1 Comment

Tiroid

Image

Kelenjar tiroid, yang terletak di leher bagian depan, menghasilkan kumpulan hormon penting yang disebut hormon tiroid.Saat mengalami masalah, kelenjar tiroid bisa membesar dan menyebabkan kesulitan menelan.Ada beberapa penyakit yang menyerang tiroid, yang utama adalah hipertiroidisme, hipotiroidisme, Penyakit Graves, Penyakit Hashimoto, peradangan, atau kanker tiroid.1. Hipertiroidisme (Hyperthyroidism)

Ketika seseorang mengalami hipertiroidisme, kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon. Gejala hipertiroidisme bisa memicu masalah kecemasan.

Gejala-gejala kecemasan ini meliputi kegugupan, keringat berlebih, tangan gemetar, dan denyut jantung tidak teratur.

Penderita pria mungkin mengalami disfungsi ereksi, sedangkan wanita berpontesi mengalami gangguan siklus menstruasi.

Gejala umum lainnya termasuk penurunan berat badan yang tak dapat dijelaskan dan diare. Hipertiroidisme paling sering mempengaruhi wanita berusia antara 20 hingga 40 tahun.

2. Hipotiroidisme (Hypothyroidism)

Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid yang cukup.

Sebagian besar gejala hipotiroidisme merupakan kebalikan dari gejala hipertiroidisme, meskipun tidak selalu demikian.

Misalnya, seseorang dengan hipotiroidisme menemukan detak jantungnya melambat, alih-alih meningkat.

Pasien mungkin juga merasa sangat lesu, kedinginan, mengalami peningkatan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, dan sembelit.

Pasien pria mungkin mengalami disfungsi ereksi, dan wanita mengalami gangguan pada siklus menstruasi.

3. Penyakit Graves

Penyakit Graves terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid. Penyakit Graves lebih sering terjadi pada wanita antara usia 20 hingga 40 tahun.

Beberapa gejala penyakit Graves mirip dengan hipertiroidisme seperti kecemasan dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

Penyakit Graves sering disebut pula sebagai gondok karena kelenjar tiroid membesar dan berpotensi menimbulkan kesulitan bernapas.

Gejala lain penyakit Graves meliputi mata bengkak atau gatal, keringat berlebihan, sensitivitas panas, dan kelemahan otot.

4. Penyakit Hashimoto

Hashimoto merupakan penyakit dimana sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid, seperti penyakit Graves.

Perbedaannya, pada penyakit Hashimoto produksi hormon tiroid menjadi turun, bukan meningkat.

Beberapa gejala penyakit Hashimoto meliputi intoleransi terhadap cuaca dingin, gondok, kesulitan menelan, penambahan berat badan, dan kelelahan.

Tanda-tanda lain akan termasuk sembelit, rambut beruban, ketidakteraturan menstruasi pada wanita, dan kesulitan berkonsentrasi.

5. Penyakit Tiroid Lain

Sekitar 5 persen wanita mengalami bengkak kelenjar tiroid selama beberapa bulan setelah melahirkan.

Kebanyakan wanita pada awalnya mengalami gejala seperti hipertiroidisme, dan kemudian berubah mengalami gejala mirip hipotiroidisme.

Penyakit tiroid lain adalah kanker tiroid. Karena gejala kanker tiroid umumnya hanya berupa pembengkakan tiroid yang tidak spesifik, penting memeriksakan kelenjar tiroid secara teratur untuk mendeteksi adanya gangguan atau ketidaknormalan.

FUNGSI DAN GANGGUAN TIROID

Tiroid merupakan kelenjar kecil dengan fungsi dan peran besar yang mengatur metabolisme tubuh.

Berat kelenjar tiroid hanya beberapa gram, terletak di leher bagian depan dan memiliki bentuk seperti “kupu-kupu”.

Dua “sayap kupu-kupu” (lobus) dihubungkan oleh jaringan yang dikenal sebagai isthmus (tanah genting). Kelenjar tiroid memengaruhi setiap jaringan dalam tubuh yang memerlukan peningkatan aktivitas sel.

Perubahan berat badan (naik atau turun), perubahan detak jantung, kepekaan terhadap panas dan dingin, koordinasi motorik dan bahkan kesuburan dapat terpengaruh ketika tiroid tidak berfungsi dengan baik.

T3 & T4

Tiroid bertanggung jawab untuk produksi dua macam hormon yaitu tri-iodothyronine (T3) dan tiroksin (T4). Kedua hormon ini disekresikan ke dalam tubuh oleh tiroid melalui konversi yodium.

Setelah T3 dan T4 dilepaskan ke dalam aliran darah, keduanya dikirim ke sel-sel yang bertanggung jawab untuk mengendalikan metabolisme tubuh.

Sebuah kelenjar tiroid yang berfungsi normal akan menghasilkan 80 persen T4 dan 20 persen T3.

TSH & Hormon Tiroid

Kadang-kadang, tingkat hormon tiroid akan turun terlalu rendah. Ketika ini terjadi, kelenjar pituitari (kelenjar kecil di dasar otak) melepaskan apa yang dikenal sebagai TSH (Thyroid Stimulating Hormone) untuk mendorong tiroid memproduksi dan mengeluarkan lebih banyak hormon.

Setelah tiroid memproduksi lebih banyak hormon, kelenjar pituitari akan menghentikan produksi TSH. Kelenjar pituitari dan tiroid selalu bekerja bersama-sama untuk menjaga kondisi hormon selalu seimbang.

Namun, jika seseorang memiliki gangguan tiroid dimana hormon diproduksi terlalu banyak atau sedikit, pelepasan TSH akan mengiritasi kelenjar tiroid dan menyebabkan “gondok” (tiroid membesar).

Hipertiroidisme (Hyperthyroidism)

Hipertiroidisme terjadi ketika hormon tiroid terlalu banyak dilepaskan ke dalam tubuh, sehingga mengakibatkan metabolisme tubuh yang terlalu cepat.

Sementara hipertiroidisme memiliki banyak penyebab, gejala-gejala yang menyertainya pada dasarnya sama.

Gejala tersebut diantaranya suhu tubuh yang lebih tinggi dari normal dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya, atau dalam beberapa kasus terjadi kenaikan berat badan akibat nafsu makan yang meningkat.

Kelelahan fisik juga umum pada pasien dengan hipertiroidisme yang disertai kesulitan tidur atau gangguan dalam siklus tidur.

Selain itu, tremor motorik juga terjadi yang disertai kelelahan otot dan jantung berdebar-debar. Beberapa pasien melaporkan perubahan suasana hati dan lekas marah.

Kehadiran gondok amat khas, namun karena gejala-gejala tersebut terjadi secara bertahap, hipertiroidisme sering sulit didiagnosa sejak awal.

Hipotiroidisme (Hypothyroidism)

Hipotiroidisme adalah kondisi dimana kelenjar tiroid menghasilkan T3 dan T4 kurang dari yang dibutuhkan tubuh.

Seperti hipertiroidisme, hipotiroidisme seringkali sulit untuk didiagnosa pada stadium awal.

Gejala hipotiroidisme ditandai dengan metabolisme yang melambat, penambahan berat badan, ketidakmampuan untuk menurunkan berat badan, rambut rontok, intoleransi dingin, nyeri sendi dan otot, kelemahan, kehilangan memori, kulit kering atau pucat, penurunan gairah seksual, dan terlalu banyak tidur.

Dalam kasus tertentu, pasien dengan hipotiroidisme melaporkan tertidur saat berhenti di lampu lalu lintas atau saat sedang duduk di meja kerja.

Penyakit Hashimoto, bentuk paling umum dari hipotiroidisme, memiliki sebab auto-imun yaitu ketika tiroid diserang oleh sistem kekebalan tubuh.

Kondisi Lain Tiroid

Produksi hormon juga bisa terhambat oleh kondisi lain yang memengaruhi kelenjar tiroid, termasuk nodul tiroid, tiroiditis, dan kanker tiroid. Kondisi ini bisa mengakibatkan hormon tiroid diproduksi dibawah atau diatas level normal.

Perawatan dan Pengobatan Penyakit Tiroid

Hipertiroidisme dan hipotiroidisme tidak mengancam jiwa jika dirawat secara tepat. Dalam kebanyakan kasus, hipotiroidisme berhasil diobati dengan obat hormon pengganti, seperti Synthroid.

Hipertiroidisme sedikit lebih sulit diobati dan memerlukan penggunaan obat oral yang menghambat produksi tiroid.

Selain itu, beta blocker digunakan untuk mengurangi gejala seperti detak jantung meningkat dan keringat berlebihan.

Jika gejala yang timbul parah atau timbul kembali setelah perawatan, dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan yodium radioaktif.

Namun, dalam beberapa kasus, zat radioaktif justru membunuh semua sel tiroid sehingga menyebabkan pasien mengalami hipotiroidisme.

Itu sebab, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai efek jangka panjang dari pengobatan yodium radioaktif.

YODIUM

Yodium pertama ditemukan pada rumput laut pada tahun 1811 oleh B. Courtois, dan berhasil diisolasi pada tahun 1819 oleh Fyfe.

Pada tahun 1896, E. Baumann menemukan bahwa kelenjar tiroid sangat kaya yodium bila dibandingkan dengan jaringan tubuh yang lain.

Yodium merupakan salah satu mineral paling awal yang diketahui penting untuk menjaga kesehatan.

Yodium menjadi penanda kelenjar tiroid yang sehat, yang berperan dalam membunuh kuman berbahaya dan membentuk hormon tiroksin serta hormon triodothyronine.

Yodium adalah mineral berwarna hitam keabu-abuan, dan mengeluarkan asap korosif warna ungu saat dipanaskan.

Dosis Yodium

Dosis harian yodium yang disarankan adalah 80 mcg untuk anak-anak dan 150 mcg untuk orang dewasa.

Dosis ini akan lebih tinggi pada wanita hamil dan menyusui. Namun hati-hati, kelebihan yodium bisa menyebabkan hidung menjadi lembab.

Sumber Yodium

Yodium bisa ditemukan dalam air, makanan, dan garam. Namun yodium sangat jarang ditemukan di pegunungan dan dataran tinggi. Air laut umumnya mengandung 0,2 mg yodium per liter.

Rumput laut dan kerang sangat kaya yodium. Sumber terbaik lain yodium adalah ikan laut, garam beryodium, dan sayuran hijau seperti bayam.

Sumber lain yodium termasuk susu, daging, dan sereal. Sekitar 90% dari asupan yodium diperoleh dari makanan yang dikonsumsi, dan sisanya dari air.

Garam biasa yang diperkaya dengan natrium atau kalium iodat tersedia bebas di pasaran dan dilabeli sebagai garam beryodium.

Fungsi Yodium

Metabolisme yodium dikendalikan oleh tiroid. Yodium sangat penting bagi tubuh.

Jumlah total yodium dalam tubuh adalah 25 mg, dan setengah dari jumlah itu berada dalam tiroid sebagai thyroglobulin, sebuah kompleks protein dan yodium.

Yodium juga hadir dalam darah dalam bentuk yodium anorganik dengan konsentrasi bervariasi antara 0,5-1,0 mcg per 100 ml.

Tiroksin, hormon yang dihasilkan tiroid, berfungsi mengontrol metabolisme dasar dan konsumsi oksigen jaringan tubuh.

Yodium juga mengatur pemanfaatan gula, tingkat produksi energi, dan berfungsi mengontrol pertumbuhan tubuh yang optimal.

Yodium bisa mengurangi ketegangan, menenangkan pikiran, dan menjaga kulit, rambut, gigi, dan kuku agar tetap sehat.

Yodium membantu dalam sintesis kimia kolesterol. Kelebihan lemak dalam tubuh juga akan dibakar oleh yodium.

Kekurangan Yodium

Bila jumlah hormon tiroid dalam serum menurun, kelenjar pituitari akan melepaskan thyroid-stimulating hormone (TSH) yang merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi lebih banyak tiroksin

Hal ini menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid yang dikenal sebagai struma sederhana, yang disertai pembengkakan kaki atau jari kaki, pembesaran kelenjar, lapar yang berlebihan, sakit neuralgis di jantung, dll.

Tanda kekurangan yodium yang lain akan meliputi refleks melambat, tuli, dan susah konsentrasi. Kekurangan yodium akan mempengaruhi fisik dan mental, obesitas, dan pengerasan pembuluh darah.

Kurangnya diet yodium bisa pula memicu anemia, kelelahan, kehilangan minat pada seks, denyut jantung melambat, tekanan darah rendah, dan peningkatan trigliserida atau kolesterol yang bisa menyebabkan penyakit jantung.

Anak-anak yang kekurangan yodium akan mengalami hambatan pertumbuhan (kerdil), dan mengalami keterbelakangan kecerdasan.

Perhatian

Sayuran tertentu seperti kubis, kembang kol dan lobak mengandung glukosinolat (thiogluosides) yang merupakan goitrogens potensial.

Makan terlalu banyak sayuran tersebut akan mengurangi ketersediaan yodium dalam tubuh dan dapat mengakibatkan penyakit gondok.

Konsumsi air yang mengandung klor juga dapat membuat yodium hilang dari tubuh

TIROIDIS HASHIMOTO

Penyakit pertama yang dikenali sebagai penyakit autoimun adalah tiroiditis Hashimoto (Hashimoto’s thyroiditis).

Dr. Hashimoto Hakaru, merupakan orang pertama yang berhasil mengidentifikasi kondisi ini di Jerman pada tahun 1912.

Tiroiditis Hashimoto adalah suatu kondisi dimana antibodi menghancurkan sel-sel kelenjar tiroid.

Apa Tiroiditis Hashimoto?

Tiroiditis Hashimoto mempengaruhi kelenjar tiroid yang terletak di pangkal leher.

Kelenjar tiroid adalah bagian dari sistem endokrin. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang membantu mengkoordinasikan banyak fungsi tubuh sekaligus mempengaruhi pertumbuhan dan metabolisme.

Tiroiditis limfositik kronis adalah nama lain untuk menyebut tiroiditis Hashimoto.

Kelenjar tiroid yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh menyebabkan peradangan dan hipotiroidisme.

Penyebab Penyakit Hashimoto

Dalam keadaan normal, sistem kekebalan tubuh terdiri dari antibodi dan sel darah putih.

Sel-sel ini hadir dalam tubuh untuk melindungi tubuh terhadap virus, bakteri, dan antigen lainnya.

Pada penyakit autoimun, antibodi dan sel darah putih justru menyerang sel tubuh yang sehat.

Pada kasus tiroiditis Hashimoto, antibodi menyerang kelenjar tiroid sehingga menyebabkan peradangan, kelenjar tiroid yang kurang aktif, dan kekurangan produksi hormon tiroid.

Kekurangan produksi tiroid menyebabkan kelenjar pituitari memerintahkan kelenjar tiroid memproduksi hormon lebih banyak lagi.

Hal ini menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid, suatu kondisi yang disebut gondok.

Penyebab dari penyakit tiroid autoimun masih belum diketahui. Banyak ahli berpikir bahwa virus atau bakteri memicu berkembangnya penyakit ini.

Faktor genetika juga dituduh sebagai penyebab tiroiditis Hashimoto. Orang yang memiliki riwayat keluarga diabetes tipe 1 atau penyakit celiac cenderung mengembangkan tiroiditis Hashimoto.

Ada berbagai faktor lainnya seperti umur dan jenis kelamin yang mampu memperbesar risiko.

Penyakit ini biasanya mempengaruhi lebih banyak wanita paruh baya dibandingkan pria.

Gejala Penyakit Hashimoto

Tidak ada gejala khusus tiroiditis Hashimoto karena penyakit ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang.

Selama beberapa tahun, kerusakan tiroid kronis terjadi. Secara bertahap, terjadi penurunan tingkat hormon tiroid dan gejala tiroiditis Hashimoto akan mulai nampak.

Berbagai tanda dan gejala tiroiditis Hashimoto antara lain sbb:

Kelelahan
Peningkatan sensitivitas terhadap dingin dan panas
Sembelit
Kulit kering
Wajah membengkak
Suara serak
Peningkatan kadar kolesterol darah
Peningkatan berat badan
Nyeri otot
Kekakuan pada sendi
Depresi

Gejala tiroiditis Hashimoto juga termasuk paresthesia, serangan panik, bradikardia, takikardia, hipoglikemia reaktif, sembelit, migrain, infertilitas, dan rambut rontok.

Pengobatan Penyakit Hashimoto

Pengobatan tiroiditis Hashimoto akan mencakup terapi hormon pengganti hormon tiroid.

Pasien mungkin disarankan menggunakan hormon tiroid sintetis seperti levothyroxine.

Hormon sintetis ini mirip dengan hormon tiroid dan membantu mengembalikan tingkat tiroid sehingga mengurangi gejala tiroiditis Hashimoto.

Pengobatan ini dilakukan seumur hidup dengan dosis bervariasi sesuai tingkat TSH setiap 6 sampai 12 bulan.

Pasien harus mengurangi asupan kafein, gula, dan berbagai pengawet makanan.

Makanan yang dianjurkan untuk penderita tiroiditis Hashimoto termasuk brokoli, kangkung, kol, bayam, lobak, kedelai, kembang kol, sawi, dll.

Pasien harus menghindari makanan kaya yodium seperti rumput laut. Penting untuk memiliki asupan harian protein tanpa lemak seperti ikan, ayam, kacang-kacangan, putih telur, dan daging.

Protein dalam makanan akan membantu mengurangi rambut rontok yang merupakan salah satu tanda hipotiroidisme.

Makanan berserat tinggi seperti kacang merah, apel, pir, brokoli, sayuran berdaun hijau, biji-bijian, almond, dan biji rami juga harus dimasukkan dalam diet tiroiditis Hashimoto.

Suplemen vitamin serta suplemen seng akan membantu mengurangi gejala Hashimoto.

Jika dibiarkan tidak diobati, tiroiditis Hashimoto (Hashimoto’s thyroiditis) dapat menyebabkan kegagalan otot, bahkan gagal jantung.

HIPOTIROID DAN KEDELAI

Makanan goitrogen adalah jenis makanan yang dapat mengganggu fungsi tiroid.

Jika dimakan secara berlebihan, zat tertentu dalam makanan goitrogen ini akan menghambat fungsi normal tiroid dan bisa memicu terjadinya gondok (pembesaran kelenjar tiroid).

Tidak semua makanan goitrogen perlu dihindari oleh penderita hipotiroid.

Namun, ada dua jenis makanan goitrogen yang harus dihindari penderita hipotiroid untuk mencegah terganggunya fungsi tiroid, yaitu:

1. Kacang Kedelai

Makanan yang terbuat dari kacang kedelai mengandung kadar isoflavon yang tinggi yang merupakan salah satu goitrogen.

Bukti menunjukkan bahwa jika mengonsumsi makanan yang terbuat dari kedelai, termasuk susu kedelai, tahu, dan tempe, bisa menimbulkan kelainan tiroid termasuk gondok dan autoimun tiroiditis.

Susu formula dari kacang kedelai dianggap berbahaya bagi kesehatan kelenjar bayi dan dikaitkan dengan penyakit autoimun tiroid.

2. Gluten / Glutein

Glutein, ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum, barley, rye, dan oat. Hampir semua makanan olahan merupakan goitrogen potensial yang dapat memicu penyakit Hashimoto, penyebab utama hipotiroidisme di Amerika.

Makanan lain yang termasuk kategori makanan goitrogenik adalah brokoli, kembang kol, kubis, kubis Brussel, dan lain-lain.

Sayuran ini bisa menjadi goitrogen, terutama bila dikonsumsi ketika mentah dan dalam jumlah besar.

Tetapi sayuran tersebut mengandung banyak nutrisi sehat sehingga masih bisa dikonsumsi dalam jumlah moderat dan sebaiknya dikukus atau direbus terlebih dahulu sebelum dimakan.

MITOS DAN FAKTA: TIROID DAN KEDELAI

Dalam beberapa tahun terakhir, produk berbahan dasar kedelai semakin marak di pasaran.

Kedelai digunakan dalam banyak makanan mulai dari susu hingga tahu tempe karena dianggap sebagai alternatif terbaik daripada mengonsumsi produk hewani.

Namun, pada saat yang sama ada spekulasi yang menyatakan bahwa kedelai terkait langsung dengan peningkatan kasus penyakit tiroid.

Fakta

Kedelai berasal dari kacang kedelai, jenis kacang-kacangan yang berasal dari Asia timur. Vegetarian sering memilih produk yang berbahan dasar kedelai karena mengandung protein alami.

Kedelai juga dianggap sebagai alternatif yang lebih baik daripada mengonsumsi daging karena berasal dari tumbuhan dan bebas dari hormon yang mungkin terkandung dalam produk hewani.

Susu kedelai dan makanan kecil yang berasal dari kedelai populer di kalangan masyarakat yang berusaha hidup sehat.

Signifikansi

Pada saat kedelai menjadi lebih populer, kasus tiroid juga semakin meningkat. Ada spekulasi yang menyatakan bahwa mengonsumsi kedelai dan penyakit tiroid mungkin berkaitan.

Ketika kedelai dikonsumsi, kedelai akan bertindak seperti hormon. Kedelai mengandung goitrogens, yaitu zat yang dapat mengganggu fungsi tiroid dengan mensupresi yodium dalam tubuh.

Pada kasus yang jarang terjadi, kedelai juga dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar tiroid.

Namun, kedelai juga mengandung isoflavon yang berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh, meskipun beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa isoflavon mencegah kerja normal tiroid.

Pada orang dewasa sehat, jumlah maksimal isoflavon yang dapat dikonsumsi sebelum menimbulkan efek negatif pada tiroid adalah 30 mg.

Kesalahpahaman

Dengan adanya isu mengenai kedelai yang mungkin terkait dengan penyakit tiroid, ada sejumlah pertanyaan dan kekhawatiran akan hal tersebut.

Pendukung kesehatan tiroid mengklaim bahwa tindakan yang terbaik adalah tidak mengonsumsi produk kedelai dan menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang menjual produk berbasis kedelai pada dasarnya berbohong pada konsumen.

Bahkan ada kekhawatiran terhadap susu formula yang berbahan dasar kedelai untuk bayi. Meskipun masalah mengemuka, namun belum ada bukti untuk membuktikan bahwa penyakit tiroid berkaitan secara langsung dengan konsumsi kedelai.

Pencegahan/Solusi

Semua jenis makanan yang dikonsumsi dalam jumlah moderat adalah sehat, begitu pula kedelai. Kedelai terbukti baik untuk kesehatan, namun dapat menyebabkan masalah jika dikonsumsi dalam jumlah besar setiap hari.

Salah satu cara untuk mengimbangi konsumsi kedelai yang berlebihan adalah dengan mengonsumsi yodium. Yodium dapat ditemukan dalam bentuk suplemen atau hanya dengan mengonsumsi garam beryodium dengan makanan lain.

Mereka yang sudah memiliki masalah tiroid harus berkonsultasi dengan dokter mengenai jumlah kedelai yang boleh dikonsumsi.

Namun, bagi penderita penyakit tiroid yang mengambil obat, misalnya Syntroid, hal ini mungkin tak lagi menjadi masalah karena obat bekerja untuk mengimbangi setiap gangguan pada kelenjar tiroid.

MAKANAN YANG BAIK BAGI PENDERITA TIROID

Jika seseorang didiagnosa mengalami hipotiroid, maka artinya kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid yang cukup.

Hipotiroid dapat menyebabkan banyak fungsi tubuh menjadi menurun sehingga penderita merasa lelah, lesu, depresi, kulit menjadi kering, penurunan berat badan, sensitif terhadap suhu dingin, dan mengalami masalah dalam ingatan.

Memulihkan kondisi kesehatan kelenjar tiroid merupakan masalah yang kompleks, membutuhkan bantuan dokter dan tenaga kesehatan lain untuk membantu mengatasinya.

Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan kelenjar tiroid adalah makanan yang dikonsumsi.

Beberapa makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi bagi penderita hipotiroid diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kacang Brazil

Hanya satu ons kacang Brazil memberikan 780% dari nilai harian yang direkomendasikan untuk selenium.

Selenium merupakan suatu antioksidan kuat yang tidak hanya mencegah kerusakan sel dari radikal bebas, tapi juga diperlukan untuk pembentukan hormon tiroid.

Selenium diperlukan untuk pembentukan triiodothyronine (T3) hormon tiroid dan membantu mengatur fungsi tiroid.

Anda juga dapat menemukan selenium dalam ikan tuna, daging sapi, udang, dan jamur crimini.

2. Rumput Laut

Contoh rumput laut dari beberapa varietas yang populer adalah nori, kombu, Wakame, dan dulse.

Rumput laut terkenal karena digunakan untuk membuat gulungan sushi. Selain itu, rumput laut juga digunakan dalam sup dan salad dan tersedia dalam bentuk snack kering.

Rumput laut mengandung nutrisi berharga dan berbagai mineral yang diambil dari air laut tempat dimana mereka tumbuh.

Diantaranya adalah iodium, mineral yang diperlukan oleh kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon tiroid T3 dan T4 (tiroksin).

3. Ikan dan Minyak Ikan

Ikan mengandung asam lemak omega-3 EPA (eicosapentaenoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid) yang tinggi.

Menurut para ahli, kedua bahan tersebut sangat penting untuk fungsi tiroid, bahkan membantu sel agar lebih sensitif terhadap hormon tiroid.

Asam lemak Omega-3 juga memiliki efek anti-inflamasi yang bermanfaat untuk penyakit aoutoimun tiroid, yang biasanya dikaitkan dengan peradangan.

4. Daging Merah dan Tiram

Beberapa orang yang menderita hipotiroid akan mengalami risiko defisiensi zat besi. Oleh karena itu dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging sapi, kerang, tiram, daging kalkun gelap, dan bayam.

OBAT ALAMI GONDOK (pembesaran kelenjar Tiroid)
1) Daun Tapak LimanTapak Liman adalah obat alami yang efektif untuk menyembuhkan Gondok. Olesi daun Tapak Liman ini dengan minyak sayur atau minyak wijen, kemudian panaskan dan tempelkan pada daerah yang bengkak selama sekitar dua minggu secara rutin.2) Bawang Sabrang / Bawang Dayak (Eleutherina americana Merr) Obati gondok.Bawang sabrang atau Bawang Dayak ini Banyak mengandung senyawa-senyawa yg meliputi alkaloid, saponin, tri terpenoid, steroid, glikosida, tanin, fenolik, dan flavonoid yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal gondok.

Cara penggunaan dapat dilakukan dengan berbagai macam, menurut selera anda.
di makan mentah, di bakar, di kukus di tumbuk dan di ambil airnya. tergantung selera.

Rasa bawang sabrang ini kurang nyaman, tapi insya Allah mengobati penyakit gondok

[Dari berbagai sumber]

Advertisements

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

One comment on “Tiroid

  1. terima kasih tips nyaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: