Leave a comment

Insomnia

Insomnia, berasal dari bahasa Latin “In” (tidak) dan “Somnus” (tidur), adalah suatu kondisi yang ditandai oleh kesulitan tidur dan tidur lelap. Ini mencakup spektrum yang luas dari gangguan tidur, dari kurangnya kuantitas tidur hingga kurangnya kualitas tidur.JENIS INSOMNIA

1. Insomnia sementara; terjadi ketika gejala berlangsung dari beberapa hari sampai beberapa minggu.

2. Insomnia akut atau jangka pendek; adalah ketika gejala berlangsung selama beberapa minggu.

3. Insomnia kronis; ditandai dengan insomnia yang berlangsung selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun.

Insomnia dapat mempengaruhi semua kelompok usia dan lebih sering terjadi pada wanita dewasa dibandingkan laki-laki dewasa. Kondisi ini dapat mengakibatkan kinerja yang buruk di tempat kerja atau sekolah, obesitas, depresi, kecemasan, fungsi sistem kekebalan tubuh yang buruk, waktu reaksi berkurang, dan peningkatan risiko dan tingkat keparahan penyakit jangka panjang.

Peneliti dari University of Pittsburgh melaporkan dalam The Journal Sleep pada bulan Oktober 2012 bahwa orang yang kurang tidur selama masa remaja berpotensi/beresiko tinggi menderita diabetes tipe 2.

ImageInsomnia dapat disebabkan oleh faktor fisik maupun faktor psikologis. Seringkali, ada kondisi medis yang menyebabkan insomnia kronis.

PENYEBAB INSOMNIA

1. Drugs, alkohol, dan obat-obatan: kafein, nikotin, alkohol, stimulan, antidepresan, jantung dan obat tekanan darah tinggi, obat alergi , dekongestan, obat penurun berat badan, antihistamin, kokain, efedrin, amfetamin, methamphetamine, obat antibiotik fluorokuinolon.

2. Gangguan dalam irama sirkadian: jet lag, perubahan waktu/jam kerja, dataran tinggi, kebisingan, suhu panas atau dingin.

3. Masalah psikologis: stres, kecemasan, depresi, mania, skizofrenia

4. Kondisi medis: pembengkakan dan tumor otak, stroke, sakit kronis, sindrom kelelahan kronis, gagal jantung kongestif, angina, asam reflux disease (GERD), penyakit paru obstruktif kronik, asma, sleep apnea, Parkinson dan penyakit Alzheimer, hipertiroidisme, arthritis

5. Hormon: estrogen, hormon selama periode menstruasi

6. Faktor-faktor lain: tidur di samping pasangan yang mendengkur, parasit, kondisi genetik, pikiran yang terlalu aktif, preganancy/kehamilan.

PENDERITA INSOMNIA

Siapa saja yang dapat menderita insomnia? Beberapa orang lebih cenderung menderita insomnia daripada yang lain. Termasuk yang ini:

* Wisatawan
* Pekerja/karyawan yang seringkali mengalami perubahan shift
* Orang tua
* Pengguna narkoba
* Remaja pelajar dan Mahasiswa
* Wanita hamil
* Wanita menopause
* Mereka yang memiliki gangguan kesehatan mental

GEJALA INSOMNIA

Apa saja gejala insomnia? Insomnia itu sendiri mungkin merupakan gejala dari kondisi medis yang mendasar. Namun, ada beberapa tanda-tanda dan gejala yang berkaitan dengan insomnia, yaitu:

* Sulit tidur di malam hari
* Bangun pada malam hari
* Bangun lebih awal dari yang diinginkan
* Masih merasa lelah setelah tidur semalaman
* Lelahan atau mengantuk seharian
* Lekas marah, depresi atau cemas
* Kurang konsentrasi atau kurang fokus
* Menjadi tidak terkoordinasi, peningkatan kesalahan atau kecelakaan
* Ketegangan dan sakit kepala
* Kesulitan sosialisasi
* Gejala gastrointestinal
* Khawatir tentang tidur

Bagaimana insomnia yang didiagnosa?
Seorang spesialis tidur biasanya akan memulai sesi diagnostik dengan pertanyaan tentang riwayat kesehatan Anda dan pola tidur. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mencari kondisi yang dapat menyebabkan insomnia. Demikian pula, dokter mungkin melakukan pemeriksaan untuk kemungkinan adanya gangguan kejiwaan dan penggunaan narkoba dan alkohol.

TIPS MENGATASI INSOMNIA:

Selain perubahan gaya hidup yang dapat membantu Anda tidur lebih baik, berikut tips mengatasi Insomnia yang juga dapat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur Anda:

1. Berhenti makan setidaknya 2 sampai 3 jam sebelum waktu tidur Anda. Jika tubuh Anda sedang mencoba untuk mencerna makanan, Anda tidak akan dapat sepenuhnya bersantai, atau tidur.

2. Batasi makan makanan yang digoreng dan berlemak, karbohidrat olahan (seperti nasi putih, roti, pasta, dan gula), dan makanan pedas (terutama jika Anda rentan terhadap mulas), terutama sebelum tidur. Efek dari makanan ini dapat mengganggu kemampuan Anda untuk mendapatkan tidur malam yang baik.

3. Nikmati makanan ringan sekitar dua jam sebelum tidur. Tidur lelap bisa sulit jika Anda lapar. Snack sehat akan mengurangi rasa lapar dan membantu Anda tidur sepanjang malam. Camilan Anda harus berisi sebagian besar karbohidrat dan sedikit protein. Kombinasi ini dapat membantu meningkatkan kemampuan tryptophan (asam amino yang membantu menginduksi tidur) ke otak Anda.

Beberapa ide makanan ringan sebelum tidur:
* Semangkuk kecil oatmeal
* Sereal dengan susu rendah lemak
* Yogurt dengan taburan granola
* Setengah dari bagel dengan toping selai kacang
* Sepotong roti gandum dengan selembar deli turkey
* Enam biskuit gandum dengan 1 ons keju
* Irisan apel dengan 1 ons keju atau selai kacang

4. Hindari alkohol sebelum tidur. Alkohol dapat membantu Anda untuk tertidur dengan cepat, tetapi dapat juga menyebabkan terganggunya pola tidur normal Anda dan membuat Anda merasa kurang istirahat keesokan harinya.

5. Hindari makanan dan minuman berkafein selama sore dan malam hari. Kafein adalah stimulan yang ditemukan dalam kopi, teh, soda, dan cokelat yang dapat menunda tidur Anda atau menyebabkan Anda bangun pada malam hari.

6. Batasi konsumsi cairan di malam hari, untuk mengurangi dorongan untuk pergi ke kamar mandi pada malam hari.

7. Melakukan olahraga teratur. Beberapa penelitian menyebutkan berolahraga yang teratur dapat membantu orang yang mengalami masalah dengan tidur. Olahraga sebaiknya dilakukan pada pagi hari dan bukan beberapa menit menjelang tidur. Dengan berolahraga, kesehatan menjadi lebih optimal sehingga tubuh dapat melawan stress yang muncul dengan lebih baik.

8. Tidur dalam lingkungan yang nyaman. Saat tidur, matikan lampu, matikan hal-hal yang menimbulakna suara, pastikan anda nyaman dengan suhu ruangan tidur. Jauhkan jam meja dari pandangan anda karena benda itu dapat membuat anda cemas karena belum dapat terlelap sementara jarum jam kian larut dan pada akhirnya anda semakin susah tidur.

9. Mandi / berendam dengan air hangat 30 menit atau sejam sebelum tidur. air hangat akan menyebabkan efek sedasi atau merangsang tidur. Selain itu juga mengurangi ketegangan tubuh hal ini jg sangat bagus dibiasakan sebagai cara mengatasi insomnia

10. Berhenti menonton TV, membaca buku, setidaknya sejam sebelum tidur

11. Menggunakan tempat tidur, hanya untuk tidur. Hal ini akan membantu tubuh menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tidur. Saat berbaring di tempat tidur maka akan timbul rangsanagan untuk tidur.

12. Melakukan aktivitas relaksasi secara rutin, melatih pernafasan, meditasi dan lain-lain akan membantu memperlambat proses yang terjadi dalam tubuh sehingga tubuh anda menjadi lebih santai. Keadaan ini akan mempermudah untuk tidur

13. Menjernihkan pikiran. hilangkan segala kekhawatiran yang menghinggapi pikiran. Salah satu cara untuk ini adalah menuliskan semua pikiran melalui sebuah media.

14. Tidur dan bangun dalam periode waktu yang teratur setiap hari. Waktu tidur yang kacau akan mengacaukan waktu tidur selanjutnya

[Dari berbagai sumber]

About dedimisbahatori

LEMURIAN 3rd Generation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: