4 Comments

Berbagai Tips Menyimpan Telur Agar Bertahan Lama

telur asin

Seiring dengan membaiknya kesadaran masyarakat akan nilai gizi protein khususnya dan semakin membaiknya daya beli, maka konsumsi protein khususnya protein hewani (telur) semakin meningkat pula.  Apalagi harga telur sangat terjangkau oleh masyarakat, mudah membawanya dan mudah mengolahnya, maka tidak heran jika pada saat ini telur banyak dikonsumsi baik oleh masyarakat perdesaan maupun perkotaan.

Seperti pada umumnya produk pertanian, telur mempunyai sifat mudah rusak, namun bila dibandingkan dengan daging dan ikan, daya tahan telur masih lebih baik dari keduanya. Rusaknya telur dapat diakibatkan menguapnya air dan zat-zat makan dalam telur yang terurai menjadi gas dan terkontaminasinya telur oleh mikroba dari luar yang masuk melalui pori-pori kulit.
Dari hasil penelitian kerusakan telur setelah masa panen menunjukkan angka yang cukup tinggi yaitu sekitar 15 –21 %.  Hal ini disebabkan masih terbatasnya perlakuan teknologi, rantai pemasaran yang panjang serta keadaan lingkungan yang kurang menguntungjan seperti suhu udara yang panas, kelenbaban yang cukup tinggi dan lain sebagainya.
Agar  dihasilkan telur konsumsi yang berkualitas tinggi diupayakan telur tidak segera disimpan di tempat yang relatif dingin, karena akan membentuk cincin darah dari bibit yang mati dan jangan dibiarkan babon mengerami telurnya bila tidak dikehendaki.  Dengan menghasilkan telur yang bersih, maka kerusakan telur dapat ditekan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengumpulan telur:

  1. Usahakan kandang selalu bersih dan tidak lembab,
  2. Pengumpulan telur dilakukan secara teratur 2-3 kali sehari,
  3.  Gunakan keranjang kawat berlapis karet dengan lobang-lobang pada dasar dindingnya
  4. Letakkan telur dalam keranjang dengan hati-hati,
  5. Jangan mengumpulkan telur dalam keranjang lebih dari tiga perempatnya
  6. Simpan telur dalam ruangan yang sejuk dengan kelembaban tertentu.

Sedangkan dalam penyimpanan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1.  Letakkan telur pada tempat telur dengan posisi yang runcing pada bagian bawah dan bagian yang tumpul di atas Hal ini dimaksudkan agar kantong udara yang terdapat di bagian yang tumpul tetap berada diatas.  Bila di bawah isi telur akan mensedak kantong udara dan akan merusak mutu telur,
  2. Telur jangan disimpan di tempat yang berbau keras seperti bawang, terasi, ikan asin, sabun dan minyak tanah karena bau tersebut mudah diserap oleh pori-pori kulit,
  3.  Simpanlah telur pada susu 0 – 15 ºC dengan kelembaban 85 – 90 %.  Dengan cara seperti ini telur dapat disimpan sampai 6 bulan.

Tips Memilih Telur Yang Segar

Bila kita membeli telur di pedagang yang ramai jarang sekali mendapatkan telur lama ataupun rusak, karena stoknya cepat habis dan diganti yang baru. Berbeda bila kita membeli dari pedagang yang relatif sepi, kita harus hati-hati memilih telur. Berikut ini beberapa cara memilih dan menyimpan telur yang bisa kita jadikan pedoman.

Telur segar mempunyai kekentalan yang baik, sehingga kuning telur terletak di tengah. Makin lama larutan didalamnya makin encer sehingga kuning telur berkeser ke tepi. Selain itu, kantung udara di bagian ujung membulat telur relatif kecil daripada telur segar, diameternya sekitar 1,5 cm. Kantong udara itu makin lama juga akan membesar.

Berdasarkan sifat itu, saat memilih telur segar kita bisa menggunakan cara:

* Telur diletakkan di depan cahaya dan diteropong isinya sambil diputar-putar,

* bila kuning telur bergeser, telur sudah kurang segar.
* bila kuning telur sudah pecah dan bercampur berarti telur sudah rusak.

* Telur direndam dalam air tawar atau larutan garam 10% ( 1 sendok teh garam dalam 2 gelas air),

* bila telur tenggelam, menandakan masih segar
* bila sedikit terapung, berarti kantong udara di ujung telur membesar dan menandakan telur sudah lama
* bila telur melayang dalam larutan, berarti telur sudah rusak

* Pengamatan kulit luar:

* telur yang masih segar berwarna kulit cerah
* telur yang sudah lama biasanya mempunyai warna kulit kusam/keruh, juga mulai timbul bintik-bintik hitam yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur.

Ada beberapa cara pengawetan telur, antara lain :

1. Melapisi dengan minyak

Maksud dari cara ini agar pori-pori kulit telur tertutup dan tidak terjadi pertukaran udara.  Caranya adalah olesi telur dengan minyak yang  tidak mempunyai rasa, tidak berbau dan tidak tengik.  Telur yang akan diolesi dengan minyak tidak boleh lebih dari 24 jam umur telur.  Sedangkan minyak yang dimaksud adalah minyak mineral, parafin dengan temperatur 15,5 sd 29,4  ºC. Penelitian dari Usavela State University menunjukkan bahwa memulas bagian luar telur dengan minyak menyebabkan telur tetap segar selama 4 minggu. Bahkan tidak busuk selama 8 minggu.

2. Perendaman dengan Kapur Tohor

Kapur tohor, atau dikenal pula dengan nama kimia CaO atau Kalsium Oksida, adalah hasil pembakaran kapur mentah (Calsium carbonate atau CaCO3) pada suhu kurang lebih 90 derajat Celcius. Jika disiram dengan air, maka kapur tohor akan menghasilkan panas dan berubah menjadi kapur padam (slaked quicklime atau kalsium hidroksida).

Caranya: 1 kg kapur tohor dicampur dengan 25 liter air bersih dan dimasukkan ke dalam ember.  Masukan telur sebanyak 150 butir ke dalam ember tersebut sampai tenggelam seluruhnya.  Untuk menghilangkan rasa kapur dapat ditambah 100 gram garam dapur.

3.  Perendaman dengan Air Hangat

Telur ayam umur 1 hari dicuci bersih kemudian dikeringkan dengan lap kering.  Panaskan air sampai mendidih kemudian dinginkan sampai temperatur menjadi 65 ºC celupkan telur selama 10 menit angkat dan letakan pada tempat telur yang kering.  Simpan pada suhu kamar.

4.  Perendaman dengan Daun Jambu Biji

Cara ini dapat mempertahankan telur selama kurang lebih satu bulan.  Telur-telur hasil perendaman berubah warnanya menjadi kecoklatan seperti telur pindang, sedangkan rasanya tidak mengalami perubahan.

5.  Perendaman dengan Kulit Akasia

Pengawetan dengan ekstrak kulit akasia sebanyak 0.5 % dalam air dapat amemperpanjang daya simpan telur sampai 2 bulan.  Caranya 240 gram kulit akasiaa kering ditumbuk, digodok dalam 30 liter air selama 60 menit, kemudian dinginkan.  Celupkan telur-telur tersebut dalam larutan sampai seluruh permukaan terendam.

6. Perendaman dengan Larutan Teh

Dengan cara ini telur dapat dipertahankan mutunya hingga 1.5 bulan dan akan bisa diawetkan lebih lama jika jika telur yang sudah direndam dengan larutan teh ditempatkan di tempat yang bersuhu dingin seperti kulkas.

7.      Lemari Es 1

  • Bersihkan cangkang telur sebelum disimpan ke dalam kulkas, sebab tak jarang kotoran ayam masih menempel pada cangkang telur. Padahal, kotoran ayam mengandung bakteri Salmonella. Keracunan pengkonsumsian telur biasanya disebabkan kelalaian seperti ini. Itulah sebabnya, Anda harus membersihkan cangkang telur dengan kain basah hangat, lalu keringkan.
  • Tempatkan telur dalam wadah (tray) secara vertikal dengan bagian kantung udara (bagian yang lebih lonjong) menghadap ke atas. Atau, bisa juga Anda tempatkan telur langsung pada tempat penyimpanan telur yang tersedia pada bagian dalam pintu kulkas.
  • Simpan telur pada suhu normal kulkas, bukan dalam lemari suhu beku (freezer).
  • Jangan simpan telur di pintu kulkas, karena biasanya temperaturnya lebih hangat.

8.      Lemari Es 2

Jika Anda membeli telur dalam Box khususnya, jangan buang kardusnya. Gunakan kardus tersebut, dan simpan telur dalam lemari es. Ini akan menjaga telur tetap segar hingga 3-4 minggu setelah tanggal penjualan yang tertera. Biasanya lemari es memiliki tempat telur yang biasa terletak di bagian dalam pintunya. Usahakan jangan menyimpan telur di tempat tersebut. Karena telur sangat rentan terhadap fluktuasi temperature. Simpan di bagian dalam lemari pendingin bersama boks pembungkusnya.

9.      Dibuat Menjadi Telur Asin

  • Ambillah telur dengan kualitas nomor wahid yang sebelumnya sudah Anda persiapkan (kualitas nomor wahid disini diartikan telur tersebut tidak retak atau busuk)
  • Bersihkan telur terlebih dahulu dengan air. Jika ada kotoran yang membandel Anda bisa menggunakan air hangat.
  • Setelah bersih dari kotoran, keringkan telur tersebut dengan menggunakan kain lap
  • Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka
  • Buatlah adonan yang berfungsi untuk mengasinkan telur yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam. Gunakan perbandingan yang sama (1:1), misal abu gosok 1 kg dan garam 1 kg. Jika tidak ada abu gosok, anda dapat menggunakan adonan yang terbuat dari campuran  bubuk bata merah dan garam
  • Tuangkan sedikit air ke dalam adonan pengasin tersebut, aduk sampai adonan tersebut berbentuk pasta
  • Kemudian bungkus telur dengan adonan pengasin satu persatu secara merata. Usahakan seluruh permukaan telur terbungkus dengan adonan kira-kira setebal 1-2 mm atau secukupnya
  • Setelah semua telur terbungkus adonan secara rata, simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik kurang lebih selama 15 – 20 hari. Usahakan  agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka;
  • Setelah proses penyimpanan telur seperti langkah no 7 selesai, bersihkan telur dari adonan pengasin kemudian rendam telur dalam larutan teh selama kurang lebih 8 hari.
  • Setelah 8 hari, telur sudah bisa direbus dan siap untuk disantap.

[Dari berbagai sumber]

Advertisements

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

4 comments on “Berbagai Tips Menyimpan Telur Agar Bertahan Lama

  1. terima kasih, sangat membantu semoga ini menjadi sodaqoh…….

  2. Terima kasih, sangat bermanfaat

  3. interesting…helpful

  4. Trimaksh sekali artikelnya, sangat detail dan bermanfaat sekali, moga suksek..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: