Leave a comment

Batuk

Image

Batuk ternyata merupakan salah satu sistem pertahanan untuk mengeluarkan benda asing dari dalam tubuh. Tetapi, tentu saja, ada juga batuk yang merupakan gejala penyakit serius.Pergantian musim penghujan ke musim kemarau mudah membuat kita terserang batuk. Sungguh menyiksa jika batuk sudah menyerang.Tak heran jika banyak orang menganggap batuk sebagai gejala penyakit yang harus segera ditangani. Orang tua yang anaknya terserang batuk pasti langsung berusaha mencari obat untuk mengobati batuk putra-putrinya. Padahal, menurut Dr. dr. H. Muljono Wirjodiardjo, Sp.A, Ph.D, tak selamanya batuk itu buruk.
“Batuk tidak selalu harus dimusuhi, karena secara fisiologis, batuk sebetulnya merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh,” lanjut Muljono.Yang harus diperhatikan adalah penyebab batuk dan dalam keadaan bagaimana batuk terjadi.
Batuk terjadi di saluran napas, yang dibagi menjadi saluran napas bagian atas dan saluran napas bagian bawah. Ketika terjadi gangguan pada saluran napas bagian atas misalnya, maka tubuh akan membentuk mekanisme pertahanan dengan bersin atau batuk. Sementara gangguan pada saluran napas bagian bawah biasanya akan membuat tubuh melakukan refleks dengan batuk.

Dilihat dari mekanismenya, batuk dan bersin memiliki mekanisme yang sama dengan bernapas, yaitu menghirup (inspirasi) dan mengeluarkan napas (ekspirasi). “Batuk sebetulnya adalah letupan atau ledakan ekspirasi, begitu pun bersin. Bedanya, kalau batuk, waktunya sangat singkat dan udara yang keluar dari paru-paru sangat cepat, sementara inspirasi bisa kita atur, mau lambat atau cepat.”

Udara yang keluar dari paru-paru akibat batuk akan membuat segala sesuatu yang menghambat di saluran napas terbuang keluar.

“Terutama benda asing, cairan, atau lendir, sehingga saluran napas jadi bersih. Oleh karena itu, terkadang batuk justru diperlukan untuk membuang semua yang menyumbat saluran napas. Yang berbahaya justru jika benda yang menghambat saluran napas tidak bisa dikeluarkan lewat mekanisme batuk,” ujar spesialis paru anak dari RSI Bintaro ini melanjutkan.

BATUK DAN MASALAHNYA:

1. Batuk muncul dengan perubahan posisi tubuh.
Ini pertanda adanya penyakit serius di paru-paru.

2. Batuk yang munculnya saat makan.
Menunjukkan adanya gangguan mekanisme menelan dan kelainan di antara saluran napas dan cerna.

3. Batuk ini muncul setelah Anda minum obat tertentu.
Misalnya obat antihipertensi.

4. Batuk yang muncul karena kebiasaan, gugup, emosi atau masalah psikis.

5. Batuk yang muncul karena paparan udara dingin atau akibat olahraga. Menunjukkan adanya penyakit asma.

6. Batuk berdahak muncul di pagi hari. Menunjukkan adanya penyakit bronchitis kronik.

7. Ada juga batuk akibat cairan hidung menetes ke pangkal tenggorokan, misalnya pada penderita alergi rinitis.

BEBERAPA JENIS BATUK:

1. Batuk “mengonggong.”

Biasanya muncul di malam hari. Penyebabnya adalah peradangan pada saluran napas dan tenggorokan atau croup. Bisa juga karena alergi, perubahan suhu, atau infeksi akibat virus. Pada kondisi ini, saluran napas yang meradang akan makin sempit, dan pita suara membengkak sehingga bayi sering sulit bernapas. Segera bawa ke dokter. Anda juga membantunya bernapas lebih lega dengan penguapan sekitar 20 menit, misalnya dengan membuka kran air panas sehingga kamar mandi penuh uap air panas.

2. Batuk rejan, pertusisi atau whooping cough.
Dicirikan dengan batuk yang panjang tanpa jeda yang diakhiri oleh suara hirupan napas yang kuat atau whoop yang terjadi saat bayi mencoba menarik napas kembali setelah batuk terus menrus. Kemungkinan bayi terkena pertusis makin besar jika ia belum atau tidak diimunisasi DPT. Penyakit ini dapat mematikan sehingga bayi harus segera dibawa ke dokter.

3. Batuk dengan mengi.

Terdengar saat bayi mengeluarkan napas menandakan adanya sumbatan di jalan napas bawah. Penyebab sumbatan ini bisa karena pembengkakan akibat infeksi pernapasan bawah seperti pneumonia dan bronchiolitis, asma atau adanya sesuatu yang tersangkut di saluran napas. Segera bawa anak ke dokter.

4. Batuk malam hari.

Biasanya terjadi karena sumbatan pada hidung dan sinus mengalir ke tenggorokan kemudian menimbulkan iritasi. Asma juga dapat memicu batuk pada malam hari karena saluran napas cenderung sensitif dan mudah teriritasi. Tidurkan anak dengan bantal yang agak tinggi sehingga kepala dan bahunya tersandara bantal. Posisi ini menghindarkan cairan di hidung turun ke tenggorokan.

5. Batuk alergi.
Terjadi karena alergi, sehingga orang tua harus memperhatikan apa saja yang terjadi beberapa saat sebelum waktu batuk. Apakah udara di kamar terlalu dingin atau kering, kain-kain penutup tempat tidur, bantal dan jendela masih bersih, adakah debu yang menempel, dll. Buat daftar semua pengamatan itu, lalu konsultasikan ke dokter untuk menemukan pemicu alergi.

6. Batuk disertai pilek.

Bisa batuk kering atau berdahak. Penyebab awalnya adalah infeksi yang penyembuhannya lambat. Misalnya, infeksi di saluran pernapasan bagian atas karena virus influenza. Batuk ini biasanya sembuh bila infeksinya sembuh.

7. Batuk dengan demam.

Bila demamnya tidak tinggi, Anda tak perlu terlalu khawatir. Tapi bila demam tinggi lebih dari 39°C, bayi tampak lesu dan napasnya cepat, makan harus waspada karena mungkin ia terkena pneumonia. Segera bawa bayi ke dokter.

8. Batuk karena RGE Refluks Gastroesofagus (RGE)

Yaitu kondisi bayi setelah minum susu, seharusnya susu masuk ke saluran pencernaan, mengalami aliran balik ke atas dan sebagian dapat masuk ke saluran napas. Walau jumlahnya sedikit, cairan yang masuk ke saluran napas ini dapat menimbulkan radang paru sehingga harus diopname. Bila karena RGE, maka pola pemberian susu atau makanan harus diperbaiki.

BATUK PENYAKIT

Berbeda dengan batuk “biasa” yang masih dalam batas toleransi, ada juga batuk yang merupakan gejala penyakit. “Kalau batuknya sangat sering, tidak menghiraukan waktu, siang malam batuk, bisa jadi itu merupakan gejala penyakit. Ini yang harus dikendalikan.

”Batuk bisa terjadi akibat adanya rangsangan di saluran napas, tapi ada juga batuk yang disebabkan oleh adanya kelainan pada tubuh itu sendiri. Jadi, bukan akibat adanya rangsangan, melainkan karena ada kelainan pada tubuh,” kata Muljono.

Batuk akibat adanya rangsangan misalnya batuk karena alergi, karena debu atau udara kotor, atau karena bau-bauan yang menyengat.Batuk bisa juga terjadi akibat kelainan atau penyakit yang terjadi di saluran pernapasan.

Contohnya TBC, penyempitan saluran napas, atau penyakit paru yang lain. Jika batuk terjadi karena TBC, kuman-kuman TBC yang ada di paru-paru akan tersembur keluar dan menular ke orang lain. Ada juga batuk akibat adanya gangguan otak (sistem saraf pusat). “Pernapasan, kan, dikontrol oleh otak juga.”Pada bayi, batuk bisa merupakan gejala alergi, baik alergi susu maupun debu. Bisa juga batuk karena infeksi virus dan adanya aliran balik isi lambung ke arah jalan napas (gastroesofageal reflux), terutama anak yang mempunyai masalah pencernaan.Pada balita, yang paling sering adalah batuk karena alergi yang menyangkut alat pernapasan atas, yakni hidung, telinga, dan tenggorokan. Contohnya sinusitis dan asma.

“Pada penderita sinusitis, rongga akan selalu mengeluarkan lendir yang tidak mengalir ke hidung melainkan ke tenggorokan. Ini yang menyebabkan batuk.”Yang belakangan juga banyak menyerang anak adalah batuk 100 hari atau pertusis. “Cirinya, batuknya kering dan berkali-kali.”

JENIS OBAT BATUK

Penanganan batuk harus disesuaikan dengan penyebabnya. “Apakah karena alergi, infeksi virus, atau kelainan fisiologis lain,” kata Muljono.

Untuk pertolongan pertama, pemberian obat bebas boleh-boleh saja. “Tapi sekali anak sudah batuk berdahak, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk membedakan, apakah hanya flu biasa atau ada faktor alergi.”

Beberapa zat yang biasanya terdapat dalam obat batuk di antaranya adalah antitusif untuk menekan batuk dan dekongestan (melegakan jalan napas), pengencer lendir, atau kombinasi. Dekongestan umumnya membantu melebarkan saluran napas atas dengan jalan mengurangi oedema (pembengkakan saluran napas di hidung).

Salah satu jenis obat batuk yang sejak dulu populer adalah obat batuk hitam (OBH). “Untuk batuk ringan, OBH atau obat batuk putih generik bisa digunakan.” Sementara beberapa obat batuk yang dijual bebas sebetulnya tidak begitu dianjurkan untuk anak-anak, khususnya obat-obat batuk yang sudah ditambah dengan berbagai inovasi.

Pemakaian obat batuk yang mengandung pengencer lendir sebaiknya juga harus hati-hati, khususnya untuk anak kecil yang otot-otot pernapasannya masih lemah. “Pemakaian yang terlalu lama sebetulnya tidak baik, karena lendir yang mengencer malah akan memenuhi saluran napas, sehingga anak mengalami sesak napas. Jika tidak diimbangi tindakan fisioterapi, seperti menepuk-nepuk punggung, maka pemakaian obat batuk yang mengandung pengencer lendir pada bayi atau anak malah bisa sangat berbahaya.

”Yang harus diwaspadai” lanjut Muljono, “Ada obat batuk yang mengandung zat-zat yang bisa memengaruhi kerja otak dan meredam susunan saraf pusat, misalnya kodein. Obat-obatan ini biasanya jenis yang mengandung narkotika, jadi sebaiknya tidak dipilih. Untuk penderita asma, pemakaian obat-obat ini memang akan menghilangkan batuk, tapi saluran napas yang justru akan tersumbat oleh sekresi,” kata Muljono.

HINDARI BENDA KECIL

Waspada jika Anda memiliki putra/putri yang masih kecil. Anak usia 1-2 tahun harus dihindarkan dari kemasukan benda asing di saluran napas atas (hidung). “Anak-anak kecil sering memasukkan benda-benda kecil, misalnya misalnya tisu, mainan dari plastik, kacang, atau baterai kancing ke dalam hidung mereka. Karena basah oleh ingus, biji atau benda yang dimasukkan ke lubang hidung tadi akan membesar, sehingga tidak bisa keluar. Akibatnya, terjadi infeksi,” kata Muljono.

Infeksi ini akan membuat anak mimisan dan mengeluarkan nanah yang berbau. Ini biasanya akan membuat anak batuk terus-terusan. Terkadang, anak yang masih kecil tidak bisa mengatakan apa yang ia rasakan, tahu-tahu sudah berdarah. “Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tidak sembarangan maneruh atau membuang benda-benda kecil.”

BACA LABEL OBAT

a. Pada keadaan darurat, misalnya tengah malam, anak batuk, cara-cara tradisional bisa dilakukan. Misalnya, mengolesi dada dengan minyak telon, minyak kayu putih, atau bawang. “Cara ini bisa membantu, tapi harus hati-hati karena ada efek sampingnya, misalnya iritasi kulit. Cara yang lebih baik adalah dengan menggunakan uap panas yang diberi Vicks, yang mempunyai efek melegakan napas,” kata Muljono.

b.. Sebelum membeli obat batuk di toko obat atau apotek, pilih obat yang sesuai dengan batuk yang dialami anak. “Sebutkan keluhan sesuai usia. Sebetulnya, asal kita membaca dengan teliti petunjuk pada label obat, umumnya aman-aman saja, kok.” Yang juga diperhitungkan adalah mana yang lebih diutamakan, batuknya atau mengencerkan lendirnya. “Kadang, batuk tidak boleh ditekan karena justru sangat berguna. Kalau batuk ditekan dan anak tidak batuk, bisa-bisa anak malah sesak karena lendir.”

c.. Lebih baik ke apotek, karena di apotek ada apoteker yang lebih tahu tentang obat ketimbang tukang obat.

d.. Jika anak tak juga sembuh selewat seminggu, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk dicari penyebab batuk.

e.. Jangan terlalu percaya atau fanatik terhadap satu jenis obat batuk saja. “Asal anak batuk, lalu diberi obat tersebut. Bisa jadi, suatu ketika obat itu tak lagi manjur, karena mungkin jenis batuk anak kali ini berbeda. Jangan juga “meneruskan” tradisi memberikan obat tertentu kepada anak berikutnya. “Setiap anak, kan, mempunyai sifat tersendiri,” kata Muljono.

OBAT TRADISIONAL

Seperti halnya pergantian cuaca yang sering tak menentu, dapat menimbulkan berbagai macam penyakit contohnya batuk. Namun dalam hal pengobatannya, obat-obatan tidak selalu ampuh untuk dapat cepat menyembuhkan penyakit batuk. Berikut cara mengobati batuk secara alami:

1. Menggunakan campuran madu dan lemon

Campurkan 1 sendok teh madu, dan 1-2 sendok teh sari lemon ke dalam segelas air hangat. Minumlah minimal sehari 1 kali sampai batuk benar-benar pergi.

2. Teh jahe

Sediakan 2-3 irisan jahe yang sudah dicuci bersih, lalu celupkan pada segelas teh hangat. Baik diminum 3 kali dalam sehari.

3. Campuran kunyit dan madu

Tumbuk kunyit, lalu masukkan 1-2 sendok teh tumbukan jahe tadi ke dalam segelas susu. Lebih nikmat bila ditambahkan madu secukupnya.

4. Daun kemangi

Sediakan 1-2 gelas air putih, dan 2-3 helai daun kemangi lalu campurkan. Rebus campuran tadi, lalu minum.

RAMUAN HERBAL BATUK:

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional batuk 1 :

10 gram kulit jeruk mandarin kering dan 25 gram kencur (diiris-iris tipis) direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional batuk 2 :

10 lembar daun sirih direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional batuk 3 :

10 gram kulit jeruk mandarin kering dan 250 gram oyong segar direbus dengan 600 cc hingga tersisa 300 cc, kemudian diminum selagi hangat.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional batuk 4 :

10 gram bunga mawar segar dan gula batu secukupnya ditim, kemudian diminum.
Pemakaian : Konsumsi 2 kali sehari

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional batuk 5 :

8 gram rimpang, 1,5 gram akar manis, 3 lembar daun sirih direbus dalam 130 ml air sampai mendidih, kemudian disaring.

Pemakaian : Minum sebanyak 2 kali sehari pada pagi dan sore hari sebelum makan. Setiap kali meminum sebanyak 100 ml dan diulang sampai sembuh.

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional batuk 6

Haluskan bahan berupa 4 gram umbi bawang merah, 4 gram daun poko segar, 3 gram daun sembung segar, 4 gram herba pegangan segar, 2 gram buah adas dan 125 ml air. Tambahkan air. Di buat infus atau dibuat pil

Pemakaian : Minum sehari 1 kali pada pagi hari sebanyak 100 ml. Apabila dipipis, minum 1 kali sehari sebanyak ¼ cangkir. Jika dibuat pil,minum 3 kali sehari sebanyak 9 pil. Pengobatan diulang selama 14 hari

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional batuk 7

Satu genggam bunga belimbing wuluh dan sepotong gula batu direbus bersama-sama dengan 1 gelas air sampai mendidih dan hanya tersisa ½ gelas air.
Pemakaian : Minum pada pagi dan sore hari secara rutin.

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional batuk 8

Cuci bersih 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 siung bawang merah, ¼ genggam pegagan, ¼ genggam daun saga, ¼ genggam daun ingu, dan ¼ genggam daun sendok. Kemudian bahan dipotong-potong, lalu direbus dengan 5 gelas air bersih hingga tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin saring.

Pemakaian : Minum dengan tambahan madu seperlunya sebanyak 3 kali sehari. Setiap minum sebanyak ¾ gelas ramuan.

Ramuan Tanaman obat Herbal Tradisional batuk 9 (UNTUK BATUK PADA ANAK)

Satu genggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya, dan secangkir air ditim selama beberapa jam. Setelah dingin, disaring menggunakan sepotong kain.

Pemakaian : Minum 2 kali sehari , pada pagi dan malam hari sewaktu perut kosong.

[Dari berbagai sumber]

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: