Leave a comment

Diare Pada Anak

Image

Diare kronis atau diare berkepanjangan merupakan diare yang berlangsung dalam waktu lebih dari satu atau dua minggu. Penyebab diare kronis sangat banyak namun penyebab tersering pada bayi dan anak adalah alergi, malabsorpsi dan proses infeksi. Penatalaksanaan diare kronis pada prinsipnya harus dikerjakan bersama-sama dengan pemberian nutrisi yang cukup untuk memenuhi atau memelihara pertumbuhan normal. Malnutrisi kalori dan protein harus dihindari sebisa mungkin karena hal tersebut dapat menjadi variable pengganggu yang memperlambat atau menghambatpengembalian ke fungsi usus normal.

Diare Berkepanjangan

Terjadi kerusakan mukosa usus yang berkepanjangan dengan akibat terjadinya malabsorpsi, peningkatan absorpsi protein asing, berkurangnya hormon enterik serta pertumbuhan kuman yang berlebihan. Terjadinya suatu sindrome post enteritis yang merupakan sebab dan akibat sejumlah faktor yang multi kompleks.

Penyebab  diare berkepanjangan Intoleransi sekunder, Enteropati oleh karena protein makanan, terutama protein susu sapi (CMPSE) dan kedelai, Malnutrisi, Enteropatogen atau Parasit

Gejala Klinik :

Lama diare melewati masa diare akut (5-7 hari) dapat disertai muntah dan kembung.

Penatalaksanaan Diare Berkepanjangan

Penyebab

Test Pengobatan
Intolerasi gula Adanya reducing subtance dalam faeces Eksklusi gula
Food protein Ekslusi dan challenge makanan bila mungkin biopsi usus Eksklusi protein makanan
Malnutrisi Klinis & test biochemis Rehabilitasi makanan
Adanya enterobakter yang patogen yang persistent Pemeriksaan faeces, cairan  & mukosa duodenum & jejunum Antibiotik yang sesuai
Parasite Pemeriksaan faeces, cairan  & mukosa duodenum & jejunum Antibiotik yang sesuai
UTI Kultur urine Antibiotik yang sesuai

 

Diare Kronis

Diare kronis dan diare persisten seringkali dianggap suatu kondisi yangsama. Ghishan menyebutkan diare kronis sebagai suatu episode diare lebih dari 2minggu, sedangkan kondisi serupa yang disertai berat badan menurun atau sukarnaik oleh Walker-Smith et al. didefinisikan sebagai diare persisten. Di lain pihak,dasar etiologi diare kronis yang berbeda diungkapkan oleh Bhutta dan oleh The American Gastroenterological Association.

Definisi diare kronis adalah episode diare lebih dari dua minggu, sebagian besar disebabkan diare akutberkepanjangan akibat infeksi, sedangkan definisi menurut The AmericanGastroenterological Association adalah episode diare yang berlangsung lebih dari4 minggu, oleh etiologi non-infeksi serta memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.Bervariasinya definisi ini pada dasarnya disebabkan perbedaan kejadian diarekronis dan persisten di negara berkembang, sedangkan penyebab non-infeksi lebihbanyak didapatkan di negara maju. Demikian juga porsi serta prioritas penelitian

Penyebab yang multi kompleks dari diare kronik menyebabkan patofisiologi yang komplek, saling mempengaruhi dan mungkin memperberat keadaan.

Mekanisme terjadinya diare kronik.

  • Osmotik karena  Overfeeding, Malabsorpsi karbohidrat atau  Bahan makanan yang tak berserat.
  • Sekretori karena Infeksi interopatogen atau Interotropik – hormon secreting factor Sedangkan penyebeba mekansme lainnya adalah karena 0vergrowth Bakteria, Malabsorpsi asam empedu dan asam lemak  karena Usus halus terkontaminasi, Reseksi ileum
  • Abnormalitas absorpsi ion aktive Chloride diarrhea congenital
  • Kerusakan Mukosa : Enteritis/kolitis infectious, Gastro enteropathy karena alergi, Celiac disease, Inflamatory Bowel Disease
  • Motilitas Intestinal yang abnormal dan atau berkurangnya permukaan usus yang berfungsi Hypomotility,  Hypermotility,  Short Bowel Syndrome
  • Penyebab Diare berkepanjangan atau diare membandel sangat banyak, tetapi yang paling sering adalah diawali dengan terjadi kerusakan mukosa saluran cerna karena infeksi rotavirus pada saluran cerna dan kemudian diperlama dan diperpanjang dengan adanya infeksi sekunder dari luar saluran cerna seperti infeksi saluran napas akut (ISPA), infeksi saluran kencing atau batuk pilek atau alergi dan intoleransi makanan.
  • Biasanya hal ini terjaid pada anak  dengan riwayat sensitif saluran cerna: saat bayi usia 1- 3 bulan bila BAB   4-8 kali sehari di atas usia 6 bulan diare 3 kali perhari atau lebih.
  • Kenali penyebabnya dan hindari pemberian obat berlebihan.
  • Biasanya sering divonis berlebihan atau overdiagnosis alergi susu sapi, Bukan alergi susu sapi tetapi didiagnosis alergi susu sapi padahal saat sebelumnya minum susu sapi tidak masalah   

Penyebab dan Faktor Resiko

Diare berkepanjangan dapat disebabkan berbagai macam kondisi. Dinegara maju, sebagain besar membahas penyebab non-infeksi, umunya meliputiintoleransi protein susu sapi/kedeai (pada anak usia < 6bulan, tinja sering disertaidengan darah); celiac disease (gluten-sensitive enteropathy), dan cystic fibrosis. Namun, perhatian global seringkali tertuju pada diare berkepanjangan yangbermula dari diare akut akibat infeksi saluran cerna. Diare jenis ini banyak terjadidi negara-negara berkembang.

  • Infeksi : Ekstraintestinal : sering UTI, Intraintestinal : kuman penyebab khusus, sering : Enteroadherent E.Coli (EAEC), Cryptosporadium, Enteropathogenic E.Coli (EPEC), Salmonella non typus
  • Faktor penderita : Usia kurang dari 3 bulan, Gizi buruk, Depresi sistem immunologik,  Ensim-ensim yang berkurang
  • Faktor-faktor lain : kejadian diare akut yang terdahulu merupikan resiko terjadinya diare kronik.
  • Penanganan yang tidak efektif menambah resiko terjadinya diare kronik.

Gejala KIinik

Diare lebih dari dua minggu, disertai gejala intoleransi dan/atau infeksi enteral atau sepsis. Biasanya disertai gangguan gizi.

Penanganan

Penanganan Umum

  • Koreksi gangguan cairan & elektrolit bila ada
  • terapi Kausa
  • Probiotik
  • Supportif dan dietetik “
  • Vit A 100.000 -200.000 U 1x i.m.
  • Vit B-compleks, Vit C.

Terapi Spesifik

  • Ada dua cara untuk memutus siklus diare dan gizi buruk: menghentikan diare bila memungkinkan dan penyediaan dukungan gizi. Untuk kondisi tertentu, pengobatan khusus memberikan kontrol yang memadai dari diare dan perbaikan yang cepat dari status gizi. Demonstrasi infeksi bakteri berkepanjangan (E. coli, Salmonella More Details) atau kutu dengan Giardia lamblia memungkinkan untuk pengobatan tertentu. Selain itu, terapi antibiotik seperti gentamisin oral kombinasi dengan cholestyramine telah dilaporkan efektif dalam menghentikan diare persisten pada bayi, mungkin karena pengaruhnya terhadap pertumbuhan bakteri yang berlebihan, sedangkan metronidazol tidak berpengaruh nyata.
  • Namun, di mana tidak ada organisme tertentu telah dibuktikan, gentamisin saja tidak efektif dalam pengobatan non-berdarah diare persisten dan malnutrisi. Modalitas lain yang mungkin dipertimbangkan pada kasus tertentu dari diare sekretori termasuk inhibitor prostaglandin (misalnya salisilat) dan steroid. Demikian pula, kondisi seperti intoleransi protein susu sapi, kekurangan disaccharidase atau malabsorpsi monosakarida, dan penyakit celiac adalah bisa menerima terapi eliminasi efektif diet. Respon spektakuler untuk pengobatan khusus biasanya terlihat pada pasien dengan enteropathica acrodermatitis dan variannya setelah terapi seng lisan

Terapi Nutrisi

  • Kebutuhan dan jenis diet pada diare persisten/kronisKebutuhan energy dan protein pada diare persisten/kronis berturut-turut sebesar 100kcal/kg/hari dan 2-3 g/kg/hari, sehingga diperlukanasupan yang mengandung energy 1kcal/g.
  • Diet elemental : Komponen-komponen yang terkandung dalam diet elementalterdiri atas asam amino kristalin atau protein hidrosilat, mono-atau disakarida, dan kombinasi trigliserida rantai panjang atausedang. Kelemahan diet elemental ini adalah harganya mahal.Selain itu, rasanya yang tidak enak membuat diet ini sulitditerima oleh anak-anak sehingga membutuhkan pemasanganpipa nasogastrik untuk mendapatkan hasil maksimal. Olehkarena itu, diet elemental mayoritas hanya digunakan di negaramaju.
  • Diet berbahan dasar susuDiet berbahan dasar susu yang utama adalah ASI. ASImemiliki keunggulan dalam mengatasi dan mencegah diarepersisten, antara lain mengandung nutrisi dalam jumlah yangmencukupi, kadar laktosa yang tinggi (7 gram laktosa/100gram ASI, pada susu non-ASI sebanyak 4,8 gram laktosa/100gram) namun mudah diserap oleh system pencernaan bayi,serta membantu pertahanan tubuh dalam mencegah infeksi.
  • Dukungan nutrisi dalam keadaan darurat medis berlaku untuk bayi yang mengalami diare proctacted dan gizi buruk. Setelah koreksi air dan elektrolit kelainan, penyediaan gizi merupakan prioritas pada pasien tersebut, dan harus dimulai sebelum atau bersamaan dengan tes atau prosedur yang diperlukan untuk diagnosis etiologi.
    Jangka waktu pemberian susu formula yang jelas cairan atau dilusian harus dihindari untuk mencegah memburuknya status gizi. Bila mungkin, kelanjutan dari pemberian ASI, atau ketentuan jangka pendek setengah susu formula kekuatan direkomendasikan oleh WHO selama penyakit diare akut. Hal ini ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar bayi dan berkontribusi terhadap pencegahan diare kronis dan kekurangan gizi postinfectious . Proses pencernaan ASI di lambung berlangsung lebih cepatdibandingkan susu non-ASI, sehingga lambung cepat kembalike kondisi pH rendah, dengan demikian dapat mencegah invasibakteri ke dalam saluran pencernaan. ASI juga membantumempercepat pemulihan jaringan usus pasca infeksi karena mengandung epidermal growth factors
  • Pemilihan jenis nutrisi dan metode administrasi akan bervariasi sesuai dengan tingkat keparahan dan penyebab diduga penyakit. Misalnya, bayi dengan bukti klinis dan laboratorium kekurangan disaccharidase harus diberi makan formula yang tidak mengandung disakarida yang sesuai (misalnya bebas laktosa formula untuk pasien dengan defisiensi laktase). Demikian pula, makan protein yang mengandung susu formula non-sapi diindikasikan untuk bayi dengan intoleransi protein susu sapi diduga (biasanya formula kedelai kacang-based atau unsur).
  • Pengenalan unsur formula telah mengurangi kebutuhan nutrisi parenteral total untuk jangka waktu yang lama . Komposisi mereka formula adalah variabel, tetapi umumnya mengandung aminoacids kristal atau hidrolisat protein sebagai sumber protein; glukosa, sukrosa, glukosa oligomer dan pati (untuk mengurangi osmolalitas); minyak sayur (asam lemak rantai panjang) saja atau dengan trigliserida rantai menengah. Namun, asumsi bahwa formula ini lebih baik diserap dari diet yang mengandung nutrisi yang lebih kompleks adalah kontroversial. Bahkan, aminoacids mungkin lebih baik diserap ketika diberikan sebagai oligopeptida dari bila diberikan sebagai campuran asam amino. Namun demikian, formula ini  tidak tersedia atau terlalu mahal untuk menjadi terjangkau di negara berkembang di mana mereka paling dibutuhkan.
  • Laporan terakhir menunjukkan bahwa ayam berbasis formula pengganti efektif untuk formula elemental pada diare berkepanjangan dan gizi buruk.
    Metode yang disarankan untuk makan adalah asupan oral intermiten, tapi untuk bayi dengan diare kronis dan kekurangan gizi, makan nasogastrik digunakan secara luas. Sampai saat ini, makan nasogastrik diberikan sebagai bolus intermiten feed oleh tetes gravitasi. Namun, administrasi terus menerus formula dengan pompa infus baru-baru ini terbukti lebih unggul dengan teknik intermiten dalam hal keseimbangan enteral dan berat badan. Makan intragastrik terus menerus ditoleransi dengan baik oleh banyak bayi yang tidak mentolerir teknik bolus intermiten makan, sehingga mengurangi kebutuhan untuk nutrisi parenteral total
  • Nutrisi parenteral masih diperlukan pada tahap awal pengobatan oleh beberapa pasien. Nutrisi parenteral parsial umumnya digunakan untuk menyediakan kalori tambahan untuk bayi yang mampu mentolerir jumlah terbatas nutrisi. Nutrisi parenteral total (TPN), tidak seperti nutrisi parsial yang diberikan melalui vena perifer, adalah mungkin hanya melalui vena sentral. Ini harus dianggap sebagai teknik alternatif terakhir dari dukungan nutrisi. Hal ini sangat efektif dalam memberikan kalori cukup untuk membalikkan kekurangan gizi ketika semua cara lain gagal. Nutrisi parenteral bahkan lebih efektif jika diberikan dengan feed lisan bahkan dalam jumlah kecil. Namun demikian, TPN bukan tanpa bahaya. Sepsis dan penyakit hati adalah salah satu efek samping yang paling serius yang dapat mengancam jiwa.
  • Setelah masa dukungan nutrisi menggunakan kombinasi rumus elemen oral dan nutrisi intravena perifer parsial, pengenalan bertahap dari diet normal untuk usia ditoleransi
  • Pemberian mikronutrienDefisiensi zinc, vitamin A, dan besi pada diare persisten/kronisdiakibatkan asupan nutrisi yang tidak adekuat dan pembuanganmikronutrien melalui defekasi. Suplementasi multivitamin dan mineralharus diberikan minimal dua RDA (Recommended Daily Allowances)selama dua minggu. Satu RDA untuk anak umur 1 tahun meliputi asamfolat 50mikrogram, zinc 10mg. WHO (2006) merekomendasikan suplementasi zinc untuk anak berusia ≤ 6 bulan sebesar 10 mg (½ tablet) dan untuk anak berusia > 6 bulan sebesar 20 mg (1 tablet), Zinc Investigor Collaborative Group menunjukkan bahwa pemberianzinc menurunkan probabilitas pemanjangan diare akut sebesar 24%dan mencegah kegagalan terapi diare persisten sebesar 42%.c.
  • Probiotik mengungkapkan bahwa pemberian susu yang mengandung
    Lactobacillus casei, Lactobacillus acidophilus dan Saccharomyces boulardii pada penderita diare persisten selama 5 hari menurunkan jumlah tinja, durasi diare, dan durasi muntah yangmenyertai. Meta-analisis yang dilakukan Johnston et al. (2006)menunjukkan bahwa pemberian probiotik dapat mencegah terjadinya antibiotic-associated diarrhea.
  • Dietetik
  1. Dalam keadaan yang herat mungkio diperlukan parenteral nutrisi
  2. Enteral Continous Drip Feeding memberikan hasil yang baik dengan formula khusus ( low lactose )
  3. Dalam keadaan malabsorpsi berat, serta allergi protein susu sapi dapat diherikan elemental atau semi elemental formula

Terapi farmakologis

  • Terapi antibiotik rutin tidak direkomendasikan karena terbukti tidak efektif.Antibiotik diberikan hanya jika terdapat tanda-tanda infeksi, baik infeksiintestinal maupun ekstra-intestinal.
  • Jika dalam tinja didapatkan darah, segeradiberikan antibiotic yang sensitive untuk shigellosis.
  • Metronidazole oral(50mg/kg dalam 3 dosis terbagi) diberikan pada kondisi adanya trofozoit Entamoeba histolytica dalam sel darah, adanya trofozoit Giardia lamblia padatinja, atau jika tidak didapatkan perbaikan klinis pada pemberian duaantibiotic berbeda yang biasanya efektif untuk Shigella.
  • Jika dicurigai penyebab adalah infeksi lainnya, antibiotic disesuaikan dengan hasil biakantinja dan sensitivitas.
  • Obat anti diare (kaolin, pectin, difenoksilat) tidak perlu diberikan karenatidak satupun yang memberikan efek positif
  • Kortikosteroid Pada anak dengan colitis ulseratif, pemberian enema steroid pada tahapawal memberikan respon yang baik, dan pada beberapa anak mendapat kombinasi dengan steroid sistemik
  • Immunosupressif, seperti Azathioprine digunakan pada penyakit Chronapabila pengobatan konvensional tidak mungkin.
  • KolesteraminPenggunaan kolestiramin sangat bermanfaat pada diare kronik, terutamamalabsorbsi asam empedu serta pada infeksi usus karena bakteri(mengikat toksin).
  • OperasiIndikasi operasi adalah pada diare kronis pada kasus-kasus bedah sepertipenyakit Hirschprung, enterokolitis

Lima Metode Mengatasi Diare
Departemen Kesehatan menerapkan lima pilar penanganan diare pada anak, yaitu;

1. Berikan oralit
Oralit memiliki fungsi pencegahan dan pengobatan terhadap dehidrasi akibat diare. Oralit dapat dibuat dengan meracik 1 sendok makan gula dan seperempat sendok makan garam dalam 1 gelas belimbing berisi air putih atau setara dengan 200 ml air. Pemberian larutan oralit dilakukan setiap anak buang air besar. Seperempat sampai setengah gelas untuk anak kurang dari satu tahun. Setengah sampai satu gelas untuk anak satu hingga empat tahun. Satu sampai satu setengah gelas untuk usia lima tahun ke atas. Bila buang air besar kembali terjadi, berikan tambahan larutan oralit dengan dosis yang sama sesuai usia anak. Bila anak muntah, hentikan pemberian oralit sejenak dan lanjutkan setelah 10 menit kemudian dengan pemberian lebih sedikit, misalnya satu sendok setiap dua sampai tiga menit.

2. Zinc selama 10 hari berturut-turut
Zinc membantu mencegah berulangnya diare dan juga mengembalikan nafsu makan anak.

3. ASI dan makanan tetap diteruskan
Menu makan sehat harus tetap dijaga agar anak tetap sehat dan tidak kehilangan berat badan, karena mengganti nutrisi yang hilang akibat diare.

4. Antibiotik selektif
Pada kasus diare anak, pemberian antibiotik bukanlah terapi utama, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah diare yang dikeluhkan memerlukan pemberian antibiotik atau tidak.

>>Disarankan menggunakan Antibiotik Alami, silahkan lihat artikel tentang Antibiotik Alami<<

5. Nasehat
Penting diketahui adalah seandainya keluhan diare tidak membaik dalam tiga hari atau kondisi mulai memburuk, seperti muncul demam, buang air besar berdarah, sering muntah, makan dan minum sedikit, kondisi anak terlihat sangat haus, segera bawa ke dokter. Jangan dibiarkan! Karena kemungkinan anak anda perlu dilakukan perawatan untuk mencegah terjadinya penurunan kesadaran, atau bahkan kemungkinan terburuk adalah meninggal karena kekurangan cairan yang parah.

Dari kelima pilar pengobatan tersebut, langkah pertama mudah untuk dilakukan sendiri di rumah, tapi jangan lupa untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai keempat langkah sisanya dengan dokter terdekat bila si kecil mengalami diare.

Ramuan Alami Diare

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional diare 1 :

Daun jambu biji sebanyak 30 gram direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional diare 2 :

Daun urang-aring sebanyak 30 gram direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional diare 3 :

Kulit delima kering sebanyak 30 gram dan 10 gram daun teh direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian air rebusannya diminum selagi hangat.

Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional diare 4 :

Cuci bersih 2 jari kayu bungur, lalu tumbuk sampai halus. Seduh dengan ½ cangkir air, aduk sampai rata lalu saring.

Pemakaian : Minum sekaligus.

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional diare 5 :

Remas-remas daun cincau di dalam air masak, saring, lalu biarkan bberapa saat sampai membentuk agar-agar. Tambahkan santan kelapa dan pemanis dari gula kelapa.

Pemakaian : Makan sekaligus.

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional diare 6 :

Cuci bersih 2 genggam daun gude segar, lalu rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin, saring.

Pemakaian : Minum 3 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Ramuan Tanaman obat Herbal diare 7 :

Rebus 3 potong akar iler dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas.

Pemakaian : Minum pada pagi dan sore hari.

Ramuan Obat Herbal diare 8 :

Cuci bersih 5 lembar daun jambu biji serta 1 potong akar, kulit dan batangnya, rebus dengan 1,5 liter air sampai mendidih. Setelah dingin, saring.

Pemakaian : Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

Penggunaan  tanaman obat dengan dosis yang tepat tidak akan menimbulkan efek samping dan aman.

Berikut dosis yang direkomendasikan untuk anak:

Usia ==> Dosis

Bayi ==> 1/8 dosis dewasa
2­-5 tahun ==> 1/4 dosis dewasa
6­-9 tahun ==> 1/3 dosis dewasa
10-13 tahun ==> 1/2 dosis dewasa
14-16 tahun ==> 3/4 dosis dewasa

[Dari berbagai sumber]

Advertisements

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: