3 Comments

Mengatasi Sembelit atau Konstipasi Saat Puasa

sembelit perut

SEMBELIT atau konstipasi sering dirasakan oleh mereka yang berpuasa. Gejala ini akan lebih meningkat di awal Ramadhan. Bukan tanpa sebab, jeda waktu antara makan sahur dan berbuka memicu organ dalam saluran pencernaan memiliki waktu istirahat yang sangat lama. Kondisi tersebut akan menyebabkan daerah usus tidak berkontraksi, sehingga menimbulkan sembelit atau gejala susah buang air besar.
Sembelit selama puasa adalah kondisi  normal, namun jika berkepanjangan bisa memicu timbulnya komplikasi. Untuk mencegahnya, tambahkan lebih banyak serat pada makanan sahur ataupun berbuka yang Anda santap. Selain itu, minum cairan sebanyak mungkin di luar waktu berpuasa sehingga tubuh Anda tidak merasa perlu menghemat air lebih banyak untuk proses pencernaan. Ada baiknya, hindari teh dan kopi karena minuman berkafein ini bersifat diuretik ringan yang menyerap cairan tubuh, begitu juga tanin sehingga berpotensi memperburuk sembelit.

Makanan yang dapat membantu meringankan sembelit

Makanan berserat tinggi dan mengandung banyak air. Konsumsi makanan mengandung serat larut sehingga waktu transit di tubuh Anda lebih cepat, seperti sereal bekatul, roti gandum, kacang-kacangan dan biji-bijian, apel, dan kulit kentang.

Melissa Nodvin MS, RD/LD dari Health Ally merekomendasikan membuat perubahan kecil, tapi berarti bagi tubuh, seperti minum sedikitnya 8-9 gelas air sehari. Membuat jurnal makanan sehari-hari juga direkomendasikan Nodvin untuk mengidentifikasi penyebab sembelit.

Sudah konsumsi makanan sehat dan olahraga teratur, tapi kenapa kadang masih sembelit?

Karena sembelit dapat disebabkan oleh berbagai faktor, penting untuk melihat gaya hidup Anda secara keseluruhan, termasuk aturan obat yang Anda konsumsi. Bicarakan dengan dokter dan apoteker untuk melihat apakah obat tersebut penyebab sembelit. Jadi, mereka bisa merekomendasikan obat baru, pencahar, atau pelunak feses.

Perubahan gaya hidup, jadwal yang tidak menentu, dan stres merupakan faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan sembelit.

Stres merupakan salah satu faktor terbesar yang berkaitan dengan sembelit, jadi cobalah untuk mempelajari cara-cara untuk membatasi stres.

 

Beberapa cara alami mengatasi sembelit saat berpuasa:

1. Tetap perhatikan asupan air dalam tubuh Anda. Cukupnya konsumsi air, terlebih air putih akan membuat usus tetap berkontraksi dan menjaga tubuh tetap terhidrasi.

2. Mengonsumsi serat yang berasal dari sayur dan buah adalah hal yang mutlak. Variasikan asupan keduanya sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Untuk sayur, Anda bisa mengonsumsi beragam jenis sayuran hijau. Jenis sayuran tersebut terbukti memiliki serat dengan kandungan yang melimpah. Sedangkan untuk buah, konsumsi pepaya, pisang, semangka, apel, belimbing, pir, jambu biji dan lainnya.

3. Memakan puding juga bisa menjadi solusi yang menyenangkan. Saat berbuka, konsumsi agar-agar akan membuat pencernaan Anda kembali normal. Puding merupakan gel yang diolah dari tumput laut. Agar-agar sebenarnya adalah karbohidrat dengan berat molekul tinggi yang mengisi dinding sel rumput laut. Ia tergolong kelompok pektin dan merupakan suatu polimer yang tersusun dari monomer galaktosa. Banyak penelitian yang menyebutkan puding atau agar-agar menjadi sumber serat yang baik bagi pencernaan.

 
Buah-buahan penetralisir sembelit:

1. Pisang

Untuk tambahan energi sekaligus mengatasi masalah BAB, konsumsi pisang yang sudah matang. Pisang kaya protein dan serat. Namun, jangan memakan pisang mentah, karena bisa menyebabkan kesulitan BAB.

2. Pir

Pir yang disantap bersama kulitnya menjadi sumber terbaik serat dan vitamin C. Serat yang ada dalam pir kebanyakan adalah serat tidak larut yang secara efektif dapat mengatasi sembelit.

3. Apel

Selain bisa dikonsumsi langsung, jus apel juga dikenal mempunyai manfaat meredakan sembelit. Sama seperti pisang, kehadiran senyawa pectin dalam jumlah tinggi membantu pergerakan usus.

4. Nanas

Kandungan bromelain dalam nanas bekerja untuk menetralisir cairan dalam tubuh supaya tidak terlalu asam. Selain itu, juga mampu mengatur sekresi dalam pankreas untuk menjaga kesehatan pencernaan.

5. Pepaya

Pepaya membantu mengatasi susah buang air besar dan sembelit, memperlancar feses/tinja, karena enzim pepaya yang dikandungnya dapat membantu pemecahan serat makanan yang tersisa sehingga menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Selain itu enzim pepaya juga bila digunakan untuk mengobati luka lambung konstipasi diare kronis, sembelit membunuh parasit dalam tubuh dan mengurangi panas tubuh.

6. Kurma

Kandungan fruktosa, selulosa, dan serat pada buah kurma baik untuk pencernaan, mengatasi konstipasi (sembelit). Kurma juga merupakan makanan yang kaya serat, yang mencegah penyerapan kolesterol LDL dalam usus. Selain itu, serat bekerja sebagai pencahar massal sehingga membantu untuk melindungi membran mukosa usus dengan mengurangi waktu paparan serta mengikat bahan kimia penyebab kanker di usus besar.

7. Prune (buah plum yang dikeringkan)

Buah prune utuh dan jus prune tidak hanya sumber serat, kalium, dan vitamin A yang baik, tapi juga sumber signifikan dari sorbitol dan pabrik senyawa yang dipercaya memberi efek pencahar. Anda dapat mengonsumsi prune dan kurma dengan cara mencampurkan potongan prune ke sereal dan oatmeal, mengaduknya ke dalam adonan pancake atau muffin, atau dimakan langsung sebagai snack. Coba tambahkan jus prune ke smoothie pisang untuk makan sahur bergizi.

 

 

9 Mitos Seputar Sembelit

 

Mitos 1: Sembelit hanya diderita orangtua

Faktanya, orang tua menghadapi masalah sembelit biasanya karena faktor-faktor seperti kondisi medis, penggunaan obat, rendahnya tingkat aktivitas fisik dan gizi buruk. Tapi masalah pencernaan adalah kondisi umum yang bisa terjadi di semua kelompok usia. Sembelit bahkan bisa terjadi selama kehamilan, setelah melahirkan atau pada periode pascaoperasi.

Mitos 2: Sembelit menandakan tubuh butuh asupan serat lebih banyak

Faktanya, memang benar bahwa serat makanan adalah obat untuk sembelit. Tetapi itu tidak berarti tubuh Anda membutuhkan lebih banyak serat. Sembelit terkadang bisa disebabkan oleh masalah kesehatan seperti tiroid, stroke, penyakit parkinson, dan diabetes. Perlu perhatian dan intervensi dokter jika sembelit berlangsung lebih dari dua minggu atau jika Anda mengalami buang air besar dengan tinja berdarah menyakitkan.

Mitos 3: Semua jenis serat bisa mengurangi sembelit

Faktanya, ada dua jenis kandungan serat dalam makanan yakni serat larut dan serat tidak larut. Pilihlah makanan yang mengandung serat tidak larut untuk meringankan sembelit. Serat tidak larut hadir dalam jumlah berlimpah dalam makanan seperti roti gandum, sereal dan pasta. Sedangkan serat larut yang banyak terdapat di buah-buahan dan sayuran segar mungkinkurang efektif terhadap sembelit, tetapi dapat membantu dalam menurunkan kolesterol.

Mitos 4: Kopi dapat mengatasi sembelit

Faktanya, kafein di kopi dapat menyebabkan kontraksi otot-otot saluran pencernaan dan karenanya dapat merangsang buang air besar. Lantas mengapa kopi tidak termasuk dalam daftar solusi untuk mengatasi sembelit? Alasannya karena kopi memiliki sifat diuretik, yang menarik keluar cairan dari kotoran sehingga membuat tinja Anda menjadi lebih keras. Dengan demikian, memperburuk kondisi sembelit. Teh berkafein, cola, dan alkohol menghasilkan efek yang sama.

Mitos 5: Sembelit menghasilkan pembentukan racun dalam tubuh

Faktanya, banyak orang berpikir bahwa sembelit dapat mengarah ke penyerapan zat beracun di tubuh yang diakibatkan oleh tinja. Bahkan sebagian percaya bahwa kondisi seperti ini dapat memicu perkembangan penyakit seperti arthritis, asma dan kanker usus besar. Tapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tinja menghasilkan racun atau kanker usus besar. Masalah sembelit bisa dicegah dengan penggunaan obat pencahar atau pembersih usus.

Mitos 6: Menelan permen karet dapat menyebabkan sembelit

Faktanya, permen karet tidak dapat menempel pada saluran pencernaan, seperti yang selama ini dibayangkan banyak orang. Tertelannya permen karet tidak akan menyebabkan sembelit.

Mitos 7: Usus harus bergerak setiap hari

Faktanya, sembelit adalah istilah relatif. Frekuensi buang air besar pada setiap orang sangat bervariasi. Ada yang tiga kali sehari atau bahkan sampai tiga kali seminggu. Gerakan usus dikatakan jarang apabila seseorang tidak buang air besar setelah lebih dari 3 hari. Sementara seseorang dianggap sembelit jika memiliki gerakan kurang dari seminggu.

Mitos 8: Sembelit karena sering menahan BAB

Faktanya, beberapa orang tidak menemukan cukup waktu untuk buang air besar. Beberapa bahkan mengabaikan ‘panggilan alam’ di tempat kerja atau di tempat lain dan menunggu sampai mereka mencapai rumah. Dalam kenyataannya, mengabaikan untuk BAB tidak hanya akan membuat Anda merasa tidak nyaman, tetapi juga dapat menyebabkan atau memperburuk sembelit.

Mitos 9: Kotoran berdarah adalah normal

Faktanya, Jika darah muncul dalam tinja Anda, Anda perlu memeriksa dengan dokter Anda. Warna merah darah menunjukkan bahwa Anda mungkin menderita wasir atau robekan di lapisan dubur yang menyebabkan terjadinya perdarahan. Namun, bila tinja berwarna marun atau bekuan dalam darah tinja berwarna hitam, Anda harus waspada. Darah ini mungkin berasal dari bagian lebih dalam dari saluran pencernaan.

[Dari berbagai sumber]

Advertisements

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

3 comments on “Mengatasi Sembelit atau Konstipasi Saat Puasa

  1. Terima kasih kembali, sawangsulna 🙂

  2. Saya jarang kena sembelit, tapi anak saya sering sekali. Dengan membaca artikel ini ternyata kebiasaan saya dan anak saya memang berbeda. Terima kasih, artikel ini bermanfaat pisan, haturnuhun 🙂

  3. Reblogged this on Marinki's Blog and commented:
    Mengatasi sembelit saat puasa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: