Leave a comment

Iritasi Kulit

Image

Kulit kemerahan, gatal, kering, bersisik atau radang, merupakan gejala dari iritasi kulit. Gejala lainnya meliputi; benjolan, nyeri, sensasi terbakar, ruam dan pecah-pecah. Beberapa masalah iritasi kulit umumnya disebabkan oleh paparan parfum, deterjen, produk pembersih rumah tangga, sabun, suhu ekstrem panas atau dingin, kain dan pewarna sintetis.

Selain itu, iritasi kulit juga juga dapat disebabkan oleh bahan kimia yang ditemukan dalam kosmetik, produk rambut, perhiasan, produk lateks, karet, beberapa jenis tanaman, sengatan serangga, dan bahkan bulu hewan peliharaan.

Cara dan Bahan Alami Mengatasi Iritasi Kulit

1. Menempatkan kompres dingin pada daerah kulit yang teriritasi

Hal ini sangat efektif untuk meredakan pembengkakan dan rasa sakit akibat iritasi pada kulit. Rendam kain dalam air dingin dan taruh kain pada kulit yang teriritasi. Atau, kompres dengan kantung es yang sebelumnya dialasi handuk.

2. Baking soda

Baking soda merupakan obat yang efektif untuk melawan iritasi kulit. Buatlah pasta dari baking soda dengan menambahkan sedikit air. Kemudian oleskan pada daerah yang teriritasi.

3. Mandi oatmeal

Jika iritasi kulit jadi meradang dan gatal, Anda dapat menggunakan oatmeal untuk mandi. Ambil dua cangkir oatmeal, giling menjadi bubuk halus dan tambahkan ke dalam air hangat saat mandi.

4. Gel aloe vera  (lidah buaya)

Cara lain untuk meredakan iritasi adalah dengan menerapkan gel lidah buaya ke area kulit yang teriritasi. Cara ini dapat mengurangi kemerahan, bengkak, dan gatal-gatal.

5. Sari apel

Sari apel dapat digunakan sebagai salah satu pengobatan rumah untuk iritasi kulit yang disebabkan oleh sinar matahari dan luka cukur. Siram sari apel langsung ke daerah kulit teriritasi dengan kapas. Ini harus dilakukan beberapa kali dalam sehari.

6. Minyak chamomile

Minyak atsiri dari chamomile adalah solusi pengobatan rumah yang baik untuk iritasi kulit. Gosokkan minyak chamomile langsung ke daerah yang teriritasi.

7. Campuran madu dan kayu manis

Campuran madu dan kayu manis juga bermanfaat untuk menyembuhkan iritasi kulit. Campurkan 3 sdm madu dengan 2 sdm bubuk kayu manis untuk membuat pasta kental. Gosok pasta tersebut langsung ke area kulit yang teriritasi. Kemudian bilas setelah mengering.

8. Campuran madu dan telur

Campuran madu dan telur dapat digunakan sebagai masker pada wajah untuk meredakan iritasi pada daerah wajah. Biarkan sekitar 10 menit dan kemudian bersihkan wajah Anda. Ini adalah obat alami yang baik untuk iritasi pada kulit wajah.

9. Mentimun

Mentimun adalah salah satu pengobatan rumah yang direkomendasikan untuk iritasi kulit. Tempatkan irisan mentimun pada daerah kulit yang teriritasi.

10. Minyak zaitun

Jika Anda terserang eksem, coba atasi dengan minyak zaitun. Asisten profesor dermatologi dari University of California, Christopher Dannaker, menyarankan satu sendok teh minyak zaitun untuk dioleskan pada bagian kulit yang terkena eksem. Pastikan bahwa minyak zaitun Anda murni dan tidak memiliki kandungan bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit.

11. Garam dan minyak nimba

Jerawat menjadi tanda bahwa kulit Anda mengalami iritasi. Faktornya bisa disebabkan banyak mengonsumsi makanan yang memacu produksi sebum atau karena penggunaan kosmetik.

Jika Anda berjerawat, coba atasi dengan neem atau minyak nimba dan garam. Cukup campurkan garam dengan minyak dan oleskan pada bagian berjerawat. Ramuan ini dapat berfungsi dengan baik, karena garam memainkan peranannya sebagai antiseptik alami, dan minyak nimba memiliki sifat anti jamur.

Setelah itu, Anda dapat mengoleskan wajah dengan yoghurt plain, diamkan selama 15 sampai 30 menit. Asam laktat dalam yoghurt bertindak sebagai pengelupas kulit, serta memberikan warna cerah alami. Tak hanya itu, makanan hasil fermentasi ini juga dapat membersihkan noda jerawat.

12. Tomat

Tomat tak hanya mengandung vitamin A dan C, ada antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Tomat yang diolah jadi jus juga dapat membersihkan kulit dari minyak yang memicu datangnya jerawat yang disebabkan iritasi.

Oleh karena itu, gunakan tomat yang telah ditumbuk halus setiap hari untuk membersihkan jerawat dan sisa noda bekas jerawat. Diamkan selama satu jam agar zat alami dan asam dari tomat dapat bekerja dengan maksimal. Kemudian, bilas dengan air hangat.

Sementara itu, campuran dua sendok teh tomat yang telah dihaluskan dan empat sendok makan buttermilk dapat dimanfaatkan untuk mengurangi efek sengatan matahari. Oleskan ramuan ini pada bagian tubuh yang tersengat panas matahari. Kemudian, diamkan selama 30 menit dan bilas hingga bersih.

13. Teh

Teh hijau dan teh hitam berkhasiat mengurangi peradangan yang terjadi di kulit akibat luka bakar ringan. Caranya cukup sederhana, yaitu dengan merendam handuk kecil dalam teh dingin. Kemudian, kompreskan pada bagian yang teriritasi.

14. Ketumbar

Ketumbar dicampur dengan perasan jeruk lemon dan daging buah alpukat dengan perbandingan 1:1.
Hancurkan dan lumatkan ke-3 bahan ini.
Setelah tercampur merata, bisa dijadikan masker selama 15-20 menit.
Bilas dengan air bersih.

 

 

Tips Mengatasi Iritasi Pada Kulit Bayi

1. Terpenting adalah pencegahannya, karena bila dicermati semua faktor penyebab iritasi pada kulit bayi dapat dicegah. Umumnya kelainan kulit baru timbul bila telah terjadi paparan yang berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama.

2. Hindari sementara pemakaian popok sekali pakai atau celana berlapis plastik selama peradangan. Pakailah popok kain tipis lembut yang bahannya menyerap keringat. Cuci daerah bokong dan sekitarnya setiap bayi buang air kecil atau buang air besar dengan sabun lembut untuk bayi, keringkan dengan handuk lembut ditepuk-tepuk pelan dan jangan digosok kasar. Hindari bedak saat kulit meradang.

3. Daerah lipatan yang meradang sering dikompres dengan waslap handuk yang dibasahi air, hindari pemakaian bedak untuk sementara waktu. Daerah lipatan sering dibuka dan diangin-anginkan. Bila berkeringat segera seka perlahan dengan waslap handuk yang dibasahi air, jangan digosok lalu dikeringkan dengan handuk. Pakailah baju longgar dari bahan katun yang tipis dan mudah menyerap keringat.

4. Bila dijumpai kulit bersisik dapat diberi krim pelembab khusus bayi setelah mandi. Jangan mandi dengan air terlalu panas berlama-lama. Pakailah sabun dan sampo khusus bayi. Untuk sementara waktu hindari penggunaan bedak atau berbagai produk kosmetik untuk bayi.

5. Jangan oleskan obat salep, krim atau minyak apapun di daerah yang meradang tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

6. Yang perlu diperhatikan dalah pencegahan. Iritasi pada kulit bayi lebih sering disebabkan oleh bahan iritan yang lemah seperti keringat, urin, feses, produk perawatan kulit yang salah penggunaannya, deterjen, atau cairan anriseptik dan mungkin kitapun punya andil untuk memaparkannya. Kadang-kadang timbulnya iritasi ditunjang oleh kondisi yang cocok untuk timbulnya peradangan seperti faktor kelembaban, panas, tertutup ataupun gesekan.
Ruam pada bayi ditandai dengan munculnya bintik-bintik berwarna merah, lecet-lecet kemerahan, hingga luka ringan pada kulit. Area yang terkena ruam popok biasa ditemukan di bagian pantat/bokong, selangkangan, dekat kemaluan, maupun paha bayi. Bahkan, beberapa anak juga mengalami ruam kulit yang lebih luas, seperti di area perut, wajah, kulit kepala, lengan, dan sebagainya.

Meskipun umum dan biasa terjadi, gangguan pada kulit bayi ini tak boleh dibiarkan begitu saja karena bisa menyebabkan bayi Anda merasa tidak nyaman jika berlangsung lama. Untuk itu Anda harus cepat-cepat mengatasi ruam popok, agar kulit bayi Anda kembali normal seperti sediakala. Bagaimana caranya?

Berhubung penyebab ruam popok adalah popoknya itu sendiri, maka cara mengatasi ruam bayi pun tak jauh-jauh dari popok, yaitu:

Usahakan secepat mungkin mengganti popok, terutama jika bayi habis buang air kecil atau buang air besar. Ini supaya urin atau tinja tidak kontak terlalu lama dengan kulit bayi yang bisa menyebabkan ruam pada bayi.

Setiap mengganti popok, bersihkan kulit bayi menggunakan kapas (kapas bulat) dan air hangat untuk membersihkan sisa kotoran yang menempel, lalu keringkan. Gunakan popok kain yang berbahan dasar dari katun lembut. Meskipun, kurang praktis popok kain bisa mencegah terjadinya iritasi.

Kurangi pemakaian popok sekali pakai (baby diapers), karena popok jenis ini tak jarang menyebabkan gesekan atau iritasi kulit pada bayi. Pakailah seperlunya saja, misalnya saat bepergian jauh.

Untuk memberi sirkulasi udara dan menghindari gesekan, pakaikan popok dengan longgar.
Jika perlu, cucilah popok kain dengan deterjen khusus yang telah disesuaikan dengan kulit bayi.
Apabila dengan cara-cara yang sudah disebutkan di atas, ruam kulit pada bayi Anda belum juga sembuh, ada beberapa orang tua yang berhasil mengobati ruam popok dengan minyak zaitun atau VCO (Virgin Coconut Oil).

 

 

[Dari berbagai sumber]

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: