Leave a comment

Mengatasi Bau Mulut Selama Berpuasa

bau mulut

 

Halitosis adalah bau mulut atau nafas naga. Istilah nafas naga diambil dari kata dalam bahasa Inggris “dragon breath”. Penyebab bau mulut sebanyak 80% dari rongga mulut dan 20% karena masalah pencernaan.

Rasulullaah SAW bersabda:

قال اللَّه عز وجل: كل عمل ابن آدم له إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به، والصيام جُنة، فإذا كان يوم صوم أحدكم فلا يرفث ولا يصخب، فإن سابه أحد أو قاتله فليقل إني صائم؛ والذي نفس محمد بيده لَخُلُوف فم الصائم أطيب عند اللَّه من ريح المسك، للصائم فرحتان يفرحهما: إذا أفطر فرح بفطره، وإذا لقي ربه فرح بصومه) مُتَّفّقٌ عَلَيهِ.

“Allah Azza wa Jalla berfirman: ‘Seluruh amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, maka sesungguhnya ia (puasa itu) untuk-Ku dan Aku-lah yang akan memberikan pahalanya. Puasa itu adalah perisai. Maka jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah ia berbuat rafats, dan jangan bersuara keras. Jika ada salah seorang yang mengajaknya berdebat atau memeranginya, hendaklah ia katakan: ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa’. Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih baik di sisi Allah daripada aroma misk. Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kegembiraan yang ia bergembira dengan keduanya: Ketika berbuka, ia gembira dengan berbukanya. Dan ketika berjumpa dengan Rabbnya, ia gembira dengan puasanya.” (Muttafaqun ‘alayhi)

Hadis di atas menunjukkan bahwa orang yang berpuasa akan memiliki bau mulut.  Bagi yang menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, selain harus mengatasi rasa lapar dan haus, bau mulut yang menyengat sering dianggap menjadi masalah. Padahal dengan berpuasa justru akan memberikan kesempatan pada organ pencernaan untuk beristirahat sehingga organ tubuh tersebut bisa dibersihkan dan membentuk zat-zat baru yang dibutuhkan.

Tidak hanya itu, proses pembersihan dan pelepasan racun dari usus, ginjal, kandung kemih, paru-paru, serta kulit, juga lebih meningkat saat menjalankan puasa. Jadi, jangan heran jika setelah berpuasa selama sebulan penuh tubuh terasa fit dan bugar.

Penyebab munculnya bau mulut ketika puasa antara lain karena mulut mengalami kekeringan akibat kurangnya cairan ludah (saliva). Karena saliva berkurang, bakteri dalam mulut pun jadi lebih banyak sehingga muncullah bau mulut.

 

Penyebab Bau Mulut (Halitosis):

1. Makanan

Konsumsi makanan seperti bawang putih, bawang merah, atau petai dapat menyebabkan bau mulut. Kandungan makanan tersebut diserap ke dalam aliran darah selama proses pencernaan. Di dalam paru-paru, bau tajam lantas ditransfer ke udara yang kemudian dihembuskan melalui hidung. Bau mulut yang disebabkan makanan mungkin bertahan hingga 72 jam.

2. Kebersihan mulut yang tidak terjaga dan penyakit periodontal

Kebersihan mulut yang buruk mengakibatkan akumulasi sisa makanan dalam mulut. Berbagai jenis bakteri dalam mulut kemudian menguraikan sisa makanan dan melepaskan gas hidrogen sulfida yang menyebabkan bau busuk. Jarang menyikat gigi menyebabkan bakteri dan partikel makanan membentuk lapisan lengket tidak berwarna pada gigi. Seiring waktu, lapisan ini semakin menumpuk sehingga membentuk plak dan memicu kerusakan gigi serta penyakit periodontal.

3. Hidung dan tenggorokan

Penyebab bau mulut mungkin berhubungan dengan hidung. Setiap zat asing yang terjebak dalam hidung dapat menimbulkan bau mulut. Infeksi sinus, misalnya, menyebabkan keluarnya cairan dari sinus yang melewati bagian belakang tenggorokan sehingga menimbulkan bau busuk. Beberapa jenis infeksi tenggorokan juga memicu bau mulut. Aktivitas bakteri di tonsil bisa pula menyebabkan bau mulut ringan.

4. Tembakau dan alkohol

Tembakau dan alkohol menyebabkan mulut kering yang berakhir dengan bau mulut. Selain itu, zat pada rokok seperti tar dan nikotin bisa menumpuk di dalam mulut dan memicu penyakit periodontal serta bau mulut. Demikian juga, konsumsi alkohol berpotensi mengakibatkan masalah pencernaan yang juga dihubungkan dengan bau mulut.

5. Mulut kering dan puasa

Bau mulut umum dirasakan saat bangun pagi. Hal ini disebabkan oleh penurunan produksi air liur selama tidur. Oleh karena itu, air liur memiliki peran yang sangat penting dalam membersihkan dan melembabkan mulut. Selain itu, air liur memiliki kemampuan membunuh bakteri di dalam mulut. Itu sebab, penurunan produksi air liur akan menyebabkan bau mulut. Puasa juga memicu bau mulut akibat terjadinya pemecahan bahan kimia (ketoasidosis).

6. Penyakit dan penyebab lain

  1. Beberapa jenis kanker bisa menyebabkan bau mulut, begitu juga dengan infeksi paru-paru dan abses.
  2. Selain itu, gagal ginjal menghasilkan napas berbau seperti urin, sedangkan bau amis menandakan adanya masalah pada hati.
  3. Diabetes dan asam refluks kronis dapat pula menyebabkan bau mulut. Sebagian orang mungkin mengalami bau mulut karena intoleransi laktosa.
  4. Dehidrasi menyebabkan masalah pencernaan dan sembelit juga merupakan salah satu penyebab bau mulut.
  5. Gigi palsu dapat pula memicu halitosis jika tidak dibersihkan dengan benar.

 

Tips Mengatasi Bau Mulut Saat Berpuasa:

 

  • Menghindari makanan yang berbau menyengat saat sahur dan berbuka. Makanan seperti bawang putih (mentah lebih berbau), petai, jengkol, dan sejenisnya merupakan jenis utama yang dapat menimbulkan bau pada nafas. Jika tidak dapat dihindari total, bisa disiasati dengan mengonsumsi buah segar setelah makan, semisal jeruk.
  • Perhatikan kebersihan mulut dengan baik. Sikatlah gigi atau gunakan siwak dengan baik, bersihkan seluruh sisa makanan. Sela gigi yang sulit dijangkau dapat dibersihkan menggunakan benang gigi (dental floss). Jangan lupa pula membersihkan lidah, baik menggunakan pembersih khusus atau disikat lembut. Bagian pangkal lidah merupakan tempat bercokolnya bakteri penyebab bau mulut, maka pastikan tempat tersebut tidak terlewatkan. Penggunaan mouthwash terlalu sering kurang disarankan, dan jika ingin, maka pilihlah jenis yang non alkohol.
  • Hindari rokok dan alkohol.
  • Konsumsi air putih yang cukup, minimal 8 gelas per hari, bisa dibagi saat sahur dan berbuka.
  • Periksa kesehatan gigi secara berkala, untuk mengecek adanya tanda-tanda penyakit di daerah gigi dan mulut. Jangka waktu periksa yang dianjurkan adalah setiap 6 bulan sekali, dan bisa lebih sering bagi mereka yang memerlukan perawatan pada daerah gigi dan mulut.
  • Perhatikan penyakit sistemik. Sebagaimana dikemukakan di atas. Penyakit sistemik yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kondisi memburuk dan timbul pula bau khusus.
  • Konsumsi buah-buahan segar di saat sahur dan berbuka, lebih baik lagi jika buah tersebut kaya vitamin C dan serat. Apel, bengkuang, jambu biji, jeruk, dan tomat, diantaranya. Konsumsi buah dapat merangsang pengeluaran air liur, dan vitamin C nya baik untuk daya tahan tubuh dan menekan pertumbuhan bakteri.
  • Konsumsi makanan probiotik, seperti yoghurt tanpa rasa. Makanan probiotik membantu memelihara kesehatan pencernaan, dan mengurangi pertumbuhan bakteri merugikan di dalam mulut.
  • Teh hijau mengandung bahan aktif catechin yang dapat menghilangkan plak, menurunkan kadar gula, dan membunuh bakteri penyebab bau mulut. Minumlah minimal 2 cangkir teh hijau sehari.
  • Jaga kesehatan gusi. Ada beberapa senyawa yang bekerja untuk menstabilkan kolagen pada gusi dan menjadikan gusi sehat, termasuk vitamin C dan koenzim Q10. Bau napas yang kronis dengan penyakit gusi merupakan pertanda kekurangan vitamin C. Vitamin C dapat mencegah penyakit sariawan dan radang gusi dengan menghasilkan lingkungan yang dapat mencegah bakteri untuk tumbuh.

    Kunjungi dokter gigi secara teratur untuk menjaga kesehatan mulut Anda, saya merekomendasikan menambahkan 2000 sampai 3000 mg vitamin C per hari (jika Anda mengalami diare, tinggal kurangi saja dosisnya) dengan 100 mg koenzim Q10.

  • Mengunyah makanan tertentu. Mengunyah daun sirih, daun mint, biji adas, apel, wortel dan seledri terbukri secara efektif melawan bau mulut.

 

Obat Herbal Bau Mulut:

 

1. Ketumbar

Satu sendok makan ketumbar  direbus dengan air secukupnya sampai mendidih. Dinginkan, saring lalu minum secara rutin setiap hari sebanyak satu gelas.

 

2. Daun Sirih dan Rimpang Lengkuas

Kedua bahan di atas direbus dengan air secukupnya hingga mendidih. Dinginkan, saring lalu minum secara rutin setiap hari sebanyak satu gelas.

 

3. Pinang Muda dan Daun Bluntas

Bahan-bahan:
5 gr pinang muda (Acacia catechu W.)
5 gr garam dapur,
30 gr daun beluntas (Pluchea indica L.)

Cara membuat:
Rebuslah semua bahan di atas dengan air secukupnya. Kemudian, untuk penggunaannya, minumlah 3 kali sehari dan lakukan beberapa hari seperti minum teh.
4.  Sirih (Piper betle L.)
Bahan-bahan:
Beberapa lembar daun sirih (Piper betle L.)
Air untuk merebus

Cara membuat:
Pertama-tama kita cuci bersih beberapa lembar daun sirih (Piper betle L.) lalu rebus menggunakan 1,5 gelas air. Tunggu sampai menjadi dingin, air rebusan ini digunakan untuk berkumur setelah gosok gigi. Jika ingin lebih maksimal dalam menghilangkan bau mulut, ambil 10-15 lembar daun sirih merah yang telah dicuci bersih, rebus dengan air 400 cc (dua gelas air) hingga tersisa 200 cc, lalu saring. Selagi hangat, gunakan air untuk berkumur-kumur setelah makan.

5. Cengkeh (Syzigium aromaticum L.)

Bahan-bahan:
3-5 bh bunga cengkih (Syzigium aromaticum L.)
Air untuk merebus

Cara membuat:
Pertama, seduh dengan air secukupnya lebih kurang 5 menit, lalu dinginkan. Gunakan air ini untuk berkumur. Atau Anda bisa menggunakan cara lainnya, yaitu ambil beberapa butir cengkih (Syzigium aromaticum L.) kering. Tumbuk sampai hancur, rendam dalam segelas air hangat. Setelah 30 menit, airnya dapat digunakan untuk berkumur.

 

[Dari berbagai sumber]

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: