penyakit ini. di seluruh dunia, demam tipus memengaruhi lebih dari 13 juta orang per tahun, dengan lebih dari 500.000 pasien yang meninggal akibat penyakit tersebut.

Demam tifoid terjadi ketika penderita menelan bakteri dalam makanan atau air yang terkontaminasi. Pasien dengan penyakit akut dapat mencemari air sekitarnya melalui tinja, yang mengandung konsentarsi tinggi bakteri. Kontaminasi pasokan air akhirnya mengontaminasi makanan. Sekitar 3%-5% pasien menjadi pembawa bakteri setelah menderita akut demam tipus. Bakteri berkembang biak di kantong empedu, saluran empedu, atau hati dan masuk ke usus, dan bakteri ini mampu bertahan selama berminggu-minggu dalam air atau kotoran kering.

Setelah terserang bakteri, pasien akan mengalami gejala demam ketika organisme masuk kembali dalam aliran darah. Selain demam, gejala-gejala yang umunya diderita pasien antara lain:

  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Nyeri
  • Nafsu makan berkurang
  • Demam hingga 1040 F
  • Lesu (bila tidak segera diobati)
  • Pendarahan usus atau perforasi (setelah dua sampai tiga minggu penyakit)
  • Diare atau sembelit

Demam tifoid diobati dengan antibiotic yang membunuh bakteri Salmonella. Sebelum penggunaan antibiotic, angka kematian adalah 20%. Kematian terjadi dari infeksi berat, pneumonia, perdarahan usus, atau perforasi usus. Dengan antibiotic dan perawatan suportif, kematian akibat demam tifoid telah diturunkan sampai 1%-2%. Dengan terapi antibiotik yang tepat, biasanya ada perbaikan dalam satu sampai dua hari dan pemulihan dalam tujuh sampai 10 hari.

Pilihan antibiotik perlu dipandu dengan mengidentifikasi wilayah geografis tempat organism tersebut diperoleh. Misalnya, strain tertentu dari Amerika Selatan menunjukkan perlawanan signifikan terhadap beberapa antibiotik. Beberapa antibiotik efektif untuk pengobatan demam tifoid. Kloramfenikol adalah obat asli pilihan untuk demam tifoid selama bertahun-tahun, karena jarang terjadi efek samping yang serius, kloramfenikol telah diganti dengan antibiotic yang efektif lainnya.

 

9.      Usus Buntu

Apendiks atau usus buntu adalah sebuah tabung yang tertutup berakhir sempit sampai beberapa inci panjang yang melekat pada sekum (bagian pertama dari usus besar) seperti cacing. Apendisitis berarti radang usus buntu dimana sebuah kondisi usus buntu dimulai ketika pembukaan dari apendiks ke sekum menjadi tersumbat. Penyumbatan itu dapat disebabkan oleh penumpukan lender tebal dalam lampiran atau tinja yang masuk ke lampiran dari sekum itu. Landir atau kotoran mengeras, menjadi seperti batu, menghalangi saluran. Di lain waktu, jaringan limfatik dalam lampiran mungkin membengkak dan memblokir usus buntu.

Kebanyakan orang yang menderita usus buntu memiliki gejala klasik bahwa dokter dapat dengan mudah mengidentifikasi. Gejala utama dari radang usus buntu adalah nyeri perut. Rasa sakit perut biasanya terjadi tiba-tiba, sering menyebabkan penderita terbangun di malam hari. Nyeri perut terjadi sebelum gejala lain, dimulai dekat pusar dan kemudian bergerak lebih rendah dan ke kanan, dan tidak seperti rasa sakit yang dirasakan sebelumnya. Rasa nyeri ini semakin memburuk dalam hitungan jam, semakin nyeri ketika beregerak, mengambil nafas dalam-dalam, batuk atau bersin. Gejala lainnya adalah:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual
  • Muntah
  • Diare atau sembelit
  • Ketidakmampuan untuk buang gas
  • Demam ringan yang berikut gejala lain
  • Perut bengkak
  • Perasaan yang melewati feses akan meringankan ketidaknyamanan
  • Obstruksi usus
  • Penyakit usus inflamasi
  • Penyakit radang panggul dan gangguan ginekologi lainnya
  • Adhesis usus

Usus buntu disebabkan oleh obstruksi pada lumen apendiks menyebabkan radang usus buntu.lendir punggung di lumen apendiks menyebabkan bakteri yang biasanya tinggal di dalam jaringan untuk berkembang biak. Akibatnya, usus buntu membengkak dan menjadi terinfeksi. Penderita usus buntu dapat berasal dari semua usia, tetapi lebih umum mengenai yang berumur 10 sampai 30 tahun.

Berikut ini beberapa hal yang harus mendapat perhatian bagi pernderita penyakit lambung:

  1. Memperbaiki pola makanan dan jenis asupan yang bergizi tinggi. Ini sangat baik agar sistem pencernaan kita selalu sehat dan bisa beraktivitas dengan semestinya.
  2. Meminum air putih dalam jumlah yang banyak, minimal delapan gelas dalam sehari.
  3. Hindari makanan dan minuman yang bersifat merangsang misalnya makanan pedas dan minuman bersoda maupun beralkohol.
  4. Hentikan merokok.
  5. Kurangi kebiasaan memakan permen karet. Hal ini menyebabkan gas berlebih di dalam perut akibat gas yang dihasilkan saat mengunyah.
  6. Kurangi mengonsumsi goreng-gorengan. Banyak penjual gorengan yang menggunakan minyak berulang-ulang. Ini menyebabkan minyak goreng telah jenug dan berisiko memicu sel kanker.
  7. Hindari makan dalam posisi berbaring.
  8. Beri jeda yang panjang antara jam makan malam dan waktu tidur, idealnya tiga jam. Ini untuk menghindari risiko terjadinya refluks/balik sehingga menyebabkan panas di bagian tengah dada. Asam di dalam lambung penuh dan berpotensi kembali ke kerongkongan.
  9. Jangan memaksakan diri untuk makan makanan berat.

Pengobatan usus buntu dapat berupa tindakan operasi dan non-operasi. Pengobatan non-operasi mungkin digunakan jika operasi tidak tersedia, jika seseorang tidak cukup sehat untuk menjalani operasi, atau jika diagnosis tidak jelas.

Jika kondisi pasien penderita usus buntu gejalanya mengarah pada usus buntu, tidak diragukan dokter akan menyarankan operasi tanpa melakukan tes diagnostik lebih lanjut. Operasi akan dilakukan sesegera mungkin supaya menurunkan kemungkinan pecahnya usus buntu.

Operasi untuk memotong atau menghilangkan usus buntu dapat dilakukan dalam dua cara. Metode lama, yang disebut laparotomi, menghapus jaringan melalui insisi tunggal di daerah kanan bawah perut. Metode yang lebih baru yang disebut laparoskopi, menggunakan beberapa sayatan kecil dan alat-alat bedah khusus. Operasi laparoskopi mengarah ke komplikasi lebih sedikit, seperti infeksi di rumah sakit yang terkait, dan memiliki waktu pemulihan lebih pendek. Pembedahan kadang-kadang menunjukkan apendiks normal. Dalam kasus tersebut, banyak ahli bedah akan menghapus jaringan sehat untuk menghilangkan kemungkinan masa depan usus buntu. Kadang-kadang operasi menunjukkan masalah yang berbeda, yang juga dapat dikoreksi selama operasi.

Saat kondisi usus buntu telah mencapai kondisi abses pecah jaringan,  abses adalah suatu massa berisi nanah yang berasal dari usaha tubuh untuk menjaga penyebaran infeksi, maka abses diatasi terlebih dahulu dengan ditiriskan sebelum operasi.. Untuk mengeringkan abses, tabung ditempatkan di abses melalui dinding perut. CT digunakan untuk membantu menemukan abses. Tabung drainase dibiarkan di tempat selama sekitar 2 minggu sementara antibiotik diberikan untuk mengobati infeksi. Enam sampai 8 minggu kemudian, ketika infeksi dan peradangan berada di bawah pengendalian, operasi dilakukan untuk menghilangkan apa yang tersisa dari pecahnya usus buntu.

Dengan perawatan yang memadai, kebanyakan orang sembuh dari usus buntu dan tidak perlu melakukan diet, olahraga, atau perubahan gaya hidup. Pemulihan penuh setelah operasi membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 6 minggu. Pembatasan aktivitas memungkinkan untuk mempercepat penyembuhan.

 

 

B.     Wabah E. Coli Dalam Pencernaan

Escherichia coli (E.coli) adalah bakteri gram negative yang dapat bertahan hidup dalam lingkungan dengan atau tanpa udara (anaerob fakultatif) dan tergantung pada lingkungan, Mungkin tidak menghasilkan struktur mirip rambut tipis yang memungkinkan bakteri untuk bergerak dan menempel pada sel manusia. Bakteri ini biasanya hidup di usus manusia dan hewan di seluruh dunia. Ada banyak jenis (lebih dari 700 serotipe) E.coli Sebagian besar E.coli merupakan penghuni normal dari usus kecil dan usus besar dan tidak menyebabkan penyakit di usus (non-patogenik). Namun demikian, non-patogenik E.coli dapat menyebabkan penyakit jika menyebar di laur usus, misalnya, ke dalam saluran kemih (menyebabkan kandung kemih atau infeksi ginjal), atau ke dalam aliran darah (sepsis). Strain bakteri E.coli lainnya (enterovirulent E.coli strain atau EEC) menyebabkan “keracunan” atau diare meskipun mereka biasanya tetap berada dalam usus dengan memproduksi racun atau radang usus. Ada empat hingga enam kelompok (beberapa peneliti menggabungkan kelompok) strain E.coli:

  1. EHEC (enterohemorrhagic E.coli)
  2. ETEC (enterotoksigenik E.coli)
  3. EPEC (enteropathogenic E.coli)
  4. EIEC (enteroinvasive E.coli)
  5. EAEC (enteroadherent E.coli) dan
  6. EAggEC (enteroaggregative E.coli)

Inilah Gejala Penyakit Akibat Bakteri E.Coli. Di negara-negara Eropa, bakteri E.Coli telah menjangkiti ribuan orang. Bahkan, telah membuat puluhan orang meninggal dunia. Menghadapi kejadian ini, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau pada masyarakat agar waspada terhadap penyakit akibat bakteri Escherichia Coli (E.Coli) itu.

Menurut dari data Kementrian Kesehatan, wabah penyakit ini sebenarnya mulai terjadi di Jerman pada pertengahan Mei 2011. Sampai 2 Juni 2011, Jerman menemukan 520 kasus haemolytic uraemic syndrome (HUS) dengan 11 kematian. Terdapat 1.213 kasus enterohaemorrhagic Escherichia coli (EHEC), 6 diantaranya meninggal. Artinya, di Jerman terdapat 1.733 kasus dan 17 kematian .“Selain Jerman, ada 11 negara lain yang menemukan kasus yang sama yaitu Austria, Czech Republic, Denmark, Prancis, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Inggris dan Amerika Serikat,” kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, dalam rilis yang diterima vivanews.com.

Bakteri E.coli dapat ditemukan pada usus manusia dan binatang berdarah panas. Sebagian besar tidaklah berbahaya. Tetapi ada strain tertentu, yaitu enterohaemorrhagic E. coli (EHEC) yang bisa menimbulkan penyakit berbahaya dan mematikan, kejadian di Eropa saat ini. Gejala penyakit ini berupa sakit perut seperti kram dan diare. Pada sebagian kasus, bahkan dapat mengeluarkan diare berdarah (haemorrhagic colitis). Juga dapat timbul demam dan muntah.

“Seseorang yang diare disertai pendarahan dan jika menderita sakit setelah bepergian dari Jerman atau kontak dengan penderita, segeralah konsultasi kepada dokter atau petugas kesehatan,” saran dr. Tjandra. Masa inkubasi bakteri berkisar antara tiga sampai delapan hari, rata-rata empat hari. Sebagian besar pasien dapat sembuh dalam 10 hari. Tapi pada keadaan khusus, penyakit dapat berlanjut menjadi parah dalam kondisi yang disebut dengan haemolytic uraemic syndrome (HUS).

HUS ditandai dengan kegagalan ginjal akut, anemia dan kekurangan trombosit (acute renal failure, haemolytic anaemia and thrombocytopenia). Termasuk juga gangguan neurologis sampai stroke dan koma. Diperkirakan sampai sekitar 10 persen pasien yang terinfeksi EHEC akan berlanjut menjadi HUS yang angka kematiannya berkisar antara 3 – 5 persen. Untuk mencegah EHEC dan HUS, kuncinya adalah berperilaku hidup bersih dan sehat. Misalnya, dengan mencuci tangan pakai sabun setelah buang air besar (BAB) dan sebelum makan.

Sementara itu, World Health Organization (WHO) menganjurkan lima kunci untuk keamanan pangan. Yaitu jaga kebersihan, pisahkan bahan mentah dengan makanan matang, masak makanan sampai matang, jaga makanan pada suhu aman dan gunakan air bersih untuk mencuci bahan pangan.

 

C.    Arti Warna Feses Dalam Kesehatan Pencernaan

Mungkin kita jarang memperhatikan sesuatu yang bernama feses (tinja) saat kita buang air besar (BAB). Feses (tinja) adalah produk buangan saluran pencernaan dan merupakan indikator sehat atau tidaknya kesehatan saluran pencernaan seseorang. Proses pembuangan kotoran (defekasi) dapat terjadi setiap satu atau dua hari, atau bahkan beberapa kali dalam sehari bergantung kepada kondisi kesehatan seseorang.

Feses mengandung mikroflora usus sekitar 1011-12 bakteri/g. Dalam kondisi sehat, mikroflora usus seseorang didominasi oleh bakteri yang berguna. Adanya perubahan dalam kondisi fisik atau pola makan, atau bahkan dalam keadaan stress, maka komposisi mikoflora usus dapat merubah. Akibatnya, terjadi gangguan saluran pencernaan anda atau bahkan gangguan keseluruhan kesehatan anda. Oleh karena itu feses dapat menjadi indikator kesehatan seseorang. Alat bantu untuk mengetahui bentuk dan tekstur feses dalam kaitannya dengan kesehatan adalah Tabel Feses Bristol. Tabel ini dibuat oleh K.W. Heaton dari University of Bristol di Inggris dan pertama kali dipublikasikan di Scandinavian Journal of Gastroenterology tahun 1997.

Gangguan kesehatan yang mempengaruhi feses ini antara lain akibat konstipasi, obstipasi, ambeien, kanker dan diare. Konstipasi (sembelit) disebabkan oleh pengerasan feses yang berlebihan sehingga sulit untuk dikeluarkan dan dapat menyebabkan kesakitan pada penderitanya. Feses ini ditunjukkan oleh tipe 1 dan 2. Konstipasi yang parah dinamakan obstipasi. Dan obstipasi yang kronis dapat menyebabkan ambeien dan kanker kolon. Sedangkan pada penderita diare, terjadi rangsangan buang air besar terjadi secara terus-menerus dan fesesnya masih memiliki kandungan air berlebihan (lebih dari 80%). Feses ini ditunjukkan oleh tipe 5-7.

Feses normal ditunjukkan oleh tipe 3 dan 4. Kandungan airnya berkisar 70-80%. Pada umumnya tipe normal ini dipengaruhi oleh menu makanan. Menu makanan yang mengandung serat tinggi, akan menghasilkan feses yang kamba (bulky) dan dalam jumlah yang banyak (± 300-500g), dengan berat jenis sekitar 0,89 sehingga akan mengapung di air. Sebaliknya menu yang rendah serat dan tinggi kadar daging menghasilkan feces yang langsing dan jumlahnya sedikit (± 100-250g), dengan berat jenis di atas 1.0 dan akan tenggelam.

Warna feses paling umum adalah kuning kecoklatan. Selain dipengaruhi oleh asupan makanan, warna feses dipengaruhi oleh pigmen empedu (bilirubin). Bilirubin berasal dari sel darah merah yang telah mengalami degenerasi, kemudian dirombak oleh hati, hasilnya disimpan dalam kantong empedu dan dikeluarkan ke dalam usus kecil. Konsentrasi bilirubin mempengaruhi warna sehingga bervariasi dari hijau-hitam hingga kuning muda.

Jika isi (makanan) usus berjalan pada kecepatan normal, warna feses adalah kuning kecoklatan sampai coklat tua. Jika berjalan lebih lambat, feses akan berwarna lebih gelap. Kecepatan feses bergerak 10 cm per jam, dan ini bergantung pada diet seseorang. Makanan dengan fiber tinggi akan menyebabkan bakteri asam laktat berkembang dan feses akan bersifat asam. Makanan dengan fiber rendah dan banyak daging akan membuat bakteri pembusuk berkembang pesat dan feses akan bersifat basa. Asosiasi aktivitas metabolik bakteri usus dalam mendegradasi makanan dengan bilirubin inilah yang membentuk warna feses. Beberapa unsur-unsur yang dimakan dapat merubah warna feses. Obat-obat yang mengandung besi dan bismuth akan merubah feses menjadi hitam. Beets dan kemungkinan beberapa sayur-sayuran dan buah-buahan merah lain dapat merubah feses menjadi warna kemerahan. Zat pewarna makanan juga akan berpengaruh kepada warna feses.

Terjadinya perubahan warna yang menyimpang dari feses, kemungkinan besar merupakan tanda adanya abnormalitas dalam tubuh. Warna feses putih keabu-abuan, kemungkinan merupakan tanda aliran bilirubin ke usus diblokir. Penyebabnya dapat berupa tumor atau kelainan hati. Apabila berwarna merah, kemungkinan terjadi pendarahan pada kolon. Warna hitam seperti tar menandakan sedang menderita kanker kolon, tukak lambung atau tukak duodenum.

Bau khas dari feses disebabkan oleh aktivitas bakteri. Aktivitas bakteri akan menghasilkan asam asetat dan asam butirat dari hasil fermentasi gula dan baunya asam serta tidak begitu menjijikan. Bakteri pembusuk protein akan menghasilkan senyawa seperti indole, skatole, dan thiol (senyawa yang mengandung belerang), dan juga gas hidrogen sulfida yang berbau tajam dan menusuk. Hal tersebut merupakan tanda fermentasi yang abnormal akibat aktivitas bakteri jahat ketika seseorang mengalami konstipasi.

Bentuk, warna dan bau dari feses dapat memberikan banyak informasi mengenai kondisi usus seseorang. Adanya penyimpangan dari mikroflora usus dapat dideteksi secara sederhana bila penampakan feses memperlihatkan terjadinya perbedaan dari kondisi feses normal dari seseorang yang sehat. Nah, tipe feses manakah anda? Segera deteksi sejak awal apabila terjadi perubahan yang abnormal. Pastikan selalu jaga kesehatan usus anda dengan mengkonsumsi makanan yang baik dan seimbang. Penuhi kebetuhan air dan dan makanan yang mengandung probiotik dan prebiotik demi kebaikan mikroflora usus anda.

 

D.    Menjaga Kesehatan Organ Pencernaan

Organ pencernaan menempati posisi vital dalam mengolah makanan di tubuh kita. Melaui organ pencernaan pula makanan akan disaring. Mana yang dibutuhkan tubuh dan mana yang tidak. Dengan posisi tersebut menjadikan organ pencernaan perlu dijaga kesehatannya. Mulai dari mengkonsumsi makanan dan minuman yang bersih dan menyehatkan. Semua untuk menjaga kesehatan organ pencernaan bisa bekerja maksimal.

Makanan yang kita konsumsi sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan pencernaan. Makanya cara terbaik sebagai bentuk antisipasi adalah mengatur pola makan secara teratur. Pola makan yang tidak teratur menjadikan makanan tidak tercerna dengan baik. Pola makan yang tidak teratur juga bakal  menimbulkan berbagai masalah pada organ pencernaan.

Selain jenis dan pola makan, kebiasaan saat beraktifitas juga berpengaruh besar. Bekerja terlau keras dan terlalu lama dalam posisi duduk juga tak baik bagi organ pencernaan. Karena itu, gerak tubuh, musalnya jalan pagi secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan organ pencernaan.

Peregangan tubuh juga akan berpengaruh pada organ pencernaan. Caranya, posisi lutut ditekuk dan badan serta kepala menengadah ke belakang (mata menghadap langit-langit) dan ditumpu dengan tangan menahan dilantai . Jagalah agar posisi tulang belakang Anda tetap meregang. Hiruplah udara dan tumpukan berat badan Anda pada kedua tangan Anda.

Setelah itu, hembuskan nafas Anda berlahan-lahan. Jatuhkan kepala Anda kebelakang dan selalu dalam keadaan rileks. Pastikan otot-otot Anda menjadi hangat setelah melakukan peregangan kira-kira selama 10 menit. Saat Anda melakukannya, pertama-tama mungkin akan sulit, setelah mencoba berulang kali maka Anda akan terbiasa untuk melakukannya.

Semua itu untuk menjaga saluran pencernaan tetap terjaga. Karena organ pencernaan merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia yang bertugas memproses makanan agar menjadi zat yang siap disuplai ke seluruh jaringan tubuh. Saluran pencernaan mesti dirawat sebaik-baiknya, karena jika terjadi kerusakan akan sangat berat dan sulit untuk memperbaikinya. Di bawah ini ada beberapa tindakan untuk menjaga dan merawat saluran pencernaan dan cara mencegah penyakit saluran pencernaan:

  1. Makanlah dalam porsi yang sesuai dan kunyah makanan sampai benar-benar lumat. Hal itu untuk membantu agar organ pencernaan dapat mencerna seluruh makanan.
  2. Perbanyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat. Karena serat cukup baik untuk menjaga kesehatan pencernaan. Makanan yang berserat juga baik untuk memperlancar buang air besar (BAB).
  3. Hindari kegiatan mental atau berpikir yang terlalu berat setelah makan. Karena, darah sebagian besar dialirkan ke perut untuk mencerna makanan sehingga waktu berpikir menjadi tidak efisien.
  4. Hindari stres. Karena saat stress tubuh akan merespon dengan mengurangi aliran darah ke perut dan menurunkan produksi enzim-enzim pencernaan sehingga memperlambat proses pencernaan. Akibatnya perut bisa menjadi kembung.
  5. Jangan menahan-nahan bila mau BAB. BAB yang ditahan akan mengganggu kesehatan pencernaan karena ibarat racun yang terlalu lama disimpan dalam tubuh.
  6. Memperbanyak minum air putih. Air dapat membantu proses pengolahan makanan di pencernaan.
  7. Olah raga dengan teratur. Aktifitas fisik seperti olah raga akan mengurangi banyak gangguan pada organ pencernaan.

Dengan kebiasaan makan yang benar, pola hidup sehat dan olah raga dengan teratur maka kesehatan organ pencernaan dapat terjaga. Dengan pola tersebut akan meminimalisir semua kemungkinan terjangkitnya penyakit perut atau pencernaan. Dan semua organ tubuh bekerja dengan optimal. Dan kesehatan tubuh Anda juga akan terjaga.

Makanan yang kita makan bisa mempengaruhi kesehatan pencernaan. Karena itu, para ahli kesehatan selalu menyarankan pilihlah makanan dengan bijaksana. Bila makanan dikonsumsi dengan benar, itu baik untuk saluran pencernaan, dan mencegah gangguan seperti mulas, kembung, dan sembelit.

9 Mitos Penyakit Pencernaan

Peneliti-peneliti hanya baru-baru ini telah memulai untuk mengerti banyak penyakit-penyakit yang seringkali rumit (kompleks) yang mempengaruhi sistim pencernaan. Sesuai dengannya, orang-orang secara berangsur-angsur menggantikan dongeng-dongeng, cerita-cerita tahyul, dan rumor-rumor tentang penyebab-penyebab dan perawatan-perawatan dari penyakit-penyakit pencernaan dengan informasi terbaru yang akurat. Namun kesalahpahaman-kesalahpahaman tetap ada, dan, sementara beberapa dongeng-dongeng adalah tidak berbahaya, beberapa dapat menjadi berbahaya jika ia menahan seseorang dari pencegahan yang secara benar atau merawat penyakit. Terdaftar dibawah adalah beberapa kesalahpahaman-kesalahpahaman yang umum (buah pikiran yang keliru), tentang penyakit-penyakit pencernaan, diikuti oleh fakta-fakta seperti dokter-dokter mengerti mereka sekarang.

Mitos Nomor 1 Borok-Borok (Ulcers):

Makanan pedas dan stres menyebabkan borok-borok usus.

Salah

Kebenaran adalah, mayoritas dari borok-borok lambung disebabkan oleh infeksi dengan bakteri yang disebut Helicobacter pylori (H. pylori) atau oleh penggunaan obat-obat nyeri seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen, yang disebut obat-obat anti-peradangan nonsteroid atau nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs). Kebanyakan borok-borok yang berhubungan dengan H. pylori dapat disembuhkan dengan antibiotik-antibiotik. Borok-borok yang diinduksi NSAID dapat disembuhkan dengan waktu, obat-obat yang melindungi lambung, antacid-antacid, dan menghindari NSAIDs. Sekarang telah dihargai bahwa H. pylori dan NSAIDs adalah penyebab dari kebanyakan borok-borok dan pasien-pasien dirawat dengan sewajarnya, borok-borok yang mendapat perhatian medis mungkin dengan meningkat tidak dihubungkan dengan H. pylori atau NSAIDs. Makanan pedas dan stres (kecuali ketika dihubungkan dengan kondisi-kondisi medis yang ekstrem) mungkin memperburuk gejala-gejala borok pada beberapa orang-orang, namun mereka tidak menyebabkan borok-borok (ulcers).

Borok-borok dapat juga disebabkan oleh kanker.

Mitos Nomor 2 Heartburn:

Merokok sigaret membantu membebaskan heartburn.

Salah

Sebenarnya, merokok sigaret mungkin berkontribusi pada heartburn. Heartburn terjadi ketika sfingter esofagus bagian bawah atau lower esophageal sphincter (LES) – otot antara esofagus dan lambung – mengendor, mengizinkan isi-isi yang asam dari lambung untuk mengalir balik (reflux) kedalam esofagus. Orang-orang yang lebih sering merokok mempunyai peradangan esofgus (esophagitis), barangkali disebabkan oleh refluks asam yang meningkat, yang adalah basis dari heartburn. Refluks yang meningkat dipercayai disebabkan oleh fakta bahwa merokok sigaret menyebabkan LES untuk mengendor.

Mitos Nomor 3 Penyakit Celiac:

Penyakit Celiac adalah penyakit masa kanak-kanak yang jarang.

Salah

Penyakit Celiac mempengaruhi keduanya anak-anak dan kaum dewasa. Kira-kira 1 dalam 200 orang-orang di Amerika mempunyai kecenderungan genetik untuk penyakit celiac meskipun tidak semua dari mereka mempunyai penyakitnya. Adakalanya penyakit celiac pertama-tama menyebabkan gejala-gejala selama masa kanak-kanak, biasanya diare, kegagalan pertumbuhan, dan kegagalan untuk tumbuh dengan subur. Namun penyakitnya dapat juga pertama menyebabkan gejala-gejala pada kaum dewasa dari segala umur. Gejala-gejala ini mungkin samar-samar dan oleh karenanya dihubungkan pada kondisi-kondisi lain. Gejala-gejala dapat termasuk kembung dan penggelembungan perut, buang gas (kentut), diare, dan nyeri perut yang disebabkan oleh keterlibatan usus kecil serta ruam kulit, anemia, dan penipisan tulang-tlang (osteoporosis) yang disebabkan malabsorbsi dari nutrisi-nutrisi oleh usus yang sakit. Penyakit Celiac mungkin menyebabkan gejala-gejala yang begitu tidak spesifik untuk beberapa tahun sebelum didiagnosa dan dirawat secara benar .

Orang-orang dengan penyakit celiac harus tidak memakan makanan apa saja yang mengandung zat perekat (gluten), protein dalam gandum, gandum hitam, dan gerst (semacam gandum dipakai untuk membuat bir), apakah mereka mempunyai gejala-gejala atau tidak. Pada penyakit celiac, gluten membangkitkan reaksi peradangan oleh tubuh yang menghancurkan lapisan dari usus kecil, yang mengganggu penyerapan nutrisi-nutrisi. Bahkan jumlah yang kecil dari gluten dapat menyebabkan kerusakan, dan adakalanya tidak ada gejala-gejala yang akan nampak.

Mitos Nomor 4 Keteraturan Usus Besar:

Keteraturan usus besar berarti buang air besar setiap hari.

Salah

Frekwensi membuang air besar diantara orang-orang yang normal dan sehat bervariasi dari tiga kali sehari sampai tiga kali seminggu, dan beberapa orang-orang yang sangat sehat berada diluar ujung-ujung batas ini. Meskipun demikian, bahkan tiga kali buang air besar sehari dapat menjadi abnormal pada seseorang yang biasanya membuang air besar satu kali sehari. Orang-orang dengan irritable bowel syndrome (IBS) mungkin mempunyai jumlah-jumlah feces yang berfluktuasi setiap hari serta konsistensi feces-feces mereka yang berfluktuasi.

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
AR-SA

MicrosoftInternetExplorer4

Mitos Nomor 5 Sembelit:

Kebiasaan menggunakan enema-enema untuk merawat sembelit adalah tidak berbahaya

Salah

Adalah tidak jelas apakah kebiasaan menggunakan enema (memasukkan suatu larutan ke dalam rectum dan kolon sigmoid) berbahaya atau tidak berbahaya karena sangat sedikit studi yang telah tersedia dari efek enema-enema atau laxatives melalui jangka waktu yang panjang. Studi-studi permulaan telah menunjukan bahwa laxatives mungkin melukai usus besar jika diminum secara kronis dengan mengganggu/merusak kontraksi-kontraksi otot-otot usus besar, dan penemuan ini diekstrapolasikan untuk memasukan enema-enema. Data dari studi-studi bagaimanapun tidaklah kuat. Faktanya, beberapa dokter-dokter merasa bahwa enema-enema lebih disukai daripada laxatives karena mereka adalah alat-alat yang lebih alami untuk menstimulasi buang air besar. (Enema-enema meniru jumlah feces yang besar dalam rektum, stimulus yang biasa untuk buang air besar). Keperluan yang terus menerus untuk enema-enema adalah tidak normal; anda harus mencari dokter jika anda menemukan diri anda tergantung pada mereka atau segala obat lain untuk membuang air besar.

Mitos Nomor 6 Diverticulosis:

Diverticulosis adalah persoalan serius namun tidak umum.

Salah

Sebenarnya, mayoritas dari orang-orang Amerika diatas umur 60 tahun mempunyai diverticulosis, namun hanya persentase yang kecil mempunyai gejala-gejala atau komplikasi-komplikasi. Diverticulosis adalah kondisi dimana kantong-kantong kecil yang disebut diverticula berkembang pada dinding usus besar. Kantong-kantong ini cenderung untuk tampak dan meningkat dalam jumlahnya ketika individu-individu menua. Kebanyakan orang-orang tidak mempunyai gejala-gejala dan mengetahui bahwa mereka mempunyai diverticula setelah X-ray atau pemeriksaan usus (contohnya, colonoscopy, barium enema) yang sedang dilakukan untuk tujuan yang tidak berhubungan dengan diverticulosis. Kurang dari 10 persen dari orang-orang dengan diverticulosis pernah mengembangkan komplikasi-komplikasi seperti infeksi (diverticulitis), perdarahan, atau perforasi (pelubangan) usus besar.

Mitos Nomor 7 Penyakit Peradangan Usus Besar (Ulcerative Colitis dan Penyakit Crohn’s):

Penyakit peradangan usus besar disebabkan oleh persoalan-persoalan psikologi.

Salah

Penyakit peradangan usus besar adalah nama umum untuk dua penyakit yang menyebabkan peradangan pada usus-usus, penyakit Crohn dan ulcerative colitis. Penyebab dari penyakit tidak diketahui, namun peneliti-peneliti berspekulasi bahwa mungkin adalah virus atau bakteri yang berinteraksi dengan sistim imun tubuh. Tidak ada bukti telah ditemukan untuk mendukung teori bahwa penyakit peradangan usus besar disebabkan oleh ketegangan, ketakutan, atau segala faktor psikologi lainnya atau kekacauan, meskipun ini dapat memperburuk ketidaknyamanan yang disebabkan oleh penyakit.

Mitos Nomor 8 Sirosis:

Sirosis disebabkan hanya oleh alkoholisme.

Salah

Alkoholisme adalah hanya satu dari banyak penyebab-penyebab sirosis. Sirosis adalah luka parut dan fungsi yang berkurang dari hati. Di Amerika, alkohol menyebabkan kurang dari setengah kasus-kaus sirosis. Sisa kasus-kasus adalah dari penyakit-penyakit yang menyebabkan kerusakan hati. Contohnya, pada anak-anak, sirosis mungkin berasal dari cystic fibrosis, alpha-1 antitrypsin deficiency, biliary atresia, penyakit penyimpanan glikogen, dan penyakit-penyakit jarang lainnya. Pada kaum dewasa, sirosis mungkin disebabkan oleh hepatitis B atau C, primary biliary cirrhosis, penyakit-penyakit dari penumpukan yang abnormal dari metal-metal seperti besi atau tembaga dalam tubuh, reaksi-reaksi yang berat pada obat-obat yang diresepkan, atau luka pada saluran-saluran yang mengalirkan empedu dari hati. Pada kaum dewasa, sirosis dapat juga disebabkan oleh nonalcoholic steatohepatitis (NASH), yang sedang menjadi penyakit hati yang paling umum di Amerika, mempengaruhi 2 sampai 5 persen dari orang-orang Amerika. NASH dihubungkan dengan kejadian yang meningkat dari kegemukan dan diabetes.

Mitos Nomor 9 Operasi Ostomy:

After ostomy surgery, men have erectile dysfunction and women have impaired sexual function and are unable to become pregnant.

Salah

Operasi Ostomy pada umumnya tidak mengganggu kemampuan-kemampuan seksual atau reproduksi seseorang. Operasi ostomy adalah prosedur dimana bagian yang sakit dari usus kecil ata usus besar dikeluarkan/diangkat dan sisa usus dilekatakan pada bukaan perut. Feces dikumpulkn dalam kantong yang ditempelkan pada kulit diatas bukaan. Secara alternatif, kantong internal yang mengumpulkan feces mungkin dibentuk dari bagian usus. Kantong kemudian dapat dikosongkan dengan memasukan kateter pada interval-interval reguler.

Meskipun beberpa pria-pria yang telah mendapatkan operasi ostomy yang radikal untuk kanker kehilangan kemampuan untuk mencapai dan menahan ereksi, kebanyakan pria-pria tidak, atau, jika mereka lakukan, itu hanya sementara. Ini disebabkan oleh kerusakan pada syaraf-syaraf yang merangsang penis. Jika disfungsi ereksi bertahan, beragam solusi-solusui tersedia. Urologist, dokter yang berspesialisasi pada persoalan-persoalan jenis ini, dapat membantu menemukan solusi yang terbaik.

Pada wanita-wanita, operasi ostomy tidak merusak organ-organ seksual atau reproduksi, jadi ia adalah bukan penyebab langsung dari persoalan persoalan-persoalan seksual atau kemandulan. Faktor-fakotr seperti nyeri dan penyesuaian pada image tubuh baru mungkin menciptakan persoalan-persoalan seksual sementara, namun mereka biasanya dapat menghilang dengan waktu dan, pada beberapa kaus-kasus, menasehati. Kecuali seorang wanita telah mendapatkan hysterectomy untuk mengangkat kandungannya (uterus), ia tetap dapat melahirkan anak-anak.

 

Makanan Yang Baik dan Buruk Untuk Sistem Pencernaan

Menurut penelitian terbaru dalam jurnal Nature Immunology, sayuran dan buah-buahan adalah makanan terbaik bagi pencernaan. Selain itu, ada berbagai makanan lain yang baik dan juga buruk untuk pencernaan yang perlu Anda ketahui. Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Huffington Post berikut ini.

Buah dan sayur
Kedua makanan tersebut bagi pencernaan karena mengandung serat tinggi. Serat sendiri merupakan salah satu nutrisi yang berkhasiat untuk melancarkan buang air besar.

Gandum utuh
Beberapa jenis makanan yang terbuat dari gandum utuh adalah brown rice dan tepung gandum. Sama seperti buah dan sayur, gandum utuh kaya akan serat dan baik bagi pencernaan.

Pisang
Salah satu buah yang memiliki manfaat kesehatan spesifik bagi pencernaan adalah pisang. Buah yang satu ini aman di lambung dan cocok dikonsumsi ketika Anda mengalami muntah dan diare.

Air putih
Air putih memang sebenarnya bukan termasuk makanan, namun minuman ini juga baik bagi pencernaan. Sebab air membantu usus mendorong makanan untuk diproses dalam sistem pencernaan.

Jahe
Rempah seperti jahe, kunyit, dan peppermint adalah solusi alami untuk mengatasi masalah perut. Cobalah menikmati teh jahe atau peppermint untuk membuat perut terasa lebih nyaman.

Yogurt
Yogurt dan makanan kaya probiotik lainnya juga baik bagi sistem pencernaan. Di dalamnya mengandung bakteri baik yang membunuh bakteri jahat di dalam usus.

Asparagus
Berikutnya ada asparagus, makanan yang mengandung prebiotik. Prebiotik mengandung serat yang dibutuhkan oleh probiotik agar jumlahnya bisa berlipat ganda. Jadi jangan ragu makan asparagus, bawang bombai, dan kacang-kacangan yang juga kaya probiotik demi menjaga kesehatan pencernaan.

Makanan pedas
Sekarang beralih pada makanan yang terburuk untuk pencernaan. Pertama, ada makanan pedas karena sifatnya yang bisa memicu refluksi asam lambung bagi beberapa orang.

Kafein
Sama seperti makanan pedas, kafein juga memicu refluksi asam lambung sehingga membuat makanan terancam naik kembali ke kerongkongan. Jadi minuman berkafein seperti kopi termasuk dalam konsumsi yang buruk bagi pencernaan.

Soda
Soda atau minuman yang asam lain pun memiliki sifat seperti makanan pedas dan soda. Jangan meminumnya jika tidak ingin mengalami masalah dalam sistem pencernaan.

Lemak jenuh
Beberapa makanan berlemak jenuh bukan cuma membuat gemuk, tetapi juga buruk bagi pencernaan. Sebab makanan berlemak jenuh meningkatkan risiko diare karena tubuh kesulitan dalam menyerap lemak.

Alkohol
Alkohol termasuk dalam makanan berikutnya yang buruk bagi pencernaan. Sifatnya adalah memicu refluksi asam lambung dan inflamasi dalam lambung.

Susu
Terakhir, ada susu yang membuat perut kembung. Terutama bagi orang-orang yang memiliki intoleransi laktosa. Susu yang dimaksud di sini pun adalah yang berasal dari sapi.

 

Obat Alami Sistem Pencernaan

Berikut ini beberapa makanan yang baik untuk pencernaan, seperti dikutip dari Times of India.

1. Jahe.

Jahe mengandung gingerol aktif yang menghasilkan rasa hangat, pedas, merangsang, dan menyembuhkan. Selain sebagai bumbu dapur, jahe juga sering digunakan sebagai obat untuk gangguan sistem pencernaan, seperti mual.

2. Adas.

Adas mengandung anethole yang dapat menenangkan saluran pencernaan. Adas juga mengandung asm aspartat, yang bertindak sebagai antikembung.

3. Yoghurt.

Yoghurt mengandung bakteri probiotik yang baik untuk usus. Probiotik menjaga usus tetap dalam keadaan terbaik, juga mencegah penyakit invasif melalui makanan. Dengan sendirinya meningkatkan fungsi saluran pencernaan.

4. Mint.

Mint sering digunakan sebagai pengobatan untuk gangguan pencernaan, mulas, dan perut kembung. Mint juga dikenal karena kemanjurannya merangsang nafsu makan. Juga dapat mengobati mual dan sakit kepala.

5. Daun bay.

Daun Bay terbukti dapat mengobati migrain, kecemasan, serta stres. Daun ini juga dapat meningkatkan sistem pencernaan dan membantu sistem detoksifikasi. Daun bay adalah sejenis rempah daun asal Eropa. Bentuknya oval, tebal, dan aromanya mirip daun salam. Banyak digunakan dalam masakan Italia dan dijual dalam bentuk lembaran kering di pasar swalayan.

 

 

[Dari berbagai sumber]

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

3 comments on “Fakta Dan Mitos Penyakit Pencernaan Serta Obat Alaminya

  1. saya baru baca artikel ini dr temen , isinya bener bener bermanfaat

  2. jujur saja saya banyak membaca blog ini wih keren writernya mantab…
    isinya bikin aku geleng-geleng karena obatnya ter4nyata ada disekitar tapi banyak orang tak tau…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: