1 Comment

Kesehatan dan Masalah Gusi

Image

GINGIVITIS
Gingivitis (radang gusi) merupakan masalah gusi yang menyebabkan gusi menjadi bengkak, sensitif, dan mudah berdarah. Gingivitis merupakan masalah yang umum terjadi dan dipicu oleh bakteri. Sementara tidak serius, jika tidak diobati, gingivitis dapat menyebabkan masalah yang lebih serius.Terjadinya GingivitisPlak gigi merupakan penyebab gingivitis. Plak merupakan lapisan yang terbentuk pada gigi dan terdiri atas sebagian besar bakteri.

Plak mulai muncul saat makanan yang mengandung gula dan pati bercampur dengan bakteri di dalam mulut.

Plak bisa dihilangkan dengan menyikat gigi namun dapat terbentuk lagi dalam waktu singkat.

Jika tidak dibersihkan selama 2 atau 3 hari, maka plak akan mulai mengeras di bawah garis gusi dan menjadi karang gigi.

Bakteri lantas berkembang di karang gigi dan mulai mengiritasi bagian gusi yang dikenal sebagai gingiva.

Efek

Bakteri pada karang gigi akan membuat gusi mudah berdarah saat menyikat gigi.

Gusi berdarah merupakan tanda paling umum dari gingivitis.

Pada awalnya, gingivitis tidak akan menyebabkan rasa sakit. Namun seiring dengan waktu, gusi akan menjadi bengkak dan terasa lembut (lunak).

Gusi akan berubah warna dari merah muda menjadi merah dan darah umumnya keluar saat menyikat gigi.

Penurunan produksi air liur dapat meningkatkan risiko gingivitis. Penurunan air liur bisa dipicu antara lain oleh penggunaan obat anti-deressan.

Infeksi virus juga bertanggung jawab dalam sebagian kasus gingivitis, begitu pula berbagai penyakit seperti leukemia dan penurunan kekebalan tubuh.

Pola makan yang buruk serta kekurangan nutrisi seperti kalsium, vitamin C, dan B, juga mempromosikan gingivitis.

Pertimbangan

Jika tidak diobati, gingivitis dapat berubah menjadi periodontitis, dimana bakteri menyerang jaringan gusi dan bahkan tulang.

Periodontitis bisa menyebabkan tanggalnya gigi. Bahkan, jika bakteri masuk ke dalam aliran darah bisa terjadi peningkatan risiko serangan jantung atau stroke.

Pencegahan / Solusi

Menyikat gigi minimal dua kali sehari dapat mencegah gingivitis.

Gunakan sikat gigi dengan bulu lembut dan usahakan selalu diganti maksimal setiap 4 bulan.

Flossing menggunakan benang gigi juga akan membersihkan bakteri dari tempat yang sulit dijangkau.

Berikut adalah cara mengenali gejala gingivitis.

1. Gosok gigi dengan tekanan normal.

Jika rasa sakit atau perdarahan terjadi, Anda mungkin mengalami gejala awal gingivitis.

2. Perhatikan bau mulut.

Bau mulut sebenarnya cukup lazim terjadi dan merupakan sesuatu yang normal. Hanya saja jika terjadi bau mulut kronis, kemungkinan besar itu merupakan gejala gingivitis.

3. Perhatikan rasa sakit pada gusi atau gusi yang berubah lunak.

Nyeri saat menyikat gigi, saat makan atau minum perlu diperhatikan. Sebagian orang merasakan sakit yang lebih parah saat minum soda.

Gusi yang sakitt atau terasa lunak merupakan tanda terjadinya gingivitis.

4. Perhatikan setiap penumpukan plak pada gigi.

Penumpukan plak dapat menyebabkan gingivitis (radang gusi), serta menjadi sumber bakteri dan infeksi.

Sebelum berangsur parah, berikut adalah tips merawat gingivitis dengan pengaturan makanan.

1. Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan gingivitis. Memastikan asupan yang cukup akan vitamin ini akan mencegah gingivitis.

Perbanyak makan makanan yang mengandung vitamin C seperti kiwi, stroberi, melon, brokoli dan jeruk.

Jika diperlukan, ambil 500 sampai 1000 mg suplemen vitamin C dua kali sehari.

2. Hindari makanan dan minuman manis untuk meminimalkan peradangan gusi.

Cara lain, campurkan satu sendok teh garam dengan satu gelas air hangat. Berkumurlah dengan larutan ini selama 30 detik untuk melawan peradangan.

3. Tempatkan satu atau dua daun peppermint antara gusi dan pipi di setiap sisi mulut saat terjadi peradangan.

Menggosokkan minyak cengkeh pada gusi juga akan membantu melawan bakteri.

4. Sikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung ekstrak pohon teh.

Pasta gigi semacam ini banyak dijual di supermarket atau toko obat.

5. Minum jus cranberry setiap hari untuk menjaga bakteri berkembang biak pada gigi.

6. Floss dengan benang gigi setelah makan.

Makanan yang terjebak di antara gigi adalah penyebab umum dari gingivitis (radang gusi). Lakukan flossing setelah makan.

Berikut adalah cara mencegah gingivitis.

1. Menggosok gigi.

Menggosok gigi dua kali sehari sesudah makan akan mencegah radang gusi dan menjaga mulut tetap sehat.

Fokuslah menyikat gigi di dekat garis gusi. Di tempat itulah biasanya terbentuk plak yang bisa memicu gingivitis.

2. Membersihkan gigi dengan benang gigi (flossing).

Flossing penting karena akan membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi yang tidak bisa dijangkau dengan menyikat gigi.

Lakukan flossing secara teratur setelah menyikat gigi.

3. Berkumur dengan larutan garam.

Campur satu sendok teh garam dengan satu cangkir air hangat. Berkumurlah dengan larutan ini paling tidak selama 30 detik.

Larutan garam akan mencegah penyebaran bakteri yang menyebabkan radang gusi.

4. Berkumur dengan obat kumur.

Obat kumur seperti Listerine efektif membunuh bakteri dan menghilangkan bau mulut. Salah satu tanda radang gusi adalah timbulnya bau mulut yang tidak sedap.

Berkumurlah dengan obat kumur selama setidaknya 30 detik untuk memastikan keefektifan khasiatnya.

5. Larutan baking soda.

Campur baking soda dengan sedikit air. Tambahkan pula satu tutup botol hidrogen peroksida.

Campuran dari zat tersebut akan mebentuk pasta. Gunakan pasta ini untuk menggosok gigi.

Baking soda efektif mencegah penyebaran plak dan bakteri sebagai pemicu utama gingivitis.

6. Berkunjung ke dokter gigi dua kali setahun.

Berbagai tindakan perawatan gigi bisa dilakukan di rumah. Namun, membersihkan plak dan karang gigi ke dokter gigi tetap diperlukan.

Kunjungi dokter gigi setidaknya dua kali dalam setahun untuk mendapatkan pemeriksaan dan pembersihan gigi menyeluruh.

7. Memijat gusi.

Tempatkan ibu jari di belakang gigi dan gusi kemudian gosok lembut gusi bagian depan dengan jari telunjuk.

Memijat gigi dengan cara seperti ini akan membantu memperlancar aliran darah dan meningkatkan sistem kekebalan mulut.

8. Berhenti merokok.

Merokok tidak hanya melemahkan sistem kekebalan tubuh tetapi juga memicu pertumbuhan bakteri dalam mulut.

Berhenti merokok merupakan cara ampuh untuk mencegah terjadinya gingivitis (radang gusi).

INFEKSI GUSI

Infeksi gusi terjadi akibat akumulasi bakteri yang bisa berkembang menjadi abses.

Kondisi ini menyebabkan nyeri hebat dan berpotensi memicu masalah yang lebih serius seperti berbagai penyakit gusi sehingga harus ditangani dengan cepat.

Penyebab

Penyebab utama dari infeksi gusi adalah kebersihan gigi yang buruk. Gigi yang tidak bersih memungkinkan tartar dan plak terbentuk pada gigi dan gusi.

Kebersihan Gigi

Menyikat gigi secarat teratur dan tepat merupakan kunci utama untuk membuat gusi tetap sehat.

Selain itu, dianjurkan pula untuk mengunjungi dokter gigi setidaknya sekali setahun untuk pembersihan gigi secara menyeluruh.

Gejala

Gejala dari infeksi atau penyakit gusi umumnya meliputi gusi bengkak atau berdarah, nyeri mulut, bau mulut kronis, dan nanah.

Pengobatan

Dokter gigi kemungkinan besar akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi dan obat penghilang rasa sakit.

Selain itu, dokter gigi mungkin juga akan menyarankan rencana kesehatan gigi untuk membantu menjaga kesehatan gusi.

Tips

Selain meggosok gigi secara teratur, terdapat cara lain untuk menjaga kesehatan gusi.

Berkumur setiap hari dengan campuran hidrogen peroksida dan air akan membantu menghancurkan bakteri yang bersembunyi di mulut.

Berkumur air garam hangat juga memiliki efek menenangkan dan membantu mengurangi infeksi gusi.

OBAT ALAMI INFEKSI GUSI

Berikut adalah beberapa diantaranya:

1. Minyak cengkeh.

Minyak cengkeh memiliki sifat antibakteri sehingga efektif untuk mengobati penyakit gusi.

Minyak cengkeh juga memiliki efek anti-inflamasi dan akan membantu mengurangi rasa sakit.

Encerkan minyak cengkeh dengan minyak zaitun kemudian oleskan pada gusi menggunakan jari.

2. Jus stroberi dan lemon.

Sejumlah besar vitamin C terkandung dalam stroberi. Vitamin C dikenal ampuh mengobati infeksi.

Perasan lemon juga dikenal mampu membantu mengobati infeksi. Blender 3-4 stroberi kemudian campur dengan satu sendok makan perasan lemon.

Gunakan campuran stroberi dan perasan lemon untuk menyikat gusi. Gunakan sikat gigi yang lembut lantas bilas dengan air.

3. Yoghurt putih polos.

Yoghurt putih dapat membantu membunuh bakteri di mulut. Makanlah yoghurt putih dan gosokkan sedikit pada gusi.

4. Virgin coconut oil atau minyak vitamin E.

Virgin coconut oil dan minyak vitamin E ampuh membunuh bakteri dan umum digunakan untuk mengobati berbagai infeksi.

Gosokkan sedikit virgin coconut oil atau minyak vitamin E pada gusi.

5. Bawang putih.

Bawang putih dikenal memiliki efek antibiotik untuk melawan infeksi gusi.

Perbanyak konsumsi bawang putih atau suplemen bawang putih untuk membantu melawan infeksi gusi secara alami

GUSI BERDARAH

Sebagian orang mungkin memiliki gusi yang lebih sensitif dibanding yang lain.

Hanya saja, jika telah terjadi perdarahan pada gusi, hal ini bisa mengindikasikan adanya penyakit gusi seperti gingivitis atau peridontal gusi.

Gingivitis merupakan peradangan pada gusi dan dapat diobati.

Begitu pula peridontal, bila terdiagnosis pada tahap awal juga bisa disembuhkan.

Kunci mencegah perdarahan gusi adalah dengan menjaga kebersihan mulut dan gigi.

Berikut adalah tips untuk mencegah gusi berdarah.

1. Sikat gigi setiap hari.

Idealnya, gigi harus disikat setelah makan.

Jika hal tersebut sulit dilakukan, setidaknya gosok gigi dua kali sehari yaitu saat bangun dan sebelum tidur.

Gusi berdarah bukan alasan untuk tidak menyikat gigi. Semakin jarang menyikat gigi, maka perdarahan pada gusi justru akan semakin parah.

Untuk meminimalkan perdarahan, gunakan sikat gigi dengan bulu lembut.

2. Membersihkan gigi dengan benang gigi.

Benang gigi berguna menghilangkan plak dan bakteri yang bersembunyi diantara sela gigi.

Sela gigi yang menjadi sarang bakteri bisa memicu kerusakan gigi dan gusi.

3. Minum banyak air.

Minum air akan membantu membilas sisa makanan dari gigi sehingga membantu menjaga gigi tetap sehat.

Hal ini terutama bermanfaat jika Anda tidak sempat menggosok gigi setelah makan.

4. Gunakan obat kumur setiap hari.

Menggunakan obat kumur membantu menghilangkan bakteri berbahaya dari mulut serta membantu mencegah pembentukan plak.

5. Batasi asupan gula.

Gula yang terkandung dalam makanan olahan dan soda dapat memicu kerusakan gigi.

6. Pergunakan sikat gigi listrik.

Sikat gigi listrik berguna untuk membersihkan gigi sekaligus memijat gusi.

Sikat gigi listrik juga lebih efektif dalam menghilangkan plak dari gigi.

7. Periksa gigi secara teratur.

Buat jadwal kunjungan rutin ke dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan dan membersihkan gigi.

Dianjurkan untuk mengunjungi dokter gigi setidaknya dua kali dalam setahun.

GUSI BENGKAK

Jenis pengobatan yang tepat untuk gusi bengkak akan sangat tergantung pada penyebab kondisi tersebut.

Ada berbagai solusi medis maupun cara alternatif untuk menyembuhkan gusi bengkak.

Jika diperlukan, konsultasikan dengan dokter gigi untuk menemukan akar masalah dan menentukan perawatan terbaik bagi pembengkakan gusi.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengobati pembengkakan gusi.

1. Bilas mulut dengan larutan air garam.

Tambahkan satu sendok makan garam pada segelas air hangat dan aduk hingga tercampur merata.

Kumur menggunakan air garam selama beberapa menit. Ulangi proses ini beberapa kali sehari untuk meringankan gusi bengkak.

2. Kumur dengan air perasan lemon.

Peras satu buah lemon ke dalam segelas penuh air hangat. Kumur dengan larutan ini selama beberapa menit 2-3 kali sehari.

3. Membersihkan gigi dengan benang gigi.

Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan dari sela gigi.

Sisa makanan yang tidak dibersihkan akan memicu gingivitis atau penyakit yang menyebabkan gusi bengkak dan berdarah.

4. Propolis.

Teteskan ekstrak propolis ke dalam mulut. Biarkan setidaknya satu menit sebelum dibilas dengan air.

5. Memijat gusi.

Cara lain untuk meringankan pembengkakan gusi adalah dengan memijat gusi menggunakan cotton buds.

Lakukan pemijitan setidaknya 5 menit setiap hari untuk meningkatkan aliran darah ke gusi.

6. Mengkonsumsi vitamin setiap hari.

Gusi bengkak dapat terjadi akibat kekurangan vitamin C, asam folat, atau zat besi.

Konsumsi multivitamin yang mengandung vitamin dan mineral penting jika diperlukan.

[Dari berbagai sumber]

Advertisements

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

One comment on “Kesehatan dan Masalah Gusi

  1. gusi sAya kena gingivitis tapi kok lidah yang dket tenggorokan juga meradang dan menggeronjal?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: