Leave a comment

Demam Pada Anak

Image

Seringkali orangtua cemas saat anak mengalami demam. Kecemasan itu menimbulkan tindakan yang berlebihan bukan hanya dilakukan orangtua tetapi juga oleh sebagian dokter. Padahal demam pada umumnya tidak berbahaya.

Apakah demam itu ?

Otak memiliki pusat pengatur suhu tubuh yaitu dibagian otak yang disebut dengan hipotalamus yang mangatur set point yaitu titik suhu tubuh yang diinginkan. Bila terjadi infeksi, maka hipotalamus akan meningkatkan set point suhu tubuh sebagai cara untuk melawan penyebab infeksi.

Beberapa penyebab demam diantaranya, infeksi bakteri, infeksi virus, obat-obatan, penyakit berkaitan dengan paparan panas, leukemia, penyakit hodgkin, juga pada kondisi pasca imunisasi dan saat anak tumbuh gigi.

Demam biasanya tidak mengindikasikan sesuatu yang serius. Demam  sebenarnya tak membahayakan dan bisa saja justru merupakan suatu pertanda yang baik-kondisi ini seringkali cara tubuh untuk melawan infeksi-dan tidak semua keadaan demam perlu diobati. Namun, demam tinggi bisa membuat anak tidak nyaman. Tetapi harus diwaspadai sebagai penyakit yang tidak ringan bila demam menimbulkan dehidrasi, kejang atau kesadaran menurun.

Demam pada umumnya disebabkan karena infeksi virus yang sebagian besar tidak memerlukan antibiotika dan tidak berbahaya kecuali disebabkan virus dengue penyebab Demam Berdarah. Seringkali terjadi overdiagnosis penyakit tifus padahal anak hanya mengalami infeksi virus biasa.

Seringkali tindakan panik dan tindakan berlebihan dilakukan oleh orangtua bahkan sebagian dokter saat menangani demam pada anak. Saat terjadi demam kadang orangtua masih khawatir dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Diobati sendiri, harus segera ke dokter atau harus segera cek darah. Dalam menyikapi tersebut, setiap orangtua dan setiap dokter berbeda. Ada yang meremehkan ada yang berlebihan. Sebagian orangtua, demam sedikit harus segera ke dokter.

Bahkan sebagian dokter juga kadang berlebihan, demam sebentar langsung diberi obat antibiotika dan langsung mengadviskan harus cek darah. Tidak semua keluhan demam harus diberikan obat antibiotika atau harus langsung cek laboratorium. Tindakan yang berlebihan seperti itu justru sering merugikan anak dibanding efek demam itu sendiri.

Demam lebih dari 72 jam tidak harus selalu periksa laboratorium darah karena tidak selalu disebabkan karena demam berdarah atau tifus. Sebaiknya, pemeriksaan laboratorium harus berdasarkan advis dokter. Bukan berdasarkan permintaan sendiri atau berdasarkan advis petugas laboratorium. Perlu tidaknya cek darah atau jenis pemeriksaan laboratorium harus sesuai dengan manifestasi klinis pada anak agar tidak berlebihan. Kalau ragu-ragu sebaiknya menghubungi dokter anak bisa konsultasi langsung atau pertelepon, apakah perlu cek darah atau tidak.

Untuk minta advis jenis pemeriksaannya. Seringkali terjadi dokter hanya mengadviskan cek darah lengkap, tetapi atas advis perugas laboratorium atau keinginan sendiri menambah jenis pemeriksaan yang tidak perlu. Tetapi sebaliknya, orang tua juga jangan terlalu meremehkan bila demam disebabkan karena penyakit berbahaya disertai gangguan yang mengancam jiwa atau membuat penyakitnya lebih berat bila terlambat penanganannya. Hal penting lain adalah pengukuran suhu saat anak demam. Untuk bayi, ukur suhu dubur karena paling mendekati suhu tubuh yang sebenarnya. Untuk anak besar, ukur suhu di daerah mulut atau telinga. Suhu di ketiak sekitar 0,5 sampai 0,8 derajat lebih rendah dari suhu rectal. Jangan “menebak” suhu tubuh berdasarkan perabaan tangan tanpa menggunakan termometer.

Cara mengukur suhu badan anak:

-Untuk bayi, ukur suhu dubur karena paling mendekati suhu tubuh yang sebenarnya.

-Untuk anak besar, ukur suhu di daerah mulut atau ketiak.

-Suhu di ketiak sekitar 0,5 sampai 0,8 derajat lebih rendah dari suhu rectal.

-Pengukuran selama minimal 1 menit

-Jangan “menebak” suhu tubuh berdasarkan perabaan tangan (tanpa menggunakan termometer)

Situasi dimana demam terjadi adalah ketika suhu tubuh berada diatas suhu normal yang berkisar antara 36°C – 37°C. Dengan demikian tingkatkan kewaspadaan bila demam anak terjadi pada suhu >37,5°C. Kondisi yang dapat menyertai demam sebagai bentuk respon fisik antara lain seperti: dehidrasi, meningkatkan kerja jantung serta suhu tubuh, hormonal injury, peningkatan konsumsi oksigen dan produksi karbondioksida serta dapat memicu bangkitan kejang.

Terkait dengan kejang sebagai hasil bangkitan dari demam, maja pelu dipahami kenaikan suhu tubuhyang cepat akibat demam tinggi yang menjadi pemicu utamanya. Kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai kejang demam sederhana, dengan kriteria: lama kejang <5 menit, setelah kejang kemudian kembali normal, bersifat umum dalam kurun waktu 1×24 jam, dan pada rentang usia 6 bulan hingga 6 tahun.

Berikut beberapa fakta dan tips mengatasi demam pada anak:

·  Seberapa sering anak menderita demam?

Dari seluruh kasus demam, infeksi adalah hal yang paling umum menyebabkannya. Secara mengejutkan, demam dapat  sering terjadi pada anak-anak.

·  Seberapa lama demam pada anak umumnya terjadi?

Demam dapat terjadi dalam kurun waktu yang bervariasi, mulai dari sehari hingga 3 hari.

·  Seberapa sering Anda perlu mengecek suhu badan anak?

Tergantung situasi, sebaiknya tanyakan hal ini pada dokter anak. Kendati pada umumnya, orangtua tak perlu mengukur suhu badan terlalu sering.

·  Termometer apa yang terbaik bagi anak?

Termometer digital adalah yang terbaik. Selain dapat membaca secara akurat, termometer digital dapat digunakan untuk mengukur suhu secara bervariasi. Bisa secara oral, rektal juga di ketiak. Pada anak yang masih kecil, pengukuran secara rektal dikatakan lebih akurat dibanding yang lain. Pada anak usia 4 hingga 5 tahun, bisa diukur melalui oral. Dan, pengukuran suhu badan di ketiak lebih reliabel walaupun ini merupakan cara mendapat suhu badan yang paling mudah. Ingat-ingat untuk menambahkan hitungan pengukuran suhu badan lewat ketiak.  Ini akan lebih mendekati suhu badan yang sebenarnya sebagaimana yang dimiliki anak.

Mencari penyebab demam pada anak

Dalam keadaan demam sebenarnya yang lebih penting adalah mencari penyebabnya. Orangtua tidak perlu kawatir bila penyebabnya adalah infeksi virus biasa. Harus diwaspadai bila demam tersebut disebabkan penyakit berbahaya seperti DBD, meningitis atau infeksi otak. Bila dicurigai infeksi bakteri seperti tifus atau infeksi saluran kencing harus konsultasi ke dokter. Penting untuk diketahui, seringkali terjadi overdiagnosis penyakit tifus karena pemeriksaan laboratorium tifus sangat sensitif dan menyesatkan bila tidak cermat mengamati tanda dan gejala penyakitnya.

 

1.  Penyebab paling sering, infeksi virus.

Meski kadang sedikit lesu tetapi, bila anak masih aktif dan mau bermain di lantai biasanay disebabkan karena infeksi ringan seperti infeksi virus. Infeksi virus ditandai dengan pilek dan atau batuk, atau diare tanpa darah. Sebagian infeksi virus tanpa gejala batuk, pilek atau gangguan lain. Ciri khas infeksi virus demam biasanya akan tinggi dalam 1-2 hari pertama, saat hari ke 3-5 turun atau kadang hari ke 4-5 naik lagi tetapi tidak setinggi hari ke 1-2. Biasanya hari ke 6-7 akan membaik sendiri. Dalam keadaan seperti ini tidak perlu antibiotika dan tidak perlu cek darah.

2. Demam berdarah dengue.

Infeksi virus yang paling harus diwaspadai adalah DBD dengan tampilan khas demam biasanya akan tinggi dalam 1-2 hari pertama, saat hari ke 3-5 turun atau kadang hari ke 4-5 naik lagi tetapi tidak setinggi hari ke 1-2. Tetapi saat hari ke 3-5 anak sangat lemas tidak mau main turun ke bawah sepanjang hari anak tidur dan hanya mau digendong berebah di sandaran. Dalam keadaan seperti ini dianjurkan untuk periksa darah lengkap, atau IgG IgM Dengue. Tetapi tidak perlu cek widal atau IgG Tiphus. Juga tidak perlu cek CRP, SGOT, SGPT. Pemeriksaan untuk penyakit tifus sering sangat sensitif, dimana saat terkena infeksi virus hasil pemerikaan widal atau IgG Tiphus meningkat padahal tidak menderita penyakit tifus. Hal ini yang menunjukkan bahwa penderita demam berdarah juga didiagnosis sakit tifus. Sebenarnya yang terjadi hasil laboratorium tifus sering menyesatkan karena menimbulkan tanda positif palsu. Hal ini sering terjadi terutama pada penderita alergi dan hipersensitif saluran cerna

3. Radang selaput otak atau infeksi otak (Meningitis atau ensefalitis).

Infeksi virus yang berbahaya lainnya adalah meningitis dan ensefalitis. Penyakit ini hars dicurigai bila demam disertai kejang berulang dan lama atau disertai kesadaran menurun.

4. Infeksi bakteri.

Penyebab infeksi yang jarang adalah infeksi bakteri. Ciri khasnya adalah saat hari 1-2 tidak terlalu tinggi, tetapi hari ke 3-5 semakin tinggi. Infeksi bakteri yang harus dicurigai adalah infeksi saluran kencing, tifus, bronkitis, pnemonia atau infeksi bakteri lainnya. Dalam keadaan seperti ini, sebaiknya harus dikonsultasikan ke dokter.

5. Penyebab jarang.

Penyebab lain sangat jarang seperti reaksi auto immun, keganasan dan sejenisnya. Hal ini terjadi bila demam lebih dari 5-7 tidak diketahui sebabnya.

6. Demam tinggi bukan disebabkan karena tumbuh gigi.

Hal sering mengecoh klinisi terutama pada penderita alergi atau hipersenitif saluran cerna. Dalam keadaan demam mereka mengalami gangguan pencernaan dan gangguan di sekitar mulut seperti gusi bengkak, bibir kering, lidah putih, lidah berpulau (geographic tongue), bibir kering dan berdarah. Pada keadaan gusi bengkak sering dianggap gigi tumbuh, Bila dicermati bengkak gusi terjadi pada sebagaian besar gusi, tidak hanya pada lokal satu gigi.

Kapan Demam Dikatakan Sakit?

Kecuali bila mengalami kenaikan suhu tubuh yang sangat tinggi secara terus menerus, misalnya hingga mencapai di atas 41°C. Bisa dikatakan, demam mengindikasikan penyakit tertentu.

Coba perhatikan beberapa kondisi berikut:

•   Apakah Bayi dan Anak masih dapat bermain

•   Apakah Bayi dan Anak masih dapat makan dan minum dengan baik

•   Apakah Bayi dan Anak merespon terhadap rangsangan dari luar

•   Apakah warna kulitnya normal

•   Apakah terlihat perbaikan ketika suhu tubuhnya turun

Jika kebanyakan respon yang dilihat negatif, anak dapat dikatakan sedang mengalami suatu gejala penyakit.


Beberapa hal yang harus dihindari:

–    Kompres es

Karena hal tersebut dapat menurunkan suhu kulit, dan menyebabkan anak menggigil.

–    Kompres alkohol

Karena uap alkohol  yang terhirup oleh bayi dan anak dapat mengakibatkan  gangguan pernafasan.

–   Mandi dengan air dingin

Juga dapat membuat anak menggigil sehingga membuang banyak energi.

Keluhan Lanjutan Demam Anak

Didalam kondisi demam, maka keluhan organ juga dapat terjadi, dan ini yang perlu dikatahui oleh para orang tua khususnya tidak melihat masalah demam hanya sebagai faktor yang umum, karena kemungkinan dampak dari demam pada sistem organ terkait seperti:

  • Sistem Pernafasan: batuk, pilek, nyeri tenggorokan, susah nafas dan nyeri dada.
  • Sistem Pencernaan: mual, muntah, diare, sakit perut, tidak mau makan.
  • Sistem Syaraf: sakit kepala, kejang, kesadaran menurun, kaku.
  • Sistem Kemih: nyeri pinggang, kemih berdarah dan gangguan buang air kecil.
  • Sistem Sirkulasi: nyeri dada, sembab, bengkak sendi, kebiruan.
  • Sistem Darah: pucat, perdarahan hidung/ gusi dan kebiruan dibawah kulit.
  • Sistem Muskuloskeletal: nyeri dan bengkak pada otot, tulang dan sendi.

Untuk itu, maka pemeriksaan ke Institusi layanan kesehatan dan Dokter menjadi penting agar dapat melakukandiagnosa penyebab primer dengan dilakukan pemeriksaan atas fisik anak serta pemeriksaan penunjang lain seperti data hasil laboratorium.

Kapan harus membawa anak ke dokter?

–    Bila bayi berusia kurang dari 3 bulan dengan suhu di atas 38,3°C, suhu bayi di atas 38,3°C untuk anak usia di atas 3 bulan dan demam anak menjadi  tinggi (> 41°C)
–    Kalau demam lebih dari 48 jam-72 jam tanpa batuk pilek, sehingga Anda perlu mencari penyebabnya. Misalnya, menyingkirkan kemungkinan ISK (Infeksi Saluran Kemih).
–    Tidak mau minum sama sekali, anak hanya mau minum kurang dari biasanya dan mengalami dehidrasi. Mata anak tampak cekung. Bila ubun-ubun belum menutup, Anda dapat melihat bahwa ubun-ubun juga cekung. Anda juga dapat melakukan tes kulit sederhana. Cubit kulit anak, bila mengeriput dan cukup lama ke posisi awal, maka dapat dikatakan anak Anda mengalami dehidrasi.
–    Rewel berlebihan atau menangis terus menerus disertai jeritan.
–    Saat hari ke 3-5 demam anak sangat lemas atau tidur terus menerus sepanjang hari.
–    Kejang, kuduk leher kaku dan sesak napas.
–    Lemas, kencing berkurang atau gelisah, bila muntah berlebih dengan frekuensi lebih dari 5-7 kali dan diare banyak lebih dari 5-7 kali cair.

– Demam disertai muntah atau diare yang mengancam dehidrasi

– Mulut terlihat mulai menjadi kering

– Selama pemantauan dterjadi demam selama 2 hari

– Bayi yang gelisah dan anak yang rewel .

– Bayi selalu menangis, tidak bisa ditenangkan

– Bayi dan anak kehilangan nafsu makan

– Bayi dan anak mulai pucat

– Bayi dan anak mulai lemas

– Bayi dan anak mengalami kejang

– Anak mengeluh sakit kepala yang berat

– Muncul pada bayi dan anak kemerahan pada kulit

– Adanya bengkak atau sakit pada persendian

– Keluhan sakit pada tenggorokan

– Keluhan sakit pada daerah perut

– Adanya  penonjolan pada daerah lunak di kepala bayi

-Terjadi pengurangan respon bayi terhadap rangsangan

– Terjadi pengurangan respon bayi terhadap rangsangan

– Timbul kesulitan bernafas

– Timbul nafas berbunyi

 

Penyakit dengan Demam

Demam diartikan sebagai situasi indikasi dari kondisi kesehatan anak, dimana penyakit yang mungkin timbul dengan demam yang menyertai dapat diidentifikasi dari berbagai macam penyakit dengan keterangan sebagai berikut:

  • Sistem Saluran Pernafasan: sinusitis, influenza, faringitis akut, bronkitis, pneumonia.
  • Sistem Urinaria: Infeksi Saluran Kemih, dll
  • Infeksi Sistemis: DBD, rubella, varicela, sepsis
  • Sistem Pencernaan: inflamasi usus, dehidrasi, hepatitis virus, esofagitis

Dengan berbagai penyakit tersebut, maka memang menjadi sebuah hal penting untuk diketahui adalah penyebab utama dari timbulnya demam, sehingga dapat dilakukan upaya mengatasi penyakit secara efektif dan memberikan dampak kesembuhan yang terbaik bagi sang anak.

 

Tips Menghadapi Anak Kejang Karena Demam

Demam tidak selalu menyebabkan kejang pada anak.  Jika saat demam anak mengalami kejang, maka ketika demam berikutnya harus segera diturunkan agar tidak terjadi kejang. Jika anak demam kemudian kejang, ada hal sederhana yang dapat dilakukan orangtua:

a.      Longgarkan pakaian anak.
b.      Posisikan anak dalam keadaan miring.
c.       Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau di hidung.
d.      Jangan memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
e.      Dampingi anak selama kejang.
f.        Bawa ke pusat perawatan jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit. Kejang yang berlangsung lama (> 15 menit) sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kerusakan otak.

 

Obat dan Penanganan Demam

–    Demam merupakan gejala, bukan penyakit.

Cari penyebabnya bukan terburu-buru memberikan obat demam.

–    Kompres. Kompres dengan air hangat.

Hindari kompres dengan air dingin atau alkohol. Kompres alkohol berbahaya karena uap yang ditimbulkannya terhitup anak dapat berdampak buruk

–   Tak perlu khawatir bila anak sulit makan atau minum.

Tak perlu kawatir bila anak tidak mau makan sama sekali, selama anak masih mau minum air teh manis atau susu 50-60 persen dari jumlah biasa atau sekitar 400-500 cc dalam sehari. Tidak juga perlu kawatir bila anak masih aktif dan bermain seperti biasa. Karena pada umumnya terutama anak dengan hipersensitif saluran cerna atau anak dengan picky eaters akan mengalami sulit makan saat demam. Biasanya tidak akan berlangsung lama, anak tersebut mengalaminya dalam 3-5 hari. Orang tua harus khawatir bila anak tampak lemas berlebihan seharian tidur terus dan anak gelisah sepanjang hari.

    Parasetamol/Asetamino.

Parasetamol dianggap cukup aman dibandingkan dengan obat penurun demam golongan lain, karena efek samping ke saluran pencernaan minimal. Dapat diberikan secara oral maupun rektal. Namun bila digunakan melebihi dosis yang dianjurkan dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan hati. Selalu baca petunjuk penggunaan pada kemasan, atau ikuti petunjuk dokter spesialis anak Anda.

    Ibuprofen.

Selain menurunkan demam dan meredakan nyeri, ibuprofen memiliki manfaat antiinflamasi (anti radang) rendah. Efek sampingnya berupa mual, perut kembung dan yang paling parah pendarahan di lambung.

–    Naproxen.

Sering juga dikenal sebagai Naproxen sodium. Obat ini dikategorikan sebagai antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Bekerja dengan cara menurunkan hormon penyebab pembengkakkan dan rasa nyeri pada tubuh.Umumnya digunakan untuk meredakan gejala arthritis seperti peradangan, bengkak kaku dan nyeri sendi. Hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Karena penggunaan naproxen dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung, tidak disarankan untuk anak dengan riwayat penyakit jantung. Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak, sebelum obat ini diberikan.

–    Aspirin.

Dikenal juga dengan nama asam asetilsalisilat yang memiliki fungsi untuk menurunkan demam, meredakan nyeri dan antiinflamasi. Aspirin sama seperti ibuprofen, dapat menyebabkan mual dan pendarahan lambung. Karenanya, selalu konsumsi aspirin sesudah makan. Aspirin juga tidak dianjurkan untuk anak-anak bila demam disebabkan oleh infeksi virus, karena dapat menyebabkan Sindrom Reye (gangguan hati yang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran).

 

 

Langkah-langkah alami untuk mengatasi demam karena flu dan batuk :

1. Humidifier
Humidifier merupakan alat yang biasa dipakai untuk menyemburkan uap. Alat ini bisa dibeli di toko seperti Acehardware atau toko yang menjual barang impor.

Humidifier ini fungsinya mirip seperti Anda menaruh ember atau baskom yang berisi air panas di dalam kamar. Dengan uap yang keluar dari alat tersebut, bisa melegakan hidung anak yang tersumbat. Hanya saja saat menggunakannya, Anda perlu berhati-hati. Jangan taruh terlalu dekat pada anak dan tidak perlu menyalakannya seharian.

2. Obat Tetes Hidung
Saat pilek, bayi bisa merasa sangat tidak nyaman karena hidungnya tersumbat. Cara lain untuk melegakan pernapasannya adalah dengan menggunakan obat tetes hidung. Obat ini hanya berisi NaCL (garam murni) sehingga tidak ada efek samping apapun pada bayi. Cukup teteskan 2-3 obat tersebut ke lubang hidung bayi. Memang awalnya bayi bisa menangis saat akan diberi obat tersebut, namun hasilnya cukup efektif.

3. Taruh Bantal Lebih
Pernahkah saat Anda pilek atau batuk, Anda tidur dengan alas dua bantal dan merasa lebih baik? Jika pernah, hal serupa bisa Anda lakukan pada si kecil. Hanya saja pastikan dua bantal tersebut tidak menutupi wajah bayi. Gunakan bantal yang memang nyaman untuk mereka.

4. Sinar Matahari
Sinar matahari tidak hanya efektif untuk menyembuhkan bayi yang kuning. Ketika bayi sakit pilek atau batuk, sinar matahari juga bisa jadi cara untuk mengatasinya.

Caranya, ajak bayi untuk berjemur di bawah pukul 10.00 WIB. Setelah waktu tersebut, sinar matahari tidak lagi bagus untuk kulit.

Saat berjemur, bagian yang sebaiknya pertama kali terkena paparan sinar matahari adalah dadanya, lalu punggungnya. Ketika sampai bagian punggung, jangan lupa untuk mengusap-usapnya. Lakukan selama 5-10 menit. Anda tidak perlu sampai menelanjangi bayi ketika melakukannya.

5. Berendam Air Hangat Bersama Anak
Jika suhu badan si kecil mulai tinggi, Anda bisa mengajaknya berendam bersama di air hangat. Berendam kurang lebih 10 menit akan membuat suhu tubuhnya mendingin. Tapi ingat, jangan terlalu lama. Saat selesai, segera keringkan tubuhnya dan usapkan minyak kayu putih atau minyak telon yang hangat, terakhir pakaikan busana yang nyaman. Hal ini mencegah si kecil terserang flu yang lebih berat.

 

 

Obat Alami Penurun Demam Anak

1. Madu

Di dalam madu terdapat banyak zat bermanfaat yang dapat membantu tubuh untuk meningkatkan sistem imun. Berikan madu yang dicampur air matang sebagai minuman harian selama demam.

2. Kaca piring (Gardenia jasminoides)

Daunnya dapat digunakan untuk kompres saat demam.

3. Asam jawa

Digunakan untuk membalur tubuh saat demam. Cara penggunaannya, asam jawa dimasukkan ke dalam sedikit air hingga larut, lalu dibalurkan ke seluruh tubuh. Jika kepala terasa panas, bisa digunakan untuk kompres. Baluran asam jawa ini bisa digunakan selama tubuh masih terasa panas.

4. Pegagan (Centella asiatica)

Pegagan merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di ladang, pematang sawah, dan taman. Tanaman ini biasanya berkembang baik dalam suhu dingin. Berdasarkan penelitian Prof Dr Ir Latifah K Darusman, MS, Kepala Pusat Studi Biofarmaka IPB, pegagan bermanfaat untuk kesehatan, di antaranya menyembuhkan penyakit campak, hepatitis, demam, radang amandel, dan banyak lagi. Saat ini pegagan sudah banyak diproduksi menjadi teh celup. Jadi tak perlu repot-repot lagi untuk membuatnya secara tradisional.
5. Akar alang-alang (Imperata cylindrica)

Akar alang-alang mengandung manitol, glukosa, sakharosa, malic, simiarenol, asam kersik, serta kandungan lainnya mempunyai sifat antipiretik (menurunkan panas), diuretik, hermostatik, dan menghilangkan haus.  Sifat diuretik yang mengeluarkan cairan tubuh tak berguna ini bermanfaat mengontrol tekanan darah yang cenderung tinggi. Cara membuatnya, akar alang-alang segar sebanyak 30 gram direbus dengan dua gelas air hingga mendidih, sisanya satu gelas air diminum dengan madu.

6. Jus buah-buahan

Kadang demam berawal dari kesulitan anak saat buang air besar. Karena itu usahakan anak untuk dapat buang air besar, setidaknya sehari sekali. Namun bila anak mengalami konstipasi atau sulit buang air besar, berikan jus campuran papaya, melon dan madu sebanyak 3 kali sehari.

7. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis)

Selain daun kembang sepatu, Anda juga dapat memanfaatkan daun kapuk atau daun sirih. Kembang sepatu mengandung flavonoida, saponin dan polifenol. Daun kapuk mengandung flavonoida, saponin dan tanin. Daun sirih mengandung flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri.

Caranya: Cuci bersih daunnya, keringkan dengan lap bersih, panaskan sebentar di atas api agar lemas. Remas-remas sehingga lemas, olesi dengan minyak kelapa, kompreskan pada perut dan kepala.

8. Lempuyang Emprit (Zingiber amaricans)
Memiliki kandungan senyawa minyak atsiri, yaitu sekuiterpenketon yang bermanfaat untuk menurunkan panas. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya putih kekuningan dan rasanya pahit.
Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi lempuyang emprit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sendok makan (sdm) madu bunga kapuk, aduk rata. Berikan 3 kali sehari.
9. Kunyit (Curcuma longa)
Memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan). Selain sebagai penurun panas, campuran ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya oranye.
Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi kunyit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Tambahkan dengan perasan 1/2 buah jeruk nipis. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian campuran madu dan kunyit ini, kemudian berikan 3 kali sehari.
10. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.)
Penampilan temulawak menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu putih berwarna putih dengan tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda.
Temulawak memiliki zat aktif germacrene, xanthorrhizol, alpha betha curcumena, dan lain-lain. Manfaatnya sebagai antiinflamasi (antiperandangan), antibiotik, serta meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Temulawak sejak dahulu banyak digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung dan pegal-pegal.

Caranya : Cuci bersih 10 gram rimpang temulawak. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 campuran madu dan temulawak, kemudian berikan 3 kali sehari.
11. Bawang merah (Allium cepa L.)
Bawang merah sering digunakan sebagai bumbu dapur. Memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.
Caranya: Kupas 5 butir bawang merah. Parut kasar dan tambahkan dengan minyak kelapa secukupnya, lalu balurkan ke ubun-ubun dan seluruh tubuh.

12. Jeruk Nipis

Ambil saja 1 buah jeruk nipis kemudian iris menjadi potongan kecil-kecil. Campurkan irisan jeruk nipis tersebut dengan irisan bawang merah, sedikit garam dan beberapa tetes minyak kayu putih. Aduk dan remas-remaslah jadi satu lalu gosokkan secara merata keseluruh badan balita tersebut. Setelah itu selimutilah dengan kain tipis. Dalam beberapa saat badannya akan berkeringat sehingga insya Allah demamnyapun akan lenyap.

 

 

Penggunaan  tanaman obat dengan dosis yang tepat tidak akan menimbulkan efek samping dan aman.

Berikut dosis yang direkomendasikan untuk anak:

Usia ==> Dosis

Bayi ==> 1/8 dosis dewasa
2­-5 tahun ==> 1/4 dosis dewasa
6­-9 tahun ==> 1/3 dosis dewasa
10-13 tahun ==> 1/2 dosis dewasa
14-16 tahun ==> 3/4 dosis dewasa

[Dari berbagai sumber]

Advertisements

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: