1 Comment

Jengkol

Image

Jengkol dalam bahasa ilmiahnya Archidendron Pauciflorum atau Pithecellobium jiringa, merupakan tanaman khas di bagian Asia Tenggara. Buahnya cukup digemari di Thailand, Indonesia, dan Malaysia sebagai bahan makanan. Jengkol termasuk dalam tanaman polong-polongan atau Fabaceae. Bentuk buahnya berupa polong dengan kulit buah hitam, pipih spiral. Di bagian dalam kulit biji jengkol dilapisi kulit ari tipis coklat. Jengkol menyebabkan bau tidak sedap saat buang air kecil atau bau mulut setelah dikonsumsi atau setelah proses metabolisme, terlebih lagi apabila dimakan sebagai lalap tanpa diolah sebagai masakan.

Jengkol sendiri memang banyak orang tidak suka hanya karena baunya. Akan tetapi, bai sebagian orang yang gemar dengan olahan makanan ini, tidak peduli dengan baunya. Di Indonesia sendiri khususnya di daerah Jawa Barat banyak sekali penjual semur jengkol yang biasanya disajikan bersama nasi uduk. Sebenarnya bau tidak sedap dari jengkol bisa dihilangkan atau setidaknya diminimalisir dengan cara pengolahan jengkol yang benar.

Penyebab bau pada jengkol disebabkan oleh asam-asam amino yang terkandung di dalam biji jengkol. Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur Sulfur (Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau, karena pengaruh sulfur tersebut. Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas H2S yang terkenal sangat bau.
Cara mengurangi bau jengkol
1. Rendam jengkol beberapa saat sebelum memasaknya
2. Jika ingin kandungan bau agak berkurang, memarkan jengkol setelah direbus setengah matang, dan rendam kembali agar kandungan bau berkurang.
3. Makan timun setelah Anda makan jengkol
4. Banyak-banyak minum air putih
 

Kandungan buah jengkol  per 100 gram:

  • Energi: 133 kkal
  • Protein: 23,3 g
  • Karbohidrat: 20,7 g
  • Vitamin A: 240 SI
  • Vitamin B: 0,7 mg
  • Vitamin C: 80 mg
  • Fosfor: 166,7 mg
  • Kalsium: 140 mg
  • Besi: 4,7 mg
  • Air: 49,5 g
  • vitamin C: 80 mg
  • protein: 23,3 g,  Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g per 100 g.
  • zat besi: 4,7 g
  • kalsium: 140 mg
  • fosfor 166,7 mg

 Manfaat dan Khasiat Mengkonsumsi Jengkol

1.    Kaya Protein
Jengkol merupakan sumber protein yang baik, yaitu 23,3 g per 100 g bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g per 100 g. Protein dalam tubuh sangat berfungsi sebagai pengganti atau untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dalam tubuh. Kandungan protein nabati lebih baik daripada protein hewani. Dari penelitian diketahui bahwa mengkonsumsi lebih banyak protein hewani akan mempercepat penggemukan, sedangkan mengkonsumsi banyak protein nabati akan lebih banyak meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur dua kali lebih lama daripada protein hewani. Selain itu tentunya banyak sekali manfaat protein bagi tubuh kita.

Kebutuhan protein setiap individu tentu saja berbeda-beda. Selain untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan, protein juga berfungsi membangun enzim, hormon, dan imunitas tubuh. Karena itu, protein sering disebut zat pembangun.

Protein juga memberikan efek menenangkan otak. Protein membantu otak bekerja dengan cepat dalam menerima pesan. Bagi anak-anak, protein sangat berperan untuk perkembangan tubuh dan sel otaknya. Pada orang dewasa, apabila terjadi luka memar dan sebagainya, protein dapat membangun kembali sel-sel yang rusak.

2.    Kaya Zat Besi
Zat besi merupakan hal penting dalam tubuh. Zat besi berfungsi penting dalam mengangkut oksigen dari paru-paru keseluruh jaringan sel tubuh serta mengangkut elektron tubuh yang berfungsi sebagai pembangkit energi dalam sel tubuh. Dalam pengangkutan oksigen penggabungan antara zat besi dan protein akan membentuk hemoglobin dalam sel darah merah dan myoglobin di dalam serabut otot yang berperan penting dalam pembentukan enzim yang berperan membangkitkan energi tubuh. Di dalam jengkol terkandung 4,7 gram zat besi per 100 gram.

3.    Kaya Kalsium
Kandugan kalsium dalam jengkol berkisar 140 mg per 100 gram jengkol. Seperti yang kita ketahui kalsium adalah unsur penting yang mampu mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Selain itu kalsium juga berperan penting dalam metabolisme tubuh, penghubung antar jaringan syaraf, pergerakan otot dan kerja jantung.

4.    Kaya kandungan Fosfor
Fosfor berfungsi hampir sama dengan Kalsium sebagai pencegah tulang keropos dan menjaga gigi agar tidak berlubang. Kandungan fosfor di dalam jengkol berkisar 166,7 mg per 100 gram jengkol. Mau gigi berubang atau memilih makan jengkol.

5.    Kaya kandungan Vitamin
Vitaman A, B1, B2, dan C adalah vitamin yang terkandung dalam jengkol. Pada jengkol berkisar 658 mg per 100 gram jengkol untuk kandungan vitamin A, yang berfungsi menjaga kesehatan mata. Vitamin B2 dan B1 masing-masing membantu penyerapan protein dan menjaga kepekaan syaraf. Kandungan Vitamin C pada jengkol  80 mg per 100 gram, sebagai antioksidan penangkal radikal bebas.

6. Kaya akan serat

Karena kandungan seratnya tinggi, maka jengkol bagus untuk memperlancar buang air besar.

  Kerugian mengkonsumsi jengkol :

1.    Bau Tidak Sedap
Bau tidak sedap dari jengkol diakibatkan oleh asam amino yang merupakankandungan jengkol terdominasi unsur Sulfur. Dimana saat unsur tersebut dikunyah hancur dan terpecah menjadi komponen-komponen yang lebih kecil akan menghasilkan komponen flavor yang berbau tidak sedap, oleh karena sulfur tersebut. Bau tidak sedap yang khas dari jengkol ini bisa diminimalisir atau dikurangi dengan pengolahan yang baik dan benar.

2.    Akibat Asam Jengkolat (Jengkolan)
Salah satu unsur utama dalam  jengkol adalah asam jengkolat (penyebab jengkolan), yang berstruktur seperti asam amino sebagai pembentuk protein akan tetapi tidak tercerna atau tidk bisa dicerna oleh tubuh dan tidak memberi manfaat sedikitpun untuk tubuh. Hal ini lebih diperparah lagi apabila terjadi pembentukan kristal asam jengkolat, inilah penyebab utama tersumbatnya saluran urin. Dan apabila pengkristala ini berlanjut untuk waktu yang lama dan semakin bertambah banyak bisa menyebabkan gangguan yang lebih parah seperti gangguan prostat dan ginjal.

Saat dicerna jengkol akan menyisakan zat yang disebut asam jengkolat (jencolid acid) yang dibuang ke ginjal. Di sinilah efek yang sering ditakuti oleh orang-orang, yaitu jengkoleun atau jengkolan. Jengkolan terjadi saat asam jengkolat yang memang sulit larut dalam air akhirnya mengendap dalam ginjal, membentuk kristal padat hingga bisa berakibat sulit membuang air seni. Jika pH darah kita netral, asam jengkolat aman-aman saja, tapi jika cenderung asam (pH kurang dari 7) asam jengkolat membentuk kristal tak larut.

Resiko terkena jengkolan ini tidak tergantung pada banyaknya jengkol yang dikonsumsi, melainkan sangat bergantung pada kerentanan tubuh seseorang. Orang yang rentan, mengonsumsi sedikit jengkol saja dapat menyebabkan terjadinya jengkolan. Apa yang memengaruhi kerentanan seseorang terhadap asam jengkolat belum jelas, tapi diduga akibat faktor genetik dan lingkungan.

3.Air jeruk dan jengkol

Menurut berbagai sumber dilarang keras minum air jeruk setelah makan jengkol, karena hal itu akan mempercepat pembentukan asam jengkolan dalam tubuh. Jengkolan yang parah bisa menyebabkna kematian. Jengkolan sendiri bukan semata-mata disebabkan karena makan terlalu banyak jengkol akan tetapi berpengaruh pula pada sistem daya tahan tubuh sendiri, jadi makan sedikitpun bisa mengakibatkan jengkolan.

Image

Manfaat Kulit Jengkol

1. Kulit Jengkol Vs Ketombe

Berdasarkan uji klinis di laboratorioum MIPA Universitas Negeri Yogyakarta, ditemukan fakta bahwa kulit jengkol mengandung protein, kalsium, fosfor, Vitamin A serta B1, sapoin, minyak atsiri, tannin, steroid dan glikosida. Senyawa ini ampuh membasmi ketombe jika diracik bersama tumbuhan randu yang juga mengandung polifenol. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kandungan saponin dan flavanoid yang terdapat pada kulit jengkol dan randu bisa dipakai untuk melawan serangan bakteri penyebab ketombe.

2. Kulit Jengkol Sebagai Pestisida Alami

Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa kandungan senyawa kimia yang terdapat di dalam kulit jengkol (terpenoid, saponin, asam fenolat serta alkaloid) ampuh untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Unsur tannin dan flavanoid dalam kulit jengkol ternyata sama ampuhnya dengan tannin pada tumbuhan berkayu dan herba yang berfungsi untuk memproteksi diri dari hama. Dengan adanya kandungan tannin ini, kulit jengkol kemudian memiliki potensi untuk digunakan sebagai pestisida alami setelah diracik bersama tumbuhan lainnya.Pestisida alami berbahan dasar kulit jengkol ini kabarnya cukup ampuh untuk mengusir semut, ulat, serangga kecil serta belalang.

3. Kulit Jengkol Vs Diabetes Melitus

Tak hanya ampuh melawan ketombe dan hama pengganggu tanaman, tenyata kulit jengkol juga berkhasiat untuk menurunkan kadar gula darah. Banyak yang telah membuktikan hal tersebut. Cara pemanfaatannya pun cukup mudah. Anda tinggal merebus kulit jengkol  dengan dosis 3 kali sehari 1 gelas. Khasiat ini memang belum dibuktikan secara empirik, namun para peneliti tidak pula menyangkal manfaat tersebut. Manfaat lain kulit jengkol yang patut anda ketahui adalah sebagai bahan dasar pembuatan salep untuk borok.

[Dari berbagai sumber]

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

One comment on “Jengkol

  1. ternyata dan ternyata kulit jengkol itu sangat banyak manfaatnya terutama buat membasmi ketombe.thanks gan infonya malam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: